Sabtu, 20 Agustus 2016

Allah.

Petunjuk arahan bimbingan .

Big picture (iman, akherat, agama) .

Menegaskan bahwa dalam hidup ada hitam ada putih, ada baik ada buruk, ada nikmat ada musibah, hidup tidaklah abu-abu, tetapi memang memiliki dualitas namun tidaklah mengacu pada satu sisi (dijadikan salah satu tujuan), tetapi justru keadaan tersebut memang saling bertujuan untuk pencapaian yang sesungguhnya, yaitu ridha allah .

Memiliki kesadaran akan pengetahuan tersebut membuat kita memiliki pemikiran yang lebih terbuka dalam menyikapi keadaan dan menerima kenyataan .

Dan kedua sisi tersebut juga tidak mendefiniskan makna sesungguhnya dari apa yang di artikan sesuai penamaanya, bahwa hidup harus mencapai kebahagiaan duniawi dan terhindar dari kesengsaraan dunia, melainkan bertujuan untuk kemulian di masa yang akan datang setelah kematian .

Maka dari itu sikap kita sebagai hamba-NYA hanyalah berusaha untuk mengendalikan diri sesuai tuntunan dan aturanya dalam menjalani hidup menjadikannya sebagai ladang pahala, sehingga melihat berbagai situasi dalam pandangan yang positif .

Maneh boleh kecewa ka diri maneh, tapi setidakna lakukan sesuatu karena allah .

Allah memaafkan dosa kita dengan berbaik sangka kepadanya .

Cari kedudukan di sisi allah .

Putus berharap kecuali hanya berharap dari allah .

Makna dari ujian
Hikmah
Mengeluh
Kaya akan nikmat
Bersyukur atas hikmah ujian
Dan kelebihan nikmat yang lain
Mati, hidup sementara, sugan we pahala atau amal-amalan urang teh emang bener2 ka ala .
Bekal .

Hikmah
Allah
Irfan
Dunia
Takdir
Ujian

Jangan menyerah selagi kita  masih punya allah .

Mengingat allah berbagai sudut pandang berdoa ujian

Ingat semua pertolongan allah, itu jadi yakin kita sama allah .
Saya senang mengingat masalah itu, mengingat pertolongan allahnya .
Sayangnya itu Kita jarang mengingat karunia allah justru yang di ingat itu yang belum ada, yang di di ingat itu yang belum punya , jadi stress, jadi ke allah itu jadinya curiga aja . Karena yakin allah itu maha baik, puluhan tahun rejeki itu tetap ada, masalah ada jalan keluarnya .

Mengingat yang allah berikan jadinya pede menghadapi hidup ini .

Berbaik sangka, berburuk sangka kepada allah .

Kuasa allah .

Karena allah, ada allah dan rahmat allah .

Beriman kepada allah.
Fokus beramal.
Pertolongan allah.
Melihat ujian orang lain.
Taubat dari sifat munafiq.

Memburu pertolongan allah
Ladang amal
Lakukan - lupakan

Tenang
0.libatkan allah
1.lahaulla kiwatta ila billah
2.kaya akan nikmat (membaik)
3.memiliki allah
4.syukuri nikmat yang masih ada
5.ada dosa yang tidak bisa di hapus dengan istighfar
6.menyikapi penyakit dengan positif
7.pertolongan allah jangan putus asa .
8.hanya allah maha luas rahmatnya,allah s.w.t tidak ingin mencelakakan hambanya.
9.minta tolong kepada allah .
10.punya allah .
11.manusia banyak tidak tahunya .
12.sementara .
13.kumaha allah, ikhlas .

1.menjalankan amanah allah bukan untuk menilai orang lain .
2.bersyukur atas nikmat allah .
3.bersyukur dari kedualitasan kesyukaran .
4.jangan overthinking, segala sesuatu terjadi karena allah .

Memaknai .

Kesempatan .

Rejeki allah yang nentuin .

Jangan banyak berharap pada manusia, menerima kenyataan = stress dan cape
Sabar = pemahaman, kesadaran
Mengeluh = nikmat yg di dapat
Menyalahkan diri = faktor luar
Membandingkan = taat

Kitu kieu aya/ku allah .

Tong kasieunan hirupmah .

Tawakal dan Yakin Akan Mendapatkan Yang Terbaik

Setelah Anda berusaha sebaik mungkin, maka langkah selanjutnya agar terbebas dari stress adalah tawakal (serahkan hasilanya kepada Allah) dan memiliki keyakinan yang mantap bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberikan yang terbaik bagi Anda. Inilah cara mengurangi stress yang paling mujarab.

Mungkin, jika Anda masih suka mengalami stress atau sering, sejauh mana Anda tawakal dan yakin akan mendapatkan yang terbaik dari Allah.

Jika kita benar-benar tawakal, kita yakin Allah akan membantu, menolong, mengarahkan, dan membimbing setiap langkah kita. Jika kita sudah mewakilkan kepada Allah, maka apa lagi yang harus kita khawatirkan?

Dan kita yakin, semuanya akan baik-baik saja karena Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita.

Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310)

Memang benar, tidak semua orang stress gara-gara uang. Yang dimaksud rizki juga tidak hanya uang, semua nikmat itu adalah rezeki, kesehatan, kesembuhan, kebugaran, terbebas dari kecelakaan, dan nikmat-nikmat lainnya adalah rezeki.

Anda tidak perlu khawatir dengan semua itu, jika tawakal + ikhtiar tetap Anda lakukan, maka semuanya akan baik-baik saja.

Mengingat Allah

Dzikir, shalat, dan membaca Al Quran adalah cara ampuh untuk mengurangi stress.

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra`du:28)

Sejauh mana Anda sering berdzikir? benar-benar berdzikir sampai ke hati, bukan hanya di lisan saja namun hati lalai. Lihatlah setelah shalat Anda, apakah Anda buru-buru saat berdo’a?

Apakah Anda suka bangun malam untuk shalat tahajud dan membaca Al Quran?

Cara mengurangi stress itu, dekat Allah dan selalu mengingat-Nya. Lihat diri saat ini, sejauh mana kita dekat dengan Allah?

Keselamatan akheratmu .

Percaya rencana allah lebih baik .

Nu usaha wae can tangtu menang, komo nu heunteu.

Beri yang terbaik ya allah .

Jangan mengimani ikhtiar, tuhan menguji keyakinanmu .

Jalan Terang Menuju Kebahagiaan Hidup (1)
By Eva F Hasan  Last updated 11 Oktober 2017
0
Share
Advertisements
SIAPA sih yang tidak ingin bahagia? Tentu semuanya ingin merasakan bahagia. Kebahagiaan menjadi tujuan dalam menjalani hidup ini. Kebahagiaan hidup adalah suatu gembok yang harus dibuka. Maka, kita perlu mencari kunci yang pas, untuk membuka gembok itu. Di sinilah, kita harus mencari jalan terang untuk menuju kebahagiaan hidup.

Allah SWT berfirman, “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’,” (QS. Al-Baqarah: 201).

Ayat ini berisi suatu doa yang pali baik untuk senantiasa dipanjatkan.

Pertama, memohon kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

Kedua, memohon dijauhkan dan dihindarkan dari siksaan neraka. Jadi intisari doa ini ialah kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Agama Islam telah memberi petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat ada dua jalan yang harus ditempuhnya. Yakni, mengerjakan amal shaleh (perbuatan-perbuatan yang baik) karena Allah dan berpegang teguh kepada petunjuk Rasulullah SAW. Dan mengikuti jejak Rasulullah untuk mendapatkan petunjuk, kebaikan dan keselamatan.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,” (QS. Al-Ahzab: 21).

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”
Adapun akhlak yang mulia itu, yaitu:

Pertama, amal shaleh suatu perbuatan yang positif yang dapat memberikan manfaat dan kebaikan kepada orang yang mengerjakannya dan juga kepada orang lain (masyarakat). Yang akan mendapatkan penilaian dari Allah SWT dan Rasul-Nya serta orang mukmin lainnya.

Allah SWT berfirman, “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’,” (QS. At-Taubah: 105).

RELATED POSTS
Menggapai Hidup Penuh Berkah
1 tahun lalu
Segala Sesuatunya akan Kembali pada Diri Kita Sendiri
1 tahun lalu
Jalan Terang Menuju Kebahagiaan Hidup (2-Habis)
1 tahun lalu
Orang yang Berpaling, Hidup Terasa Sempit
1 tahun lalu
PREV  NEXT  1 of 3

Di antara amal-amal shaleh yang harus dilakukan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, di antaranya:

1. Taat kepada Allah. Dengan taat dan patuh kepada Allah di dalam menjalankan segala ajaran dan petunjuknya maka akan meraih kebahagiaan dunia akhirat (takwa).

2. Mengakui keagungan Allah, dengan sikap merendahkan diri dan mengakui akan kebesaran Allah dan kekuasaannya, maka akan mendapat kemuliaan.

3. Mengharap kasih sayang Allah. Senantiasa mensyukuri pemberian Allah, yang merupakan kasih sayang Allah sebagai harapannya.

4. Berpegang teguh kepada petunjuk Allah. Orang akan selalu merasa memperoleh petunjuk dalam hidupnya, karena senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah.

5. Mengharap ridha Allah. Senantiasa perilakunya, sangat hati-hati dalam menjalankan sesuatu bagi kehidupannya hanya keridhaan-Nya yang diharap dari Allah SWT.

6. Mendekatkan diri kepada Allah (bertaqaraub) hidupnya senantiasa mendekatkan diri pada Allah walau di mana pun berada, hanya Allah yang dekat dengannya.

7. Ikhlas dan cinta kepada Allah. Apa yang dia lakukan senantiasa ikhlas karena Allah, karena dia cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Maka hatinya akan senantiasa bahagia tenteram mempunyai jiwa yang besar menerima ujian Allah sekalipun.

Orang-orang yang mengerjakan amal shaleh akan mendapat pembalasan yang nyata di akhirat nanti. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki mapun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun,” (QS. An-Nisa: 124).

Dan Allah telah menyediakan kenikmatan yang lengkap dalam surga. Tersirat dalam firman Allah,”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,” (QS. Al-Baqarah: 25).

RELATED POSTS
Menggapai Hidup Penuh Berkah
1 tahun lalu
Segala Sesuatunya akan Kembali pada Diri Kita Sendiri
1 tahun lalu
Jalan Terang Menuju Kebahagiaan Hidup (1)
1 tahun lalu
Orang yang Berpaling, Hidup Terasa Sempit
1 tahun lalu
PREV  NEXT  1 of 3

Kedua, manusia harus mengikuti jejak Rasul

Keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia maupun akhirat tergantung semata-mata kepada kesetiaan dan ketaatan. Serta kepatuhan terhadap Rasul-Nya. Sebaliknya kesengsaraan, kegelisahan hati, jiwa menderita tergantung kepada keingkaran dan kebohongan menusia terhadap Rasul-Nya.

Rasulullah SAW menjamin umatnya masuk surga. Kecuali mereka yang ingkar terhadap ajarannya.

Ada empat azasnya

1. Azas aqidah. Aqidah yang benar meyakini hanya Allah segalanya yang telah menciptakan alam semesta. Kepada-Nya lah kita menyembah dan akan kembali. Azas aqidah ini laksana akar pohon jika rapuh, maka akan timbang pohon itu, Begitu juga sendi-sendi kehidupan manusia akan rusak.

2. Azas ibadah. Merupakan perpaduan antara keyakinan dan amalan yang nyata. Shalat. puasa, zakat, dan sebagainya.

3. Azas akhlak. Yang dapat memadukan kedua hubungan, baik habluminallah, habluminannas (etika berbicara, makan, bergaul, bertamu, jual beli, dan sebagainya).

4. Azas al-wala wal bara. Inilah dari seluruh tujuan yang dicanangkan dalam penanaman akidah dalam setiap pribadi azas ini menjadi barometer/ukuran utama dalam menilai keperibadian setiap muslim. Itulah yang dicontohkan Rasulullah SAW yang akan membawa kita menuju surga Allah. Allah SWT berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam,” (QS. Al-Anbiya: 107).

Sumber: Ringkasan Risalah Dakwah/Karya: Kurniati/Penerbit: Arsad Press

Ipanteh punya allah .

Prosedural ? Benar benar berperan ! Skema .
iman kita pd tuhan. saat kita terpuruk, saatnkita ngrasa g ada orng yg bisa bntu, qt ingat, ada tuhan tempat kita bergantung, tuhan g akan meninggalkan hambanya yg sedang kesusahan, percaya, tolong .

Atas izin allah .

Ku allah di atur sesuai situasi dan kemampuan .

Luruskan niat .

Naha urg ni asa d pke rudet ku pedah t boga gawe, Padahal karek nganggur dua minggu nya wajar, Bari jeung kaayaan boga duit,Malah aya tungguan kneun, Tp ni asa jd beban, Da mereun ari nggeus ku sareat namah ari geus miliknamah pasti aya, Sing horeng wkaka, Urg teh ngabebankeun bahwa hirup teh kudu neang duit, Padahalmah hirup teh jang ibadah, Asal urg nu pentingmah ibadah jalan, Da milikmah pasti nuturkeun, Jadi mindset urgteh, Gawe jang ibadah, Otomatis urg t gaweteh asa jd beban, Padahalmah ibadah mah ibadah we da hirupmah nu pentingmah ibadah, Masalah t gawemah, da geus d milikan, kari urg nuturkeun jalanna .

Hidup untuk bekerja .

Mintalah tuhan untuk menjaga anda .
Maha menolong .
Yang terbaik .

Pertolongan allah .

Intinamah kudu husnudzon ka gusti ALLAH.

Hanasmah riweuh2 menghakimi diri sendiri pekteh emang sesuatu anu di luar kuasa urang.

It's just me or a joke.

Tanggung jawabnya sama.

Innalillahi wainna ilahi raji’un, kita sebagai umat yang bariman tidak sepatutnya mengeluh dan suu’dzon kepada Allah, alhamdulillah kita hanya kehilangan uang, yaitu harta yang bisa dicari, bagaimana kalau kita sampai kehilangan aqidah wahai saudaraku, naudzubillahimindalik.

Irfan hirup teh panjang keneh, mun teu poe ayeuna berarti poe isuk, mun teu ayeuna berarti ngke percaya we bakal.

Nikah.

Sabenernamah teu masalah urangmah teu boga kabogoh, nu jadi masalahmah mun urg salah milih kabogoh komo pamajikanmah. Da barinage moal aya anu embung-embung teuing ka urg ath. Komo lamun urgna geus sabari memantaskan dirimah. Ibaratnamah penampilan. Pekerjaan. Perilaku. Akhlak. Ieumah urgna we nu asa can manggih nu cocok. Da sabenernamah kadang hirupmah urg sorangan nu mempersulit. Meskipun Jodoh geus aya nu ngatur. Kari urg nu usahana. Meskipun urg ayna kasebutna pilih-pilih. Nya da perlu milihmah da piraku urg rek asal capluk komo urg ngalaman pernah di nyeuri hatekeun ku awewe. Tapi rek urg pilih-pilih ge ibaratnamah ari emang geus waktuna atau emang jodona. Rek d heunteu-heunteu ge. Ari emang jodohnamah nya jadi we.

Rek nu bageur atau nu teu bageur ge menikah itu punya tanggung jawab yang sama. Bukan beban yah tapi tanggung jawab.

Kamu menikah atau punya pacar tidak serta merta membuat hidup lebih mudah, justru disitulah babak kehidupan baru dimulai, tanggung jawabmu bertambah.

Bukan berarti melarang kamu untuk menyegerakan menikah, hanya saja justru saat-saat seperti ini harus kamu jadikan kesempatan sebagai/untuk mempersiapkan diri sebelum waktunya tiba.

Justru yang jadi masalah adalah kamu memandang buruk keadaanmu yang masih tengah sendiri di banding dengan teman-temanmu yang telah melaksanakan pernikahan. Padahal pernikahan bukanlah tolak ukur kebahagiaan seseorang, harga diri seseorang tidak di tentukan oleh apakah dia sudah berpasangan atau tidak. Pernikahan hanyalah sarana ibadah bagi kita untuk mencapai kemuliaan hidup yang sebenar-benarnya dengan mengharapkan ridha dan berkah dari ALLAH S.W.T.

Maka dari itu selagi masih sendiri, gunakanlah waktu, tenaga serta pikiranmu dengan sebaik-baiknya, perbaiki akhlakmu, tingkatkan keimananmu, koreksi diri jika masih ada yang kurang-kurang maka di benahi, perhatikan orang tua yang sudah tidak lagi sekuat dahulu yang lebih butuh diperhatikan, berbagi dan membantu saudara yang membutuhkan, perbanyak ibadah, sholat, dzikir,  sedekah, mengaji dan amal-amalan yang lainnya sehingga waktu penantian kita untuk dipertemukan dengan pasangan ataupun jodoh kita tanpa terasa tiba pada waktunya. Karena jika ALLAH berkehandak tidak ada satupun yang bisa menghindar, ALLAH sudah mengatur jodohnya masing-masing, jika waktunya sudah tiba kita tidak akan bisa mengelak, ALLAH telah mengatur segalanya bahkan bisa jadi jodoh kita akan datang dengan kejadian yang tak di sangka-sangka.

Maka dari itu kita selagi umat muslim, biasakanlah untuk berkhusnudzon pada takdir ALLAH, ALLAH tidak pernah berniat menjerumuskan umatnya, selama umatnya senantiasa berdoa dan mengharap pertolongan, hidayah serta perlindungan dari ALLAH.

Rencana tuhan selalu lebih baik daripada rencana manusia, karena

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Berarti kamu nggak percaya sama rencana tuhan .

Kitu kieu sajadina we.

Da allah nu ngatur.

Allah yang mengatur.

Bahkan dengan dzikir “Allahu Akbar” pun seharusnya menjauhkan kita dari putus asa karena Allah Maha Besar sehingga masalah yang kita hadapi itu jadi kecil. Saat kita membaca surah Al Ikhlas pun seharusnya menjauhkan kita dari putus asa, karena kita diingatkan bahwa Allah tempat kita bergantung.

Ada banyak do’a sebenarnya, bahkan sebenarnya semua do’a akan menjauhkan kita dari putus asa. Diantaranya:

“Rabbanaa atinaa miladunka rahmat wahayi’lana min amrinaa Rasyadaa”

Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.

(QS. Al-Kahfi: 10).

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul. hazna idza syi’ta sahlaa”

artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau. menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.

Do’a yang dipanjatkan berdasarkan ayat itu adalah: “La illaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazhalimin” (silahkan lihat tulisan Al Qurannya).

Sehingga pada ayat berikutnya:

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Anbiya’: 88)

Jika Anda Belum Berhasil, Mungkin Ini Hikmah atau Maksudnya
Bagi orang yang beriman, sebaiknya kita kembalikan saja kepada Allah SWT. Kita yakin dibalik kesulitan yang kita hadapi ada hikmah yang belum kita ketahui. Misalnya bisa saja Allah memang memperlambat dalam mengabulkan do’a kita seperti dikatakan dalam sebuah hadits:

Tidak ada seorang Muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat. (HR Ahmad dan Hakim)

Atau bisa saja apa yang kita harapkan memang tidak baik bagi kita.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah:216)

Bisa juga merupakan ujian kepada Allah karena kita termasuk orang yang beriman.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al ‘Ankabuut:2)

Mungkin sengaja Allah simpan untuk diakhirat nanti.

Tidak ada seorang Muslim pun yang berdo’a dengan suatu do’a yang bukan do’a menyangkut dosa atau menyangkut memutuskan silaturahim, kecuali Allah akan memberinya dengan salah satu dari tiga kemungkinan: segera dipenuhi-Nya do’a tersebut, atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dia dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding. Mereka (para sahabat) bertanya: bagaimana kalau kami memperbanyak? Rasul menjawab: Allah akan memperbanyak lagi. (HR Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la, dan Hakim)

Bagaimana Jika Terus-Menerus Tidak Berhasil?
Sekali lagi, kita bisa mengembalikan kepada hikmah dan maksud Allah yang tersembunyi dari tertundanya tujuan kita. Namun, lebih sering penyebabnya karena orang tidak sabar menunggu hasil. Lama, sulit, dan berat adalah keluhan-keluhan yang sering keluar dari mulut orang yang berpikiran negatif. Mereka berharap semua serba instan, jika perlu waktu sedikit saja mereka mengeluh.

ganti dengan kenangan-kenangan kemenangan dan keberhasilan. Rasakan bagaimana bahagianya, rasakan bagaimana senangnya, dan bersyukurlah.

Yang perlu Anda ingat hanya pelajaran atau hikmah dari kesalahan dan kegagalan. Bukan rasa kecewanya, namuna justru semangat karena telah mendapatkan ilmu baru dari kegagalan sebelumnya. Jangan mikirin kekecewaannya terus.

Disarankan Untuk Anda:   Cara Meyakinkan Diri Agar Percaya Diri
Kenangan pahit dapat membuat kita turun semangat. Mengingat kekecewaan bisa membuat citra diri kita hancur. Citra diri sangat dipengaruhi oleh kenangan mental. Jika kenangan mental Anda buruk, akan sangat mengganggu citra diri Anda. Oleh karena itu berusahalah untuk tidak mengingat-ngingat kenangan buruk atas kegagalan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar