Sabtu, 04 Juni 2016

Wondering.

Sanggahan
Kenyataan
Pengalaman
Tergantung diri sendiri memaknai kehidupan.
Keyakinan.
Stimulasi.
Akumulasi.

Dagang.

Because, no matter what you have, you always gonna keep wondering.

Why we must happy ?

Have you ever questioning, why we are living ? Doesn't have you ever think, that is become mystery for all of us ?

Manusia di ciptakan untuk ibadah, well for the result is heaven for us.
Manusia diciptakan untuk ibadah kepada allah.

Dengan sifat kemanusiaan mereka memiliki pikiran, nafsu, godaan dari musuh yang tak terlihat yaitu godaan setan serta ketidak tahuan mereka tentang hal ghaib (masa depan, surga dan neraka, dan sang pencipta allah s.w.t).

Tidak semua orang memiliki kesadaran ataupun keinginan untuk beribadah, maka tuhan menguji dengan segala keilmuannya untuk melihat siapa yang taat kepadanya.

Maka tuhan menurunkan al-qur'an sebagai petunjuk sebenar-benarnya dan begitu juga menjadikan hati sebagai tolak ukur yang sebaik-baiknya, penghubung umat dan sang penciptanya.

Atas rasa kecewa yang saya alami, memberikan saya kesadaran bahwa allahlah sang pemilik kehidupan.

Saya belajar menerima, lalu apakah lantas hidup hanya perlu di terima saja ? Bukankah dengan hanya menerima hidup terasa kian membosankan, ketika berharap terkadang hanya meninggalkan kekecewaan.

Tentu saja rasa kecewa membuat saya sadar, bahwa satu-satunya berharap hanyalah allah semata.
Harapan kepada selain allah tentulah tidak di benarkan, lalu mungkin manusia di uji dengan kesabarannya atas harapannya untuk hal yang ia butuhkan.

Kesabaran manusia di uji, nafsu yang menggebu atas keinginan yang belum terpenuhi berubah menjadi kekesalan yang terakumulasi menjadi kejenuhan atau istilah lainnya bosan dengan rutinitas kehidupan yang berulang-ulang serta tekanan kehidupan yang ada, maka rasa bersyukur kita di uji, apakah kita menjadi orang yang ikhlas menerima dan memiliki rasa sabar karena segala sesuatu ada waktunya, atau kita hanya menjadi manusia yang tidak taat untuk menghilangkan rasa bosan dengan mencari kenikmatan sesaat yang jauh dari ajaran islam.

Sadarkah kamu, bahwa kebosanan yang selalu kamu keluhkan adalah kelebihan bagi sebagian orang ?

Kamu mempertanyakan, why we must happy ???
Karena kamu akan sadar apa artinya kenikmatan, ketika kamu kehilangan apa yang kamu miliki.

Like always you said,

It's better this way than not at all.

Because, no matter what you have, you always gonna keep wondering.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar