Senin, 23 Maret 2015

Super : Happiness is just state of mind.

The last happiness that i know is, god still give me a life, a chance ti do sholat.


Give me healtiness, give me a job, give me a family.


Selama kamu masih punya uang, kamu masih bisa bahagia, bahkan kalau seperti itu bukankah bahagia bergantung pada dirimu sendiri, karena uang tidak akan datang dengan sendirinya .


BAHAGIA seolah telah menjadi “hewan buruan” semua manusia di Bumi. Demi mendapatkan harta dan tahta manusia rela melakukan apapun dengan dalih untuk mencapai ‘kebahagiaan.’ Meski kenyataannya uang sebanyak apapun  tak akan bisa membeli kebahagiaan. Karena bahagia sejatinya berada dalam hati yang taat kepada Allah SWT.


Harta melimpah dan tingginya jabatan bukan jaminan seseorang hidup bahagia. Bisa jadi karena dua hal tersebut, seseorang malah menjadi tidak bahagia .


Mengutip situs MINA paling tidak ada enam hal yang menjadi penyebab mengapa seseorang tidak bahagia. Apa sajakah iu?


Pertama, seseorang tidak akan pernah bahagia karene terlalu banyak keinginan..Dengan kata lain, ia tidak punya tujuan dalam hidupnya. Kebanyakan orang, lebih mementingkan untuk mendahulukan gaya hidup daripada kebutuhan hidup.



Betapa banyak perintah al Quran yang melarang seseorang mengikuti hawa nafsunya. Allah SWT berfirman yang artinya, “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Qs. Al-Mu’minun (23): 71).


Kedua, manusia tidak bahagia karena sering merasa tak puas dengan keadaan dan tak sanggup menerima kenyataan hidup. Semua ini membuat orang larut dalam kekecewaan, menyalahkan bahkan mengkambinghitamkan orang lain, dan lebih sadis lagi menyalahkan takdir.


Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya anak keturunan Adam diberi satu lembah penuh dengan emas niscaya dia masih akan menginginkan yang kedua. Jika diberi lembah emas yang kedua maka dia menginginkan lembah emas ketiga. Tidak akan pernah menyumbat rongga anak Adam selain tanah, dan Allah menerima taubat bagi siapa pun yang mau bertaubat.” (HR. Al-Bukhari No. 6438).


Ketiga, manusia tidak bahagia karena terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang yang lebih tinggi, sehingga selalu merasa kurang dan merasa Allah SWT tidak adil terhadapnya.


RELATED POSTS

Mau Hidup Selamat? Jagalah 2 Hal ini

7 bulan lalu

Ini 4 Amalan Sederhana untuk Menyambut Ramadhan

8 bulan lalu

Ramadhan; Bulan Al-Qur’an

2 tahun lalu


 

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasūlullāh SAW bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian; sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat yang Allāh berikan kepada kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Keempat, manusia tidak bahagia karena ia mencintai kesempurnaan bukan keutuhan, sehingga sulit menerima kekurangan diri dan orang lain dan tidak siap menerima perubahan akan sesuatu yang dianggap sempurna..



Dari Umar Bin Khattab ra beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW perah berkata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari (sarangnya) dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).


Kelima, manusia tidak bahagia karena terlalu mencintai kesenangan hidup dan tidak siap menghadapi kesusahan, sehingga ia tidak memiliki keterampilan dan keahlian untuk menghadapi aneka masalah.kehidupan.


Tentang sifat dasar manusia yang mencintai kesenangan hidup ini, Allah SWT berfirman dalam Quran yang artinya, “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Qs. Thaha : 131).


Keenam, kebanyakan manusia tidak bahagia karena ia sering berburuk sangka kepada Yang Maha Menentukan, selalu menerka-nerka yang akan terjadi, cemas, gelisah dan takut, sehingga kepercayaan dan keyakinannya kepada Allah Sang Pencipta goyah bahkan hilang samasekali. Naudzubilah.


Berburuksangka adalah sifat buruk manusia yang  bisa menjadi racun dalam kehidupannya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bersabda, “Jauhilah oleh kalian berprasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” (HR. Bukhari dan Muslim).



 

Penawar dari enam racun dunia tersebut adalah bersyukur yang merupakan rahasia terbaik untuk hidup bahagia. Bersyukur berarti berterima kasih kepada siapa saja yang memberi sesuatu yang baik. Bersyukur kepada Allah SWT berarti berterima kasih atas segala kesempatan hidup dan menikmati segala limpahan nikmat yang telah diberikan. Namun, sedikit sekali manusia yang mau bersyukur. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirma yang artinya, “Hanya sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs. Saba’:13). Wallahualam. []


Sumber: http://mirajnews.com/2017/05/ini-sebab-kita-tak-pernah-bahagia.html

Belajar Ikhlas dan Positif dalam segala aspek kehidupan .

Makna Menerima Apa Adanya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mendengar kalimat yang mengatakan “Menerima apa adanya.” Atau mungkin pernah mengalaminya di saat ada seseorang yang mengatakan, “aku akan menerima kamu apa adanya.” Pada awalnya, kalimat itu menurutku menegaskan sebuah ketulusan. Tapi ternyata, makna dari kalimat tadi tidaklah selalu baik. Kita harus melihat terlebih dahulu dari sudut pandang mana kalimat itu di tempatkan.


Berdasarkan uraian yang pernah saya dapatkan dari para penulis, motivator maupun ustadz, pola pikir menerima apa adanya bisa mengandung makna yang positif dan juga negatif. Saya akan mencoba untuk menguraikan pola pikir ini dari dua sudut pandang yang berbeda tadi berdasarkan analogi pribadi saya. Pola pikir menerima apa adanya bisa menjadi makna yang kurang baik jika di posisikan kepada sesuatu hal yang tidak menjadikan seseorang mau belajar atau mengambil pembelajaran dari setiap hal yang di terimanya. Misalkan ketika kita mencintai seseorang dan berusaha menerima dia apa adanya, tanpa kita sadari kita membiarkan orang yang di cintai tidak ada spirit fighterr (semangat pejuang) dan soul of learners (jiwa pembelajar), tidak ada keinginan untuk merubah dan memperbaiki dirinya. Pesimis terhadap dirinya sendiri yang apa adanya. Sedangkan kita semua tahu, hidup ini akan terus berjalan, roda kehidupan senantiasa berputar, dan untuk bisa menjalaninya dengan benar harus ada keinginan dari diri sendiri untuk mengubah nasib menjadi lebih baik dengan terus memperbaiki diri.


Untuk masalah cinta ataupun sesuatu yang ada kaitannya dengan sebuah hubungan, di mana ada dua pihak yang terlibat di dalamnya, cinta akan senantiasa menuntut adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Jika kita hidup bersama seseorang yang tidak pernah ingin mengubah diri dan kehidupannya menjadi lebih baik, bagaimana dia akan bisa membimbing kita menjadi lebih baik pula? Begitu juga sebaliknya, ketika kita pesimis terhadap diri dan kehidupan kita, kita tidak akan bisa membantu dan memberikan pengaruh yang positif untuk pasangan maupun orang-orang di sekitar kita. Jauhilah prinsip menerima apa adanya untuk kondisi yang satu ini, bangunlah semangat pembelajar. Tanamkanlah sikap ingin terus mencari ilmu, memperbaiki diri dan tidak pernah puas terhadap kemampuan dan kapasitas diri, demi perubahan dan kehidupan yang lebih baik. Saya yakin, seseorang yang mau terus belajar dan memperbaiki diri, semakin hari karakter dan kehidupannya akan semakin baik, semakin berkembang dan pola pikirnya akan senantiasa luas dan bijak.


Untuk sudut pandang yang kedua, yaitu prinsip menerima apa adanya yang mengandung makna positif yaitu erat hubungannya dengan sikap ikhlas. Hal yang harus di tegaskan di sini adalah pasrah tidak selalu memiliki konteks yang negatif. Pasrah bisa mengandung makna berserah diri. Dan berserah diri dekat sekali hubungannya dengan sikap ikhlas. Prinsip menerima apa adanya mengandung makna ikhlas ketika seseorang yakin akan kekuasaan Allah dan senantiasa berprasangka baik terhadap kehendak-Nya. Arti menerima apa adanya di sini lebih erat hubungannya dengan makna mensyukuri. Menerima apa yang telah Allah gariskan dan takdirkan untuk kita. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, tidak semuanya sama.


Makna menerima apa adanya yang ingin saya tegaskan di sini adalah syukurilah semua yang kita miliki, belajar menerima apa yang telah Allah gariskan untuk kita. Sesuatu akan terasa sebagai sebuah beban jika kita menganggapnya semua itu sebagai beban.  Kita tidak menyadari sudah membuat ulah kepada diri sendiri. Seseorang pernah mengatakan, “Bersyukur saja, terima apa adanya, jalani semuanya dengan penuh keikhlasan dan berserah diri. Teruslah berbuat kebaikan, tidak perlu memikirkan apa dan siapa, kelak kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.”


Semoga dengan pembahasan kali ini bisa membuka pemikiran kita semua tentang makna dari prinsip menerima apa adanya. Kita bisa benar-benar membedakan mana prinsip yang baik dan mana yang tidak baik. Dengan begitu kita tidak akan salah dalam menafsirkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

By. Shanty Wiryahaspati

Jadi, akan lebih baik jika kita “berhenti berusaha terlalu keras untuk menemukan kebahagiaan, dan akan lebih baik jika kita meluangkan waktu untuk menikmati kehidupan.”


Membuat tekanan dari tujuan yang tidak terwujud pada diri kita sendiri, para peneliti menyatakan bahwa kita harus meluangkan waktu untuk memulai menikmati kehidupan dan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Mereka menyimpulkan:


“Dengan mendorong orang untuk tidak khawatir untuk mencapai kebahagiaan sebagai tujuan yang tidak pernah berakhir, intervensi yang berhasil mungkin akan berakhir dengan memberi mereka lebih banyak waktu, dan memberi lebih banyak kebahagiaan pada waktunya.”

Alih-alih menekankan pentingnya bahagia, penelitian ini justru ingin membuat orang-orang sadar bahwa rasa sedih dan kegagalan adalah sesuatu yang normal.


“Kegagalan terkadang juga dibutuhkan karena itu akan membawa kita pada inovasi, pembelajaran, dan kemajuan. Semua organisasi tahu bahwa kegagalan adalah jalan menuju sukses. Jadi, itu tidak apa-apa,” jelas Bastian.


“Yang membuat kegagalan menjadi bahaya adalah apabila kita menanggapinya dengan hal negatif,” pungkasnya.

Jangan pernah berpikir bahwa tak ada seorangpun yang mampu tulus mencintaimu, hanya karena masa lalu pernah memberimu kenangan yang buruk. Ingatlah hal ini, suatu hari, akan ada seseorang yang mencintaimu apa adanya dirimu. Dia mencintai senyummu, cara berjalanmu, cara berbicaramu, dan segala tentangmu secara tulus. Dan, karena itu kamu akan merasa percaya diri.

Suatu hari, kamu tidak akan merasa tidak nyaman karena kamu memiliki seseorang yang mencintaimu untuk siapa dirimu. Dan, pada saat itu kamu akhirnya menyadari apa arti cinta yang sesungguhnya.

Ketika dirimu merasa seperti harus menyembunyikan kekuranganmu, merasa tidak nyaman dan malu, seseorang itu mampu membuatmu merasa tak malu, bebas, aman, nyaman, bangga, bahagia, dan percaya diri. Semua itu karena kamu merasa tulus dicintai.

Manusia takut dan senang dengan dunianya sendiri.

Pikawineun moal jeung urang ? Emang ngke urang kahareupna kmh ? Bahagia moal mun jeung si ... ?

" Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak " .

Kurang
Cukup
Lebih

Bahagia hanya permainan pikiran begitupun sebaliknya kesedihan.

Pikirkanlah yang membuatmu bahagia, bukan yang membuatmu sedih dan merasa lebih rendah dari orang lain.

Kamari urang mengalami hal membahagiakan, keselamatan dan keberuntungan.

Kebahagiaan adalah hal alami yang di miliki dalam diri setiap orang tanpa perlu di cari (natural) , ke khawatiranlah yang membuatnya hilang.

Jadi kamu jangan berkeinginan apapun lagi, hidup jalani saja.

Karena urang geus bahagia, jadi urg teu butuh hal-hal lain.

I'm already happy, i don't need anything else.

Kesepian, sakit hati : keinginan, harapan.

keutuhan kebahagiaan ada pada diri sendiri.

ketika kita menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain.

Bahagia : syukur dan ikhlas.
Cinta : kasih dan tanggung jawab.
Menikmati waktu anda sendiri.

Tidak akan ada orang yang membahagiakanku, kecuali diriku sendiri.
I'm proud to my self.

you doesn't need to be feel unhappy for something that you didn't have

Anda tidak perlu merasa tidak bahagia untuk sesuatu yang Anda tidak memiliki

Meyakini akherat sebagai kebahagiaan yang sesungguhnya (hakiki) saja sudah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi diri kita, bayangkan saja, memang kamu mau kalau kebahagiaan hanya materi saja (duniawi), padahal pada kenyataannya kita akan mati ? Dan pikirkan kemungkinan terburuknya adalah karena kita telah merasakan kenikmatan sepenuhnya setelah kematian kita akan di siksa sampai habis-habisan, syukur-syukur kalau setelah kematian kita memang menuju kenikmatan selanjutnya, tidak jadi masalah, kalau tidak? Bukankah tuhan terlalu mudah menciptakan cara kerja dunia ? Atau memang mungkinkah semudah itu????? (Kritis dan negatif) jika begitu, lalu apa balasannya ???  Jika setelah mendapatkan kenikmatan apalagi yang perlu kita dapat selain kenikmatan ? Bukankah siksaan? Kalau bukan siksaan lalu apa gunanya tuhan mematikan manusia? Logisnya, Jika kita hanya akan terus di berikan kenikmatan bukankah kita tidak perlu melalui proses kematian? Tuhan maha adil, segala sesuatu ada balasannya, dan segala sesuatu berpasang-pasangan, dimana ada kenikmatan pasti ada siksaan, jika siksaan itu tidak ada lalu bagaimana bisa kita memaknai sesuatu sebagai kenikmatan, seperti halnya dunia dan akhirat dan sebagai bukti nyata pemisah antara keduanya adalah kematian, percayalah dan pikirkanlah.

Syukurilah nikmat yang tuhan berikan sekarang dimana masih banyak orang lain di luar sana kesulitan menjalani kehidupan, semoga kenikmatan kita yang dapatkan sekarang dapat mengantarkan kita menuju kenikmatan yang sesungguhnya, kekal yaitu surga. Amin.

Tidak apa-apa.

How could you not believe?!.

Happiness is just state of mind.

Sadarilah bahwa kita sering tidak berbahagia karena mengira bahwa yang tidak kita miliki ada lah kebahagiaan.
Hidup terlalu banyak memberiku luka, sehingga terkadang aku salah mengartikan apa artinya melindungi.
Kebahagiaanadalah sebuah keputusan, keyakinan, stimulasi.
Kehidupan anda adalah kebahagiaan.

Kebahagiaan : keselamatan.

Manfaatkan kesempatan.

Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..

Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..

Kegagalan, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya.

Permainan otak, berpikir sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar