Sabtu, 07 November 2015

Kerja.

Tujuan dari bekerja adalah menjual .

(Tp neang gawe hese)

Urang teh hayang keneh gawe tapi lain didieu tempatna .

Urang butuh duit , jeung urang butuh tempat jang mengisi kegiatan .

Kebaikan, sabar, syukur, solusi


Kehidupan yang sesungguhnya adalah bekerja .

Kuduna urangteh bersyukur .

Disesuaikan dan bisa di kendalikan .

Kemajuan target konsekuensi menerima .

Hidup bukan tentang apa yang telah kita alami, tetapi tentang apa yang akannkiya dapatkan .

Jadi maneh hayang na di gaji tanpa ngalakukeun nanaon ? Masuk akal teu?


Setidaknya ada sesuatu yang perlu kamu tuju, karena bisa saja kamu tidak kelelahan tapi tidak punya tujuan, akhirnya kena mental .

Cara usaha mendapatkan, bukan korban . justru kamu harus bersyukur karena diberikan jalan .

Rek naon deui ? Sare ? 

Tempat kerja adalah tempat bersosial .

Ari cicing di imah rek naon ?

Pekerjaan yang seperti apa

Karena situasi bisa saja menjadi lebih buruk, gambaran sempurna

Bae ah da sementara

Kau tau knp harus bekerja ? Kamu hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri. 

Banyakan nikmat, banyakan kesulitan ?

Menggugurkan dosa, mengangkat derajat .

Pikirkan hal yg mnyenangkan ?

Nilai atau value. 

Akal sehat

Deket

Lagian maneh tetep balik kan .

Nyari uang itu susah

Olahraga .

Sieun asup kanaraka . 

Nilai kehidupan sehat

Nilai rutinitas lelah

Berusaha. 

Fisik sempurna, sehat juga dan jangan kalah dgn gangguan2 kecil .

Daek maneh tergolong jd org yg tidak melakukan amal baik ?

Selesai

Tips Menjadikan Bekerja sebagai Ibadah

Di dalam Islam, ibadah dibagi menjadi dua berdasarkan jenisnya, yaiu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah secara langsung kepada Allah.


Ibadah mahdhah memiliki empat prinsip, yaitu keberadaan ibadah tersebut berdasarkan dalil yang jelas, tata cara pelaksanaannya berdasarkan tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, di atas jangkauan akal (bersifat supra rasional), berazas ketaatan (kepatuhan atau ketaatan adalah hal yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini).


Secara sederhana, ibadah mahdhah dapat dipahami sebagai ibadah ritual. Rumus dari ibadah mahdhah adalah karena Allah dan sesuai syariat. Contoh ibadah mahdhah, antara lain wudhu, tayammum, azan, iqamat, shalat, puasa, dan haji.


Jenis ibadah yang kedua adalah ibadah ghairu mahdhah,yaitu ibadah yang di samping berhubungan dengan Allah SWT juga melibatkan interaksi dengan sesama manusia dan makhluk lain.


Sebagaimana ibadah mahdhah, ibadah ghairu mahdhah pun memiliki 4 prinsip. Keempat prinsip tersebut adalah tidak ada dalil yang melarang, pelaksanaannya tidak harus selalu berpola pada contoh Nabi Muhammad, bersifat rasional, dan berazas manfaat (sepanjang membawa manfaat, boleh dilakukan). Rumus dari ibadah ghairu mahdhah adalah berbuat baik karena Allah.


Gratis - 4 Buku yang Amazing tentang Panduan Meraih Sukses Islami. DOWNLOAD Sekarang.


Bentuk-bentuk ibadah ghairu mahdhah tidak terbatas. Sepanjang itu perbuatan baik yang membawa manfaat dan dilakukan karena Allah, maka perbuatan tersebut Insya Allah bernilai ibadah. Di antara lautan bentuk ibadah ghairu mahdhah, bekerja adalah salah satunya. Ya, bekerja sebagai ibadah. Bahkan, bentuk ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di dalam Islam.


Al-Qur’an banyak menerangkan perintah untuk bekerja, antara lain Surat At- Taubah: 105, Qashash: 26, dan Al Jumuah: 10.


Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan yang intinya adalah kelelahan karena mencari nafkah dapat menghapus dosa yang bahkan dosa tersebut tidak dapat dihapus dengan shalat, puasa, zakat, dan haji. Mencari nafkah tentu sama dengan bekerja. Masih banyak hadis lain yang menerangkan kewajiban untuk bekerja.


Hanya saja, agar bekerja dapat bernilai ibadah, tentu ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Sebab, tidak mungkin jenis pekerjaan yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam dapat memiliki nilai ibadah di dalamnya.


Syarat-syarat yang mesti dipenuhi untuk menjadikan bekerja sebagai ibadah, antara lain sebagai berikut.


a. Niat yang benar

Bekerja akan bernilai ibadah jika niatnya lurus ingin mencari nafkah karena Allah. Jangan sampai kita bekerja niat kita terbatas pada urusan dunia semata-mata, atau bahkan ada niat tidak baik yang melandasi kita dalam bekerja.


b. Bekerja dilakukan dengan cara yang benar

Ketika kita sudah memiliki niat yang lurus dalam bekerja, tetapi cara yang kita lakukan tidak benar, pekerjaan kita tentu tidak akan mendapatkan nilai ibadah.


Misalnya, kita meniatkan kerja karena Allah, tetapi di lingkungan kerja kita melakukan hal-hal yang tidak terpuji, seperti menerima suap, melakukan korupsi, atau mengambil milik orang lain.


c. Jenis pekerjaan yang baik

Bekerja kita dipastikan tidak akan menjadi ibadah jika pekerjaan kita adalah jenis pekerjaan buruk yang dilarang oleh agama.


d. Perilaku yang terjaga

Kita dapat menjadikan bekerja sebagai ibadah, salah satunya dengan menjaga perilaku ketika bekerja. Melakukan hal-hal yang berdosa, seperti bergunjing, menjegal rekan kerja, menjilat atasan, menginjak bawahan, tentu akan merusak nilai ibadah dari aktivitas bekerja.


e. Dilakukan dengan tulus dan ihklas

Salah satu syarat ibadah diterima Allah SWT adalah harus ikhlas. Demikian pula dengan bekerja. Agar dapat bernilai ibadah, bekerja harus dilakukan dengan ikhlas.

Bekerja Dengan Niat Karena Allah Bernilai Ibadah

Feb 09, 2018 by Annisa Nurul Haqiqie


 


Durasi Baca: Hanya 1 Menit


Pekerjaan merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambaNya. Sebab, bekerja dalam Islam sangat mempunyai derajat yang tinggi.


Maka tak heran jika Islam sangat mencintai umatnya yang bekerja dengan giat. Juga membenci umatnya yang memilih untuk berpangku tangan.


Sobat Moslem, kita bekerja setiap hari mulai dari pagi hingga malam hari berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup yang halal. Namun, alangkah baiknya bila kita tanamkan dalam hati untuk bekerja dengan niat karena Allah.


Sehingga, dapat mendatangkan kebahagiaan bukan hanya untuk dunia tapi juga akhirat. Tentunya dengan batasan yang harus dijaga oleh seorang muslim yang bekerja agar setiap pekerjaan yang dilakukan dapat bernilai ibadah.


Batasan pertama berada pada keberadaan pekerjaan yang baik dan halal untuk dijalankan. Sebagai seorang muslim kita memang diperintahkan untuk melakukan yang halal, termasuk mencari rezeki halal.


Sebab, makanan yang kita makan pasti dibeli dengan uang yang kita dapatkan dari pekerjaan. Batasan ini ada untuk menjaga kita dari apapun yang akan mendatangkan kebaikan bukan malah keburukan.


Kedua adalah selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Setiap pekerjaan yang dijalani pasti ada tanggung jawab yang harus dipikul. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menjadi orang yang tidak bertanggung jawab.


Dengan batasan ini, diharapkan setiap ummatnya untuk selalu menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab dan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan. Namun, juga mengharuskan umatnya untuk bertanggung jawab terhadap perintahNya.

Motivasi Kerja Dalam Islam: Tawakal Menikmati Proses Menjemput Rezeki (Ikhtiar)

Kerja + Doa = Tawakal




Islam memotivasi umatnya untuk bekerja serta menjadikannya media menjemput rezeki dan sarana meningkatkan taraf hidup, dibarengi tawakal kepada Allah.


Sebagai agama wasatiyyah (bukan moderat), Islam menuntut adanya tawakal dalam ikhtiar dan ikhtiar dalam tawakal. Karena keduanya adalah sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan dan menentukan etos kerja seorang muslim.


Karenanya, sebelum membahas kata motivasi kerja dalam Islam, izinkan saya menyampaikan arti tawakal yang benar.


Pengertian Tawakal Dalam Ikhtiar


Allah telah menjamin rezeki burung yang pulang-pergi mencari makan, pun begitu juga manusia yang telah diciptakan lengkap dengan akal dan kecerdasan.


Burung adalah makhluk yang lemah lagi tidak lebih pintar dari manusia, masih bisa makan setiap hari, bahka membawa pulang untuk anaknya.


Apalagi manusia, asalkan mau berusaha pasti ada jalan. Inilah arti tawakal dalam Islam yang sesungguhnya.


Itu tercermin dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,


لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً


“Jika benar kalian bertawakal pada Allah, Ia akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung yang pergi dalam keadaan lapar dan pulang dengan perut kenyang.” (at-Tirmidzi)1


Allah berfirman:


 ومن يتوكل على الله فهو حسبه


“Allah akan mencukupi orang yang bertawakal.” (at-Thalaq: 3)


وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين


“Jika kamu benar-benar beriman, maka bertawakallah hanya kepada Allah.” (al-Maidah: 23)


إن الله يحب المتوكلين


“Allah sungguh mencintai orang yang bertawakal kepada-Nya.”(Ali Imran: 159)


Cukup banyak ayat Al-Quran yang menunjukkan perintah berusaha mencari nafkah dan rezeki (bekerja), di antaranya:


وجعلنا النهار معاشا


“Telah kami jadikan siang hari kondusif untuk bekerja.” (an-Naba: 11)


ولقد مكناكم في الأرض وجعلنا لكم فيها معايش قليلا ما تشكرون


“Telah Kami kokohkan posisi kalian di muka bumi dan Kami sediakan sumber penghidupan di dalamnya. Namun, Sedikit sekali kalian bersyukur.” (al-Araf: 10)


هو الذي جعل لكم الأرض ذلولا فامشوا في مناكبها وكلوا من رزقه وإليه النشور


“Allah Yang memudahkan bumi ini untukmu, maka bekerjalah di mana saja dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu kembali.” (al-Mulk: 15)


يا أيها الذين آمنوا أنفقوا من طيبات ما كسبتم ومما أخرجنا لكم من الأرض ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم بآخذيه إلا أن تغمضوا فيه واعلموا أن الله غني حميد


“Hai orang-orang yang beriman, sedekahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang terbaik dan sebagian dari mineral yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.” (al-Baqarah: 267)


فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون


“… maka bekerjalah karena Allah serta perbanyaklah mengingat-Nya supaya kamu beruntung.” (al-Jumuah: 10)


ليس عليكم جناح أن تبتغوا فضلا من ربكم


“Bekerja bukanlah perbuatan dosa … “ (al-Baqarah: 198)


علم أن سيكون منكم مرضى وآخرون يضربون في الأرض يبتغون من فضل الله وآخرون يقاتلون في سبيل الله


“Allah mengetahui bahwa sebagian dari kalian ada orang-orang yang melakukan perjalanan dinas; dan sebagian lain yang berperang di jalan Allah…” (al-Muzzammil: 20)


Al-Qurtubi berkata, “Melalui ayat ini Allah memberikan ekualitas antara mujahid dan orang yang bekerja dengan cara halal untuk menafkahi dan memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Karenanya Ibnu Umar berkata,


‘TIDAK ADA KEMATIAN YANG PALING AKU CINTAI SETELAH JIHAD, KECUALI MATI SAAT BEKERJA.’2


Motivasi Kerja Dari Rasulullah dan Sahabatnya


Rasulullah ﷺ pun kerap memberi motivasi untuk berusaha dan bekerja dalam beberapa hadits beliau.


Dari Ibunda Aisyah, Rasul bersabda:


التمسوا الرزق في خبايا الأرض


“Bekerjalah walau dalam perut bumi.” (al-Thabarani)3


Dari Shakhra bin Wadaah al-Ghamidi, Rasul bersabda,


اللهم بارك لأمتي في بكورها


“Ya Allah berkahi pagi hari umatku.” (Abdul Adzim)4


Shakhra pun mengimplementasikan hadits di atas dalam bisnisnya dengan selalu membuka lapaknya sejak pagi  hari. Ia pun menjadi hartawan yang sangat kaya.5


Kaab bin Ajrah meriwayatkan, “Suatu hari para sahabat melihat seorang pria bertubuh kekar yang sedang sibuk, melintas di hadapan Nabi Muhammad ﷺ. Kemudian mereka berkata, ‘Andai fisiknya digunakan untuk berjuang di jalan Allah.’ Rasul pun menanggapi hal itu, ‘Jika ia bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka ia fisabilillah. Jika ia bekerja untuk kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia fisabilillah. Jika ia bekerja untuk dirinya sendir  agar terjaga kehormatannya, maka ia fisabilillah. Sebaliknya, jika ia bekerja untuk pujian dan prestisi, maka ia berjuang di jalan setan.’”6


Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Di antaranya banyaknya dosa, ada dosa yang tidak bisa di hapus oleh shalat, puasa, haji ataupun umrah,” Para sahabat bertanya, “Lalu dengan apa dosa tersebut dapat terhapus?” Beliau menjawab, “dengan jerih payah dalam bekerja.” (al-Thabarani)7


لأن يحتطب أحدكم حزمة على ظهره خير له من أن يسأل أحدا فيعطيه أو يمنعه


“Menjual kayu bakar lebih baik daripada mengemis.” (al-Bukhari)8


Ibnu Umar meriwayatkan, Rasul bersabda,


إن الله يحب المؤمن المحترف


Allah mencintai mukmin yang professional.9

Diriwayatkan Ibunda Aisyah, Rasulullah bersabda, “Siapa yang kemarin dibebani pekerjaan, kemarin Allah telah mengampuni dosanya.” (Al-Mundziri)10


Dari  Muqoddam bahwa Rasulullah bersabda, “Makanan terbaik adalah yang didapat dari jerih payah usaha sendiri. Nabi Daud alaihissalam pun makan dari hasil kerjanya sendiri.”11


Rasulullah ditanya mengenai pekerjaan terbaik, beliau menjawab, “Berdagang dengan jujur, dan pekerjaan yang dilakukan menggunakan tangan.”12


Dalam riwayat lain Nabi ﷺ berkata: sembilan dan sepuluh pintu rezeki adalah perniagaan.13


Diriwayatkan Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, bertakwalah pada Allah dan perindahlah proses mencari nafkah kalian. Ketahuilah, manusia tidak akan mati kecuali setelah rezekinya sempurna tepat pada waktunya. Bertawakallah dan perindah proses mencari nafkah kalian. Carilah yang halal, dan tinggalkan yang haram.”14


Secara global, hadits ini berbicara tentang mencari nafkah, karena berusaha adalah prasyarat mendapatkan rezeki. Mengenai hal ini Umar bin al-Khattab berkata, “Janganlah kalian hanya berdoa ketika meminta rezeki, padahal kalian tahu bahwa langit tidak mungkin menurunkan hujan emas dan perak.”15


Rasulullah bersabda,


ما يزال الرجل يسأل الناس حتى يأتي يوم القيامة ليس في وجهه مزعة لحم


“Pemuda yang menjadikan mengemis sebagai profesinya, di hari kiamat akan dibangkitkan sebagai tengkorak.” (al-Bukhari)16


Umar bin al-Khattab pernah berkata pada Zaid bin Maslamah yang ditemuinya sedang bercocok tanam, “Tepat yang kau lakukan, sikap mandiri telah menjaga agamamu, dan memuliakan dirimu di mata manusia.”17


Dikisahkan Nabi Isa alaihissalam bertanya pada pria yang ia temui, “Apa yang sedang engkau lakukan?”, “Beribadah” jawab orang itu. “Siapa yang menyuplai kebutuhanmu?” Orang itu membalas, “Saudaraku.”, “Berarti ia lebih beribadah daripada engkau” tukas Nabi Isa.18


Imam Ahmad pernah ditanya, “Apa pendapatmu mengenai seseorang yang duduk di rumahnya atau masjid sambil berkata, ‘aku tidak bekerja agar rezeki dapat menemuiku’” Beliau berkomentar, “Dia orang bodoh, tidakkah ia mendengar bahwa Nabi bersabda, ‘Allah tetapkan berburu sebagai prosesku mendapat rezeki.”19


Seorang muslim seharusnya mengambil tindakan nyata dalam mencari rezeki (bekerja), bukan hanya berpangku tangan dan berharap pada Allah.


Hendaklah ia meyakini bahwa usahanya bukanlah yang memberikannya rezeki. Rezeki-Nya telah dibagikan sementara takdirnya telah ditentukan dan segala yang telah Allah tentukan untuknya pasti terjadi.


Jangan risau dengan hasil. Tak perlu dengki melihat rezeki orang lain. Kita hanya diminta berusaha, bukan berhasil. Ia berfirman:


وفي السماء رزقكم وما توعدون – فورب السماء والأرض إنه لحق مثل ما أنكم تنطقون


“Di langit terdapat sebab rezekimu dan janji Tuhanmu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh yang dijanjikan itu benar-benar akan terjadi tanpa dapat dipungkiri.” (ad-Dzariat: 22-23)

Maneh moal bisa hirup sosoranganan


Tiga Cara Memotivasi Diri Sendiri Dalam Bekerja Yang Paling Dahsyat

MARCH 11, 2014

(Last Updated On: March 13, 2014)



Ingin Sukses Dalam Karir? Ketahui Cara Memotivasi Diri Dalam Bekerja


Sederhana, bagaimana Anda akan berhasil jika Anda loyo dalam bekerja? Anda harus memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja untuk berhasil. Dan, ini berlaku bagaimana pun kondisi tempat Anda bekerja. Motivasi kerja berkaitan dengan tindakan, tindakan berkaitan dengan hasil, dan hasil berkaitan dengan kontribusi Anda bagi perusahaan.


Perusahaan atau atasan yang baik, tentu akan melihat sejauh mana kontribusi Anda dalam bekerja. Kontribusi selalu menjadi penilaian utama sebuah perusahaan berkaitan dengan jenjang karir si karyawan. Jika tidak, maka perusahaan tersebut bodoh. Jangan habiskan hidup Anda bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kontribusi karyawannya.


Ada 3 cara terbaik yang sudah saya pilihkan disini agar Anda bisa memotivasi diri Anda dalam bekerja. Mengapa harus bisa memotivasi diri? Sebab Andalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi Anda. Tidak usah menuntut orang lain atau perusahaan. Miliki inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada Anda.


Cara Hebat Memotivasi Diri Dalam Bekerja adalah Dengan Menjadi Juara


Saya sengaja, membahas cara ini menjadi pembahasan yang pertama. Bukan berarti paling penting, namun saya lihat banyak orang yang melupakan ini. Mereka bekerja hanya sekedar bertahan untuk mendapatkan gaji bulanan. Cara kerja seperti ini memiliki motivasi yang rendah, sebab tujuannya hanya sekedar tidak dipecat.


Coba bayangkan, jika Anda memiliki target menjadi juara, maka bukan hanya tidak dipecat tetapi juga akan mendapatkan peluang mendapatkan gaji atau posisi yang lebih baik. Untuk itu, miliki target menjadi juara. Artinya memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan menjadi mindset Anda dalam bekerja.


Ini cara hebat, Anda akan memiliki motivasi yang berlipat ganda, jika ingin menjadi juara. Mulai sekarang, tekadkan dalam diri, bahwa Anda akan menjadi juara dalam karir yang sedang Anda jalani saat ini.


==> Selengkapnya, bagaimana menjadi juara bisa dibaca disini.


Cara Sederhana Dan Ampuh Motivasi Kerja


Nah, ini adalah cara sederhana memotivasi diri dalam bekerja, namun hasilnya sangat ampuh, plus berpahala. Apa itu? Ya, caranya ialah dengan bersyukur. Syukuri Anda memiliki pekerjaan. Banyak orang yang antri menginginkan posisi Anda dan sekarang Anda sudah memilikinya. Bukankah ini nikmat yang perlu Anda syukuri?


Masalahnya, dengan berbagai masalah dan ketidakpuasan, kita suka lupa bersyukur. Dalam pikiran kita, selalu saja yang terpikirkan adalah hal-hal yang tidak kita sukai atau tidak menyenangkan. Kondisi pikiran seperti ini akan menjauhkan kita dari bersyukur, pikiran jadi negatif, dan banyak energi terbuang tak berarti. Emosi negatif adalah kebocoran energi terbesar.


Anda boleh kecewa dengan lingkungan atau atasan Anda, namun Anda tetap harus mensyukuri nikmat Anda bisa bekerja di tempat bekerja saat ini. Bukankah pekerjaan ini masih dibutuhkan dan bermanfaat bagi Anda? Ya, tentu saja, buktinya Anda masih bekerja. Jika tidak bermanfaat, seharusnya sejak dulu sudah ditinggalkan.


Ingat nikmat ini, syukurilah agar Allah menambah nikmat Anda.


Cara Yang Tidak Boleh Dilewatkan Dalam Memotivasi Diri Saat Bekerja


Dan satu hal paling penting dan tidak boleh dilewatkan adalah motivasi kerja untuk ibadah. Bekerja adalah dalam rangka Anda mencari rezeki halal dan memberi nafkah bagi anak dan keluarga Anda. Ini adalah ibadah. Untuk itu tidak boleh dilakukan dengan asal atau seenaknya. Ingat, ibadah itu untuk Allah, aneh rasanya jika kita melakukannya asal-asalan.


Saat kita sadar bahwa bekerja itu ibadah, ini akan menambah motivasi bagi kita agar kita bekerja dengan serius, dengan cara-cara sesuai syariat, dan tentu saja dengan niat ikhlas, beribadah hanya karena Allah. Bukan berarti tidak berharap imbalan, tetapi justru kita bekerja keras mendapatkan imbalan untuk menafkahi keluarga dengan ikhlas.


Ada dua syarat agar bekerja kita bernilai ibadah:


Bekerja sesuai dengan syariat: tidak bekerja di tempat yang diharamkan dan menjalankan pekerjaan dengan cara-cara yang tidak dilarang oleh agama.

Niatkan bekerja dengan ikhlas. Selalu perbaharui niat kita setiap saat agar bekerja kita selalu bernilai ibadah.

Jadi tidak cukup hanya dengan niat. Bekerja di tempat yang diharamkan tetap haram meski pun niatnya untuk memberi nafkah. Begitu juga bekerja dengan cara-cara yang dilarang juga tidak akan menjadi ibadah meski niatnya baik. Sebaliknya, saat Anda sudah bekerja ditempat yang diridlai Allah, tetapi niatnya hanya semata mencari uang, tidak akan bernilai ibadah.


Tidak harus bekerja di lembaga atau perusahaan syariah. Anda bekerja diperusahaan dagang biasa, selama yang diperdagangkannya tidak dilarang dan dilakukan dengan cara yang tidak dilarang juga, itu sudah pekerjaan yang sesuai syariah. Jadi, tidak perlu dipersempit harus di lembaga atau perusahaan syariah saja. Tempat bekerja itu luas.


Kesimpulan


Ada tiga cara yang akan memotivasi Anda dalam bekerja. Yang pertama, tekadkan untuk memberikan konstribusi terbaik bagi perusahaan alias menjadi juara. Kedua sadari bahwa kerja adalah nikmat yang patut kita syukuri. Dan yang ketiga, sadari bahwa kerja adalah ibadah. Insya Allah dengan ketiga hal ini terpatri dalam hati kita akan memotivasi kita saat bekerja.

Cara Mudah Memotivasi Diri Sendiri


19 March 2014 / Artikel / By Rina Ulwia / 1 COMMENT

0 Shares




 


Kerja itu penting bagi kehidupan Anda. Dengan bekerja, Anda mampu menghidupi keluarga. Di samping itu, bekerja juga dapat menunjang perkembangan diri Anda. Tetapi, masalahnya, Anda sering tidak termotivasi saat bekerja.


Anda tahu mengapa?


Apa pun alasannya, kurangnya motivasi kerja sangat menjengkelkan, bukan? Kurangnya motivasi membuat Anda tersiksa saat bekerja.


Nah, karena itu, inginkah Anda bisa memotivasi diri sendiri?


Jika ya, artikel ini akan membantu Anda. Artikel ini akan membeberkan kepada Anda cara memotivasi diri sendiri supaya tidak malas bekerja.


Tapi sebelumnya, kita cari tahu dulu apa yang membuat Anda kurang termotivasi.


Mengapa Anda Kurang Motivasi?


Jika ditelusuri, ada tiga penyebab utama kurangnya motivasi. Untuk mengetahui apa saja penyebab tersebut, mari kita simak uraian berikut.


1. Kurang percaya diri

Kurangnya kepercayaan diri disebabkan Anda terlalu berfokus pada hasil. Anda takut tidak mampu mengerjakan tugas dengan baik. Anda takut hasilnya tidak sempurna.


Dalam buku yang berjudul The Practicing Mind, Thomas Sterner mengingatkan:


“Most of the anxiety we experience in life comes from our feeling that there is an end point of perfection in everything that we involve ourselves with. Whatever or wherever that perfection may be, we are not. We continually examine, consciously or unconsciously, everything in our lives, compare it to what we feel is ideal, and then judge where we are in relation to that ideal.”


Sebagian besar kecemasan yang Anda alami datang dari anggapan akan adanya kesempurnaan absolut. Apa pun bentuk kesempurnaan itu, Anda cemas Anda tidak mampu meraihnya. Anda terus membandingkan posisi Anda dengan apa yang menurut Anda ideal alias sempurna, dan menghakimi posisi Anda terhadap kesempuraan tersebut.


Dalam kaitannya dengan pekerjaan, Anda selalu membandingkan proses dengan hasil yang diharapkan. Anda terus menghakimi posisi Anda terhadap goal tersebut.


Akibatnya, Anda minder dan cemas tidak dapat mencapai goal yang sempurna seperti yang diharapkan.


Nah, ketidakpercayaan diri itu membuat Anda tidak bersemangat untuk bekerja.


2. Kurang fokus

Apabila Anda tidak mengetahui tujuan Anda, Anda pun menjadi malas bekerja.


Mengapa?


Karena, Anda pikir Anda hanya menyia-nyiakan waktu dan tenaga.


3. Kurang petunjuk

Kurangnya petunjuk bagaimana mengerjakan tugas juga dapat mengurangi semangat Anda untuk bekerja. Anda bingung bagaimana memulainya. Akhirnya, Anda menunda pekerjaan tersebut.


Nah, setelah mengetahui penyebab kurangnya motivasi, sekarang saatnya untuk mengetahui cara memotivasi diri berdasarkan penyebab tersebut.


Cara Memotivasi Diri


Berikut ini beberapa cara untuk memotivasi diri berdasarkan sebab-sebab di atas.


1. Rubah mindset Anda!

Pada bab sebelumnya, dijelaskan salah satu sebab kurangnya motivasi yaitu kurang percayaan diri. Nah, kurangnya kepercayaan diri ini disebabkan Anda terlalu berfokus pada hasil.


Lantas, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi ketidakpercayaan diri itu?


Jawabannya, rubah mindset Anda!


Rubahlah mindset Anda dari result-oriented alias berorientasi pada hasil menjadi process-oriented alias berfokus pada proses.




Thomas Sterner memiliki nasihat yang berharga mengenai mindset process-oriented.


“True perfection is both always evolving and always present within you, just like the flower. What you perceive as perfect is always relative to where you are in any area of your life.”


-Thomas Sterner


Kesempurnaan sejati selalu berubah dan selalu hadir bersama diri kita, seperti bunga. Apa yang kita anggap sebagai kesempurnaan selalu berubah tergantung di mana kita berada.


Nah, rubahlah persepsi Anda mengenai hasil seperti persepsi di atas, yaitu bahwa pencapaian, goal atau kesempurnaan bukanlah konsep yang absolut, melainkan selalu berubah seturut waktu.


Goal Anda waktu kecil adalah memiliki mainan yang bagus. Goal Anda waktu menjadi siswa adalah menjadi juara kelas. Goal Anda waktu lulus kuliah adalah mencari pekerjaan yang mapan.


Dengan menyadari bahwa goal selalu berubah, Anda tidak lagi terpaku pada hasil. Anda akan berpandangan bahwa setiap langkah yang Anda tapaki, setiap detik yang Anda lewatkan untuk mengerjakan tugas Anda merupakan pencapaian itu sendiri.


Dengan demikian, Anda dapat menikmati proses bekerja dengan gembira. Anda, yang tadinya malas, sekarang pun menjadi rajin bekerja.


Jangan khawatir bahwa ketika Anda mengimplementasikan mindset process-oriented, proses kerja menjadi lambat. Pada kenyataannya, dengan menerapkan mindset process-oriented, justru pekerjaan lebih cepat selesai.


Ini bukanlah sesuatu yang mistis, melainkan dapat dinalar. Saat Anda menerapkan mindset process-oriented, pikiran Anda terbebas dari kecemasan memikirkan hasil.


Nah, hal itu memberikan dampak positif bagi kinerja Anda. Karena tidak cemas pada hasil, pikiran pun menjadi tenang. Saat pikiran tenang, proses kerja berjalan lancar.


2. Ingat kembali kesuksesan Anda

Problem kurangnya kepercayaan diri dapat pula dihilangkan dengan mengingat kembali kesuksesan Anda di masa lampau. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa Anda tidaklah sepayah yang Anda pikirkan sekarang.


Jika di masa lalu Anda dapat mencapai prestasi, tentunya sekarang pun Anda dapat meraihnya lagi.


Dengan demikian, kepercayaan diri Anda terdongkrak, dan Anda pun bersemangat bekerja.


3. Bandingkan diri Anda dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain

Untuk mendongkrak kepercayaan diri Anda, bandingkan diri Anda dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain.


Jika Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain, yang Anda dapatkan bukan kepercayaan diri, melainkan justru keminderan melihat kesuksesan orang lain. Pikiran Anda cemas jikalau hasil yang Anda capai tidak dapat menyaingi hasil kerja orang lain.


Oleh karena itu, bandingkan diri Anda dengan diri Anda sendiri. Bandingkanlah diri Anda yang sekarang dengan diri Anda di masa lampau. Dengan begitu, Anda dapat mengingat bagaimana dulu Anda pernah memiliki gairah yang tinggi, memiliki kualitas hidup yang tinggi. Hal itu tentu akan mendongkrak kepercayaan diri dan semangat Anda.


4. Jangan takut salah

Saat Anda berfokus pada hasil, tentu Anda takut melakukan kesalahan. Anda takut hasilnya tidak sempurna.


Nah, oleh karena itu, saat Anda hendak mengerjakan tugas, hilangkan perasaan takut salah. Dengan hilangnya perasaan ini, Anda akan tergerak untuk mengerjakannya karena tidak ada beban yang mengganggu pikiran Anda. Anggap saja Anda sedang melakukan hobi.


Cara lain untuk menghilangkan rasa takut adalah sebagaimana yang dinasihatkan oleh Thomas Sterner, yaitu dengan merubah persepsi Anda mengenai hasil. Rubahlah persepsi Anda bahwa goal adalah saat Anda menjalani proses bekerja, bukan hasil yang akan kita raih. Cara ini terbukti ampuh untuk menghilangkan kecemasan penulis mengenai hasil.


Nah, jika cara ini ampuh bagi penulis, penulis yakin cara ini juga ampuh Anda terapkan.


5. Pikirkan tujuan Anda

Saat Anda malas bekerja, pikirkan tujuan Anda bekerja. Pentingkah pekerjaan tersebut bagi Anda?


Dengan memikirkan kembali tujuan, Anda mengetahui manfaat yang akan Anda dapat dari bekerja. Anda juga dapat mengtahui akibat dari meninggalkan pekerjaan tersebut. Dengan demikian, Anda akan terdorong untuk segera melakukannya.


6. Rencanakan tindakan Anda

Anda sering menunda-nunda kerja karena tidak tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda bingung dari mana harus memulainya.


Nah, untuk mengatasi masalah itu, rencanakan terlebih dulu tindakan Anda. Buatlah mind map mengenai rencana kerja Anda. Mind map bertujuan untuk memperjelas ide atau rencana Anda.


Dengan mind map, ide yang tadinya abstrak menjadi jelas. Anda dapat dengan mudah melakukan pekerjaan Anda step by step sesuai dengan mind map yang Anda buat. Anda pun tahu dari mana Anda harus memulai. Dengan begitu, Anda bersemangat untuk mengerjakan tugas Anda.


 7. Bagi tugas menjadi beberapa bagian

Agar Anda tidak bingung, bagilah tugas menjadi beberapa bagian.


Membagi tugas juga bertujuan agar Anda tidak terbebani dengan bayangan pekerjaan yang super berat.


Dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian, persepsi Anda mengenai tugas tersebut pun berubah, dari yang tadinya Anda mengangganpnya sebagai tugas yang berat menjadi tugas yang ringan. Fokus Anda pun bukan lagi pada goal akhir dari tugas tersebut, melainkan pada goal-goal kecil, yang Anda yakin Anda mampu mencapainya.


Nah, demikian cara yang dapat Anda terapkan untuk memotivasi diri sendiri. Memang tidak mudah untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Tetapi, selama Anda memiliki kemauan, penulis yakin, selalu ada jalan bagi Anda untuk berubah lebih baik.

Untung cuma cape fisik aja

Oleh: Muhammad Syaid Agustiar

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

agustiar1988@yahoo.com


Tak pernah kukeluhkan

Walau rintangan menghadang

Panas hujan begini makanan sehari-hari


Kurela pergi pagi pulang pagi

Hanya untuk mengais rezeki

Do’akan saja aku pergi

Semoga pulang dompetku terisi



SIAPA yang tidak kenal lirik bait lagu di atas terutama bagi kids jaman now? Ya benar, Lagu di atas adalah ciptaan band Armada berjudul “Pergi Pagi Pulang Pagi.” Lagu itu sangat sarat makna dengan kehidupan orang bekerja sehari-hari, termasuk saya juga. Tapi untungnya saya tidak pulang pagi, hanya malam saja.


Menjadi seorang muslim memang tidak boleh bermalas-malasan, Allah berfirman “Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.At-Taubah: 105)


RELATED POSTS

Bagaimana Mungkin Kupukul Tulang Rusukku Sendiri?

12 Mei 2018

Saya Tidak Membantu Pekerjaan Istri Saya di Rumah

5 Feb 2018

Goda-goda Syahwati

7 Jan 2018

Dulu, saya pernah menjalani tiga pekerjaan. Senin-Jumat Pukul 08:00-16:00 wib bekerja di kantor. Pulang dari kantor lanjut mengajar di dua kampus sebagai dosen dan assisten Dosen. Pulang sampai rumah terkadang Pkl 23:00 wib, besok bekerja lagi seperti biasa.


Di hari Sabtu, pun saya tetap mengajar kelas karyawan di pagi hari. Di hari minggu saja bisa meluangkan waktu untuk keluarga. Apakah saya merasa lelah? Jawabannya iya, kelelahan, keletihan, kecapean merupakan hal manusiawi.


Manusia itu terbatas tidak bisa disamakan dengan robot. Hidup itu adalah pilihan. Saya memilih mengajar karena merupakan passion. Passion adalah pekerjaan yang apabila dikerjakan sangat dicintainya. Jami Azzaini, seorang inspirator sukses mulia pernah berkata “Kerja keras mendapatkan rezeki, Kerja cerdas melipatgandakan rezeki dan kerja ikhlas membuat kerja jadi berkah”.



Kerja Ikhlas berarti kerja sesuai passionnya. Seseorang yang bekerja berdasarkan passionnya maka ia selalu enjoy dan tidak mengeluh walau honor yang diterima tidak terlalu besar dan banyak tekanan. Justru saya sangat merasa lelah, letih dan cape ketika bekerja di kantor. Seandainya honor mengajar itu lebih tinggi daripada kantoran mungkin saya resign. Di Indonesia kesejahteraan dosen tampaknya tidak mendapat perhatian lebih berbeda dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia.


Kalau sudah begitu mau bagaimana lagi? Cuma satu jawabannya: “Dijalani, diterima, dan disyukuri.”


Semoga lelahnya saya akan dihapuskan dosanya oleh Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Barang siapa kelelahan pada malam hari karena mencari penghidupan yang halal, terampunilah dosanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Asakir). []

Untuk masa depan .

Karyawan tetap

(Teh penting).

7 Langkah Cara Membangkitkan Semangat Kerja Yang Ampuh

JUNE 20, 2015

(Last Updated On: June 20, 2015)



Step by Step Cara Membangkitkan Semangat Kerja


Apakah Anda merasa memerlukan membangkitkan semangat kerja yang mulai menurun? Banyak penyebab seseorang yang motivasi kerjanya mulai turun. Mulai dari ketidak puasan terhadap perusahaan atau atasan, lingkungan yang kurang menyenangkan, rekan kerja yang kurang kita sukai, termasuk kondisi ekonomi yang tidak juga beranjak.


Pertanyaanya, saat semangat dalam bekerja menurun, apakah kita mengikutinya? Kita biarkan semangat turun, akhirnya prestasi kita jeblok. Apakah ini akan baik? Atau membuat segalanya makin buruk. Anda bisa saja di PHK, bisa saja terjalin hubungan yang tidak baik, bahkan bisa mengganggu kesehatan. Emosi yang terus negatif akan mengganggu kesehatan.


Untuk itu, Anda harus segera membangkitkan semangat kerja Anda segera mungkin. Berikut ada 7 langkah bagaimana membangkitkan semangat kerja.


Langkah #1 Cara Membangkitkan Semangat Kerja Ingat Niat Kerja


Apa sich niat Anda bekerja?


Saya kita sudah banyak yang faham. Kerja memang mengharapkan gaji setiap bulan. Tapi untuk apa gaji itu? Untuk menafkahi keluarga. Dan ini adalah kewajiban, ini adalah bagian dari ibadah. Jadi, niat bekerja itu sesungguhnya adalah ibadah.


Jika niat ibadah, artinya kita bekerja bukan untuk atasan, bukan untuk perusahaan, bukan untuk rekan kerja. Semua itu hanya wasilah. Tapi sebenarnya kita bekerja untuk Allah. Ibadah itu untuk Allah, sehingga rasanya tidak layak kita bekerja sekedarnya.


Yuk, kita luruskan kembali niat kita bekerja sebagai salah satu ibadah. Untuk itu, maka tekadkan pada diri kita untuk bekerja lebih semangat lagi.


Langkah #2 Ingat Tujuan, Cita-cita, dan Harapan


Selain bekerja itu sebagai ibadah, bekerja juga sebagai jalan kita meraih tujuan, cita-cita, dan harapan kita. Apakah Anda memiliki cita-cita untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi? Tunjukan dengan semangat tinggi. Jika Anda ingin bekerja untuk mendapatkan gaji lebih besar, tunjukan dengan semangat yang tinggi.


Bahkan, jika Anda akan pensiun dalam beberapa tahun lagi, tidak ada salahnya bekerja dengan semangat tinggi sebagai contoh untuk generasi muda dan meninggalkan kesan positif bagi perusahaan dan rekan kerja Anda.


Mengingat tujuan, cita-cita, dan harapan Anda adalah salah satu cara membangkitkan semangat kerja.


Langkah #3 Untuk Siapa Saja Anda Bekerja


Cara selanjutnya membangkitkan motivasi kerja adalah dengan mengingat untuk siapa kita bekerja? Untuk keluarga bukan? Untuk mereka yang Anda sayangi dan menyayangi Anda.


Jangan kecewakan mereka dengan semangat kerja yang rendah. Justru Anda harus menjadi contoh bahwa Anda begitu semangat dalam bekerja. Sejauh mana semangat Anda, sadar tidak sadar, akan membekas di pikiran bawah sadar keluarga Anda. Anak-anak akan meneladani Anda.


Bagi Anda yang belum berkeluarga, mungkin Anda ingin membahagiakan orang tua Anda. Berbakti kepada orang tua adalah satu ibadah, bahkan ibadah dengan pahala yang besar. Sebaliknya, durhaka adalah dosa yang besar. Pantaskah kita bekerja dengan semangat yang lembek padahal untuk berbakti kepada orang tua?


Langkah #4 Sadari Apa Yang Menjadi Perusak Semangat Anda


Anggaplah Anda sudah semangat kembali dengan 3 langkah diatas. Mungkin Anda akan mengatakan, tapi …


Ya, ada banyak hal yang bisa merusak semangat kerja Anda seperti disebutkan diatas. Silahkan Anda sadari, apa saja sich yang merusak semangat Anda.


Apakah gaji yang kecil, tidak puas dengan perusahaan, tidak puas dengan atasan, kecewa dengan rekan kerja, bekerja tidak sesuai passion? Apa lagi?


Langkah #5 Renungkan Mana Yang Lebih Penting


Sekarang renungkan. Mana yang lebih penting, apakah niat ibadah ditambah cita-cita Anda ditambah orang-orang yang Anda sayangi atau perusak semangat Anda?


Saya yakin, ibadah karena Allah jauh lebih penting dibandingkan atasan yang cerewet. Saya yakin, cita-cita Anda untuk hidup lebih baik, jauh lebih penting dibandingkan rekan kerja yang usil. Orang-orang yang kita cintai pun, jauh lebih penting dari masalah apa pun yang ada.


Jangan sampai, hal-hal terpenting dalam hidup Anda dikalahkan oleh pengganggu-pengganggu itu.


Langkah #6 Yakinlah Bahwa Diri Anda Mampu


Yakinlah bahwa diri Anda mampu mengatasi, mampu bertahan, dan mampu menghadapi semua perusak motivasi Anda. Anda mampu, sebab Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.


Pancangkan tekad dalam hati Anda, bahwa Anda TIDAK AKAN KALAH, demi ibadah kepada Allah, demi cita-cita Anda, dan demi orang-orang yang Anda sayangi.


Tekadkan dan yakinlah Anda mampu!


Langkah #7 Resapkan Ke Dalam Sanubari


Buatlah catatan renungan dari langkah 1 sampai langkah 6. Saya yakin, jika Anda mengikutinya Anda sudah semangat lagi. Namun, agar semangat itu lebih tahan lama, resapkan ke dalam sanubari Anda. Caranya adalah dengan membuat catatan-catatan dari langkah 1 sampai 6 yang membuat Anda semangat.


Dengan mencatat saja, itu akan lebih kuat tertanam dalam pikiran Anda. Apalagi jika Anda baca kembali pada kesempatan-kesempatan tertentu secara rutin.


Perusak-perusak Motivasi Itu Bisa Anda Atasi


Ada beberapa hal yang bisa merusak atau menurunkan motivasi kita saat bekerja. Jika Anda mengetahui teknik-tekniknya, semua itu bisa dengan mudah diatasi dan Anda bisa mendapatkan motivasi Anda segera. Apa saja penyebab-penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Saya sudah bahas di video Instant Motivation Weapon.


Penutup


Motivasi atau semangat jangan dianggap enteng. Saat motivasi Anda turun, kerja Anda jelek, maka ini bisa merusak karir Anda, bahkan saat Anda berniat akan pindah. Untuk itu harus segera dibangkitkan kembali, jangan dibiarkan dengan ketujuh langkah cara membangkitkan semangat kerja.

Kuduna maneh bangga boga gawe .

Gajian,pahala, jang diri sorangan, hargaan perusahaan, pesimis

Emosi yang dulu basa maneh keur gawe d indomaret

@Vinaleta in SUCCESS & MOTIVATION 3.3K 

"Bekerja bukan hanya suatu kewajiban tapi bekerja juga merupakan sebuah kesempatan" Merry Riana

Bekerja adalah sebuah kebutuhan setiap orang. Tanpa bekerja, seseorang tidak akan bisa mendapatkan tujuan yang mereka impikan, apakah itu uang ataupun pekerjaan yang mereka inginkan. Namun terkadang, banyak faktor yang menghentikan semua impianmu, salah satunya rasa malas. Semua orang memiliki rasa malas, tetapi hanya ada sedikit orang yang mampu mengendalikan rasa malasnya dan membuat dirinya termotivasi untuk terus bekerja dan mencapai impian yang mereka miliki. Lalu. hal apa saja yang harus kamu perhatikan agar kamu tetap semangat untuk bekerja dan tidak mengikuti rasa malas ketika kamu bekerja.


1. Carilah pekerjaan sesuai passion


Photo Credit : GLOBIS Insights

Pekerjaan sesuai passion adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat atau apapun yang kamu senangi, apapun itu bisa kamu lakukan dan bisa kamu kembangkan untuk mendapatkan penghasilan. Bagaimana jika pekerjaanmu saat ini tidak sesuai dengan passion yang kamu miliki? Coba kamu renungkan, dalam sebulan berapa kali kamu mengeluh atas pekerjaanmu, padahal pekerjaan tersebut memberikan penghasilan atas jerih payahmu saat bekerja. Berbeda ketika kamu bekerja sesuai dengan passion, setiap detik yang kamu jalankan akan terasa sedikit untuk melakukan pekerjaan tersebut dan bahkan kamu akan melupakan berapa penghasilan yang kamu dapatkan. Carilah pekerjaan sesuai passion, karena hal ini mampu mengurangi rasa malas untuk bekerja dan membuatmu lebih produktif dengan pekerjaanmu.


2. Positive Think


Photo Credit : iStock

Memiliki pemikiran positif ketika berada di ruang lingkup pekerjaan memang sangatlah sulit. Bekerja membuatmu lelah karena aktivitas yang menumpuk di kantor, hal tersebut memicu emosi dan membuatmu memiliki pemikiran negatif tentang pekerjaan yang kamu miliki. Tetap bersikap tenang ketika bekerja meskipun pekerjaanmu tidak kunjung selesai. Cobalah untuk selalu tenang dan berpikiran positif, karena pikiran positif memiliki aura positif juga untuk orang-orang sekitarmu. Hal ini mampu membantumu untuk terus bersemangat atas semua pekerjaan yang kamu miliki dan membuatmu tidak memikirkan hal buruk tentang pekerjaan yang menjadi faktor utama, kamu malas untuk bekerja.


3. Bekerja dengan ikhlas


Photo Credit : theglasshammer.com

Bekerja memang melelahkan, namun dengan mengeluh tidak akan mengurangi beban pekerjaanmu dan bahkan membuat pekerjaanmu terasa semakin sulit dan terlihat banyak. Lantas apa yang harus kamu lakukan? Bekerjalah dengan ikhlas, apa tujuanmu untuk bekerja? JIka penghasilan dan keluarga, buatlah dirimu mengerti bahwa kamu memiliki tanggung jawab yang harus kamu jalankan. Tanpa bekerja maka kamu tidak memiliki penghasilan dengan mencari pekerjaan lain belum tentu di tempat lain juga kamu tidak akan merasakan hal yang sama. Lantas apa yang harus kamu lakukan? Belajar menerima pekerjaan yang kamu miliki, bersyukurlah dan nikmati hal yang telah kamu miliki saat ini. Karena, belum tentu orang lain bisa mendapatkan pekerjaan yang saat ini kamu punya. Bekerja dengan ikhlas dan kurangi mengeluh untuk mengurangi rasa malas saat bekerja.


4. Jangan menilai dari materi


Photo Credit : CFO innovation

Semua orang mencari pekerjaan berdasarkan penghasilan yang mereka dapatkan. Penghasilan memang sebuah kebutuhan, tetapi kebutuhan tidak selalu berdasarkan sebuah materi. Ketika seseorang sudah menilai segalanya dari sebuah materi, apa yang akan kamu dapatkan? Ketika kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, dampaknya kamu akan malas bekerja, ketika kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan, kamu akan selalu mencari lebih dan meremehkan pekerjaanmu saat ini. Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Bekerjalah tanpa menilai dari sebuah materi, bekerjalah sesuai dengan kemapuanmu, buatlah pekerjaan sebagai cara untukmu belajar dan mendapatkan pengalaman. Jangan pernah takut ketika hanya pengalaman dan ilmu yang kamu dapatkan dari pekerjaan yang kamu miliki saat ini. Karena materi akan mengikuti seiring dengan kelebihan yang kamu miliki. Hal ini merupakan poin dasar yang harus kamu lakukan untuk terus memotivasi dirimu agar tidak malas bekerja ketika penghasilan yang kamu miliki sudah habis di akhir bulan, nih!


5. Fokus pada tujuan awal


Photo Credit : Business Woman Media

Banyak hal yang menjadi faktor untuk membuatmu malas bekerja, bisa kelelahan, sakit atau hujan. Faktor penunjang tersebut membuatmu memiliki banyak alasan untuk malas bekerja, cobalah fokus pada tujuan awal. Mengapa kamu harus fokus pada tujuan awal? Menurut beberapa penelitian, fokus pada tujuan awal mampu membuat kamu lebih termotivasi untuk bekerja. Lalu, apa tujuan awalmu saat bekerja? Apakah hal tersebut mampu membuatmu bersemangat untuk bekerja? JIka kamu tidak memiliki tujuan dalam pekerjaanmu, keluarlah dari pekerjaanmu dan renungkan kembali untuk apa kamu bekerja. Sesuatu yang kamu kerjakan pasti memiliki tujuan awal, hal tersebut harus kamu miliki untuk menghilangkan rasa malas ketika kamu sudah mulai bosan dengan pekerjaan yang kamu punya. Ingat, ketika malas datang, cobalah untuk terus fokus pada tujuan awalmu.


Ingat, bekerja dengat niat yang baik akan menghasilkan kebaikan untuk dirimu. Jangan malas bekerja dan selalu fokus terhadap semua impian yang kamu miliki. Semoga bermanfaat yah!

Menghargai dan berterima kasih .

Haruskah Mempertahankan Motivasi Kerja?

MARCH 15, 2010

(Last Updated On: February 22, 2012)

Ya harus…


“Masalahnya saya sudah tidak betah. Kerja saya tidak dihargai, fasilitas minim dan gaji pun kecil. Saya stress saat kerja. Haruskah saya mempertahankan motivasi kerja saya?”


Jawaban saya sederhana, jika Anda tidak betah bekerja, maka berhentilah bekerja. Jika Anda masih mau (harus) bekerja, maka bekerjalah dengan baik dengan motivasi kerja yang tinggi.


Tapi…


Itulah jawaban yang saya berikan jika ada pertanyaan seperti itu. Itu juga yang saya lakukan jika saya sudah tidak betah bekerja. Tempat saya bekerja selalu perusahaan yang memiliki prospek bagus, alhamdulillah. Tetapi, karena saya tidak betah… saya berhenti.


Memang… untuk mengambil keputusan berhenti bekerja itu tidak mudah. Anda akan memiliki banyak alasan bahwa jika Anda berhenti banyak resiko buruk yang mungkin terjadi. Artinya, jika hal ini terjadi, Anda tetap “harus” bekerja. Bekerja dengan baik, dengan motivasi yang tinggi pula.


Meski Anda berniat untuk pindah bekerja, Anda tetap harus mempertahankan motivasi kerja Anda. Pengaruh motivasi kerja Anda akan terasa di tempat kerja baru Anda. Bisa jadi, karena pengaruh dari motivasi kerja saat ini juga menentukan apakah Anda akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.


Jangan sampai, karena kita sudah tidak betah, kita bekerja dengan malas-malasan, tidak benar, atau asal-asalan. Selama Anda menerima gaji dari sebuah perusahaan, maka Anda wajib bekerja dengan baik. Jika tidak mau bekerja lagi, Anda jangan menerima gaji dari perusahaan tersebut. Adil kan?


Lalu?


Saat Anda sudah tidak betah lagi, Anda tetap pertahankan motivasi kerja Anda. Hanya saja, jangan sampai berhenti disana. Carilah solusi atas ketidak betahan Anda bekerja. Keluar memang salah satu solusi. Tetapi masih ada solusi lain. Mungkin Anda bicara dengan bos Anda, mungkin Anda minta mutasi, dan berbagai cara lainnya.


Jika memang sudah tidak ada solusi selain pindah kerja, maka tinggalkan kesan yang baik terhadap perusahaan tempat Anda saat ini dengan cara tetap semangat saat bekerja. Kesan yang baik bisa mempermudah Anda pindah kerja. Atau… perusahaan mempertahankan Anda. Disinilah waktunya Anda memiliki posisi yang kuat.


Jadi… tidak ada ruginya Anda tetap semangat mesti bekerja di tempat yang tidak Anda sukai.

Semampunya .

Justru menikmati hidup itu dengan bekerja .

Motivasi Kerja Dalam Islam

JULY 28, 2010

(Last Updated On: July 21, 2018)



Motivasi Kerja Sejati

Menghargai dan berterima kasih


Untuk mengetahui motivasi kerja dalam Islam, kita perlu memahami terlebih dahulu fungsi dan kedudukan bekerja. Mencari nafkah dalam Islam adalah sebuah kewajiban. Islam adalah agama fitrah, yang sesuai dengan kebutuhan manusia, diantaranya kebutuhan fisik. Dan, salah satu cara memenuhi kebutuhan fisik itu ialah dengan bekerja.


Motivasi kerja dalam Islam itu adalah untuk mencari nafkah yang merupakan bagian dari ibadah. Motivasi kerja dalam Islam bukanlah untuk mengejar hidup hedonis, bukan juga untuk status, apa lagi untuk mengejar kekayaan dengan segala cara. Tapi untuk beribadah. Bekerja untuk mencari nafkah adalah hal yang istimewa dalam pandangan Islam.


Motivasi Kerja Dalam Islam


Cobalah simak beberapa kutipan hadist dibawah ini. Anda bisa melihat bagaimana istimewanya bekerja mencari nafkah menurut sabda Nabi saw.


Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)


Luar biasa, dikatakan dalam hadits diatas bahwa mencari nafkah adalah seperti mujahid, artinya nilainya sangat besar. Allah suka kepada hambanya yang mau berusah payah mencari nafkah. Saya kira, ini lebih dari cukup sebagai motivasi kerja kita sebagai muslim. Bahkan, kita pun berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah.


Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)


Hukumnya Wajib


Mencari rezeki yang halal dalam agama Islam hukumnya wajib. Ini menandakan bagaimana penting mencari rezeki yang halal. Dengan demikian, motivasi kerja dalam Islam, bukan hanya memenuhi nafkah semata tetapi sebagai kewajiban beribadah kepada Allah setelah ibadah fardlu lainnya.


Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)


Perlu diperhatikan dalam hadist di atas, ada kata sesudah. Artinya hukumnya wajib sesudah ibadah lain yang fardhu. Jangan sampai karena merasa sudah bekerja, tidak perlu ibadah-ibadah lainnya. Meski kita bekerja, kita tetap wajib melakukan ibadah fardhu seperti shalat, puasa, ibadah haji, zakat, jihad, dan dakwah. Jangan sampai kita terlena dengan bekerja tetapi lupa dengan kewajiban lainnya.


Jika Motivasi Kerja Sebagai Ibadah


Jika motivasi kerja kita sebagai ibadah, tentu yang namanya ibadah ada aturannya. Memang berbeda dengan ibadah ritual atau ibadah mahdhah, sebab bekerja sebagai ibadah ghair mahdhah. Artinya, dalam kaidah ushul Fiqh, kita memiliki kebebasan yang luas untuk bekerja selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.


Langkah pertama agar bekerja menjadi sebuah ibadah ialah harus diawali dengan niat, sebab amal akan tergantung niat. Niatkanlah bahwa bekerja sebagai salah satu ibadah kepada Allah.


Langkah kedua ialah pastikan dalam bekerja tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk itu kita perlu memperhatikan:


Apa yang dikerjakan? Untuk apa kita bekerja? Apakah kita bekerja untuk sesuatu yang dihalalkan oleh agama? Pastikan kita bekerja untuk sesuatu yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Cara melakukan pekerjaan kita. Apakah cara-cara Anda bekerja sesuai dengan ajaran Islam? Bagaimana dengan pakaian, batasan antara laki-laki dan perempuan, dan sebagainya.

Etos Kerja Seorang Muslim


Jika tujuan bekerja begitu agung. Untuk mendapatkan ridha Allah Subhaanahu wa ta’ala, maka etos kerja seorang Muslim haruslah tinggi. Sebab motivasi kerja seorang Muslim bukan hanya harta dan jabatan, tetapi pahala dari Allah. Tidak sepantasnya seorang Muslim memiliki etos kerja yang lemah. Coba perhatikan diatas, ada kata-kata “susah payah” dan “kelelahan” yang menandakan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, dan jauh dari sifat malas.


Jadi, tidak ada kata malas atau tidak serius bagi seorang Muslim dalam bekerja. Motivasi kerja dalam Islam bukan semata mencari uang semata, tetapi serupa dengan seorang mujahid, diampuni dosanya oleh Allah SWT, dan tentu saja ini adalah sebuah kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT.


Profesional dan Ahli


Dalam hadits diatas juga disebutkan kata profesional dan ahli. Jika motivasi kerja Anda sebagai ibadah, maka Anda akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Anda akan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bekerja. Anda terus belajar dan berlatih agar semakin hari menjadi semakin ahli dalam bekerja. Kemauan Anda untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bisa dijadikan ukuran apakah motivasi kerja Anda untuk ibadah atau bukan.


‘Adil Dalam Bekerja


Salah satu bentuk profesional itu adalah ‘adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jika waktunya bekerja, Anda bekerja. Jika waktunya istirahat atau shalat, Anda bisa shalat dan istirahat. Jika tidak, maka bisa termasuk melakukan hal yang dzalim, tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. ‘Adil juga berarti, Anda bekerja sesuatu tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang Anda miliki.


Semoga motivasi kerja kita semua sebagai ibadah dan dibuktikan dengan melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

Hayang boga ruko/imah sisi jalan

Terlihat membantu, (sambil) .

Sholat .

Ada saatnya kamu harus bertahan meskipun tidak menerima .

Urg d sudutkan atas hal anu geus jd tanggung jawab mereka

If you can't ? There is it not where you belongs

Dualitas kudu daek lebih ringan

Melihat sisi positif dari bekerja .

Ya terima aja 

Yah jangan d jadiin beban 😁🤣

Ada kegiatan

Plerbaikan diri

Bukan kerjanya yh berat

Bekerja itu bukan untuk melelahkanmu .

Kamu bukan korban

Masih bisa istirahat

Tdk sbruk yg km pikirkan

Lbh buruk

Tdk lbh baik

Tdk sbrapa

Ada kegiatan

Bisa karna terbiasa

Take a time . Membutuhkan waktu .

Subtitusi . Subtitusi utama ibadah .

Alasan atau tujuan paling mendasar adalah untuk mencari nafkah, yaitu mendapatkan hal-hal mendasar yang kita butuhkan untuk bisa terus hidup, seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal. Untuk mendapatkan semua itu dibutuhkan biaya dan orang perlu bekerja untuk dapat membayar biaya tersebut.

Hukum Bekerja Dalam Islam dan Dalilnya

Semua manusia membutuhkan harta supaya bisa memenuhi segala kebutuhan dalam hidup dan salah satu cara untuk mendapatkan harta tersebut adalah dengan bekerja. Tanpa adanya usaha, manusia tidak akan mendapatkan apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dalam Islam, sebenarnya kekayaan dalam bentuk materi atau spiritual menjadi keutamaan dan memiliki nilah lebih jika dibandingkan dengan kemiskinan, akan tetapi kekayaan dalam bentuk materi sendiri bukan lantas menjadi hal yang paling utama dan menjadi tujuan akhir hidup manusia.


ads

Kekayaan yang diperoleh dengan cara bekerja hanya menjadi jalan untuk memakmurkan bumi sehingga dalam Al Quran sendiri juga mencela orang yang hanya bekerja untuk menumpuk harta akan tetapi tidak peduli dengan nasib lainnya. [Al Quran 104:1-9]


Artikel terkair:


Dasar Hukum Islam

Hukum Bunga Bank Menurut Islam

Hukum Ekonomi Syariah

Hukum Trading Dalam Islam

Hukum Pinjam Uang di Bank Syariah

Pengertian Bekerja Dalam Islam


Bekerja di dalam Islam merupakan sebuah usaha yang dilakukan dengan serius dengan cara mengerahkan semua pikiran, aset dan juga dzikir untuk memperlihatkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang harus mentaklukkan dunia dan memposisikan dirinya menjadi bagian masyarakat paling baik [Khairu Ummah].


Bekerja menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis serta sosial. Dengan jalan bekerja, maka manusia bisa mendapatkan banyak kepuasan yang meliputi kebutuhan fisik, rasa tenang dan aman, kebutuhan sosial dan kebutuhan ego masing-masing. Sedangkan kepuasan di dalam bekerja juga bisa dinikmati sesudah selesai bekerja seperti liburan, menghidupi diri sendiri dan juga keluarga.


Jika dilihat secara hakiki, maka hukum bekerja di dalam Islam adalah wajib dan ibadah sebagai bukti pengabdian serta rasa syukur dalam memenuhi panggilan Ilahi supaya bisa menjadi yang terbaik sebab bumi sendiri diciptakan sebagai ujian untuk mereka yang memiliki etos paling baik. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan apa-apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, supaya Kami menguji mereka siapakah yang terbaik amalnya”. (Al-Kahfi : 7)


Kebudayaan bekerja dalam Islam juga bertumpu pada akhlaqul karimah umat Islam yang akan menjadikan akhlak untuk sumber energi batin yang treus berkobar dan membantu setiap langkah kehidupan untuk menuju jalan yang lurus dan semangatnya adalah minallah, fisabilillah, Illah (dari Allah, dijalan Allah, dan untuk Allah)


Artikel terkait:


Hukum Pinjam uang di Bank Syariah

Meminjamkan Uang Dalam Islam

Hukum Jual Beli Tanah

Pandangan Islam Terhadap Demokrasi

Hukum Menuntut Ilmu

Hukum Bekerja yang Sesuai Syariat Islam


Reseki memang menjadi urusan Allah dan kita sebagai manusia hanya diwajibkan untuk selalu berusaha sekuat tenaga sekaligus tidak merasa sombong dengan rezeki yang sudah didapatkan. Meskipun sudah berusaha sekuat mungkin, namun tanpa adanya campur tangan dari Allah SWT, maka bukan tidak mungkin jika rezeki tersebut tidak akan datang pada kita. Seseorang yang bekerja apa saja biasanya akan cenderung melihat sebara banyak upah atau imbalan kerja yang akan didapat dan memikirkan apakah upah tersebut adalah baik dan juga halal.



Jika dilihat secara umum, maka umat Islam berorientasi pada sabda Rasulullah SAW yaitu, “Berikanlah upah kepada pekerja”, Namun seringkali lupa dengan adanya kelanjutan yang berbunyi, “Sebelum kering keringatnya”. Ini mengartikan jika pekerjaan yang mendapatkan upah merupakan pekerjaan memeras otak serta tenaga, sementara bekerja dalam bentuk apapun yang tidak menuntut tanggung jawab atau tidak mengeluarkan keringan dan tidak perlu digapai dengan susah payah, maka tidak halal jika diterima upahnya.


Kewajiban Mencari Rezeki Halal

Berikut hadits yang menguatkannya:


“Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah”. (HR. Thabrani dan Baihaqi)


Ancaman Jika Tak Mau Bekerja Halal

Hadits Sahih mengatakan:


“Orang yang paling rugi di hari kiamat kelak adalah orang yanng mencari harta secara tidak halal, sehingga menyebabkan ia masuk neraka”. (HR. Bukhari)


Etos Bekerja Dalam Islam

Seorang muslim yang dapat menghayati etos dalam bekerja dengan sikap dan tingkah laku berlandaskan ibadah dan prestasi yang baik maka bisa dihasilkan dengan mengikuti beberapa etos bekerja dalam Islam


Istiqamah.

Jujur.

Menghargai waktu.

Komitmen dengan akad, aqidah dan i’tikad.

Memiliki harga diri.

Bertanggung jawab.

Hidup hemat dan efisien.

Bahagia karena melayani.

Memperhatikan kesehatan.

Pantang menyerah.

Memperluas jaringan silahturahmi dan sebagainya.

Artikel terkait:


Contoh Transaksi Ekonomi Dalam Islam

Prinsip Prinsip Ekonomi Islam

Transaksi Ekonomi Dalam Islam

Perekonomian Dalam Islam

Asas Sistem Ekonomi Islam

Tujuan Bekerja Menurut Islam


Bekerja dalam ajaran Islam tidak sekedar berlandaskan tujuan yang bersifat duniawi, namun lebih kepada bekerja untuk ibadah. Bekerja akan membuahkan hasil dan hasil itulah yang bisa memberikan makan, tempat tinggal, pakaian, menafkahi keluarga sekaligus menjalani bentuk ibadah lain dengan baik.


“Bahwa Allah sangat mencintai orang-orang mukmin yang suka bekerja keras dalam usaha mencari mata pencaharian”. (HR. Tabrani dan Bukhari)


“Dari ‘Aisyah (istri Rasulullah), Rasulullah Saw bersabda : “Seseorang bekerja keras ia akan diampuni Allah”. (HR. Tabrani dan Bukhari)


Memenuhi Kebutuhan Diri dan Keluarga

Bekerja di dalam Islam merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga seperti istri, anak dan orangtua. Islam teramat menghargai semua itu sebagai sebuah sedekah, ibadah dan amalan saleh.


Memenuhi Ibadah dan Kepentingan Sosial

Apabila bekerja dianggap sebagai hal yang suci, maka begitu pun juga dengan harta benda yang didapatkan dari bekerja. Alat untuk memuaskan kebutuhan dan juga sumber daya manusia lewat proses kerja merupakan hak orang yang yang sudah bekerja dan harta dianggap menjadi satu bagian yang suci. Jaminan hak milik perorangan dengan fungsi sosial lewat institusi zakat, shadaqah dan juga infaq menjadi sebuah dorongan kuat untuk lebih keras dalam bekerja yang pada dasarnya merupakan penghargaan Islam pada usaha manusia.


Hadits Anjuran Bekerja Dalam Islam


Islam sangat menghargai pekerjaan, bahkan jika kiamat semakin mendekat dan kita belum emnikmati hasil dari pekerjaan, maka kita juga tetap diberikan perintah untuk tetap bekerja untuk mewujudkan penghargaan terhadap pekerjaan itu sendiri seperti yang tertulis dalam hadits, “Bekerjalah seakan-akan engkau hidup seribu tahun lagi, dan beribadahlah seakan-akan besok engkau akan mati”(Al-Hadis)


Hadits tersebut adalah anjuran Nabi Muhammad untuk umat yang sudah bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridho Allah dan bahkan sampai diwajibkan umat Muslim untuk mencari rizki halal seperti yang tertulis dalam hadits, “Sesungguhnya, Allah senang pada hamba-Nya yang apabila mengerjakan sesuatu berusaha untuk melakukannya dengan seindah dan sebaik mungkin.” (al-Hadits)


Selain menjadi sebuah kewajiban, Islam juga memberikan penghargaan mulia untuk setiap pemeluknya yang dengan ikhlas dalam bekerja dan mengharapkan keridhaan Allah SWT dan penghargaan tersebut tertuang dalam beberapa riwayat hadits berikut ini.


Akan Diampuni Dosanya Oleh Allah SWT

Ibnu Abbas ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang merasakan keletihan pada sore hari, karena pekerjaan yang dilakukan oleh kedua tangannya, maka ia dapatkan dosanya diampuni oleh Allah SWT pada sore hari tersebut.” (HR. Imam Tabrani, dalam Al-Mu’jam Al-Ausath VII/ 289)


Dihapuskan Dosa Tertentu

Beberapa dosa tertentu juga akan dihapuskan dimana beberapa dosa itu tidak bisa dihapuskan dengan melaksanakan shalat, puasa dan juga shadaqah.


Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu terdapat suatu dosa yang tidak dapat diampuni dengan shalat, puasa, haji dan juga umrah.” Sahabat bertanya, “Apa yang bisa menghapuskannya wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Semanngat dalam mencari rizki”. (HR. Thabrani, dalam Al-Mu’jam Al-Ausath I/38)


Mendapat Cinta Allah SWT

Ibnu Umar ra bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu’min yang bekerja dengan giat”. (HR. Imam Tabrani, dalam Al-Mu’jam Al-Aushth VII/380)


Lebih Baik Dari Meminta-Minta

Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Meraih Sisi Allah Dengan Taat

Abu Zar dan Al-Hakim, “Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itulah kamu harus bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Jika datangnya rezeki itu terlambat maka jangan memburunya dengan bermaksiat karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan taat pada-Nya.”


Makan Dari Hasil Sendiri

Hadits riwayat Bukhari, “Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud as. memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari)


Serupa Dengan Mujahid di Jalan Allah

Hadits riwayat Ahmad, “Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah.”


Artikel terkait:


Falsafah Ekonomi Islam

Bisnis Menurut Islam

Macam Macam Riba

Usaha Menurut Islam

Hikmah Jual Beli

Secara garis besar, hukum bekerja dalam Islam adalah wajib dan menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan manusia meliputi diri sendiri dan keluarga serta ibadah dan juga kepentingan sosial. Islam sendiri teramat menjunjung tinggi nilai bekerja namun Islam juga memberikan balasan dalam memilih jenis pekerjaan yang halal dan juga yang haram.

Soalna isuk urg digawe .

Besok aku lebih berguna .

Berguna .

Memberi kebaikan anak istri .

Ning cape ning lieur ?

Lihat sisi positifnya, naon cicing di imah .

Kesempatan . Emang maneh kuat kitu leuwih ti dua bulan ?

Naha sih urang bet kudu di gawe ? Emg rek naon deui ?

Kudu .

Duli teuing anggapan batur .

Ga ada yang salah .

Bermain .

Justru menikmati hidup itu dengan bekerja .

Sales = target 

Jadi Sales Siapa Bilang Susah?

22 Maret 2013   09:03 Diperbarui: 22 Maret 2013   09:03 2166 0 0


Banyak orang mengeluh katanya jadi SALES itu berat, buktinya banyak

banget lowongan pekerjaan untuk sales sementara profesi lain selalu

terisi penuh padahal profesi ini selalu dihindari para pelamar kecuali

sudah kepepet.


Betul sekali kalau melihat dari sudut pandang itu nampaknya pekerjaan

SALES itu berat dan menakutkan karena bayangan target yang ditetapkan

perusahaan terasa berat.


Tapi kalau boleh jujur apakah memang begitu beratnya sehingga tidak

tertanggungkan?

Apakah semua cara yang diajarkan betul betul sudah dijalankan sepenuh

hati?

Atau malah sesungguhnya terasa berat karena pikiran kita menakut nakuti

dengan bayangan tragis yang bakal terjadi.


Kalau memang begitu beratnya kenapa ada SALES yang sukses dan menjalani

kehidupan yang membuat sales lainnya ngiler?


Bagi para SALES sesungguhnya apa sich tugas yang paling berat?


Dari beberapa curcol yang saya dapatkan dari SALES mereka banyak yang

mengeluh kalau mereka malu atau takut ditolak, jadi belum juga berangkat

prospecting mereka sudah kelelahan membayangkan penolakan demi penolakan

yang bakal diterima. Dan terjadilah SELF TALK NEGATIVE yang menguras

energi dan waktu ..... dan akhirnya membuat dirinya semakin tertekan dan

tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas prospecting ataupun phone

calling. Mereka lebih mau menunggu saja di showroom siapa tahu ada calon

pembeli yang datang dan kalau tidak ada ya sudah berarti belum

beruntung.


Saya jadi ingat apa kata JAMES GWEE dalam berbagai seminar untuk para

sales, katanya orang jadi sales sama saja seperti petinju naik kering

tinju, dia sudah harus sadar bahwa pekerjaannya adalah untuk ditinju

kalau dia lengah oleh karena itu dia akan belajar dan berlatih keras

bukan untuk tidak ditinju tetapi bagaimana bereaksi saat ditinju. Dan

mereka sadar kalaupun mereka sudah jago sesekali ketonjok itu sudah

lumrah jadi kalau mereka bonyok karena kena tonjok maka dapat dipastikan

dia tidak mempersiapkan diri dengan benar. Jadi para SALES sebetulnya

sama juga seperti petinju tadi begitu dia menerima pekerjaan sebagai

sales maka dia harus siap ditolak (syukur cuma ditolak dan gak mungkin

ditonjok) jadi alangkah naifnya kalau mau jualan tetapi takut menerima

atau menghadapi penolakan. Untuk terbiasa kita harus melatih diri untuk

menghadapi penolakan. Dan untuk penjualan jangan anggap semua keberatan

itu penolakan, justru disinilah peranan sales untuk membantu calon

client/customer untuk mengurangi kadar keberatan mereka dan mampu

menjadi consultan untuk membantu client menemukan kebutuhan mereka.


Semua butuh latihan dan latihan yang paling efektif adalah di lapangan

langsung berhadapan dengan calon client/customer sehingga dari setiap

dinamika yang terjadi bisa diambil pelajarannya bagi yang mau belajar.


Dengan bergabung di KOMISI kita bisa berbagi pengalaman yang bagus tanpa

harus mengalaminya sendiri jadi mari semua saling berbagi dan berdiskusi

supaya masalah masalah di lapangan bisa dipecahkan bersama dan nantinya

bisa jadi satu konsep atau TIP yang efektif.


Salam KOMISI Bogor,


Lies Sudianti

Mindset .

Eweuh nu ngeunah vs kebaikan .

Sudut pandang .

Boga pangabisa naon deui ?

Kudu berhasil .

Termotivasi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar .

Perusahaan baru jadi tidak akan cepat-cepat bankrut .

Buang waktu gaji kecil, ilmu dan punya pegangan .

Sugan .

(Pencapaian dan pencitraan) .

Proses .

Berhenti memikirkan kemungkinan terburuk .

Networking. 

Peluang .

Posibility .

Belajar .

Kari neangan we nu rek meli mobil .

Dagang kudu kajual grosir . Mun t boga dagangan sorangan ajarakeun heula dagangkeun nu batur .

Hirupmah da emang geus kieu rupana .

Sisi positif, positif thinking .

Dijamin perusahaan .

Jangka panjang .

Duit gede .

Neang deui we .

Menerima .

Niat, seringkali kita lupa dengan yang satu ini, bagi pencari kerja, perbaiki dulu niat kita untuk apa mencari kerja, dan serahkan kepada Tuhan. Seringkali kita lupa bahwa ada yang Maha Besar yang selalu memperhatikan setiap langkah kita, sandarkanlah hanya kepada Tuhan, segala niat dan usaha akan dijabah.

Ambil kesempatan, untuk fresh graduate (seperti saya) yang belum sama sekali mempunyai pengalaman kerja, ambillah tawaran pekerjaan apapun (halal, pastinya) jangan pemilih, jangan mengharapkan gaji besar, wajar jika fresh graduate hanya mendapatkan gaji rendah saat baru mendapat pekerjaan, walaupun sudah sarjana. (Jangan mengharapkan kerja enak).

Jangan anggap remeh, setiap pekerjaan atau perusahaan yang kita cari untuk melamar, jangan segera mencap bahwa ini tidak bagus, itu tidak bagus , terimalah kekurangan dan kelebihannya, sekali lagi, pekerjaan pertama adalah batu loncatan untuk ke jenjang yang lebih baik. Jangan berharap lebih, anda akan menyesal nantinya.

Kepintaran tidaklah selalu menjadi hal utama mendapat pekerjaan, tetapi kerja keraslah yang membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Belajarlah membuat CV yang baik.

Belajarlah etika saat interview.

Perbaiki penampilan, ya setiap orang memang begitu adanya diciptakan, tetapi berusahalah untuk rapi dan enak dipandang.

Bangunlah chemistry dengan orang yang menginterview anda, jangan sombong, dan tetap tersenyum dengan tulus.

Jangan permasalahkan jarak yang jauh atau pekerjaan yang sulit, semua bisa diatasi dengan niat dan belajar.

Carilah teman (pelamar lain) setiap anda datang interview, kalau perlu minta nomor HP nya, hal ini membuat kita semangat dan mempunyai teman baru yang senasib jauh lebih menyenangkan rasanya karena bisa berbagi rasa.

Ketika kita jadi pegangguran, pasti akan banyak orang yang meremehkan kita, entah itu tetangga, saudara dekat atau jauh, teman-teman, atau siapapun, jangan pedulikan, fokus ke tujuan, dan ingatlah Tuhan, jika perlu menangislah untuk Tuhanmu, bukan untuk mereka, jika anda memang benar-benar tidak kuat lagi menghadapinya.

Kadang ketika kita sabar dari segala remehan orang lain, disitulah Tuhan sedang mengangkat derajat kita lebih tinggi dari orang-orang yang meremehkan kita, jadi, tetap sabar ya, saya tahu sekali perasaan anda.

Carilah dan dekati teman-teman yang selalu ada disaat anda sedang down, karena dari kronologi yang saya utarakan di atas, saya jadi tahu mana, orang-orang yang tulus berada dekat saya saat susah maupun tidak.

Cintailah orang tua anda, saya selalu ingat, “dimanapun, ketika kita merasa beruntung, ingatlah bahwa doa ibu sudah didengar”.

Sedekah, tidak usah diragukan lagi hal yang satu ini, jangan menunggu mendapatkan pekerjaan baru mau sedekah, tetapi mulailah sedekah semampu anda, insya Allah, rejeki anda, perlahan akan dibuka untuk anda.

Kalau sudah mendapat pekerjaan, jangan lupakan segala usaha yang anda tempuh selama ini tidaklah mudah, bantulah orang lain yang belum mendapat perkerjaan, karena walau bantuanmu hanya sedikit, itu sangat berarti bagi mereka.

Demikian pengalaman saya ini, semoga dapat membantu anda yang sedang sulit mendapat pekerjaan. Jangan menyerah dan tetap berpikir positif, mungkin Tuhan punya maksud mengapa kita termasuk orang-orang yang lama mendapatkan pekerjaan.


Bagi anda yang cepat mendapat pekerjaan, jangan lah tinggi hati, karena semua hal harus terus dikembangkan, bantulah orang-orang sekitar anda yang sulit mendapat pekerjaan, dekatilah, dan pahamilah mengapa mereka sulit mendapat pekerjaan, karena kebanyak orang akan beranggapan negative seperti, ‘’ah dia orangnya pemalas, ngapain gue bantuin’’.


Bantulah orang-orang disekitarmu, karena kebahagian perlu untuk dirasakan bersama.


Mengenai saya, Alhamdulillah, banyaknya orang yang dulu meremehkan saya, membuat saya berusaha bahwa dunia ini memang kejam, kalau memang kita bersungguh-sungguh pasti ada jalan. Tidak afdhol rasanya jika saya tidak menceritakan saya yang saat ini, jangan dianggap sebagai kesombongan, tetapi anggap sebagai motivasi, bahwa Tuhan selalu melihat hambanya yang berusaha dan Tuhan tidak pernah melupakan janjinya.


Setelah saya mendapat perkerjaan, saya dikontrak 6 bulan, setelah kontrak berakhir, saya diangkat menjadi karyawan tetap, dan alhamdulilah jabatan dan gaji saya sudah naik. Hal tersebut membuat orang tua saya bangga, dan dari situpun saya perlahan bisa mencicil mobil saya sendiri dari gaji saya, Alhamdulillah. (saya tetap bersyukur walaupun baru bisa mencicil mobil saja dari uang saya sendiri, hal itu saja sudah membuat saya bahagia)


Dan apa jadinya orang yang dulu meremehkan saya, bukannya saya sombong, tetapi sampai saat ini mereka tidak jadi apa-apa, mereka yang dulu menjauhkan saya, sekarang selalu tersenyum  dan menegur saya ketika saya lewat. Apa yang kita lakukan, balas senyum dan sapaan mereka, jangan sekali-sekali membalas perbuatan mereka yang lalu-lalu, karena jika mereka tidak memperlakukan saya demikian, saya tidak akan menjadi seperti saat ini.


 


Good Luck & Don’t Give Up.

saat itu saya sadar bahwa dengan ini saya sudah menjadi pengangguran, karena belum juga mendapatkan pekerjaan.

Saya dilanda frustasi yang begitu berat, karena banyaknya tekanan dan rasa malu dari lingkungan, karena sudah mahal-mahal kuliah, melamar pun banyak yang ditolak.

Saya dilanda frustasi yang begitu berat, karena banyaknya tekanan dan rasa malu dari lingkungan, karena sudah mahal-mahal kuliah, melamar pun banyak yang ditolak.

Nambah2 pengalaman we heula... tong ngagugulung indomart wae... dunia teh luass... hahahaha

Nyaa bawa we heula geus gawe di pvj mah ke bisa tatanya lamun toko lain aya lowongan

Jalan hiji-hijinamah nya di teang .

Pikirkan manfaatnya .

Takut/tidak tenang malu/harga diri iman/amal

Eweuh eweuuh teuingmah di bawa .

Daripada teu boga gawe, daripada cicing di imah, daripada teu boga duit .

Perusahaan yang membuat urang berkembang, bukan hanya sekedar dipekerjakan .

Eweuh gawe nu ngeunah .

Sepertinya urang mengkhayal, sama halnya dengan hidup itu g enak .

Halangan diri jalan to gusti sisi positif ada kekurangan ada kelebihan yang bisa mengimbangi ngarumas ulah ningali kaluhur. 

Hayang geura geura d gawe, i want to make my self useful .


Angger we gawemah kudu boga .

Tong di arep arep .

Prospek dan berkembang . Salah mengartikan, bukan hanya karir tetapi juga ketika kita bisa menghasilkan uang dan memberikan sesuatu yang lebih (manfaat) dari uang tersebut .

Lalakimah kudu sanggup, batasan itu kita yang buat sendiri .

Sing rajin, dan peluang .

Hidup bukan hanya tentang sekedar memiliki pekerjaan . Sejalannya .

Ogah-ogahan .

Dikersakeun .

Keras lembek .

Leukeun .

Geus we gawe d advan ge da t nanaon .

Baturmah gajian .

Urg ge da bisa .

Mencari .

Jangan jadikan sebagai serangan personal .

Inimah bukan beke

rja, tapi mencari .

Banyak peluang, banyak kemungkinan .

Melayani .

Berhenti memikirkan kemungkinan terburuk .

Cicing di imah ge rek naon .


Leuwih atau mending, tidak apa-apa, menuntut diri terlalu tinggi .

Jangan jadikan sebagai serangan pribadi .

Urg mah lain kesel ku gawena yang, urg mah kesel ku di sapirakeunna .

Aingmah lain hyng ngudag nu meli, hyng ngeleh ngelehkeun pegawe itu we, aingmah hyng mendapatkan pembuktian, keun da gajimah nuturkeun .

Asa boga hutang .

Tpeuing atuh anis urgmah speechless, samampuna we urgmah ah lieur , urg bukan apaapanya d bnding mrnehna nu ges taunan, ktmbah partnerna jiga si ria, bubuk we aingmah .

Semampunya .

Gelisah teu ngeunah .

Terus mencoba .

Banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan uang itu. 

Cuma butuh handphone .

Batu loncatan .

Deket, maneh eweuh deui pangabisa .

Di titah ungkat angkut mbung, ngepel mbung .

Urgteh kuduna fokusna kana gaji .

Daekda gawena kitu ge, da gajihna sakitu .

Kuduna urg daek gawe kitu ge drpda cicing d imah di titahan .

Kerjamah dimana-mana sama saja .

5. Berdoa


Berdoa bisa sangat membantu anda dalam menghadapi situasi stres. Dengan menceritakan sedikit masalah Anda kepada Tuhan dan memohon bimbingannya, akan memberikan perasaan tenang kepada Anda. 


Dengan berdoa, kepercayaan diri Anda akan kembali tumbuh untuk menyelesaikan berbagai beban pekerjaan yang ada di pundak Anda.

3.Tetap optimis


Memandang sesuatu dengan positif bisa memberikan sedikit keringanan beban saat berada dalam tekanan. 


Memandang sesuatu dengan positif dan menggunakan kata-kata positif bisa membantu Anda untuk menjadi sedikit tenang. 

Ubah pola pikir Anda. Melalui bukunya, Hess berbicara bagaimana menciptakan cara Professional Paradise, yang ia lihat sebagai keadaan pikiran bahwa penilaian bukan dari atasan yang sempurna atau gaji. Jadi tidak apa yang sebenarnya terjadi di tempat kerja, tetapi bagaimana cara kita memandang peristiwa tersebut.

Hal yang paling penting, yang mesti Anda sadari adalah lingkungan pekerjaan yang penuh tekanan tidak harus mendikte apa yang Anda rasakan. Anda memiliki kendali untuk mengubah perasaan Anda, agar Anda dapat tetap bertahan.

KOMPAS.com — Tidak peduli seberapa besar komitmen Anda terhadap diri sendiri mengenai pekerjaan, tapi penting bagi Anda memiliki kehidupan yang bahagia. Namun, rutinitas pekerjaan yang tinggi kerapkali membuat Anda berada di bawah tekanan pekerjaan yang tak terelakkan.


Pekerjaan dapat menimbulkan stres dengan tingkatan yang berbeda. Setiap pekerja profesional memiliki caranya sendiri dalam menangani tekanan kerja. Beberapa di antara mereka mampu menangani semua tekanan dengan cara yang sangat bijaksana, ada pula yang meluangkan amarah mereka dengan hal-hal yang tak terkontrol.


Berikut  beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatasinya :


1. Pertama dan terpenting tetap tenang. Itu benar-benar membantu.

2. Terorganisir. Tulis jadwal dan pekerjaan yang harus Anda lakukan di agenda. Tetap lakukan pekerjaan yang seharusnya Anda lakukan di tempat kerja. Prioritaskan hal terpenting, jadwal di agenda membantu Anda dalam memenuhi tenggat waktu.

3. Jika Anda telah membuat komitmen profesional pada diri sendiri, maka Anda harus menyampaikannya. Jika Anda tidak dapat melakukan pekerjaan yang diperintahkan atasan karena masih memiliki pekerjaan yang belum selesai, maka informasikan pada atasan Anda.

4. Cobalah untuk berhubungan dengan orang yang berbeda-beda. Hal tersebut, agar Anda dapat mempelajari proses berpikir dan emosi orang yang berbeda-beda. Dengan begitu, Anda tahu bagaimana cara untuk mengatasinya.

5. Percaya pada semangat tim rekan kerja. Hindari mendahulukan kepentingan ego Anda, belajar memercayai rekan kerja secara profesional, maka tekanan pekerjaan dapat dirasakan bersama.


5 Tips untuk Tetap Tangguh Ketika Dimarahi Bos

Stay Strong ya Guys!

telfer.uottawa.ca

Kalau sudah ngomongin atasan atau bos, akan ada begitu banyak anekdot berkeliaran di sekitar kita. Mulai dari bos itu selalu punya 2 pasal, yaitu pasal pertama adalah bos tidak pernah salah dan pasal kedua adalah kalau dirimu suatu saat menemukan bos bersalah maka kembalilah dulu ke pasal pertama. Masih terkait dengan itu, maka kalau di soal ujian apapun kamu nggak tahu jawabannya, cukup tuliskan saja “Bos”. Kan, si bos tak pernah salah.

Bos itu ibaratnya orang tua, kita nggak bakalan pernah bisa memilih lahir dari perut ibu yang mana. Demikian juga ketika masuk kerja (terutama untuk ketika pertama kalinya bekerja),begitu kita masuk sudah langsung dipasangkan dengan bos yang ditentukan oleh perusahaan.

Maka di luar sana ada ribuan cerita yang bertebaran mengenai karyawan yang berhadapan dengan para bosnya. Ada yang bercerita bila dapetnya bos yang baik, hidupnya jadi sumringah, bagi mereka yang dapat bos macam itu, kerja itu tak ubahnya seperti makan saja, nggak disuruh pun kita rela untuk terus berkarya. Ada juga yang bercerita, mereka punya bos yang inspiratif, mau mengajari dan selalu menopang timnya bila timnya melakukan kesalahan, maka mereka yang mendapatkan bos seperti itu, pekerjaannya dilalui dengan suka cita, happy, dan walaupun tugas bertumpuk rasanya seperti melakukan hobi. Nah, akan tetapi karena watak manusia itu bermacam-macam, maka tidak selalu kita memiliki bos yang ada di impian kita.

Tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang ketika bos yang ia miliki tidak sama seperti bayangan, atau terkadang lebih banyak cemberut daripada senyum, dan lebih banyak marah ketimbang sayang. Memiliki bos seperti itu juga rasanya penting untuk kehidupan kita, agar ia menjadi pembelajaran dalam hidup, ketika esok kita digilirkan menjadi atasan, kita tidak melakukan aneka hal yang dulunya kurang kita sukai dari atasan.

1. Walau Dimarahi Tetaplah Berpikir Positif!

scmp.com

Berpikir negatif itu secara tidak langsung akan menghadirkan sentimen yang jelek dalam pikiran yang mana ia berakibat pada menurunnya semangat dalam diri, perasaan juga menjadi tidak enak, dan beban pikiran juga terbawa sepanjang hari.

Dalam bukunya Terapi Berpikir Positif, Dr. Ibrahim Elfiky menyebutkan bahwa ketika sedang berpikir negatif, otak secara otomatis ikut menggerakkan kemudi ekspresi wajah, gerakkan organ tubuh bahkan tarikan nafas ke arah yang sifatnya sangat buruk untuk kesehatan jiwa kita sendiri.

Maka tipsnya adalah sekuat mungkin, carilah celah dimana kita masih bisa memikirkan kebaikannya bos. Contohnya adalah hadirkan di pikiran bahwa kenapa si bos marah-marah adalah karena mungkin anaknya sedang sakit sehingga pikirannya terbelah ke kesehatan anaknya. Kemudian elaborasilah lebih jauh, seandainya kita berada pada posisi si bos sekaligus sebagai ayah yang sedang memikirkan anaknya yang sakit, bukankah kita akan bertindak hal yang serupa dan ingin rasanya orang memperhatikan dan memaafkan atas kurangnya performanya pada hari itu.

2. Bekerja Tambah Keras!

old.startitup.sk

Rhenald Kasalidalam salah satu tulisannya pernah bertutur tentang kisah antara suami istri yang sedang saling marah. Nah yang menarik adalah respon si istri ketika mereka sedang marah, bukannya ngambek, bukannya “mogok kerja”, maupun bukannya malah ngeluyurkeluar rumah sebagai wujud protes, tetapi si istri justru hanya pergi ke dapur, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasa, dan apabila dilihat lebih seksama lagi sebenarnya hasil kerja si istri ini jauh lebih keras dibandingkan hari-hari biasanya.

Ia tak banyak berbicara, tetapi tetap keras kerjanya. Eh tak dinyana, si suami yang melihat istrinya begitu justru malah luluh dan balik minta maaf pada istrinya karena berlaku tak baik tempo hari.

3. Tanyakan Apa Sisi Positifnya!

forum.sevastopol.info

Setelah dimarahahi oleh atasan kamu mungkin pernah bertanya-tanya seperti ini,

 “Kenapa ya ini ko terjadi pada saya?”

atau

EDITORS' PICKS

10 Ilustrasi Kemesraan 'Manis' Pasangan Baru Nikah yang Bikin BaperSadar Girls, Ini 7 Tanda Cowok Cuma Cinta Parasmu SajaIndahnya Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Sunda ala Raisa

“Kenapa ko saya yang malahdimarahin?”

Padahal semua pertanyaan itu sifatnya negatif, yang membuat hatimu makin suram, dan pikiran tambah kusut. Ilustrasinya itu kita sudah jatuh dari tangga, kemudian kita tarik tangga itu agar ia jatuh menimpa kita.

Seharusnya ketika menghadapi problematika dimarahi oleh atasan, pertanyaan yang ditanyakan pada diri sendiri adalah

“Apa ya sisi positifnya saya dimarahi bos?” atau

“Apa ya makna positif yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?”

Dengan bertanya seperti itu, kamu tidak perlu menyalahkan nasib, malahan dengan pertanyaan itu kamu akan menuju ke level yang lebih baik.

4. Syukurilah Kamu Masih Punya Pekerjaan!

tumbuhberbagidiridhoi.blogspot.co.id

Ada kalanya juga ketika kita dimarahi, ada perasaan kesal dan sebal pada kondisi yang kita alami, padahal dengan itu secara tidak langsung timbul sikap tidak mensyukuri nikmat yang sudah kita dapatkan.

Kita yang bekerja di kantor atau di pabrik, mari lihat ada sekian juta orang yang masih mencari lapangan pekerjaan. Ada sekian juta pengangguran terdidik yang selepas dari sarjana berburu peluang kerja sama persis seperti kita, akan tetapi mereka masih belum beruntung, mereka masih harus ikut tes sana sini, dan berpikir siang malam bagaimana bisa mendapatkan pendapatan.

Sedangkan kita sudah mendapatkan pekerjaan dengan kondisi yang jauh lebih baik dari mereka. Dengan memandang yang lebih kurang dari kita, jutaan rasa syukur akan berhamburan

5. Hadirkan Sikapmu yang Terbaik

whglawfirm.com

Problem hidup itu tidak ubahnya seperti soal ujian. Bukankah masalahnya itu bukan soal yang diujikan kepada kita, tetapi adalah bagaimana sikap kita menjalani soal-soal yang ada di ujian. Soal no.1 bisa jadi kesusahan untuk kita, tetapi bagi teman di kanan kiri yang juga sedang mengerjakan soal yang sama, dia tetap bisa ko mengerjakannya dengan tenang-tenang saja dan benar.

Berarti masalahnya adalah bukan “soal no.1”nya tetapi adalah bagaimana sikap kita untuk menjawab soal itu. Jadi dalam kehidupan, persoalannya justru bukan pada masalah itu sendiri, tetapi dari bagaimana kita merespon masalah tersebut. Kalau bos marah pada kita, maka bukan marahnya itu yang menjadi masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap kita terhadap itu.

http://103.17.58.80:7070

Gwe maneh gs ngeunah

Nu pentingmah di bayar .

Tuntutan atau punya ? Punyalah... setiap org di tuntut dengan tanggung jawab yang sama, tapi tidak semua org di beri kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan .

Maneh butuh duit .

No reason to stay Is a good reason to go.

Maneh mun teu gawe rek naon deui ?

Jadi sesungguhnya apapun yang diciptakan oleh Tuhan bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat yang lain. Lalu apakah kita akan mengklaim hanya sebagai makhluk penikmat, hanya sebagai makhluk yang menerima manfaat. Bukankah bakteri kecil telah mengajarkan kita apa tujuan kita hidup..? Bukankah Nabi Muhammad telah mengatakan secara jelas bahwa “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain”Maka sesungguhnya Tuhan memberikan kita hidup, agar dapat bermanfaat bagi sesama ciptaannya.Mari kita bersama-sama belajar menjadi sebatang pohon, lalu pupuklah diri kita supaya bertambah subur dan berbuah lebat, agar lebih banyak orang berteduh di sana dan memetik buahnya………….Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jang diri sorangan.

Mun teu gawe, rek naon ?

Gawemah keharusan.

Masa depanmu cerah
Dan baik-baik saja. (Bisa jadi).

Anda Kerja untuk Apa?Ini pertanyaan penting sebelum anda memulai suatu pekerjaan apapun. Jawaban pertanyaan ini sangat menentukan kualitas pekerjaan yang anda hasilkan nantinya. Dan kualitas ini tentunya berbanding lurus dengan rejekin yang bakal anda dapatkan.Ada suatu cerita 3 orang tukang batu. Pekerjaan mereka sama, gaji sama, tapi niat lain. Ya, jawaban mereka atas pertanyaan untuk apa anda bekerja benar-benar lain. Danmari kita lihat bagaimana mereka bekerja.Pekerja pertama menumpuk bata-bata begitusaja. Dia bekerja dengan sangat cepat tapi sama sekali tidak rapi. Diapun kerja dengan bibir yang jauh dari senyumPekerja kedua menumpuk bata satu per satu dengan senyum. Meluruskan letaknya dan mulai melapisinya dengan semen. Pekerja inipun bekerja dengan cepat tapi masih sedikit santaiPekerja ketiga menumpuk bata dengan lamban. Dia meletakkan bata-bata begitu rupa sehingga nampak artistik. Diapun melapisinya dengan semen dan memolesnyadengan begitu halus. Semen yang dipakaipun nampak begitu lembut seolah-olah disaring menggunakan saringan paling halus.Nah, kira-kira apa jawaban ketiga tukang batuini soal kenapa mereka bekerja?Yang pertama bilang, “Alaa… bayaran cuma segini aja kok mas. Yang penting jadi cepet, dan dapat duitnya juga cepet, ntar kalau ada kurang rapinya ya dirapikan. Itupun kalau orangnya tahu”Yang kedua bilang, “Tiap saya susun bata ini mas, saya membayangkan rupiah demi rupiah mengalir ke kantong saya. Jadi saya atur sungguh-sungguh agar makin banyak rupiah yang bisa saya bawa pulang”.Yang ketiga bilang, “Saya susun bata ini seolah-olah membangun rumah saya di Surga mas. Nih masjid, akan jadi bekal saya disana nanti. Biarlah bayarannya dikit, asal saya bisa menanamkan amal jariyah di masjid ini. Akan saya atur dan saya poles sedemikian rupa hingga dia bisa tahan puluhan bahkan ratusan tahun”.Dari ketiga pekerja diatas, apabila anda pemilik bangunan itu. Siapa kira-kira yang akan anda beri bayaran paling tinggi? Insya Allah rata-rata adalah pekerja ketiga. Biarlah kerjanya agak lama tapi hasilnya benar-benarseperti sebuah maha karya.Saya sendiri punya prinsip, kerja dan rejeki itu bukan berada di jalur yang sama. Jadi jika tujuan anda bekerja adalah untuk mencari rejeki, maka anda sudah berada di jalan yang salah. Kenapa? Karena rejeki itu dapatnya bukan dengan bekerja. Lho kok?Lalu untuk apa kita kerja kalau tidak dapat rejeki?Jika kita paham betul apa arti rejeki, maka seharusnya kita sudah tidak bekerja lagi demi rejeki. Karena rejeki ada di jalur yang beda dengan kerja. Saat anda kerja, mustinyatujuan anda adalah memberi manfaat pada sebanyak mungkin orang. Menunjukkan kepada Allah bahwa anda memiliki arti di dunia ini. Bahwa keberadaan anda di dunia ini benar-benar dibutuhkan oleh banyak orang.Jika anda memang bermanfaat, maka Allah akan kirimkan rejekinya. Jadi, anda lihat? Rejeki bukan dari kerja anda, tapi dari manfaat apa yang bisa anda berikan pada orang lain.Mau bukti rejeki ada di jalan yang beda dengan kerja?Oke, coba diam-diam anda bekerja yang tidakada manfaatnya bagi orang lain. Misalnya garuk-garuk jalan, melipat koran lalu membukanya lagi. Atau jalan-jalan ke sana kemari tanpa arah yang jelas. Kalau mau agak berat lagi, coba aja dorong lemari pakaian anda dari ujung kamar ke ujung lainnya. Intinya anda harus kerja yang tidak memberi manfaat apapun bagi orang lain.Lakukan selama sebulan, apakah anda mendapatkan uang? Ataukah ada rejeki dalam bentuk yang lain? Masuk RSJ mungkin?Sekarang bagaimana kalau kerja hanya mencari manfaat saja. Mungkinkah dapat rejeki, mari kita coba.Silahkan anda berdiri di depan masjid sebelum waktu sholat, setiap ada yang datang, rapikan sandalnya. Kalau mereka bawa sepatu semir sepatunya sampai mengkilap. Diam saja, jangan minta upah. Ingat, anda bekerja untuk memberi manfaat. Setelah selesai sholat, anda bersihkan masjid, rapikan Al-Quran yang ada disana. Pokoknya buat manfaat sebanyak mungkin.Lakukan sebulan, insya Allah kalaupun gak ada yang ngasih uang, pasti banyak yang ngasih anda makanan. Bahkan boleh jadi anda akan diangkat sebagai penjaga masjid dengan gaji tertentu.Nah, sekarang balik ke realitaJika anda seorang karyawan, cobalah bekerjasemaksimal mungkin. Agar anda bisa memberi manfaat yang banyak pada klien anda. Anda bisa memberi keuntungan yang besar pada perusahaan dan anda membuat pemilik perusahaan merasa senang karena anda bermanfaat. Saya yakin gak butuh waktu lama bagi anda untuk naik jabatan danjika perusahaan benar-benar berkembang, bukan hal yang mustahil anda jadi pengelola cabangnya. Karena anda adalah karyawan yang bermanfaatJika anda pengusaha, buatlah produk yang memberi manfaat sebesar mungkin bagi pelanggan anda. Berikan layanan terbaik yang bisa anda lakukan. Makin banyak manfaat yang bisa anda tawarkan, makin ramai pelanggan datang dan pada akhirnya rejeki lagi yang anda dapat.Jika anda bekerja hanya untuk uang, maka anda akan melakukan berbagai macam cara yang penting dapat uang. Sekalipun itu melanggar etika-etika yang ada. Nah, untuk apa anda bekerja?

Resiko.

Maenya jang diri sorangan hoream.

diluar tekanannya lebih berat dan keras dan susah .

Ulin nggeus, naon deui coba ?
cicing di imah ge rek naon.
Kuliah = investasi.
Jasmani = cukup tidur.

Da urg kr kuliah  , bisa kuliah jeng ulin karena gawe

Nyantei we atuh . (Tong di jadikeun beban).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar