Sabtu, 28 November 2015

Berbeda.

Berbeda, yakin ini yang terbaik.

Yang membuat minder

Meragukan diri sendiri, minder pada prestasi orang lain, takut padakegagalan itu hal yang biasa. Artinya bisa dialami oleh siapapun di dunia. Tetapi menjadi tidak biasa bila kamu alami setiap hari. Terlebih bila ditambah dengan rasa percaya bahwa dirimu tidak bisa apa-apa atau keberadaanmu di dunia ini sia-sia.Bila itu kamu alami, barangkali sesungguhnya kamu memiliki harga diri yang rendah. Kamu selalu merasa dirimu lebih buruk dari dari orang lain, sehingga kamu merasa orang lain harus didahulukan. Rasa harga dirimu yang rendah bisa bersumber dari kurangnya penghargaan pada dirimu sendiri. Bila hal-hal ini kamu alami, berarti benar bahwa kamu kurang mencintai dirimu sendiri.1. Kamu merasa frustrasi karena kamu tidak bisa seperti orang lain. Apakah kamu lupa bahwa semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing?Jangan membandingkan diri dengan orang lain viawww.healthytravelblog.comKebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain bisa berasal dari rasa tidak nyaman terhadap dirimu sendiri. Ingatkah kamu tentang istilah rumput tetangga pasti lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri? Itulah yang terjadi jika kamu selalu membandingkan dirimu dengan orang lain. Rasa yang akan terjadi hanyalah semakin kamu akan melihat kekuranganmu sendiri. Padahal tidak pernah ada kategori yang cukup untuk membandingkandua individu, bahkan meski mereka memiliki satu atau dua kesamaan. Yang harus kamu catat, tentu bahwa setiap orang memiliki keunikannya sendiri-sendiri.2. Mengucapkan sorry untuk apapun yang kamu lakukan dan tidak kamu lakukan. Apapun yang terjadi di dunia, kamu merasa bersalah untuk ituStop mengatakan sorry viajappybe.tumblr.comSalah satu tanda bahwa harga dirimu rendah adalah bahwa kamu meminta maaf untuk apapun yang kamu lakukan dan tidak kamu lakukan. Seperti ungkapan selamat pagi dan selamat sore,sorryjuga ada timing dan situasinya sendiri. Mengatakan‘sorry’memang perlu saat kamu berbuat salah, atau melakukan sesuatu yang salah. Tapi bila kamu minta maaf saat seseorang ingin memintam pulpen padamu dan kamu tidak punya, itu jelas tidak tepat.3. Kamu menangkap kritik sebagai serangan personal yang menjatuhkanmu seketika. Padahal kritik bisa membangun karyamu lebih baik lagiTidak bisa terima kritik viawww.techinsider.ioKetika atasanmu memprotes hasil kerjamu dan mengatakan kamu harus memperbaiki sistem kerjamuselama ini, kamu merasa bahwa atasanmu tidak menyukaimu dan karena itu kamu akan segera dipecat sebentar lagi. Berpikir seperti itu, selain menunjukkan harga dirimu yang rendah, juga menunjukkan bahwa kamu tidak bisa profesional dalam bekerja. Padahal jika kamu bisa berpikir lebih baik lagi, kritik dari atasanmu justru bisa meningkatkan kinerjamu dari yang sudah-sudah. Sebagai wakil dari kantor yang membayar gajimu, tentunya atasanmu ingin mendapatkan hasil yang terbaik darimu bukan?4. Kamu terlalu memikirkan pikiran orang lain tentang dirimu. Padahal mereka mungkin tidak tahu apa-apatentang hidupmuTerlalu peduli omongan orang viawww.seventeen.comTidak masalah kalau kamu ingin membuat orang lain terkesan. Siapa yang tidak mau dianggap pintar, baik, cerdas, dan sederetan predikat positif lainnya? Tapi menjadi masalah ketika kamu terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu. Apapun yang terjadi, orang lain memang selalu menjudge-mu. Mereka hanyamenilai apa yang terlihat, tanpa peduli alasanmu. Untuk apa kamu terus-terusan memikirkan omongan orang, yang jelas tidak tahu apa-apa tentang hidupmu?5. Demi menghindari konflik, kamu juga selalu berpura-pura semuanyabaik-baik saja, meski dengan begitukamulah satu-satunya yang terlukaPura-pura baik-baik saja viayouqueen.comBagimu, tidak masalah kalau kamu terluka, asalkan tidak ada konflik yang terjadi. Karena itu, kamu selalu menyimpan sendiri pendapatmu, meskipun sebenarnya kamu tidak setuju atau bahkan keputusan itu merugikanmu. Kamu merasa bahwa posisimu lebih rendah daripada yang lain, sehingga pendapatmu tidak perlu dipertimbangkan. Asalkan damai, semua setuju, tak masalah kamu terluka sendirian.6. Saat berhasil melakukan sesuatu, kamu menganggapnya sebagai keberuntungan saja. Padahal kerja kerasmu juga perlu dihargai olehmu sendiriUsahamu harus dihargai viaunicef.tumblr.comWah, kamu menang lomba ya?Selamat yaa! Hebat banget deh! Karya kamu emang luar biasa!Ah enggak kok, cuma lagi beruntung aja. Hehe.Rasa percaya dirimu yang rendah akan membuatmu merasa semua keberhasilan yang kamu dapatkan hanyalah karena keberuntungan semata. Karena itulah kamu sering salah tingkah dan malah tidak nyaman saat menerima pujian. Padahal di balik semua itu, perjuanganmu yang berdarah-darah memang patut diacungi jempol. Apa yang sudah kamu lakukan sehingga7. Kamu sering mundur sebelum berjuang hanya karena merasa tidak akan bisa mencapainya. Padahal sebelum mencoba, kamu tahu dari mana?“Terlalu takut untuk mencoba” viabroadly.vice.comAh, dia lebihqualifieddaripadaaku. Dia lulusan luar negeri, IPKnya tinggi, pasti kemampuannya juga luar biasa. Udah lah, nggak mungkin banget aku bisa berhasil.Meragukan kemampuan diri sendiriitu wajar. Tapi jangan dibiarkan berlama-lama. Apalagi jika itu membuatmu menyerah sebelum mencoba. Kamu merasa sudah pasti gagal, karena ada orang lain yang lebih mumpuni. Padahal tanpa kamu mencoba dan membuktikannya sendiri, kamu tahu dari mana bahwa kegagalan pasti akan kamu alami? Ingat, kamubukan Tuhan yang tahu segala-galanya.Bagaimana orang melihat dirimu ditentukan juga dengan bagaimanakamu memandang dirimu sendiri. Mencintai diri sendiri tidak selalu berarti narsis kok, tapi kamu menghargai apapun yang kamu dapatkan. Mulai hari ini, ingat selalubahwa kamu tidak harus mempunyai yang dipunyai orang lain. Sebaliknya, kamu juga pasti mempunyai kualitas yang tidak dipunyai orang lain. Karena setiap manusia pasti memiliki keunikannya masing-masing. Tidakada alasan untuk memandang rendah dirimu sendiri.Lagipula kalau bukan kamu dulu yang mencintai dan menghargai dirimu sendiri, lalusiapa lagi?#kepribadian#menghargai diri#percaya diri#Self-esteem

See, what they all have in common ?
No, not exactly.
Exactly, there's no one type scarer.
The best scares use their differences to their advantage.

Itu berbeda jeung urg.

Memang perbedaan karakter pribadi yang kamu miliki adalah tipe karakter yang paling sulit diterima dan di hargai, terlebih lagi stigma di masyarakat karakter tersebut lebih di kenal dengan hal-hal yang negatif (kekurangan / kelainan). Tetapi hal tersebut tidak masalah selama saya menghargai diri saya sendiri karena karakter pribadi sayapun tidak kalah berharganya dengan yang lain atau bahkan mungkin saja lebih.

1. Membuka Pandangan Bahwa Dunia Sangatlah Luas Kebanyakan dari orang introvert melihat dunia sangatlah sempit sehingga ia tak mau membuka diri dengan dunia luar. Tak jarang orang seperti ini disebut dengan 'Kuper' atau Kurang Pergaulan. Ini terjadi karena mereka berpikir negatif tentang segala hal yang ia lakukan salah atau tak sesuai dengan apa yang biasa dikerjakan orang lain. Seharusnya ia membuka mata bahwa dunia sangat luas dan jumlah orang didunia ini sangat banyak dan perbedaan adalah hal yang biasa.

Jangan menghakimi diri sendiri, you are just different like anybody else. You just being yourself. That's all. That you are.

I'm just be myself, with everything that i have been through, what i have, that's who i am.

KOMPAS.com— Individu yang memiliki potret diri negatif mempunyai persepsi burukatas dirinya. Sebaliknya, dengan memiliki potret diri positif, seseorang memiliki fondasikuat atas penghargaan dirinya. Ia lebih mampu menghargai diri sendiri. Potret diri mempunyai pengaruh kuat terhadap relasi seseorang dalam kehidupan pribadi, hubungan berpasangan, bahkan dengan relasi sosial dalam lingkup lebih luas. Pribadi dengan potret diri negatif cenderung mengalami masalah dalam relasi sosial dan mudah depresi.Meski potret diri dipengaruhi keluarga, teman, lingkungan, bahkan media, setiap pribadi bisa memperbaiki potret dirinya sendiri. Selalu ada cara untuk mendapatkan potret diri positif agar individu tersebut lebih mampu menghargai dirinya.1. Perangi pikiran negatifPikiran negatif cenderung memicu seseorang untuk berbicara buruk tentang dirinya sendiri. Jadi, upayakanlah untuk menantang diri sendiri dengan selalu melawan pikiran negatif. Sebagai contoh, saat Anda mendapat penilaian buruk dari kantor, jangan lantas menyalahkan diri sendiri dan melemahkan diri dengan pemikiran negatif. Sebaliknya, lawan pikiran negatif dengan lebih menghargai diri karena bagaimanapun hasilnya, Anda telah berupaya keras untuk memberikan yang terbaik.2. Membuat jurnal diri yang positifTulislah tiga hal berbeda yang Anda sukai dari diri sendiri setiap hari. Fokuslah menulis karakter dan perilaku yang menunjukkan potret diri positif, sesuatu yang Anda hargai dari diri sendiri. Anda tak perlu menjelaskan karakter tersebut, cukup tulis dengan jelas dan tegas mengenai nilai positif dari diri sendiri.3. Lakukan aktivitas yang disenangiTingkatkan kemampuan diri dengan melakukan aktivitas yang Anda senangi. Misalnya, lakukan hobi yang Anda sukai, kegiatan kerelawanan, atau kegiatan olahraga, apa pun yang membuat suasana hati lebih menyenangkan. Melakukan aktivitas yang menyenangkan membuat individu lebih menghargai dirinya.4. Hentikan membandingkan diri dengan orang lainTerimalah diri sendiri apa adanya. Pahamilah bahwa setiap pribadi memiliki keunikan khas,bentuk tubuh yang berbeda, karakter dan penampilan fisik yang tak pernah bisa sama dengan orang lain. Jangan terpengaruh dengan gambaran fisik sempurna bak model atau selebriti. Untuk menguatkan Anda, tulislah kelebihan diri, termasuk fisik yang telah mendukung diri sendiri mencapai keberhasilan sampai pada titik sekarang ini. Hindari figur sempurna di televisi atau berbagai media lainnya, yang membuat Andamerasa tak sempurna.5. Bersikaplah realistisEvaluasi kembali target dan mimpi Anda, pastikan semuanya realistis, lakukan penyesuaian diri. Hindari sikap menuntut diri sendiri terlampau tinggi. Bersikaplah lebih ramah kepada diri sendiri. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang menghadapi segala sesuatu, tak mudah stres ketika tujuan tak tercapai. Sebab, dengan bersikap realistis, Anda memiliki potret diri lebih positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar