Rabu, 05 Desember 2018

Habit

Secara umum manusia diciptakan dalam jenis laki-laki dan perempuan, namun ada sebagian lagi yang dilahirkan dalam kondisi cacat fisik seperti memiliki kelamin ganda. Disini saya tidak akan membicarakan soal kelamin ganda, namun cowok feminin yang saya maksud disini adalah cowok yang secara lahiriah memiliki alat reproduksi normal seperti laki-laki, namun dalam perkembangannya memiliki sifat 'melambai' laiknya cewek.

Secara umum, cowok feminin memiliki ciri :

1. Fisik pria namun gaya bicaranya seperti wanita

2. Mudah terpancing emosinya (terutama yg tipe introvert)

3. Diamnya bisa memendam potensi amarah yang besar

4. Gerakan tangan/badannya cenderung gemulai

5. Kerap membawa tisu, suka lagu-lagu melankolis romantis

Cowok feminin sendiri ada yang introvert dan ekstrovert. Cowok feminin yang ekstrovert biasanya lebih terbuka dan kreatif dalam menghadapi kritik dari orang lain. Biasanya mereka lebih supel dan mudah berteman dengan siapapun. Mereka memiliki kepercayaan diri yang tidak terlalu mempedulikan cemohan orang lain mengenai dirinya, atau entah karena pandainya menyembunyikan perasaannya. Meski demikian, cowok tipe ini juga perasa dan bisa melakukan perbuatan di luar kendali yang bisa membahayakan dirinya ataupun orang lain

Sebaliknya, cowok feminin yang introvert susah bergaul dengan orang lain. Tipe ini biasanya lebih mudah ditebak suasana hatinya. Cowok feminin introvert mudah tersinggung dan cenderung menghindari pembicaraan yang bisa berujung menyinggung dirinya. Dia lebih suka berbicara dengan cewek daripada cowok. Mungkin dia terlalu menggeneralisir bahwa semua cowok itu berengsek. Saya sendiri pernah duduk satu meja selama setahun dengan cowok feminin tipe ini ketika masih SMP dulu. Sulit untuk mengajaknya bercanda, salah - salah bisa membuatnya ngambek berhari-hari. Biasanya dia suka sekali dengan buku bacaan mengenai 'fairy tale' dan di bukunya banyak coretan gambar wanita dengan bunga laiknya mempelai putri raja yang hendak dinikahkan. Saya sendiri selalu bertanya dalam hati, apakah dia juga berpikiran akan menjadi putri, atau cukup menjalani hidup sebagai peri dalam kastil yang menjaga sang putri ?

Bahaya atau tidaknya berteman dengan cowok feminin tergantung dari diri kita. Memang ada anggapan bahwa feminisme pada pria itu bisa menular. Ini bisa disebabkan karena seringnya berinteraksi dengan lingkungan tersebut dan lemahnya kontrol diri seseorang dalam menyikapinya. Apakah kita tipe orang yang mudah terbawa lingkungan atau tidak. Disamping itu, kita sebaiknya tidak memperlakukannya sebagai cowok kelainan. Namun kita harus memperlakukannya sebagai cowok tulen. Hindari lelucon yang bisa menyinggung sensitivitasnya. Mungkin banyak  yang beranggapan, apakah mungkin kita mampu mengubahnya menjadi cowok normal ? Saya tidak bisa mengatakan bahwa kita pasti bisa melakukannya. Semuanya tergantung dari yang di atas. Namun setidaknya kita bisa menjadi 'lingkungan' yang nyaman yang bisa menyadarkan dirinya sebagai seorang cowok normal. Karena saya yakin, kepribadian bisa dibentuk dari kebiasaan.

maupun untuk menghadapi tekanan
superego
atas
ego
, dengan tujuan agar kecemasan  bisa dikurangi atau diredakan. Mekanisme pertahanan
ego
tidak selalu patologis, dan bisa memiliki nilai  penyesuaian jika tidak menjadi suatu gaya hidup untuk menghindari kenyataan. Mekanisme-mekanisme pertahanan
ego
yang digunakan oleh individu bergantung  pada taraf perkembangan dan derajat kecemasan yang dialaminya. Semua mekanisme pertahanan ego memiliki dua ciri umum, yaitu: 1.

Mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan 2.

Mereka bekerja secara tidak sadar sehingga ia sendiri tidak sadar apa yang terjadi Selanjutnya saya akan membahas teori perkembangan kepribadian oleh Erik H. Erikson. Ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia, teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis. Saya mengambil satu dari delapan teori yang  paling berkaitan dengan analisis masalah lelaki berkepribadian feminin ini, yaitu:

Identitas vs Kekacauan Identitas Tahap ini adalah tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan  berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Masa Remaja (
adolescence
) ditandai adanya kecenderungan
identity

Identity Confusion
. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya, dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri dan ciri-ciri yang khas dari dirinya. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas  pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. Lingkungan dalam tahap ini semakin luas tidak hanya berada dalam area keluarga, sekolah namun dengan masyarakat yang ada dalam lingkungannya. Pada jenjang ini anak dapat merasakan bahwa mereka sudah menjadi bagian dalam kehidupan orang lain. Semuanya itu terjadi karena mereka sudah dapat menemukan siapakah dirinya.

Akan tetapi di sisi lain jika kecenderungan identitas ego lebih kuat dibandingkan dengan kekacauan identitas, maka mereka tidak menyisakan sedikit ruang toleransi terhadap masyarakat yang bersama hidup dalam lingkungannya. Erikson menyebut maladaptif ini dengan sebutan fanatisisme. Orang yang berada dalam sifat fanatisisme ini menganggap  bahwa pemikiran, cara maupun jalannyalah yang terbaik. Sebaliknya, jika kekacauan identitas lebih kuat dibandingkan dengan identitas ego maka Erikson menyebut malignansi ini dengan sebutan pengingkaran. Orang yang memiliki sifat ini mengingkari keanggotaannya di dunia orang dewasa atau masyarakat akibatnya mereka akan mencari identitas di tempat lain yang merupakan bagian dari kelompok yang menyingkir dari tuntutan sosial yang mengikat serta mau menerima dan mengakui mereka sebagai bagian dalam kelompoknya. Pada tahap inilahi kebanyakan para lelaki remaja sudah mengerti siapa dirinya, apa yang dia sukai, dan apa yang harus dia lakukan. Sering kita lihat anak pada usia remaja sudah  banyak yang berdandan feminin dan merawat diri. Kuat dan tidaknya kecenderungan identitas ego itulah yang memunculkan ada dua tipe lelaki feminin, yaitu lelaki feminin ekstrovet dan lelaki feminin intovent. Pada tahap ini pula mereka sudah mulai mencari lingkungan dimana mereka dapat menjadi apa yang mereka inginkan. Mengendalikan diri, dikondisikan .

D.

KESIMPULAN & SARAN

Kesimpulan

Tidak seharusnya kita sebagai sesama makhluk hidup menghakimi mereka tanpa mengetahui sebab mengapa mereka berkepribadian seperti itu. Sesungguhanya hal yang  perlu dilakukan adalah melibatkan orang tua, kelompok masyarakat, dan tokoh agama untuk membina mereka supaya kembali ke kodratnya sebagai lelaki sejati. Kita harus merubah paradigma berpikir masyarakat atau keluarga kita, dengan menjelaskan bahwa lelaki feminin tidak menginginkan dirinya seperti itu akan menimbulkan simpati kepada mereka, penyimpangan ini alami dan tidak dibuat-buat.

Gundah melihat si buyung berpolah seperti perempuan? Coba telu suri terlebih dahulu penyebabnya. “Sekitar 20 persen anak laki-laki mengalaminya akibat faktor genetik,” ungkap psikolog Elly Risman.

Anak yang demikian, terlahir dengan kelebihan sel pada kromosom Y. Kromosom Y yang sejatinya mem bawa unsur sifat laki-laki membentuk kromosom X yang tidak sempurna. Lantaran memiliki kromosom X seperti itulah ia tumbuh dengan unsur sifat perempuan.

Secara kasat mata, dampak dari terbentuknya kromosom X yang tak sempurna pada anak laki-laki dapat terlihat pada usia lima sampai enam tahun. Ia akan tampak “melambai”, lebih suka bergaul dengan anak perempuan, atau menyukai mainan anak perempuan, seperti boneka atau masak-masakan. Akan tetapi, tentunya dokterlah yang bisa memastikan adanya faktor genetik ini.

Tumbuh sebagai laki-laki yang memiliki sifat perempuan, si buyung belum tentu akan berorientasi seksual menyimpang. Peran lingkungan sangat berpengaruh dalam hal ini. Kecenderungan itu perlu diwaspadai muncul pada anak korban kekerasan seksual sejenis. “Dengan pengasuhan yang tepat, kekhawa tiran itu bisa dipatahkan,” kata Elly.

Bicara tentang fenomena anak laki-laki yang seperti luntur maskulinitasnya, Elly menjelaskan, 80 persen anak mengalaminya akibat faktor lingkungan. Keluarga, masya rakat, pergaulan, media, dan inter net turut membentuk mereka menjadi begitu.

Keluarga dengan ibu bekerja kerap menyewa jasa pengasuh. Anak laki-laki justru mendapat pengasuh perempuan yang belum tentu paham cara mengasuh yang benar. Ini akan mengacaukan pemahaman anak tentang konsep dirinya sebagai laki-laki.

Kondisi serupa ikut dibentuk di sekolah yang mayoritas guru serta muridnya perempuan. Alhasil, di sekolah maupun di rumah, anak lebih dekat ke sosok perempuan. “Semakin jauh dengan ayah, anak akan semakin dekat dengan ibu dan meniru ibunya,” ucap Elly.

Berita Terkait
Siswa SD Akan Diberi Kambing dan Mesin Tenun
Whitney Houston Punya Anak Laki-laki?
Kok, Si Anak Cowok Bergaya 'Melambai'? Bagaimana Ini?
Anak laki-laki juga bisa berpolah seperti perempuan akibat derasnya arus informasi dari internet dan media massa lainnya. Di internet, banyak keterangan mengenai seluk-beluk lelaki penyuka sesama jenis. Tanpa pengawasan yang tepat, anak dapat mengakses informasi tersebut dan mengadopsi pemikiran tersebut. “Di samping itu, banyak juga anak yang mengopi tingkah boy band yang kemayu,” ujar Elly.

Pergeseran perilaku anak lakilaki akibat faktor lingkungan dapat terlihat di usia praremaja dan remaja. Kecepatan munculnya sikap tersebut bergantung besaran penga ruh faktor lingkungan pada anak. Demikian pula dengan intensitas pengalamannya.

Di benak saya sering muncul pikiran, Tuhan tidak adil karena menciptakan saya dalam keadaan seperti ini. Saya seringkali merasa iri dengan teman-teman yang terlahir normal dan hidup bahagia dengan keluarganya. Keadaan ini membuat saya minder sehingga seringkali aktivitas terhambat.

Wa’alaikumussalam wr wb

Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya yang tidak henti-hentinya kepada kita sekalian. Shalawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Saudaraku, banyak pertanyaan yang Anda sampaikan yang di baliknya banyak pula mengandung harapan. Allah SWT melihat kita dan mengetahui hati kita. Allah akan memudahkan setiap orang yang berkehendak baik. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman, ”Apabila hamba-Ku datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.”

Jika Anda ingin kebenaran maka atas kuasa Allah tidak ada yang tidak mungkin. Baiklah saya jawab pertanyaannya.

1. Cara mengatasi masalah Anda adalah meningkatkan pergaulan dengan pria yang shalih sebanyak-banyaknya. Sebab, bergaul dengan orang shalih akan membuahkan keshalihan.  Perbanyaklah mengkaji al-Qur’an, bangunlah bertahajjud pada malam hari sekitar pukul tiga dini hari, lalu mintalah pertolongan Allah. Bacalah sejarah perjuangan para sahabat agar ghirah (semangat) keislaman Anda selalu ada. Semua hal yang berhubungan dengan seks selalu dimulai dengan khayalan-khayalan. Karena itu,  giatkan diri Anda dengan amalan-amalan shalih. Insya Allah Anda akan terbantu secara perlahan-lahan menuju pola hidup normal.
2. Terapinya seperti yang saya sampaikan di atas.
3. Kalau saya ditanya tentang kesembuhan Anda, maka jawabnya adalah tergantung pada diri Anda sendiri. Dengan memaksakan diri menekan hawa nafsu, maka nafsu akan terkendali. Para ulama mengajarkan agar kita pandai menekan paksa nafsu kita karena nafsu harus ditekan paksa. Jika tidak, pasti tak akan tunduk. Pada mulanya, Anda akan ‘berperang’ melawan diri Anda. Dengan keberanian melawan disertai memohon pertolongan Allah, kita akan bisa menaklukkannya. Persis seperti melaksanakan puasa sunnah, dimana orang lain tidak melakukannya. Mula-mula akan terasa berat, tapi kemudiannya akan berjalan dengan nikmat.
4. Saya yakin Anda bisa memuaskan istri Anda dan akan mempunyai anak atas izin Allah. Tapi perlu jihad melawan nafsu yang tidak wajar itu. Dekatkan diri kepada Allah dengan banyak-banyaklah membaca: Rabbi a’udzubika min hamaazaatisy-syayaathin wa a’udzubika rabbiy ay-yahdhurun, agar dijauhkan dari bisikan syetan dan kehadirannya.

Demikianlah saudaraku. Dalam setiap perjuangan dibutuhkan kegigihan. Dalam setiap kegigihan pasti ada jalan. Orang beriman pantang berputus asa karena pada suatu titik dimana seseorang mencapai batas maksimal kemampuannya, Allah pasti akan menolongnya. Percayalah. Wallahu a’alam bish-shawab.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sifat kemayu tentu dapat dirubah perlahan dengan merubah pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan yang Anda pikir tidak 'jantan'. Cobalah mulai mendata prilaku atau sifat apa saja yang anda sadari mengarah pada sifat kemayu, kemudian berlatihlah di depan kaca untuk merubahnya. Hal ini bisa berubah jika anda memiliki tekat yang kuat untuk berubah. Yang paling penting adalah apakah ada tidaknya kelainan pada kehidupan seksual anda.

Sulit menentukan bagaimana kehidupan seksual Anda, khususnya yang berkaitan dengan orientasi seksual, tanpa melakukan konsultasi lebih jauh. Untuk menentukan kehidupan seksual seseorang, termasuk orisentasi seksual dan deviasi seksual, diperlukan konsultasi yang dalam dan pemeriksaan.

Perlu diketahui dengan jelas bagaimana Anda merasakan diri sendiri, apakah sebagai pria atau wanita, bagaimana orientasi seksual anda, apakah anda tertarik pada sesama jenis atau lwan jenis. Apakah secara psikis anda terangsang terhadap wanita atau pria, misalnya ketika sedang menyaksikan gambar erotis? Apakah anda pernah berhubungan seksual? Kalau ya, apakah dengan wanita atau pria?

Pertanyaan seperti ini perlu ditemukan jawabannya karena diperlukan dalam menentukan apakah kehidupan seksualnya normal atau tidak.

Kami sarankan Anda berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pemeriksaan, agar dapat diketahui bagaimana sebenarnya kehidupan seksual Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

Cara Tampil Lebih Maskulin Jika Anda Cenderung Feminin
Persepsi maskulinitas dan feminitas hampir sepenuhnya bergantung pada budaya, dan budaya terus berubah. Pada tahun 1993, seorang senator wanita Amerika menimbulkan kehebohan dengan memakai celana panjang ke kantor senat.[1] Namun, banyak pria dan wanita yang ingin menampilkan diri dalam citra maskulin tradisional. Celana panjang saja tidak cukup untuk mencapainya karena Anda juga harus mengubah penampilan, kebiasaan, dan pola pikir agar merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan dalam interaksi dengan orang lain.

Bagian 1 dari 3:
Menerapkan Sikap Maskulin
Sunting

1
Tampilkan kepercayaan diri. Ada banyak bukti yang mengatakan bahwa pria cenderung lebih percaya diri dan yakin daripada wanita meskipun keduanya memiliki kualifikasi setara.[2] Jika salah satu tujuan Anda adalah dipandang lebih serius atau berwibawa, prioritaskan untuk melawan keraguan kepada diri sendiri dan sikap pasif. Siapa pun dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini, bahkan orang yang ingin tampil feminin:
Praktikkan bahasa tubuh percaya diri, termasuk punggung lurus, kontak mata, dan posisi lengan di depan tubuh dibiarkan "terbuka".
Terima pujian dan jangan minta maaf berlebihan (katakan "Terima kasih, saya senang sekali." daripada "Ah, ini bukan apa-apa.")
Belajar meminta apa yang Anda mau dan mengakui kemampuan sendiri ("Ya, saya punya pengalaman dalam ____, tapi saya memberi harga Rp___ untuk pekerjaan seperti ini.")

2
Ambil risiko. Seperti kepercayaan diri, keberanian untuk mengambil risiko sering kali diasosiasikan dengan sikap maskulin. Kecenderungan murni untuk mengambil risiko kadang dianggap ceroboh, tetapi aspek positifnya adalah mampu mengambil pilihan cerdas walaupun menakutkan. Nilai lagi asumsi yang menahan Anda, dan mulailah berpikir di luar kotak segi empat. Apakah Anda bertahan pada pekerjaan yang sekarang karena takut dengan perubahan? Apakah kehidupan cinta Anda tidak berkembang karena Anda takut menjalin hubungan atau berkomitmen? Kadang, Anda harus mengambil langkah berani untuk mendapat apa yang diinginkan.
Jika Anda tidak berani mengambil risiko setiap hari, mulailah menghadapi ketakutan-ketakutan kecil. Misalnya, dorong diri Anda untuk mencoba hobi atau olahraga berbeda. Anda akan lebih percaya diri setelah berhasil, atau berlatih menghadapi kegagalan dalam risiko yang tidak memiliki konsekuensi besar.

3
Jadilah orang yang tangguh. Dalam masyarakat umum, pria diharapkan berkulit tebal dan mampu menguasai diri sendiri.[3] Jika nanti Anda merasa ingin mengeluh, pikirkan dahulu. Apabila masalah tersebut hanya gangguan kecil, diamkan saja tanpa mencari simpati orang lain. Ini akan sangat membantu dalam konteks profesional karena pekerjaan akan jauh lebih mudah diatasi jika Anda bisa menghindari gosip dan kebencian.
Anda juga perlu menyadari sisi negatif tekanan budaya. Pria jarang sekali mencari bantuan untuk menyelesaikan masalah serius jika dibandingkan dengan wanita, khususnya dalam masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental dan emosional. Jadi, mereka lebih sulit pulih, dan ironisnya membebani teman dan keluarga yang harus menghadapi kekacauan diri mereka yang tidak terselesaikan itu.[4] Tidak ada baiknya berpura-pura mampu mengatasi segala hal tanpa bantuan.

4
Latih kemandirian. Anda harus bertanggung jawab atas diri sendiri. Artinya, Anda juga harus belajar menisik pakaian sendiri, tidak hanya terampil dalam aktivitas "jantan" seperti mengganti ban, kecuali jika Anda hanya ingin memenuhi harapan orang lain.

5
Tentukan tujuan dan usahakan untuk mencapainya. Ambisi dan keyakinan untuk mencapai tujuan adalah dua atribut yang biasanya lebih banyak dimiliki pria daripada wanita. Sikap "jantan" membantu membangun fokus untuk mencapai tujuan dan melewati kekhawatiran. Dalam urusan karier, cinta, ataupun pribadi, fokuskan perhatian pada hasil akhir dan cari cara untuk mulai mencapainya. Ajukan pertanyaan sulit, dan usahakan sekeras mungkin untuk menjawabnya sampai mengetahui apa tujuan Anda dan cara mencapainya.[5]
Jangan khawatir jika rencana tidak berjalan lancar atau ternyata tujuan lebih sulit dicapai daripada perkiraan sebelumnya. Sikapi dengan tenang dan penuh tekad.

6
Kenali tanda maskulinitas berlebihan.  Maskulinitas berlebihan adalah usaha untuk mewujudkan stereotip maskulin semaksimal mungkin meskipun tidak ada manfaatnya. Perilaku maskulin stereotipikal meliputi kompetisi ekstrem (khususnya dengan orang maskulin lain), pengejaran seks secara agresif, dan mencari konflik atau dominasi (terutama atas orang feminin). Anda akan sulit menjalin hubungan dekat karena gaya hidup seperti itu melewati batasan dan menolak kerja sama. Orang yang bersikap terlalu maskulin lebih mungkin memperlakukan pasangannya dengan kasar, secara fisik ataupun seksual.[6] Kadang, mereka juga mengambil risiko berbahaya tanpa manfaat, atau merasa terpaksa melakukan sesuatu yang tidak disukai hanya untuk memelihara citra jantan.
Untuk menunjukkan sisi "pria alfa" dalam konteks yang lebih terkontrol, cobalah berpartisipasi dalam olahraga atau permainan kompetitif.

7
Jangan malu dengan emosi Anda sendiri. Apa yang dilakukan Taufik Hidayat ketika memenangkan Olimpiade Athena tahun 2000? Ia menangis. Apa itu berarti ia tidak maskulin? Tentu saja tidak. Di masa lalu, pria menampilkan diri sebagai sosok tangguh dengan ekspresi datar, tetapi makin ke sini, makin banyak pria yang lebih bebas mengekspresikan emosi. Pria dan wanita yang menyembunyikan emosi cenderung memiliki hubungan yang tidak bahagia, mengalami kecemasan parah atau depresi, dan bahkan menderita penyakit yang berkaitan dengan stres.[7] Paling tidak, bukalah sisi emosional Anda kepada teman dekat dan keluarga. Dalam konteks profesional sekalipun, kemampuan untuk mengekspresikan emosi tanpa keraguan atau rasa malu dapat menunjang maskulinitas karena Anda dianggap mampu menunjukkan keyakinan pada diri sendiri. Jika belum mencapai tahap itu, tampilkan sikap tegar di depan publik, tetapi jangan takut mengekspresikan perasaan ketika benar-benar penting.

Advertisement
Bagian 2 dari 3:
Menggunakan Kata-Kata yang Tepat
Sunting

1
Utarakan pikiran. Jika Anda memiliki sesuatu yang konstruktif atau berguna untuk dikatakan, katakan saja. Gaya bicara maskulin ditandai dengan ketegasan dan kemauan mengutarakan pendapat walaupun ada kemungkinan membuat kesalahan.
Sisi negatifnya, dalam kelompok berbeda gender, pria biasanya mendominasi diskusi dan sering kali tidak menyadari bahwa mereka menyela wanita atau tidak memberi kesempatan kepada wanita untuk berbicara.[8] Apa pun gender Anda, usahakan memperhatikan dinamika ini. Anda mungkin saja akan terlibat dalam rapat dengan format yang lebih kooperatif atau berbicara dalam giliran, juga dalam acara sosial yang terbagi menjadi beberapa kelompok kecil.[9]

2
Jangan terlalu dipikir, setidaknya jangan sampai orang lain tahu.  Maskulinitas berarti mengetahui apa yang harus dilakukan, atau setidaknya terkesan tahu. Apabila Anda mengakui kesalahan atau ketidakpastian, orang lain yang kompetitif dengan maskulinitas berlebihan tidak akan begitu menghargai pendapat Anda. Entah pemikiran ini sehat atau tidak, kenyataannya menyembunyikan kelemahan dapat membantu Anda memenangkan sesuatu. Idealnya, jangan gunakan teknik ini untuk mengganjal ide yang lebih baik atau dalam perbantahan yang tidak ada artinya. Jika dari awal sudah jelas bahwa keputusan Anda salah, usulkan perubahan tanpa terlalu memikirkan kesalahan atau minta maaf secara berlebihan.
Metode ini paling baik digunakan dalam perdebatan yang topiknya Anda kuasai. Jika ada yang mencoba "mengungguli" Anda, cara tercepat untuk berhasil memenangkan perdebatan adalah memberi tanggapan dengan sikap percaya diri, bukan berkompromi.

3
Buat orang lain tertawa. Pria lebih sering membuat lelucon daripada wanita meskipun sebenarnya tidak ada perbedaan biologis yang besar dalam "kelucuan". Dalam hubungan heteroseksual, wanita cenderung menganggap pria lucu lebih menarik, sementara pria menyukai wanita yang tertawa mendengar lelucon mereka. Jadi, jika Anda laki-laki, komentar yang cerdas dan lucu (meskipun kadang datar) dapat membuat Anda terkesan lebih maskulin. Sayangnya, wanita lebih sulit menerapkan gaya stereotip pria ini dan mungkin akan mendapat reaksi bermacam-macam ketika membuat lelucon yang sama.[10] Wanita yang ingin dianggap sebagai "salah satu pria" dapat mengolah selera humor, tetapi keberhasilannya bergantung pada apakah orang-orang di sekitarnya tradisional atau modern.

4
Jadilah orang yang Anda inginkan.  Semua orang memiliki gabungan atribut maskulin dan feminin, belum lagi karakteristik yang bebas dari gender. Gaya dan kekuatan maskulinitas bisa bergeser tergantung konteks, dan tidak ada masalah dengan itu. Sebelum mengubah semua percakapan menjadi kontes testosteron, ingat sisi lain dari maskulinitas, yaitu kepercayaan diri untuk bersikap jujur tanpa gentar oleh kemungkinan dihakimi. Kadang, Anda perlu melepas topeng tangguh dan menunjukkan sisi sensitif, dengan:
Mengakui kesalahan. Jika Anda tidak bisa mengakui kekurangan, orang lain akan menganggap Anda stereotip maskulin terburuk, yaitu orang yang selalu mengutamakan kepentingan dan caranya sendiri sehingga menjadi rapuh di dalam dan menyabotase keberhasilan orang lain.
Jangan biarkan kebanggaan dan kepercayaan diri berubah jadi kesombongan. Ya, membuktikan diri di depan orang lain adalah salah satu ciri maskulin paling universal, tetapi akan membosankan jika terlalu berlebihan.

Advertisement
Bagian 3 dari 3:
Tampil Lebih Maskulin
Sunting

1
Pilih gaya pakaian maskulin.  Penampilan tidak terlalu fundamental untuk mengubah sifat, tetapi berdampak besar pada anggapan orang lain. Penampilan maskulin biasanya melibatkan warna netral atau gelap, sedikit atau tanpa aksesori, celana yang cukup longgar, dan cenderung santai atau asal saja, bukan pakaian mahal atau dipilih dengan cermat.
Tidak ada aturan pasti dalam gaya maskulin untuk seluruh dunia. Ada negara-negara yang para prianya mengenakan pakaian berwarna cerah, dan ada kelompok sosial yang mengekspresikan kekuatan pria dengan setelan jas dan manset perak. Amati teman-teman yang "jantan" dan minta saran dari mereka jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana.

2
Biasakan berdandan lebih maskulin.  Janggut dan kumis merupakan cara paling jelas agar tampak lebih maskulin. Janggut lebat atau tidak rapi umumnya lebih maskulin daripada janggut rapi bergaya, tetapi seperti pakaian, janggut juga tergantung konteks. Baik pria maupun wanita yang ingin lebih maskulin dapat memilih potongan rambut pendek dan sederhana, atau meminta saran dari salon atau tukang cukur.
Meskipun ingin lebih maskulin, Anda tetap harus merawat rambut dan badan dengan mandi teratur agar selalu bersih, tetapi tidak terlalu sering hingga aroma jantan alami tidak tercium lagi.

3
Buat agar tubuh wanita Anda tampak seperti pria. Wanita yang ingin tampil seperti pria dapat membebat dada. Dengan dada dibebat atau tidak, pakaian longgar yang menyembunyikan lekuk tubuh juga dapat membuat perbedaan.
Gunakan bebat khusus, hindari tekanan berlebihan, dan hanya dalam jangka pendek. Pembebatan yang tidak benar dapat menyebabkan kerusakan permanen.[11]

4
Latih cara jalan maskulin. Jika Anda ingin tampil seperti pria jantan, latih bahasa tubuh maskulin. Anda harus berjalan tegak dan tegas ketika memasuki ruangan, dengan bahu tegap. Melangkahlah dengan cepat dan penuh tekad serta menatap ke depan, tidak menunduk ke lantai. Goyangkan bahu, bukan pinggul. Layangkan senyum dan jangan bergerak-gerak gelisah, bermain dengan tangan, atau memperbaiki dandanan di depan umum.
Tampilkan kesan seolah Anda senang menuju suatu tempat meskipun sebenarnya di depan sana hanya ada kelas.
Tersenyumlah kepada orang yang ditemui, tetapi bukan senyum konyol sepanjang waktu. Jangan menggigit bibir atau melongo tidak yakin. Sebaliknya, tampilkan wajah datar dengan senyum samar, buka mata seakan Anda siap menghadapi tantangan.

5
Jaga kebugaran
Anda tidak memerlukan tubuh seperti binaragawan, tetapi kebugaran fisik sangat besar pengaruhnya dalam maskulinitas. Anda bisa berolahraga di pusat kebugaran beberapa kali seminggu, bermain basket, lari untuk latihan kardio, hiking, atau melakukan apa pun yang membuat Anda senang sekaligus memperbaiki kondisi fisik. Maskulin berarti terkendali, dan tubuh adalah salah satu yang bisa dikendalikan.
Rasa bangga pada tubuh mendatangkan atribut penting dalam maskulinitas, yaitu kepercayaan diri. Ingat bahwa semua orang harus mengolah sikap untuk mencapainya, tidak hanya lari di treadmill.

6
Keluarkan tenaga. Jika Anda ingin lebih maskulin, jangan takut kotor. Perbaiki mobil Anda sendiri, pangkas rumput, cat rumah, bereskan pekerjaan rumah tangga lain, atau lakukan aktivitas menghibur yang melibatkan kotoran atau minyak. Semua itu memang bukan penentu yang menjadikan Anda pria jantan atau tidak, tetapi mungkin Anda menikmatinya jika senang menggunakan otot dalam aktivitas praktis yang telah menciptakan istilah “pekerjaan laki-laki” dalam sejarah.

7
Miliki hobi maskulin. Jika ingin bersikap lebih maskulin, Anda juga membutuhkan hobi maskulin. Misalnya, mengolah kayu, mengendarai sepeda motor, merawat mobil atau truk, berburu, memancing, atau berolahraga. Ini bukan persyaratan, tetapi merupakan cara untuk menanamkan maskulinitas dalam diri.

Advertisement
Tips
Sunting
Olahraga. Anda tidak harus ke pusat kebugaran dan mengangkat beban setiap hari, tetapi jaga berat badan di angka yang sehat dan jangan lupa push-up. Manfaatkan kelas yang ditawarkan pusat kebugaran.
Jika Anda wanita dan harus memakai seragam, cobalah menyembunyikan dada dengan baju kaus di bawahnya. Pakai jaket atau sweter sesering mungkin. Atau, jika memungkinkan, pakai seragam dan sepatu laki-laki.
Peringatan
Sunting
Jangan menggunakan perban elastis yang biasa digunakan untuk membebat luka. Perban tersebut dibuat untuk mengencang ketika Anda bergerak, dan itu berarti makin lama dipakai makin ketat. Orang di masa lalu menderita sesak napas, rusuk melengkung, dan paru-paru basah karena membebat dada dengan perban elastis. Jangan pernah menggunakannya walaupun hanya satu hari.
Jika Anda menggunakan bebat neoprene, pakai baju kaus terlebih dahulu. Jika tidak, kulit di kedua sisi tubuh akan melepuh dan berbau.
Upaya untuk tampil maskulin bukan berarti melupakan kebersihan pribadi, tetapi Anda juga tidak perlu mandi berjam-jam. Paling tidak, mandilah setiap hari. Meskipun tubuh semua orang akan mengeluarkan bau setelah berolahraga, usahakan agar baunya tidak terlalu tajam. Pakai deodoran dan jaga kebersihan badan.
Gaya hidup maskulin akan sulit bagi wanita. Semua orang, baik pria maupun wanita, mungkin akan mencela Anda.

Memiliki pasangan merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi setiap orang. Apalagi pasangan yang kita miliki adalah seorang yang diidam-idamkan. Namun apa jadinya bila kenyataannya, hati kita menyasar pada pria yang bergaya kemayu. Bagaimana menghadapinya?

Jujur saja, seringnya kita membayangkan dan mengidamkan pasangan seperti Artis-artis pria macho seperti Vin Diesel, David Beckam, dll. Menggandeng pasangan yang macho seperti membawa kebanggaan tersendiri. Namun manusia tidak ada yang sempurna. Hati juga kerap tak terduga. Bagaimana bila pasangan kita jauh dari kesan jantan alias kemayu?

Bukan Gay

Menurut psikolog Hira Yuki Molira, S. Psi, M. Psi, istilah kemayu merujuk pada sifat yang biasanya mengiringi wanita, seperti genit, centil dengan diikuti adanya dengan gerakan yang gemulai, lemah lembut. Sosok artis pria yang “cantik” dan kemayu mungkin semakin akrab di berbagai acara televisi. Mulai dari presenter hingga personel boyband pun kerap tampil dengan dandan dan aksi yang jauh dari kesan macho. Gaya seperti itu memang mudah menimbulkan anggapan bahwa mereka itu adalah pria-pria gay. Tapi, sebenarnya tak ada hubungan antara aksi dan mereka dengan orientasi seksualnya.

“Sifat kemayu pada laki-laki harus dibedakan dengan homoseksual yang lebih berkaitan dengan orientasi seksual kepada sesama jenis. Laki-laki kemayu, masih memiliki orientasi seksual yang hetero, jatuh cinta dan menikahi perempuan dan memiliki penghayatan bahwa ia adalah seorang laki-laki tulen,”terangnya. Menurut Psikolog Hira, pria kemayu sering memperlihatkan gaya atau gerak gerik seperti perempuan, contohnya berbicaranya lemah gemulai dan terkadang terkesan cerewet. Pria kemayu biasanya perasaannya lebih halus, lebih sensitif, lebih peka, lebih mudah empati sehingga dapat terlihat lebih perhatian.

Hal ini menunjangnya menjadi pribadi yang lebih luwes dalam pergaulan. Pria kemayu menunjukan perhatian lebih kepada kebersihan, keindahan, kenyamanan, keselarasan dan sangat tidak menyukai dengan sesuatu yang bersifat kasar, keras, agresif. Oleh sebab itu kebanyakan pria kemayu bukan orang yang kompetitif, ingin mendominasi atau ingin menguasai. Aktivitas yang lebih ia sukai pun lebih bersifat “feminin” sehingga berpengaruh pada pekerjaan yang mereka pilih. Yaitu, bukan kerja “kasar” dan “berat” yang membutuhkan maskulinitas, namun pekerjaan yang bersih, rapi, halus, membutuhkan perhatian terhadap detil, membutuhkan kreativitas, membutuhkan interaksi dengan orang lain seperti;akuntan, pemasar, account officer, dokter, chef, profesi yang berkaitan dengan keindahan seperti seniman,  disainer, make up artist, dan lain sebagainya.

Pengaruh Hormon?

Psikolog Hira menjelaskan, sebuah perilaku pada dasarnya muncul akibat dinamika atau interaksi yang kompleks dari aspek-aspek pembentuk kepribadian. Nah perilaku kemayu pun dapat dilihat sebagai

dinamika dari dua pendekatan tadi. Secara Nature, perilaku feminin seseorang pria ternyata ada kaitannya dengan kondisi hormonal, dimana ditengarai hormon progresteron dan estrogen yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan pria pada umumnya. Karena sifatnya “alamiah”, oleh sebab itu perilaku feminin tersebut sudah dapat dilihat dari semenjak awal kehidupan pria tersebut.

Gerak-gerik unik Pria feminim umumnya sudah terlihat sejak ia kecil. Gerik tubuhnya akan lebih gemulai dan lembut dibandingkan anak laki-laki pada umumnya. Ia mungkin akan lebih menyukai aktivitas bermain boneka, masak-masakan, merias boneka besama teman perempuan dari pada bermain

perang-perangan bersama teman laki-laki yang lain. Ia mungkin akan lebih menyukai aktivitas menari, melukis, yang bersifat feminin dari pada ikut karate yang lebih maskulin. Umumnya mereka lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mudah memposisikan dirinya sebagai pendengar. “Pendek kata, anak tersebut pun akan heran mengapa ia tidak memiliki minat yang tidak sama dengan teman lakilakinya yang lain. “ Nah, pada masa-masa inilah peran Nurture turut mewarnai pekembangan kepribadian anak laki-laki kemayu tersebut. Pada saat ini lingkungan mulai “mengajarkan” peran gender, yaitu peran yang ditampilkan seseorang berdasarkan jenis kelaminnya.

“Dengan pola pengasuhan yang tepat, tidak kaku dan matang, anak laki-laki kemayu tetap akan tetap mampu menghayati bahwa dirinya adalah laki-laki tulen yang unik dan mampu “memodifikasi” peran gendernya dengan cara-cara yang unik pula., “jelasnya. Dengan pola pengasuhan yang tepat anak tersebut dapat terhindar dari konflik terkait peran gender yang membingungkan yang dapat “mematahkan” kepribadiannya. Dengan kata lain, pria kemayu yang “sehat”, secara psikologis tetap menghayati dirinya sebagai lelaki, dan dikarenakan gendernya ia tetap melakukan fungsinya sebagai laki-laki, diantaranya mencari nafkah memposisikan diri sebagai kepala keluarga, dan lain sebagainya.

Namun, dengan kondisi hormonal yang unik mengarahkan perilakunya atau membuat cara-cara ia menjalankan fungsi gendernya menjadi lebih feminin. Jelas psikolog yang berpraktek di Biro Dwipayana.

Fokus Pada Kelebihannya

Untuk anda yang sedang menjajaki hubungan dengan pria unik ini, anda mungkin akan bertanya-tanya, “Apakah dia benar-benar pria tulen” atau mungkin ada keinginan di diri Anda untuk mengubahnya agar lebih jantan dan maskulin seperti pria lain umumnya. Penting untuk diingat, sifat kemayu yang dimilikinya lebih disebabkan oleh faktor biologis dan pada dasarnya bukan kepribadian patologis, sebab itu Hira tidak menyarankan Anda untuk memaksanya mengilangkan sifatnya. “Namun, butuh strategi khusus untuk menyesuaikan diri dengan pria kemayu dikarenakan keunikannya tersebut, “jelasnya.

Alih-alih mengubah pasangan, hal yang paling perlu Anda lakukan sebagai pasangan adalah belajar menerima pasangan apa adanya. Toh sekalipun gerak-gerik atau “lenggak-lenggoknya” kemayu, mereka pada dasarnya tetap menjalankan fungsi sebagai laki-laki. Dari pada melihat kekurangannya, cobalah untuk melihat dan “menikmati” kelebihan-kelebihan yang ada pada mereka.

Misalnya begini, dibalik sikap pasangan yang “cerewet” soal kerapihan, kebersihan, keindahan tadi, umumnya mereka termasuk pasangan yang peka dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain termasuk kebutuhan pasangannya. Pria unik ini tampil hangat, mudah berempati, romantis, manja, ekspresif dan lebih mudah diajak berkomunikasi namun tetap menyadari akan peran mereka sebagai laki-laki yang dituntut untuk menafkahi dan melindungi keluarganya. “Wanita mana yang tak ingin pasangannya romantis, inilah positifnya, “kata Hira menjelaskan.

Sifat feminin pada umumnya identik dengan kaum wanita. Namun, bila ada pria yang cenderung juga memiliki sifat feminin, itu bukan suatu kebetulan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Akan tetapi, bukan suatu ketidakmungkinan jika pria feminin bisa kembali tampil lebih maskulin. Memang butuh usaha keras dan waktu yang lama untuk melakukan hal-hal yang cukup sulit, seperti mengubah cara berpikir, penampilan, dan banyak lagi hal-hal lain untuk bisa menghilangkan sifat feminin tadi. Untuk lebih jelas Anda bisa membaca cara-cara berikut ini.

ads
1. Berwibawa

Untuk menghilangkan sifat feminin pada pria tentu harus tampil lebih maskulin. Mengubah penampilan adalah hal yang utama. Namun, perlu diingat bahwa Anda wajib tampil lebih berwibawa, lebih punya otoritas. Caranya tidak rumit, buat orang di sekitar Anda menghormati Anda, tunjukan kepada mereka bahwa dirimu adalah seorang pekerja keras, pantang menyerah, jujur, adil, dan baik hati. Tinggalkan kebiasaan mengeluh, merengek-merengek meminta perhatian, atau kebiasaan mengomel. Anda akan disegani dan didengarkan jika pembicaraan Anda jujur.

2. Jangan takut kotor

Kalau sifat feminin identik dengan takut terhadap hal-hal kotor, maka untuk jadi lebih maskulin Anda tidak perlu taku badanmu kotor. Biarkan saja sedikit berantakkan dan berkeringat. Beranilah untuk melakukan pekerjaan berat atau aktifitas yang mengotori badan, seperti, mengecat rumah, memotong rumput, memperbaki motor dan mobil sendiri, serta aktifitas hobi tracking, hiking dan lain-lain. Ini menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang kuat, bisa melakukan kerja sendiri, melakukan pekerjaan berat, dan Anda tampak lebih ‘laki’. Pakaliah kekuatan fisik yang Anda miliki, jangan malas-malasan dan terlihat lemah.

3. Jalani hobi yang maskulin

Anda mau agar sifat feminin hilang bukan? Sebagai pria tentu Anda tak ingin terus bersikap feminin. Nah, agar tampil lebih maskulin Anda wajib menjalani hobi yang juga maskulin, seperti bermain sepak bola, bisbol, memancing, berburu, berenang, memperbaiki dan mengutak-atik mobil, off-road, mengendarai sepeda motor di medan ekstrim, mendaki gunung, menelusuri hutan rimba, menyukai seni, dan lain sebagainya asal bisa buat Anda lebih nyaman. Terus membiasakan diri dengan hobi-hobi macam tadi sehingga bisa membuat Anda menjadi ahli dalam bidang tersebut. Selain itu, Anda juga perlu memperluas pengetahauan mengenai dunia olahraga, update tentang berita-berita terbaru, dan juga memahami tentang perkembangan teknologi.

4. Berani memilih risiko

Agar tidak berkesan terlalu feminim maka buatlah diri Anda tampak selalu maskulin, berjiwa pria, jantan, laki, dan sebagainya, Anda harus berani mengambil risiko, meninggalkan zona nyaman. Terus berusaha da bergerak maju, memahami situasi baru yang lebih menguntungkan. Mencoba ha-hal baru agar Anda terbiasa untuk berpikir di luar kebiasaanmu, paham risiko yang tepat untuk Anda ambil.  Ini juga bisa menjadi cara membuat wanita penasaran. Tidak mengambil risiko hanya agar orang lain terkesan dengan Anda atau melakukan sesuatu hanya untuk mendapat penilaian dari orang lain.

5. Raih tujuan Anda

Pria tidak tampak maskulin jika tidak punya tujuan hidup yang jelas atau belum ada pencapaia yang baik. Pria maskulin harus memiliki pandangan yang tepat untuk meraih apa yang ia inginkan. Temukan dan raih apa yang menjadi prioritas dalam hidup Anda, baik mengenai karir, hubungan, maupun soal prinsip-prinsip hidup. Untuk mencapai itu Anda juga perlu membuat rencana yang matang, tahap demi tahap. Hadapi semua kesulitan dengan pikiran terbuka dan sikap yang lebih dewasa.

Sponsors Link

6. Lebh berani bersikap

Agar bisa lebih maskulin Anda tentu mesti lebih bersikap berani menghadapi dan melewati tantangan hidup, siap mengambil keputusan-keputusan sulit untuk masa depan Anda. Jika suatu ketika Anda dihadapkan pada persoalan yang tidak Anda ketahui maka keberanian diri sangat diperlukan. Hindari kebiasaan mengeluh saat mengenal orang-orang baru, menempati suatu lingkmaskulin Anda tentu mesti lebih bersikap berani menghadapi dan melewati tantangan hidup, siap mengambil keputusan-keputusan sulit untuk masa depan Anda. Jika suatu ketika Anda dihadapkan pada persoalan yang tidak Anda ketahui maka keberanian diri sangat diperlukan. Hindari kebiasaan mengeluh saat mengenal orang-orang baru, menempati suatu lingkungan baru, atau menjalin hubungan dengan pasangan yang baru. Hilangkan rasa khawatir berlebih agar bisa lebih fokus dan lebih berani bersikap.

7. Lebih disiplin

Kunci kepribadian yag maskulin adalah disiplin. Rutinitas harian yang terjadwal dengan baik bisa membawa Anda pada kesuksesan. Melaksanakkan tuntutan kerja sesuai target dan bertanggungjawab membuat Anda terkesan lebih maskulin. Sederhananya Anda harus menikmati kebiasaan hidup yang disipin dan teratur.

8. Bangga terhadap diri sendiri

Membanggakan diri sendiri adalah hal penting yang perlu Anda lakukan. Ini tidak berarti menyombongkan atau memamerkan diri Anda kepada orang lain, akan tetapi menerima kekurangan dan kelebihan yang Anda miliki. Sadar bahwa Anda lemah adalah kebanggan yang memotivasi Anda agar bisa berbuat lebih. Berbanggalah terhadap diri Anda, menjaga hidup tetap positif agar Anda dihormati dan disegani. Ini juga terkait dengan cara membuat wanita tergila-gila.

ads
9. Jangan takut menangis

Menangislah jika Anda ingin menunjukan perasaan pada momen yang sangat bermakna. Lihat saja Cristiano Ronaldo, dia menangis setelah membawa klubnya Real Madrid menjuari gelar Liga Champhions yang ke 12. Apakah saat itu dia terlihat feminim? Jawabanya tidak, karena dia merasa nyaman dengan dirinya, mampu menampilkan sisi dalam dirinya dengan jujur. Meluapkan kegembiraan tanpa ragu atau tidak menahan emosi. Sangat maskulin. Nah, jika Anda ingin lebih maskulin maka perlu mengenal lebih dekat diri Anda sendiri. Jangan pernah takut menangis untuk suatu hal yang Anda rasa berharga bagi hidup Anda.

10. Utarakan pemikiran Anda

Apabila Anda punya ide atau gagasan yang bisa membangun sebaiknya utarakan saja. Jika harus mengkritisi, ya lakukan saja, asal tidak sekedar mengomentari tanpa memberi masukan yang positif. Suarakan pendapat Anda agar didengar dan diterima oleh orang lain, tapi tentu dengan argumentasi-argumentasi yang logis dan dapat diterima.

11. Membela yang perlu dibela

Sebagai contoh, jangan diam ketika ada argumentasi teman bicara Anda dalam sebuah diskusi yang bisa diterima, belalah demi kebenaran sebuah gagasan. Katakan bahwa Anda setuju dengan idenya agar orang lain juga mendengarkan dia. Anda akan tampil sangat maskulin dalam situasi ini.

12. Berpikir tidak berlebihan

Anda akan dinilai maskulin apabila bisa tahu persis apa yang harus Anda lakukan. Jangan berpikir berlebihan tentang orang lain atau setidaknya jangan sampai orang lain tahu apa yang Anda pikirkan tetang mereka. Hindari menunjukan rasa khawatir berlebihan atau tidak percaya diri di depan orang lain, ini hanya akan mengurangi sisi maskulin Anda.

13. Buat orang tertawa

Tertawa merupakan salah satu tips awet muda untuk pria. Pria maskulin perlu melakukkan ini karena salah satu ciri yang unik dari kepribadian yang maskulin adalah berjiwa humoris, bisa buat orang lain tertawa. Ini sebagai representasi bahwa Anda adalah orang yang percaya diri dan mampu memberi pengaruh. Jika lelucon Anda lontarkan pada saat  yang tepat maka ada kesan bahwa anda adalah orang yang cerdas. Salah satu bagian dari kepribadian maskulin adala bisa bercanda ria ketika suasana tegang agar lebih rileks.

14. Tidak perlu bersikap pamer

Untuk menghilangkan sifat feminin anda tidak perlu menjadi seorang yang suka memamerkan diri. Untuk menjadi maskulin Anda hanya perlu percaya bahwa dari luar banyak orang melihat dan menganggap Anda adalah pribadi yang hebat dan percaya diri.

Sponsors Link

15. Jika Anda salah, akui kesalahan itu

Mengakui kesalahan jika memang Anda melakukanya adalah sifat pria maskulin. Hindari kebiasaan menyangkal atau seolah-olah tidak membuat kesalahan. MManusiawi jika Anda melakukan kesalahan, orang lain juga akan mengerti kekurangan Anda dan Anda pun akan belajar lebih baik dari kesalahan-kesalahan tersebut.

16.berpakaian maskulin

Agar r tidak terkesan tampil feminin pria harus menghindari pakian dengan motif bunga atau motif lain yang dianggap lebih cocok bagi kaum wanita. Ada style pakaian pria yang disukai wanita. Untuk tampil maskulin kenakan pakian sederhana, pas di badan, kelihatan lebih laki. Kenakan celana yang agak longgar agar tidak tampak terlalu ketat. Ini adalah gaya kasual pria agar tampil lebih maskulin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar