Sabtu, 11 Juli 2020

unperfection

Senior, nanggeuy hayang ka puji .

5. Jika semuanya gagal, abaikan
Jika semua usaha untuk berdamai dengannya sudah kamu lakukan tapi tidak ada hasilnya, maka hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah mengabaikannya. Fokuslah pada dirimu dan lakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Jika semua usaha untuk berdamai dengannya sudah Anda lakukan tapi tidak ada hasilnya, maka hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah mengabaikannya. Fokuslah pada diri Anda dan lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Memang di dunia ini terkadang ada orang yang sebaiknya Anda hindari. Pekerjaan di kantor tentu sudah cukup memusingkan, kenapa menambah beban pikiran dengan memikirkan orang yang tidak mau berdamai dan berkompromi dengan Anda?

Cara Mengatasi Masalah dengan Teman Kerja #8: Belajarlah dari Masalah yang Kalian Hadapi Saat Ini
Mungkin, permasalahanmu dengan teman kerja tak berujung damai. Malahan, berujung pada perselisihan yang membuat kalian berseberangan satu sama lain. Bila ini akhir dari permasalahan kalian dan sangat susah diatasi, maka kamu jangan lantas miris hati atau baper. Toh, tak semua manusia bisa hidup secara berdampingan dan saling sepakat satu sama lain.

Memilih cara “melawan” yang tepat

Pertimbangkan bobot setiap masalah yang Anda miliki dengan rekan kerja sebelum memilih cara “melawan” yang tepat. Anda tidak harus menghadapi semua orang yang bermasalah dengan terang-terangan. Hal ini akan membuat kegaduhan yang tidak perlu di kantor. Jadi, lain kali Anda marah dengan rekan kerja yang melakukan kesalahan kecil, beristirahat dan berjalanlah untuk menenangkan diri. Pada akhirnya, simpan energi Anda untuk masalah nyata.

4. Konflik dengan Rekan Kerja



Konflik dengan rekan kerja selalu ada  di setiap perusahaan karena setiap karyawan berbeda karakter. Sebagai contoh, Anda sudah mencoba sebaik mungkin untuk berlaku baik, namun hanya dengan satu rekan kerja ini, setiap perdebatan akan berakhir rumit dan menghambat sebuah proyek terlaksana tepat waktu.

Mengingat Anda bertemu dengan rekan kerja ini sepertiga hari setiap hari kerja, sebetulnya Anda juga menginginkan relasi yang harmonis.

Solusi:

Hilangkan ego Anda. Anda tidak harus menyukai rekan kerja tersebut, tidak harus memenangkan setiap perdebatan, namun Anda harus selalu dapat bekerja sama denngannya. Ingatlah bahwa kalian ada di bawah satu perusahaan yang sama.

Tetaplah bersikap baik walau Anda merasa itu tidak akan mencairkan suasana. Tanyakan pada diri Anda, apakah ada sesuatu mengenai rekan kerja tersebut yang anda kagumi dan dapat Anda puji? Adakah suatu masalah yang barangkali dapat dibantu dengan nasihat rekan kerja tersebut?

Namun jika memang tidak ada, mungkin memang perilaku rekan kerja tersebut menyebalkan, dan tidak ada yang dapat mengubahnya kecuali dirinya sendiri. Pikirkan saja cara agar Anda tidak terganggu dengan rekan kerja menyebalkan tersebut dan lebih fokus pada pengembangan diri sendiri.

Jangan Memicu Suatu Masalah
 
Setiap konflik yang terjadi bisa saja bukan berasal dari kamu, berhentilah menampilkan gerak yang mengintimidasi karyawan lain agar tidak adanya permasalahan antar karyawan. Jangan salahkan diri kamu sepenuhnya pada setiap permasalahan dan memilih untuk berhenti bekerja, selesaikanlah tanpa masalah tanpa melibatkan emosi dan jangan terlalu membela diri kamu.

Merdeka.com - Di manapun Anda berada dalam hidup, pasti akan menjumpai orang-orang pembuat masalah. Mungkin rekan satu tim yang sering mengambil pujian dari pekerjaan yang Anda kerjakan atau teman kantor yang suka bergosip.

Inilah orang-orang yang menyulitkan Anda karena merampas kekuatan mental Anda. Jika Anda tidak hati-hati, mereka juga dapat merusak seluruh pandangan Anda tentang pekerjaan Anda.

Dilansir dari CNBC Make It, berikut ini adalah beberapa taktik kuat yang digunakan untuk menghadapi rekan kerja yang sulit:

Fokus Mengendalikan Diri
Ilustrasi rekan kerja tersenyum. ©Shutterstock.com/ StockLite
Mungkin Anda berharap bahwa pemimpin tim Anda tiba-tiba menjadi lebih mendukung atau bahwa rekan kerja Anda akan berhenti mengoceh dalam rapat, tetapi Anda tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan orang lain. Dan angan-angan hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda.

Jadi, sementara Anda tidak bisa mengendalikan orang lain, Anda bisa mengendalikan bagaimana Anda merespons mereka. Apakah Anda memutuskan bahwa pendekatan terbaik Anda adalah angkat bicara atau lebih baik Anda tetap diam, gunakan energi Anda untuk mengambil tindakan positif.

Menolak Keinginan Mengeluh
aksi anti mengeluh. merdeka.com/arie basuki
Kita semua memiliki cara kita sendiri melepaskan rasa frustrasi, tetapi melampiaskannya hanya membuat Anda fokus pada masalah dan mencegah Anda menciptakan solusi.

Berhati-hatilah untuk mengeluh kepada atasan Anda. Menggerutu tidak hanya menyiratkan bahwa Anda tidak memiliki kekuatan atas situasi Anda, tetapi juga menunjukkan Anda tidak memiliki kekuatan atas sikap Anda. Jadi, alih-alih mengeluh tentang situasi Anda yang tidak adil, tawarkan solusi untuk masalah tersebut.

Terima Tanggung Jawab Atas Apa yang Anda Rasakan
Ilustrasi bekerja keras. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Pressmaster
Mengatakan bahwa rekan kerja Anda membuat Anda merasa buruk tentang diri sendiri atau mengklaim bahwa bos Anda membuat Anda marah berarti orang lain memiliki kekuasaan atas perasaan Anda.

Tidak peduli seberapa sulit rekan kerja Anda, jangan biarkan perilaku mereka mendikte emosi Anda. Terimalah bahwa terserah Anda untuk mengelola emosi Anda, terlepas dari bagaimana orang lain berperilaku.

Tidak Membuang Waktu untuk Pemikiran yang Tidak Produktif
Ilustrasi bekerja keras. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Stokkete
Pernahkah Anda pulang dari kerja dan menghabiskan sepanjang malam untuk mengulangi percakapan yang Anda lakukan dengan rekan kerja Anda? Atau menghabiskan setengah hari Minggu karena khawatir harus menghadapinya lagi pada hari Senin? Jika demikian, Anda mengizinkan rekan kerja yang sulit untuk menyerbu waktu pribadi Anda.

Jika Anda mendapati diri Anda melakukan hal ini, segera lakukan tindakan. Misalnya bersihkan rumah, hubungi teman untuk membicarakan sesuatu yang berbeda atau berjalan-jalan. Lakukan hal lain yang akan mengubah saluran di otak Anda.

Mempraktikkan Keterampilan Koping yang Sehat
Ilustrasi rekan kerja. ©2012 Merdeka.com
Bahkan ketika Anda membangun batasan sehat dengan rekan kerja yang sulit, mereka masih bisa menguras kekuatan mental Anda. Latih keterampilan koping yang sehat yang akan membantu Anda tetap kuat.

Bereksperimenlah dengan berbagai keterampilan koping, seperti rasa terima kasih dan meditasi, untuk menemukan apa yang paling cocok untuk Anda. Jaga kesehatan Anda juga. Tidak mungkin untuk tetap kuat secara mental ketika Anda menyalahgunakan tubuh Anda dengan alkohol, kurang tidur atau junk food.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar