Rabu, 15 Juni 2016

Down.

Hilang Motivasi? Bisa Jadi 6 Hal Ini Penyebabnya

Jadi males ngapa-ngapainSetiap orang mungkin pernah kehilangan motivasi saat ingin menggapai sesuatu. Tidak hanya menyulitkan diri kita sendiri, kehilangan motivasi juga akan menyulitkan banyak pihak lho.Persis seperti apa yang dialami William Sudhana. Seorang creativepreneur muda ini juga pernah kehilangan motivasi untuk sembuh dari penyakit asam urat yang dideritanya. Akibatnya, rasa malas terkadang menghampirinya dan melupakan tujuan awal dia yang ingin sembuh.Tapi gak semua orang bisa memahami kenapa dia bisa mengalami hal itu. Untuk itu, sebaiknya kamu memahami apakah hal-hal di bawah ini jadi penghalangmu untuk tetap termotivasi. Yuk, disimak di artikel kali ini! 1. Merasa tidak ada progres yang baikBuat kamu yang berpikir bahwa uang adalah segalanya, coba pikir lagi deh. Mungkin ada saat di mana kamu berpikir bahwa kamu bekerja untuk mendapatkan gaji. Meskipun itu ada benarnya, tapi sebenarnya banyak dari kita merasa bahwa yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan dapat diperhitungkan oleh perusahaan. Ya, semua orang ingin apa yang mereka kerjakan dianggap efektif, lebih dari sekadar mendapatkan gaji setiap bulannya. Jadi kalau kamu kurang motivasi, lihat apakah ada kemajuan dari kerjaanmu. 2. Terlalu fokus sama kesalahanGuys, manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Jika kamu ingin maju, di sepanjang jalan mau tidak mau kamu pasti akan membuat kesalahan. Mungkin jika kesalahannya kecil, kamu bisa dengan mudah menebusnya. Nah, kesalahan yang besar ini yang terkadang membuatmu kepikiran sehingga kehilangan motivasi atau mungkin semangat hidup untuk menjadi lebih baik. 3. Takut gagal “Ah, gimana nanti kalo gue lakuin, gue malah gagal dan jadinya makin down?” Buat orang yang punya keraguan tinggi, mungkin ini sering ada di benak kalian. Gak bisa dipungkiri, beberapa orang memang punya rasa takut yang tinggi akan kegagalan. Dan tentunya untuk mencapai tujuan, kamu akan menghadapi banyak tantangan dan risiko. Jadi mau tidak mau harus dihadapi.Tentunya, tidak ada proses baik yang berjalan instan. Seperti William yang sempat mencari-cari alasan untuk tidak melanjuti pola hidup sehatnya, seperti kembali tergoda untuk menyicipi makanan yang kurang sehat. Akibatnya asam uratnya tak kunjung sembuh dan berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Padahal, berbuat lho. Sesederhana peduli pada kesehatan sendiri. 4. Bekerja terlalu kerasEits, jangan salah. Orang yang bekerja terlalu keras juga bisa lho kehilangan motivasinya. Maka dari itu, penting buat kamu untuk istirahat dalam melakukan kegiatan apapun. Gak ada salahnya kok bekerja keras. Tapi kamu harus tau kemampuan dirimu juga. Karena jika dipaksakan, fisik dan mental kamu akan kelelahan dan malah bisa membuat kamu menyerah. 5. Kebiasaan menunda-nunda “Nanti aja lah, selama masih bisa dikerjain nanti, kenapa harus sekarang?” Kata ‘nanti’ ini lama-lama bisa berubah jadi ‘tidak akan dikerjakan’. Ya, inilah yang terjadi pada kebanyakan orang yang sering menunda-nunda sesuatu hingga akhirnya tidak dilakukan sama sekali. Rasanya menunda sesuatu emang enak sih, karena kamu gak perlu mengeluarkan effort  untuk melakukan sesuatu yang menurut kamu ribet. Tapi dampaknya, kamu akan terbiasa dengan hal ini dan akan menyebabkan dirimu semakin malas. Rasa malas ini nantinya akan membuatmu hilang motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna. 6. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sesimpel percaya kepada kemampuan diri sendiri. Tapi kadang kita terlalu fokus pada kesuksesan orang lain. Secara gak sadar ini kerap dilakukan oleh banyak orang lho. Terkadang kita bisa merasa gak pede karena sering membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain yang lebih sukses. Hal itu bisa menyebabkan kita hilang fokus dan parahnya, bisa membuat kita menyerah hanya karena kita tidak sebaik mereka yang sukses.Itu tadi enam hal yang bisa bikin kamu kehilangan motivasi. Jika alasan-alasan di atas ada pada kamu, yuk buang jauh-jauh alasan yang gak perlu dan segera bangkit agar segala kebaikan datang menghampirimu. Nah untuk menemanimu, kamu bisa menyediakan . Kandungan jus dan rasa jeruknya yang menyegarkan akan membuat hari-harimu jadi penuh semangat dan kembali termotivasi. Yuk, cobain!

10 Penyebab Kamu Tiba-Tiba Down, Hilang Motivasi dan Semangat


 Tired woman in the office


Jika kamu sering merasa tiba-tiba down, hilang motivasi dan nggak semangat untuk ngapa-ngapain, yaa, itu hal yang lumrah yaa, semua orang pasti pernah mengalaminya serupa, tidak jarang kamu sudah membuat list daftar aktivitas yang akan kamu kerjain, dan merasa akan bersemangat untuk menyelesaikannya, ehh tiba-tiba saat hendak mengerjakan hal tersebut, gairah kamu mendadak hilang, sehingga semua pekerjaanmu tak kunjung selesai dan beres, malahan akan menumpuk pekerjaan yang baru.


Emang agak kesal yaa, jika kita ada di posisi tersebut, bingung mau ngapain padahal daftar aktivitasnya sudah kita tulis, malahan kita hanya membuang-buang waktu, ngemil di kamar atau tidur-tiduran seharian, apa yang kita lihat dan ingin lakukan kadang kita bilang, “males ah, lemes, nanti aja, besok kan ada” 😀


Lalu apa sih penyebabnya ? Bagaimana cara dan tips menghilangkan perasaan mendadak down, hilang semangat dan motivasi ? jawabannya kembali lagi kepada diri kita sendiri, kamu sendiri yang bisa menentukannya, jangan pernah bertanya tentang dirimu kepada orang lain jika kamu sendiri tidak tahu jawabannya, karena itu mungkin akan membuat kamu jatuh lebih dalam, dan jika kamu yakin bisa, janganlah sesekali berprasangka buruk, lebih baik kamu simak penjelasan kenapa kamu sering tiba-tiba down dan hilang semangat berikut ini yang mungkin bisa mengatasinya.



1. Anda Cuma Ngelihat Sisi Buruk Dari Segala Sudut


Biasanya, orang yang punya motivasi besar, akan melihat semua sisi baik dari semua kejadian, mereka tidak pernah berpikiran negatif yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya sama sekali, 


Misalkan, kamu gagal dalam sebuah keinginan, atau kompetitirmu semakin kuat dan kamu merasa tak sanggup menyainginya, percaya atau tidak, jika kamu berpikir positif, kamu akan menganggap itu semua sebagai pelecut semangat agar lebih giat berusaha dan memperbaiki diri supaya dikemudian hari kamu bisa mendapatkan semua keinginan dan harapanmu.


Baca Juga : 6 Alasan Positif Untuk tetap Bersyukur Meski Mengalami Kegagalan


Intinya, cobalah melihat sisi baik dalam sebuah kejadian, jangan menyalahkan dirimu sendiri walaupun kenyataannya kejadian tersebut amat tidak mengenakan, namun kita harus percaya akan ada sesuatu yang baik.



2. Anda Lupa Dengan Hasil yang Akan Anda Dapat

Kadang seseorang ingin bekerja seharian kenyataanya malah bermalas-malasan, mereka lupa tanggung jawab yang mereka pinggul, tidak jarang juga mereka menganggap apa yang akan dilakukan tidak ada gunanya dan membuang-buang waktu saja, karena bisa jadi, jika yang kamu lakukan adalah sesuatu yang baik, ada banyak orang yang akan membutuhkan jasa yang kamu tawarkan.



3. Anda Menentukan Tujuan yang Nggak Realistis


Kadang ada yang mengatakan, menentukan target yang tinggi-tinggi itu bagus karena akan memicu motivasi. Namun, ternyata ada riset yang menunjukkan bahwa target yang tinggi-tinggi malah membuat orang mejadi stress, hingga kadang malah jadi pesismis dan enggak bergerak.


Jadi, milikilah tujuan maupun target yang sesuai dengan kapasitas kamu. Karena tidak mungkin kamu tak kunjung melakukan sesuatu yang padahal jelas-jelas kemarin kamu sudah berhasil melakukannya, dan sekarang pun kamu masih bisa melakukannya.


Sekiranya memang beban kamu besar, pecahlah menjadi kecil-kecil. Kita memang tidak bisa memakan sapi dalam satu kali makan, apalagi satu kali gigit, tapi kita bisa memotongnya menjadi kecil-kecil, dan kita bisa makan daging sapinya pada perlahan-lahan, waktu demi waktu. Serta kita pun bisa minta bantuan orang lain untuk ikut bareng menghabiskan daging sapi tersebut.


4. Anda Kebablasan Main-Main

Semua orang juga pasti ingin bersantai-santai, menikmati hidup dengan bermales-malesan, tidur-tiduran, bermain game untuk menghilangkan beban sejenak, yaa, itu adalah sesuatu yang sangat di anjurkan. akan tetapi jangan sampai hal tersebut menjadi kebiasaan, karena kadang sesuatu akan menjadi kebiasaan jika sudah nyaman melakukannya, enak kalo sesuatu itu hal yang produktif, bagaimana jika sebaliknya ? jadi intinya, jangan terlena dalam zona yang nyaman, ketika kamu berhenti di zona nyaman, kamu juga berhenti untuk memperbaiki diri.


5. Anda Belum Membiasakannya

Dalam hidup ini, kita harus pintar-pintar untuk membiasakan diri, pekerjaan, tempat, status dan sebagainya, bisa jadi apa yang kamu rasakan seperti mendadak down, hilang semangat dan motivasi dikarenakan kamu belum terbiasa dengan kondisi saat ini, jika memang demikian, mungkin hanya masalah waktu yang akan menjawabnya.



6. Anda Tidak Menangkap Peluang

Kamu bisa lihat.. ada orang-orang yang miskin motivasi, hobi banget ngomong, “Nggak mungkin..” tanpa bisa membuktikan, kenapa nggak mungkin? dan over motivasi bergerak hanya bermodalkan semangat tanpa kesadaran, tanpa perhitungan, hingga akhirnya menerobos segala hal. yang ujung-ujungnya jika mengalami kegagalan akan terjun dan jatuh bebas (over down), dan malah akan menjadi trauma karena tidak berhasil-berhasil terus.


Baca Juga : 7. Anda Tidak Bijak Menyikapi Waktu


Jangan sesekali kamu dikendalikan oleh waktu, karena itu akan buat kamu menjadi tertekan dan ujung-ujungnya akan buat putus asa, kendalikan waktumu secara baik dengan menghargai waktu sebaik mungkin, ingat waktu itu tidak akan pernah kembali, jangan sia-siakan waktumu denga hal-hal yang tidak pentiing, jika tidak ingin menyesal di kemudia hari.



8. Anda Merasa Diri Anda Nggak Berbakat

Sudah dikatakan sebelumnya, bahwa minset baik atau buruk itu terjadi karena kamu membiarkan pikiran negatif terus menggerogoti semangat yang kamu miliki. kamu terus-terusan berkata “tidak bisa, tidak mungkin dan tidak berbakat” dan sebagainya, apakah kamu lupa, tuhan menciptakan kita semua ini sama, sama-sama makan dan sama-sama tidur, jika orang lain bisa kenapa kamu tidak bisa, kamu bisa melakukannya lebih baik ketimbang orang tersebut, lakukanlah.


9. Anda Terlalu Sering Menggunakan Perasaan

Jangan sesekali mencampurkan perasaan dengan semangat yang kamu miliki, misalkan “perasaan aku tidak bisa dehh, perasaan aku kemarin bisa, perasaan tidak mungkin dehh” dan sebagainya. kamu terus menyalahkan perasaan sebagai pelarian dan alasan terakhirmu. 


Maka tidak heran jika kamu terus melakukan hal tersebut, kamu mungkin akan susuh move on dan terus-terusan baper ;D



10. Anda Kurang Bertaqwa Kepada Allah

Jika kamu mendadak down, hilang motivasi dan lenyapnya semangat hidup, kamu bisa mendekatkan diri kepadanya, dan percayalah rasa cemas yang kamu rasakan akan hilang begitu saja. perbanyaklah bersykur dengan mengucapkan “Alhamdullillah.”

Masih nisa dan tidak dotrntukan .

Cape, bae da loba liburna, mending cape mendiding era ? Melihat sisi buruknya. Gajian


Belum Berhasil Memotivasi Diri Sendiri Selama Ini? Mungkin Ini Alasannya!

6 November 2015

 Hardiana Noviantari

 2,127  22

Sering merasa frustasi dan seakan-akan menemui jalan buntu ketika menyelesaikan tugas atau pekerjaanmu? Lalu, kamu memilih berhenti sejenak untuk mencari inspirasi. Tapi inspirasi itu tak kunjung datang karena kamu akhirnya justru sibuk melalang buana di berbagai media sosial. Apakah situasi itu akrab di telinga? Berarti mungkin kamu juga sering terlambat atau bahkan tidak menyelesaikan tanggung jawabmu karena kesulitan mengangkat kembali semangat diri?

Satu dua kali sih tidak apa-apa. Tapi kalau terbiasa menyerah tiap kali menemui kesulitan, hidupmu pasti jauh dari kesuksesan. Sah-sah saja mencari inspirasi dan tips-tips motivasi diri dari buku atau petuah Mario Teguh. Namun sebenarnya motivasi yang paling ampuh adalah motivasi yang datang dari diri sendiri. Dan jika selama ini kamu selalu kesulitan menyemangati diri sendiri, alasan-alasan ini mungkin jadi biang keroknya.

1. Motivasi Tak Kunjung Datang Karena Kamu Selalu Memandang Rendah Kemampuan Dirimu Dengan Berbisik “Aku Tidak Bisa”

Semangatmu tidak akan bisa naik jika hanya memilih melihat hal-hal negatif dalam dirimu via wakeup-world.com

Kamu memang bukan superman atau superwoman yang punya kekuatan super untuk melakukan apapun. Kamu juga bukan Tuhan yang tanpa cela. Kamu manusia yang penuh keterbatasan dan ketidaksempurnaan tapi selalu bisa jadi lebih baik. Kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri itulah keindahan menjadi manusia. Namun jika kamu terbiasa berpikiran bahwa kamu tidak bisa, tidak mampu, atau tidak sanggup tiap kali menemui kesulitan, sejatinya kamu selalu membuang kesempatanmu untuk jadi lebih baik.

Kebiasaan berpikiran negatif dan memandang rendah kemampuan sendiri ini juga memblokir kemampuanmu untuk memotivasi diri. Karena semakinkamu melihat dirimu untuk mencari inspirasi, otakmu hanya memilih untuk melihat hal-hal yang negatif saja. Alhasil semangatmu jadi semakin turun. Dibandingkan mencari-cari alasan mengapa kamu tidak bisa, coba mulai saat ini cari tahu terlebih dahulu mengapa kamu bisa.

2. Tidak Cukup Memandang Rendah Dirimu Sendiri, Kamu Juga Terbiasa Membayangkan Hasil Terburuk Dari Tiap Situasi

Berharap yang terburuk sama saja bunuh diri viawww.wallpaperup.com

Apakah kamu sering menyerah karena berpikir bahwa tidak peduli seberapa keras usahamu, pada akhirnya kamu akan tetap gagal? Jika iya, berarti akar kesulitanmu untuk memotivasi diri terletak disini. Kenapa kamu harus menyabotase hasil kerja kerasmu dengan mengetuk palu kegagalan terlebih dahulu sebelum hasil nyatanya benar-benar ada?

Jika kamu selalu menggambarkan garis akhir atau finis di kepalamu sebagai kegagalan atau tempat yang buruk, wajar saja kalau kamu tidak ingin menyelesaikan perjalananmu. Walaupun tidak ada yang bisa menjamin hasilnya, paling tidak gambaran positif akan kesuksesan di akhir akan mendorongmu berlari untuk lebih cepat mengetahui hasil akhirnya. Bagus jika kerja kerasmu terbayarkan kesuksesan. Namun sekalipun gagal, kamu akan bisa lebih cepat memulai tantangan baru dengan segenap kebijaksanaan dari pengalamanmu sebelumnya.

3. Bermimpi Besar Tidaklah Salah. Tapi Jika Terlalu Ambisius Menentukan Targetmu, Godaan Untuk Menyerah Akan Semakin Banyak

Terlalu berat, pasti seringkali tergoda untuk berhenti viapushbackthedark.com

Dibandingkan memiliki serangkaian target besar dan kompleks, banyak orang yang meyakini bahwa memecah-mecah targetmu menjadi kecil dan lebih sederhana justru lebih baik. Karena dengan begitu, kamu bisa melihat hasilnya dalam waktu yang lebih singkat dan semakin cepat terinspirasi dari penyelesaian tiap target.

Jika kamu seringkali terlalu ambisius dalam menentukan target harianmu, bisa jadi kamu jarang melihat apapun terselesaikan. Kegagalan memenui target yang terlampau kompleks dan tidak realistik tersebut akan merusak semangatmu sepanjang hari sampai mungkin peluang keberhasilanmu di esok hari.

4. Segala Tugas Terbiasa Kamu Kerjakan Mendekati Tenggatnya. Kamu Bekerja Karena Terpaksa

Sedikit demi sedikit akan rampung viaupload.wikimedia.org

Jika motivasi andalanmu adalah ‘the power of kepepet’ atau deadline, kemungkinan besar kamu termasuk golongan yang susah memotivasi diri. Motivasi diri tidak hanya perkara menyelesaikan pekerjaan (mepet) pada waktunya, tapi juga kemampuan memacu diri untuk bergerak menyelesaikan tugas ketika diperlukan bukan ketika terpaksa.

Walaupun ampuh untuk menyelesaikan tugas, motivasi sistem kebut semalam tidak akan berguna untuk tugas-tugas sulit dan panjang yang tidak mungkin diselesaikan dalam waktu semalam seperti skripsi. Maka dari itu, bagi kamu yang tidak terbiasa mengerjakan sedikit demi sedikit tiap harinya seringkali menyerah menghadapi tugas seperti ini. Kalaupun selesai, pasti banyak penyesalan dan ketidakpuasan.

5. Saat Kamu Tidak Bijak dalam Memanfaatkan Waktu, Motivasi Juga Tak Akan Mendatangimu

Waktu hanya akan terbang jika kamu tidak memanfaatkannya via tallahasseescene.com

Orang yang susah memotivasi diri biasanya memiliki kecenderungan untuk membuang-buang waktu. Jika kamu seringkali lupa waktu berselancar di dunia maya tanpa tujuan yang jelas, bagaimana kamu bisa mengingatkan dirimu sendiri untuk menyelesaikan targetmu di hari itu.

Walaupun orang lain pasti akan menegur kebiasaan burukmu ini, namun sejatinya hanya kamu sendiri yang benar-benar bisa mengontrol waktumu. Kamu akan bisa memotivasi diri jika pengaturan waktumu berputar sekitar kapan kamu memulai dan menyelesaikan tugasmu. Bukan berarti kamu tidak bisa istirahat, tapi ketika istirahat pun kamu tahu dengan jelas kapan mulai kembali mengerjakan.

6. Kecanduanmu Pada Media Sosial Juga Ternyata Tidak Baik Untuk Motivasi Diri

Media sosial itu ternyata tidak inspiratif viai.huffpost.com

Tanpa memungkiri dampak positif media sosial dalam menghubungkan orang melewati batasan geografis dan waktu, ternyata menghabiskan waktu di media sosial memiliki dampak negatif terhadap kemampuanmu memotivasi diri. Kenapa? Aktif di media sosial memaksamu untuk jadimulti-tasker atau berusaha melakukan banyak hal sembari tetap chatting dengan teman-temanmu. Disamping kehilangan fokus, kamu juga akan semakin sulit menginspirasi diri sendiri jika terbiasa mengharapkan reaksi atau like teman-temanmu di Facebook.

7. Apakah Kamu Terbiasa Menunggu Kesempatan Emas Datang? Nah, Ini yang Jadi Alasan Motivasimu Sering Hilang

J

Hanya dipenuhi keputusasaan via www.kd3worx.com

Menunggu kesempatan besar yang akan membawa kesuksesan dalam hidupmu adalah prinsip orang yang tidak bisa memotivasi dirinya sendiri. Jika terbiasa berpikiran tersebut, kamu pasti akan sering putus asa karena kesempatan itu tidak kunjung datang. Kesempatan itu hanya akan ada jika kamu gigih mencarinya. Bahkan jika sampai saat ini belum ketemu, orang yang lihai memotivasi dirinya mungkin sudah memikirkan berbagai ide baru untuk membuat kesempatan yang belum tercipta tersebut.

8. Kesulitan Memotivasi Diri Juga Bisa Datang Karena Kamu Enggan Mengakui Kesalahanmu Sendiri

Belajar dari diri sendiri bisa jadi motivasi via36.media.tumblr.com

Ketika terbiasa mengenali dan menunjuk kesalahan orang lain terlebih dahulu dalam tiap kemalangan, kamu tidak akan tahu bagaimana cara memperbaiki dan memotivasi dirimu untuk jadi lebih baik. Ada baiknya untuk melihat jauh ke dalam dirimu sendiri untuk mencari apa-apa yang bisa tingkatkan dari pribadimu. Jika tahu cacatmu, kamu juga akan tergugah untuk mencari cara untuk membenahinya.

Tidak terbatas pada kesalahan saja, jika kamu terus menggantungkan kesempatanmu untuk jadi lebih baik kepada orang lain, bahkan keberhasilan sekalipun bisa gagal menyemangatimu. Kamu tidak bisa mengontrol hujatan atau sanjungan orang lain, maka dari itu kamu juga tidak bisa menentukan kapan mereka akan memberimu motivasi. Karenanya, motivasi yang asalnya dari dalam dirimu adalah motivasi yang terbaik.

9. Selama Ini Kamu Terbiasa Menghibur Diri Dengan Pencapaian Macam Kerupuk. Bisa Memuaskan Sementara Waktu, Tapi Tetap Tidak Akan Mengenyangkanmu

Tidak mengenyangkan via now-here-this.timeout.com

Ketidakmampuanmu memotivasi diri mungkin berakar dari kebiasaanmu terpuaskan hanya dengan pencapaian kecil yang rasanya seperti kerupuk. Tidak mengenyangkan tapi membuat kamu terhibur dalam waktu yang singkat. Kemungkinan kamu harus bekerja keras menyelesaikan sebuah tugas yang sulit membuatmu takut atau malas.

Dibanding fokus mengerjakan dan menghadapi kesulitan-kesulitannya, kamu justru beralih ke hal-hal menyenangkan seperti YouTube atau Facebook. Alhasil pekerjaanmu selalu tertunda karena diselingi oleh kesenangan-kesenangan kecil tersebut. Selalu ingatlah, kebahagiaan menyelesaikan pekerjaan yang memang jadi tanggungjawabmu akan jauh lebih mengenyangkan dan bermakna dibanding rasa msg ala krupuk yang memabukkan.

10. Pikirkan Lagi. Apakah Kamu Sedang Benar-benar Mengejar Mimpimu? Jika Belum, Inilah Penyebab Mengapa Motivasi Tak Juga Kunjung Menghampirimu….

Terus terinpirasi dengan mimpimu sendiri viaimageprest.com

Diantara semua kebiasaan buruk yang selalu membuatmu gagal menyemangati diri ini, bisa jadi juga kamu salah memilih mimpi atau target yang tidak sepenuhnya milikmu. Pantas saja jika kamu terus-menerus merasa putus asa dan frustasi ketika sejatinya kamu benar-benar tidak menyukai pekerjaan dan mengerjakannya dengan terpaksa.

Bisa saja kamu berpura-pura yakin dengan pilihan itu karena bisa menyenangkan orang tua. Tapi kamu pasti akan lebih sering menemukan dirimu dalam keadaan patah semangat atau tidak puas seberapa baikpun kamu mengerjakan pekerjaan itu. Karena pada saat bersamaan kamu tahu ada hal lain yang bisa membuatmu lebih bahagia dan bersemangat.

Kamu sekarang tahu ‘kan mengapa selama ini kamu sulit sekali memotivasi diri untuk tidak menunda atau menyerah tiap menemui kesulitan? Gunakanlah pengetahuan tersebut untuk mencari jalan keluarmu dari kebiasaan yang tidak produktif ini.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Di bawahnya tampak dua orang yang sedang beristirahat.Rupanya ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh di sana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka di bawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya...."terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah dan bisa membawa dagangan kita ke kota? " Sepertinya, lanjut sang bocah," aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kepikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini. "Jari tangannya tampak menggores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan," Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih di atas tanah yang sebelumnya dikais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar. Kemudian ia pun mulai berbicara. "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini dulu berasal dari benih yang yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah juga berasal dari tempat yang sama.

Diperhatikannya wajah sang anak yang №tampak tertegun. “ Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar- akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi makhluk yang sabar. “ Suatu saat nanti kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran.”Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak mereka. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah setelah seharian bekerja.

Sahabat saudaraku fillah..Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Allah menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan Allah telah menyiapkan kita menjadi makhluk dengan berbagai kelebihan di samping kekurangan yang ada.

Mungkin suatu ketika kita pernah merasa kecil,tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya, kapan kita menjadi besar, mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada di dalam dada. Kita juga mungkin sering membayangkan bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Saudaraku …Kita adalah seperti benih itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar tanpa bantuan tiupan angin, derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari? Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar,berhasil dan sukses tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan? Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin “masalah”, derasnya air “ujian”, serta teriknya matahari “persoalan”? Tidak sahabat… karena Allah Maha Tahu bahwa setiap hamba-Nya yang akan menemukan jalan keberhasilan maka Allah akan menguji dengan berbagai persoalan hidup supaya kita sabar,tegar dan kuat.

Jangan pernah berkecil hati saudaraku….. karena semua keberhasilan itu ada waktunya, yang terpenting jangan lupa berdo’a, berusaha dengan optimal dan bertawakkal pada Allah.

tapi pernah gak kamu merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan? Tidak memiliki pencapaian atau tujuan hidup gak jelas.

Mendadak tercenung ketika mendapati media online yang memuat hasil reportase antara seorang wartawan dengan saya beberapa tempo yang lalu.

Reportase ini sudah lama, 3 tahun yang lalu kurang lebihnya. Ya, saat itu saya masih berseragamkan putih abu – abu. Diceritakan di dalamnya tentang beberapa pencapaian yang telah saya raih semasa SMA. Eitss, bukan bermaksud sombong dan menyombongkan lho yaa…Saya hanya ingin mereviewnya sejenak di tengah kesibukan kuliah yang sekarang.

Buat apa mereview?

Nah, ini persoalannya.

Begini. Segala pencapaian kita di masa lalu –sekecil apapun itu- bukanlah hal kecil dan tidak penting di masa sekarang. Mungkin di antara kita, kadang dan bahkan tidak jarang, melupakan pencapaian – pencapaian kita di masa lalu. Saat ini, kita menganggap itu sebagai hal yang ‘kecil’.

Pencapaian. Satu kata yang tentu tidak muluk – muluk. Pencapaian identik dengan sesuatu hal yang membuat pencapainya bangga, bahagia, merasa berada, pokoknya hal yang menyenangkan. Pencapaian sangat dekat dengan hasil kerja keras atau upaya yang gigih. Dan perlu saya garis bawahi di sini, pencapaian adalah hal yang positif.

Mengapa perlu saya garis bawahi?

Tentu, setiap orang punya persepsi yang berbeda. Pencapaian menurut seorang penjual adalah ketika dagangannya laris terjual, sedangkan pencapaian menurut seorang koruptor adalah ketika mampu korup sana sini tanpa ketahuan, misal. Ini hanya misal.

Setiap orang pun juga memiliki tolok ukur berbeda tentang pencapaian. Waktu juga menentukan tolok ukur pencapaian itu. Sebagai contoh, sewaktu saya masih duduk di bangku SD, pencapaian besar yang sangat ingin saya capai saat itu adalah meraih juara I selama 6 tahun berturut – turut. Saat ini, saya telah menjadi seorang mahasiswa dan target pencapaian saya tentu sudah kompleks, bukan hanya di akademik melainkan juga tiap lini kehidupan saya. №

Memang harus begitu!

Setiap orang harus memiliki target pencapaian yang harus lebih besar, lebih bermakna dari waktu ke waktu. Ketika telah mencapai target pencapaian A, lekas bersyukur dan kemudian kejar target B, C, D dan seterusnya. Seiring waktu, tanpa kitasadari kita telah melewati tangga demi tangga yang membawa kita ke ‘tempat’ yang lebih tinggi, lebih mulia, lebih berada.

Tapi sayangnya, tak banyak orang yang ingat dengan perjalanannya melewati tiap tangga itu. Sampai pada suatu №, ketika dia dihadapkan pada suatu kegagalan, dia kehilangan daya. Merasa hopeless, useless and everything about down syndrome.

Well, sah – sah saja. Tapi jangan melulu terkungkung. Waktu terus berjalan, tapi apa kita hanya diam? Diingat lagi pencapaian – pencapaian yang lalu. Sekali lagi, pencapaian bukan hanya milik orang BESAR. Hargai setiap pencapaian yang ada. Syukuri dan jangan lekas tinggi hati.

Nah ini problemnya. Terkadang kita sering alpa diri: menjadi tinggi hati. Plisss, tolong. Pencapaian yang kamu dapatkan saat ini bukan karena usahamu saja! Orang tuamu, keluarga, sahabat, bahkan musuh sekalipun telah andil dalam pencapaianmu. Maka apa dengan tinggi hati pantas menjadi pribadimu? Sekali – kali tidak.

Tinggi hati adalah musuh nyata bagi orang – orang yang sukses.

So, let it go! Tetap santun, easy going, humble, dan justru harusnya berbuat baik lebih banyak lagi sebagai ungkapan rasa syukur.

Oke, disini bukan maksud saya sebagai seorang yang sok jadi penasihat, sok number one, sok baik, dan segalanya. Saya menulisnya sebagai bentuk pengingat untuk saya utamanya, dan pembaca umumnya. Saya menulisnya ketika tersadar, saya hampir melupakan pencapaian – pencapaian yang lalu. Mungkin kita semua juga hampir melupakannya, bukan?

Sekali lagi sebagai yang terakhir, setiap orang pasti punya pencapaian. Sekecil apapun itu hargai sebagai pengahagaan luar biasa atas keberhasilan kita menapaki tiap tangga kehidupan. Dan ketika telah mencapai pencapaian itu, segera berbenah diri karena masih ada hal lain yang harus diusahakan, yang harus dicapai.

Asa eweuh pencapaian apapun .

Lihat sisi positifnya.

Mekanisme kehidupan yang sebenarnya itu seperti apa. №

Sesuatu terjadi sudah seharusnya.

Half full or half empty.

Gagal dan berhasil bukanlah persoalan, mimpi adalah bagi mereka yang percaya bahwa mereka pantas mendapatkan yang terbaik.

All the goodness thing gonna happen to me.

6 Hal Ini Bikin Hidup Tidak SemangatYang paling menakutkan, Anda merasa tidak ada lagi gunanya hidup di dunia dan memilih jalan pintas menuju kematian, bunuh diri.Apa yang membuat Anda memiliki semangat hidup ?Saya yakin Anda akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Mengapa ? Karena latar belakang, motif dan tujuan Anda berbeda-beda. Anda akan menyesuaikan dengan apayang Anda rasakan dan yang Anda lakukan. Salahkan jawaban Anda ? Tidak (setidaknya menurut Anda). Lantas apa sebenarnya yang dimaksud semangat hidup ? Semangat hidupadalah kesiapan Anda untuk mengatasi segala persoalan hidup, menghadapi berbagai macam rintangan, kesulitan serta ujian hidup demi tercapainya tujuan hidup yang diinginkan. Setiap manusia memiliki keinginan dan hasrat, baik itu duniawi maupun ukhrowi. Namun, semua memiliki rintangan dan ujian.  Tanpa adanya semangat, Anda tidak akan memiliki kekuatan untuk menghadapi rintangan dan ujian tersebut.Satu renungan lagi, Pernahkan satu waktu Anda merasa gelisah karena hidup ini seolah – olah hampa, tidak berguna dan tidak berarti. Anda tidak tahu harus harus melakukan apa dan bagaimana ? Biasanya, kalau perasaan itu muncul, Anda akan merasakan kehilangan gairah, hidup tidak semangat. Lambat laun jika kegelisahan ini tak segera diatasi, Anda bisa depresi dan stress. Yang paling menakutkan, Anda merasa tidak ada lagi gunanya hidup di dunia dan memilih jalan pintas menuju kematian, bunuh diri. Padahal hati kecil Anda juga mengatakan bahwa bunuh diri adalah sejelek-jelek jalan mengatasi kegelisahan.Oke, mari kita tepis kegelisahan ini bersama sama. Ketahuilah bahwa setiap kegelisahan yang membuat hidup tidak semangat pasti ada sebabnya dan sudah tentu ada solusinya. Berikut adalah beberapa hal yang membuat hidup Anda tidak semangat.1. Tidak memiliki tujuan hidup yang jelasAnda hidup hanya sekedar “sing penting urip”, hidup asal hidup saja. Menjalani aktivitas sehari hari sekedar mengalir laksana air mengikuti arusnya. Karena prinsip hidup asal hidup ini pula, Anda tidak berpikir bahwa ada masa depan yang harus Anda capai. Pokoknya asal sekarang bisa makan, bisa minum, bisa membeli pakaian, bisa membeli pulsa, Anda tidak lagi punya semangat hidup lebih besar, hidup pun menjadi hambar karena tak ada tantangan dan tak ada tujuan yang jelas.Solusinya :Renungkan kembali apa yang menjadikeinginan Anda ke depan mulai dari keinginan terkecil sampai yang paling besar menurut Anda lengkap dengan waktu ingin mencapainya. Misalnya :“1 Februari 2016 aku ingin punya motor baru merek …….. (sesuai selera Anda)”. Tuliskan pada secarik kertas keinginan Anda tersebut lalu tempel di tempat yang selalu terlihat oleh Anda.Mungking ini hanyalah lembaran kecilsederhana, tapi akan sangat membantu menjaga semangat hidup Anda karena setiap kali melihat Anda akan selalu teringat dengan apa yang Anda inginkan. Setidaknya hal ini akan memancing reaksi Anda untuk berpikir bagaimana cara mencapainya. Anda pun akan tetap semangat.2. Tidak memiliki prinsip yang kuatIni yang kemudian melemahkan semangat hidup Anda. Tidak memiliki prinsip yang kuat dan mudah terpengaruh omongan orang lain. Seperti kita tahu, orang lain adalah penonton diri kita. Apa yang kita lakukan akan selalu menjadi pembicaraan orang lain. Entah itu baik, entah itu buruk, entah itu berdampak positif atau berdampak negatif. Ketika Anda memiliki keinginan yang sudah Anda pertimbangkan dan orang lain mengetahui keinginan Anda, mereka tak segan memberikan komentar. Adayang setuju, ada yang tidak setuju dengan berbagai alasan. Kalau Anda tidak punya prinsip kuat, bukan tidak mungkin hidup Anda menjadi tidak semangat karena terombang – ambing dengan komentar orang lain serta bingung dengan apa yang Anda lakukan.Solusinya :Kalau sudah melalui pertimbangan yang matang Anda sudah yakin bahwa apa yang Anda lakukan adalahdemi kebaikan (paling tidak buat Andadan keluarga), lakukanlah. Jangan selalu ikuti apa kata orang karena itu justru akan membingungkan Anda. Kalaupun ada omongan, kritikan dan saran dari orang lain, terimalah dengan lapang dada dan anggap itu sebagai masukan positif untuk bahan pertimbangan.3. Selalu berpikir negatif dan negatifPikiran negatif memiliki dampak besarterhadap semangat hidup. Jika Anda terbiasa dengan pikiran negatif, bukantidak mungkin hasil akhir Anda juga negatif. Misal : Anda menjual sesuatu tapi Anda berpikir bahwa dagangan Anda tidak akan laku. Jangan salahkan orang lain kalau jualan Andabenar – benar tidak laku. Mengapa, karena Anda sebelumnya tidak punya semangat menjadikan jualan Anda laku, Anda tidak tergerak membuat sebuah inovasi agar jualan Anda laku.Misal lagi : Anda menaruh hati pada seorang gadis dan ingin meminangnya menjadi pendamping hidup. Tapi Anda sudah negative thinking pinangan Anda ditolak.  Ya jangan salahkan siapa – siapa jika pinangan Anda benar benar ditolak karena Anda tidak bisa meyakinkan gadis idaman Anda untuk menjadi istri. Bagaimana Anda bisa meyakinkan dia sedangkan meyakinkan diri sendiri saja tidak bisa.Dalam hal apapun, berpikiran negatif selalu berdampak negatif. Hidup menjadi tidak semangat karena yang ada dalam pikiran semua yang akan dilakukan selalu salah dan salah.Solusinya :Setiap orang dikaruniai kelebihan dan kekurangan oleh Tuhan. Begitupun Anda, Anda juga memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai karunia Tuhan. Baik itu kepada orang lain, diri sendiri, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk selalu berpikir positif dan menjauhi pikiran negatif. Mengapa, karena pikiran positif mendorong orang untuk melakukan perbuatan positif dan memperoleh hasil yang positif. Berpikiran positif juga bisa menjadi sugesti dan do’a yang mampu mengembalikan semangat hidup. Hidup menjadi lebih hidup dan lebih bergairah.4. Planning Only, No ActionBila Anda hanya terdiam dalam impian-impian Anda, hanya berhitung dalam rencana rencana Anda tanpa pernah Anda memulai apa yang Anda rencanakan, maka Anda tak akan kemana-mana. Tetap saja Anda pada keadaan Anda semula. Makin lama makin lama Anda akan bosan, tidak memiliki gairah untuk berubah. Hidup kembali hambar, tak ada tantangan dan sensasi. Akhirnya bisa ditebak, hidup menjadi tidak semangat.Solusinya :Cara terbaik mengatasinya adalah memulai apa yang telah direncanakan. Mulailah dari selangkah demi selangkah, dari proses yang terkecil dan terdekat. Tidak perlu terburu-buru meloncat ketempat yang lebih jauh, karena Anda akan berhadapan dengan risiko jatuh lebih menyakitkan. Jika Anda tidak bisa melangkah karena tidak tahu caranya, mintalah bantuan oranglain atau mentor untuk mengajari Anda melangkah. Saya yakin, kalau tekat untuk bertindak benar-benar kuat, mentor juga tidak enggan untuk membantu Anda.5. Takut gagal dan Takut salahTakut gagal dan takut salah adalah perasaan alami manusia yang juga ujian dari Tuhan. Perasaan takut gagal yang berlebihan menjadikan Anda takut untuk memulai sesuatu. Rencana yang sudah dipersiapkan secara detail pun tidak akan terealisasi. Anda tidak akan pernah belajar dari kesalahan dan kegagalan karena Anda tidak pernah melakukan sesuatu. Bagaimana Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan jika Anda tidak melakukan rencana Anda. Bagaimana Anda akan melakukan rencana Anda jika takut melangkah dan takut gagal. Siklus kembali berputar. Kalau Anda takut gagal, Anda tidak akan pernah bertindak. Kalau Anda tidak bertindak,Anda tidak akan berubah. Kalau tidak ada perubahan, Anda akan kembali menjalani hidup seperti semula. Akhirnya bosan dan suntuk, hidup menjadi tidak semangat dan bergairah.Solusinya :Yakinkan diri Anda untuk tetap bertindak. Soal gagal atau berhasil, bukan sekarang untuk membicarakannya. Yang penting Anda melangkah sesuai apa yang Anda rencanakan. Jika pun akhirnya gagal, Anda mendapat satu pelajaran berharga yaitu jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Semakin sering kegagalan dijumpai, semakin dekat kesuksesan didapat.6. Melupakan TuhanPoint ini yang kadang kurang disadari.Anda bekerja siang dan malam, mengharapkan sebuah kesuksesan, namun Anda sering lupa pada Tuhan. Anda lupa mengingat, lupa ibadah. Bahkan berdo’a pun Anda hampir tidak pernah. Padahal do’a adalah salah satu cara menjaga motivasi diri agar hidup tetap bergairah dan semangat. Semakin lama melupakan Tuhan akan semakin membuat hidup tidak semangat.Solusinya :Selalu iringi impian dan aktifitas Anda dengan do’a dan banyak mengingat Tuhan. Laksanakan segala perintahNya dan jauhi segala yang dilarang. Yakinlah bahwa dengan banyak berdo’a dan mengingat Tuhan, Anda akan selalu dibimbing dan ditunjukkan jalan menuju kesuksesan. Hati menjadi lebih tenang, hidup pun menjadi lebih semangat.Itulah beberapa hal yang membuat hidup tidak semangat.Semoga bermanfaat!

6 Alasan Kenapa Semangat Hidup BerkurangHarris Satyaputra20.32MotivasiPernahkah Anda merasa jenuh dengan hidup Anda? Merasa bosan seolah-olah kehidupan ini begitu monoton?Ya, pasti semua orang pernah merasakan haltersebut. Penyebab utamanya karenasemangat hidupyang berkurang. Banyak faktor yang dapat memengaruhi naik-turunnya semangat hidup seseorang, yaitu faktor internal (diri sendiri) dan eksternal (lingkungan/orang lain).Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa contoh gejala-gejalanya adalah jenuh, bosan,dan bahkan dapat menurunkan produktifitas seseorang. Jika (mungkin) Anda—dan saya sekalipun—sudah mulai merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya waspada dan kenali berbagai macam penyebabnya agar dapat segera Anda tangani.Karena, semangat hidup yang berkurang akan berdampak buruk bagi diri Anda kedepannya. Hidup akan terasa hampa, dan tentunya semakin memudarkanmotivasi hidup. Jika demikian, maka segala hal yang Anda lakukan akan terasa tidak berarti lagi. Terasa sekedar hanya untuk menghabiskan waktu saja. Alangkah meruginya seseorang yang telah kehilangan semangat hidupnya.Untuk dapat memulihkan semangat hidup yang berkurang, mari kita telusuri dahulu berbagai macam penyebabnya, diantaranya:1. Terjebak rutinitasSetiap orang pasti memiliki rutinitasnya masing-masing. Ada yang sehari-harinya diharuskan untuk mengurus rumah, bersekolah, menyelesaikan perkerjaan di kantor, dsb. Kegiatan tersebut merupakan kewajiban yang ditujukan padanya dan harusdilakukan sesuai dengan peran yang mereka jalani.Tetapi, karena begitu seringnya frekuensi pengulangan rutinitas tersebut, yang akhirnya justru membuat mereka merasa jenuh. Ditambah lagi mereka tidak bisa mengelak dari rutinitasnya, mengingat bahwakegiatan tersebut adalah kewajibannya.Jika seandainya mereka menghindar begitu saja dari rutinitasnya, berhenti tanpa alasan yang jelas, tentu tetap tidak bisa. Kecuali mereka benar-benar sudah siap untuk menghancurkan kehidupannya sendiri.2. Selalu memikirkan kekuranganMembuat daftar berbagai kekurangan yang kita miliki justru sangat dianjurkan, untuk kemudian dilakukan tindakan penyelesaian agar kita tidak selalu dibayangi oleh kekurang-kekurangan tersebut. Tapi sebaliknya, akan menjadi bumerang jika kita terlalu memikirkan dan mendramatisirnya menjadi penyesalan-penyesalan yang tidak bermanfaat sama sekali.Mereka yang demikian memiliki kecenderungan untuk selalu mengeluh, lantas melampiaskan ketidakpuasannya dengan meyalahkan takdir. Mereka lupa bahwa, sesungguhnya Tuhan tidak akanmemberikan cobaan kepada hambanya melibihi takaran atau kadar kemampuan dari masing-masing hambanya.3. MinderKenapa minder atau kehilangan rasa percayadiri dapat mengurangi semangat hidup seseorang?Kehilangan rasa percaya diri dapat membuat seseorang ragu bahkan cenderung takut untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru. Akhirnya ia hanya berani melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan saja. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Ya, Jenuh.Seseorang yang memiliki sifat minder akan menutup diri terhadap lingkungan luar, termasuk dalam berekspresi. Sehingga duniabaginya terasa begitu kaku. Kenyataannya, dunia justru tidak secanggung yang ia bayangkan.4. Sering mengalami kegagalanKesuksesan terjadi bukan karena sebuah insiden kebetulan semata, namun terjadidari beribu-ribu kegagalan. Barang siapa berhasil bertahan melewatinya, maka layak disebut pemenang sejati. Karena pemenang sejati tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan sesuatu yang diimpikannya.Pepatah mengatakan “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Jadi, masih ada yang ingin menyerah? Semoga tidak ada.5. Menyalahi diri sendiriSikap ini timbul dari penyesalan yang berkepanjangan terhadap sesuatu yang telahterjadi. Perlu kita sadari—walaupun sudah kita ketahui, meski terkadang tidak menghiraukannya—bahwa sesuatu yang telah terjadi tidak dapat kita perbaiki apalagi dengan cara mengulangnya kembali ke masalalu. Tetapi kita bisa mengubah kesalahan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat, yaitu dengan cara menjadikannya sebagai pelajaran hidup.6. Terjebak di masa laluSeseorang yang selalu membandingkan keindahan masa lalunya dengan kesulitan di masanya saat ini akan selalu terbelenggu dalam dunianya di masa lalu. Ia seolah menutup mata pada masa depan, yang sesungguhnya perlu ia perjuangkan demi keberlangsungan hidupnya, juga kesuksesannya.

Loba keneh awewe nu lain.
rejekimah timana we lain tinu gelar ge.

10 Sebab Kenapa Anda Tiba-Tiba Down, Hilang Motivasi, dan Nggak Semangat Ngapa-NgapainOlehMufakir AhmadShare ke FacebookTweet on TwitterSeberapa sering Anda udah bikinto-do listpekerjaan, lalu merasa bakal semangat ngerjain itu semua, tapi tiba-tiba akhirnya Anda malah main game, baca komik, nonton film, facebook-an, jalan-jalan, dan kerjaan-kerjaan menyimpang lainnya? Atau bahkan Anda malah jadi cuman ngemil dan tidur-tiduran seharian? Hingga akhirnya kerjaan Anda tak beres-beres..Karena memang tiba-tiba rasanya Andajadi nggak semangat, dan lemes..Nah berikut ini adalah 10 sebab kenapa Anda tiba-tiba down, hilang motivasi, dan nggak semangat ngapa-ngapain. Semoga dengan mengetahui 10 sebab ini, insya Allah Anda bisa mengantasipasinya..1. Anda Cuma Ngelihat Sisi Buruk Dari Segala KejadianYah, biasanya mereka yang nggak punya motivasi, cenderung hobi pesimis. Sulit melihat sisi positif dari apa-apa yang telah terjadi, dan sulit melihat peluang dari apa-apa yang akanterjadi.Seperti misalnya ketika proyek Anda gagal, atau ketika kompetitor Anda makin kuat, atauketika Anda telah gagalbereksperimen, sebetulnya di balik itu semua ada cukup banyak pelajaran yang bisa diambil, dan ada banyak pula peluang yang bisa Anda ambil.Cara mengatasinya agar tidak malas, biasanya banyak orang yang menyarankan untuk memvisualisasikandiri Anda saat sukses. Namun, ketahuilah, itu saja tidak cukup! Yang nggak kalah penting harus banget Andalakukan adalah, buatlah perhitungan.Anda juga harus mengukur kapasitas diri Anda. Anda bisa ngapain aja, apa kelebihan Anda, apa yang akan Anda hadapi, apakah Anda bisa mengurusnya? Hitunglah secara objektif, tanpa libatan emosional..2. Anda Lupa Dengan Hasil yang Akan Anda DapatKerap mereka yang tadinya niat pingin kerja seharian, malah jadi malas-malasan, mungkin mereka lupa dengan kesedihan yang ia rasakan kemarin tentang keluarganya. Mungkin ia lupa dengan beban hutang yang harus ia bayar..Berpikirlah jangka panjang, hal baik apayang akan benar-benar Anda dapatkan dari main game itu saja.. Hal baik apa yang akan benar-benar Anda dapatkan dari bekerja keras..3. Anda Menentukan Tujuan yang Nggak RealistisKadang ada yang mengatakan, menentukan target yang tinggi-tinggi itubagus karena akan memicu motivasi. Namun, ternyata ada riset yang menunjukkan bahwa target yang tinggi-tinggi malah membuat orang mejadi stress, hingga kadang malah jadi pesismis dan nggak bergerak.Baiknya, milikilah tujuan maupun target yang sesuai dengan kapasitas Anda. Karena tidak mungkin Anda tak kunjungmelakukan sesuatu yang padahal jelas-jelas kemarin Anda sudah berhasil melakukannya, dan sekarang pun Anda masih bisa melakukannya.Sekiranya memang beban Anda besar, pecahlah menjadi kecil-kecil. Kita memang tidak bisa memakan sapi dalam satu kali makan, apalagi satu kali gigit, tapi kita bisa memotongnya menjadi kecil-kecil, dan kita bisa makan daging sapinya pada suatu waktu demi suatu waktu. Serta kita pun bisa minta bantuan orang lain untuk ikut bareng menghabiskan daging sapi tersebut.Ingatlah.. tidak mungkin Anda malas melakukan sesuatu, kalau untuk melakukan sesuatu itu cuma 3 menit.. Dalam artian, sesuatu yang kecil, mudah dan gampang..Nah, sejatinya, setiap pekerjaan-pekerjaan yang serasa sangat membebani itu, terdiri dari pekerjaan-pekerjaan enteng yang pasti bisa Anda lakukan dengan mudah, dan cepat..4. Anda Belum MembiasakannyaTontonlah video ini..Sudah? Sekiranya Anda serius tidak relalagi diri Anda hilang motivasinya, down, dan waktu terbuang hingga seharian nggak ngapa-ngapain, maka Anda harus pastikan diri Anda menonton video ini!Di video ini, akan dijelaskan, bahwa memang tak bisa dinafikan, pembiasaan adalah syarat mutlak kesuksesan. Tidak mungkin ada orang yang sukses, tapi tidak punya hubungan dengan kebiasaan.Kenapa saya begitu tegas mengharuskan Anda menonton video ini, karena mungkin sekarang nasehat untuk membangun kebiasaan sudah dispelekan, dimonotonkan, sehingga tak bernilai. Padahal, nilainya tak terhingga.Setelah menonton video ini, pasti Anda bakal menganggap bahwa habit is the great strong that people have.5. Anda Tidak Menangkap PeluangAnda lihat deh.. orang-orang yang miskin motivasi, hobi banget ngomong, “Nggak mungkin..” tanpa bisa membuktikan, kenapa nggak mungkin? Tentu kita juga bukan harus menjadi orang yang over-motivasi, bergerak hanya bermodalkan semangat tanpa kesadaran, tanpa perhitungan, hingga akhirnya menerobos segala hal. Kalau seperti itu, ujung-ujungnya bisa malah menjadi orang yang miskin motivasi, karena trauma kok dia nggak berhasil-berhasil..Memang tidak bisa dinafikan, kadang yang membuat kita semangat kerja itu ada 2 hal. Pertama, ketika kita sudah berhasil 100% menyelesaikan sebuah kerjaan, jadinya pingin menghadapi target yang baru lagi. Kedua, ketika kita melihat peluang, kemungkinan besar mendekati 100% kita bisa berhasil, karena ada singkron antara potensi danpeluang.Nah, tips praktisnya, pahamilah fakta potensi Anda. Lihat sebetulnya apa kekurangan dan kelebihan diri Anda. Terus, lihat perihal eksternal, peluang apa yang bisa Anda tangkap, dan ancaman apa yang harus Anda antisipasi.6. Anda Kebablasan Main-MainSebuah penelitian menunjukkan bahwa 64% karyawan yang nggak semangat adalah mereka yang hobi menghabiskan waktunya di social media. Sayangnya belum ada yang mensurvey siapa yang di tempat kerjanya bermain game. Atau minimal ketika kerja, pikirannya pingin cepat pulang buat main game.7. Anda Tidak Bijak Menyikapi WaktuSebetulnya sih istilah “me-manage waktu” itu kurang tepat. Kan 1 jam itu memang 60 menit, 1 menit itu 60 detik, mana bisa diubah-ubah (di-manage)? Makanya istilah yang lebih tepat itu adalah, me-manage diri, bagaimana menyikapi waktu.Cobalah beri apresiasi setiap kali Anda telah berhasil mengerjakan target Anda sesuai waktu yang telah ditentukan.8. Anda Merasa Diri Anda Nggak BerbakatSaya pribadi belum paham defenisi bakat itu apa. Seperti yang dijelaskan di atas, setiap orang yang memiliki kemampuan hebat, itu karena habit-nya.Daripada kita membahas hal yang abu-abu, lebih baik kita urusin aja yang udah jelas, yakni, berusaha membangun habit.Ada begitu banyak habit yang bisa Anda bangun. Bangunlah! Itu akan membuat Anda bertambah pede, dan tetap optimis, serta termotivasi.Sekiranya Anda berkutat di pembahasan khayali bahwa Anda ini tidak berbakat, berarti diri Anda sendirilah yang telah membangun tembok besar antara diri Anda dengan target yang hendak Anda capai.9. Anda Kurang Bertaqwa Kepada AllahApakah Anda down-nya karena susah memenuhi kebutuhan Anda, dan banyak sekali beban, sehingga Anda stress, kemudian jadi hilang motivasi dan akhirnya nggak semangat ngapa-ngapain? Hati-hati.. semoga Anda tidak termasuk orang yang difirmankan Allah berikut ini..“…Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit…” (QS. Thaahaa: 124)Coba periksa kembali.. Apakah pekerjaan Anda saat ini halal? Jika iya, buktikan mana dalilnya. Jangan sampaiternyata pekerjaan yang Anda lakukan sekarang berkutat dengan riba (bunga), Bank, leasing, asuransi, pajak, penipuan, buka aurat, tidak syar’i, dan lain-lain yang notabene tidak berkah, sehingga hidup Anda senantiasa gelisah.10. Anda Terlalu Sering Menggunakan Perasaan, Dan Melantarkan LogikaMemang wajar, sebagai manusia kita menggunakan perasaan. Namun, jangan lupa, adalah wajar juga kita menggunakan logika. Karena pembeda antara manusia dengan hewan, adalah akal.Dan memang Allah memberikan kita akal, supaya kita bisa membedakan yang mana yang benar, dan yang mana yang salah. Nah, sedangkan perasaan, tidak selalu bisa mengatarkan kita pada kebenaran. Contohnya saja, kan pernahada orang yang berkata, “Dimana yaa saya taruh pulpen saya.. Perasaan tadi saya taruh di Meja sini deh..” Eh, ternyata pulpennya disangkutin di telinga. Itulah perasaan. Memang kadang bisa jadi benar, kadang bisa jadijuga salah.Nah, kebetulan, setiap mental block yang Anda miliki, itu semua adalah bagian dari perasaan. Betapa banyak orang yang telah diskusi hingga akhirnya menemukan kebenaran, atau argumen yang lebih kuat, namun menutup mata atas itu semua, sembari berkata, “Yaa.. tapiii…”, “Pokoknya nggak mau..”, “Yaa gimana lagi udah dari dulu..” itu semua bentuk dari perasaan.Begitulah..Oh iya, perlu pula Anda ketahui, kenapa pembahasan perasaan vs logika ini ditempatkan di akhir, karena, akan sia-sialah 9 hal sebelumnya Anda pelajari, sekiranya Anda masih dominanmenggunakan perasaan, daripada logika. Tak akan terpraktekkan, sekiranya Anda masih hobi mengatakan, “Tapii..”, “Yah gimana lagi udah dari dulu..”Ingatlah, jangan sampai fakta-fakta di sekeliling Anda menghukumi pemikiran kebaikan Anda. Sebaliknya, pemikiran kebaikan Andalah yang harus menghukumi fakta-fakta di sekitar! AgarAnda tidak mudah down, bisa tetap termotivasi, dan tetap semangat beraktivitas!

13 Sebab Mengerikan, MakanyaAnda Tak Pernah Sukses-SuksesOlehMufakir AhmadShare ke FacebookTweet on TwitterKok, nampaknya, selalu aja kemungkinan untuk berhasil itu susah banget didapet ya? Makanya kalau mau mengerjakan suatu pekerjaan, nggak pernah optimal. Coba kalau berhasil, wah, bukan main senengnya tuh! Hehehe!Yah, yang namanya suatu kejadian, pasti terjadi karena sebuah sebab. Kalau mau dapat kejadian yang berbeda, cobalah pakai sebab yang lain.Dengan kata lain, sebab kenapa gagal dan kenapa sukses itu pasti berbeda.Nah, berikut ini 13 sebab mengerikan, yang menyebabkan Anda, kenapa sulit sekali dan hampir tidak pernah berhasil dalam bisnis, karier, organisasi, cinta, dan sebagainya.1. Anda Suka Nggak BertanggungjawabHadapilah semua aspek yang udah terjadi di kehidupan Anda. Apalagi kalauemang Anda yang PJ-nya. Apalagi kalau Anda udah mengiyakan amanah tersebut. Sekiranya sudah begitu, tak sepantasnyalah Anda menyalah-nyalahkan orang lain, maupun keadaan.Bisa jadi, masalahnya karena Anda lalai dengan apa yang harusnya Anda kerjakan! Kalau begitu, panteslah Anda tidak sukses-sukses.2. Anda Hobi Menunda-NundaAnda paham nggak, sebetulnya apa itu menunda-nunda? Ketahuilah, sesungguhnya, suka menunda-nunda itu kayak kartu kredit. Anda nggak sadarbeli ini, beli itu, kesenengan tanpa sadar, eh, tau-tau dapat tagihan. Melihatnominalnya, langsungistighfardan tepar.#TepokJidatTak ada yang peduli, apapun alesan Anda untuk menunda-nunda. Yang jelas,semakin ditunda-tunda pekerjaan itu, maka akan semakin susah<< Catat nih. Dan ujung-ujungnya memang nantiAnda seperti tidak akan bisa melakukannya. Contoh: Anda diminta presentasi Minggu depan, dikasih waktu 10 hari buat persiapan. Eh, nyiapinslidenya aja malah 24 jam sebelum presentasi.#TepokJidatSekiranya Anda paham bahwa sekarang ini Anda lagi di “Medan Peperangan”, ntah itu Anda lagi memperjuangkan kebangkitan Umat, penafkaan keluarga, pembiayaan sakitnya orang yang Anda cintai, pasti nggak ada cerita Anda bakal menunda-nunda. Kalau pun masih ada, paling satu sebabnya: Anda kurang mencintai orang lain. Sibuk mencintai diri sendiri aja… Ego…3. Anda Menolak KritikanYang sering saya katakan: kan sebagai manusia, ketika Anda hendak mengerjakan sesuatu, sebaikya Anda menanyakan, kenapa Anda harus mengerjakan hal itu? Maka, jawabannyaitu harus masuk akal dan selaras dengan fitrah manusia.Kalau tidak seperti itu, berarti itu pekerjaannya dogma. Alias penipuan dan pemaksaan, masak nggak bisa jelasin untuk apa Anda harus melakukan hal itu? Kalau nggak ada sebabnya kenapa, yah ngapain dikerjain?Nah, sekiranya kritik seseorang terhadap Anda itu benar, ada buktinya, ada dalilnya, dan penjelasannya itu sesuai dengan 3 aspek di atas, maka Anda harus melakukannya!Sayangnya, kerap Anda itu nggak mau menerima kebenaran. Hanya karena sekarang posisinya Anda sedang salah,Anda nggak mau ngaku salah pulak. Misalnya:*.Sudah terbukti benar, ternyata berhijan syar’i itu wajib. Tapi Anda masih nggak mau. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalanplusego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.*.Sudah terbukti benar, ada rekomendasi suatu sistem berjalanoptimal untuk Anda. Tapi nggak mau Anda pakai. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalanplusego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.*.Sudah terbukti kinerja Anda belum sesuai SOP, maka harus ada yang perlu Anda perbaiki. Tapi Anda malah mengingkarinya. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalanplusego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.Yah, tidak heran, kalau Allah kerap berkata di Al-Qur’an, bahwa banyak orang yang masuk Neraka, karena mereka tak mau menggunakan akalnya.Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) dari jin dan manusia, mereka mempunyaiquluubun, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami…(QS. Al-A’raf Ayat : 179)4. Anda Takut GagalSekiranya Anda siap untuk berhasil, maka Anda juga harus siap untuk gagal. Karena hanya dengan mengetahui cara yang bagaimana yangnggak berhasil, barulah Anda bisa ketemu dengan cara mana yang akan berhasil. Maka dari itu, kenapa harus takut gagal?Meski memang, wajar sih kalau timbul rasa takut itu. Tapi, jangan salah merespon. Yang tadinya kegagalan malah membuat Anda jadi nggak melangkah, harusnya kegagalan itu membuat Anda jadi makin berantisipasi! Anda mikir, Anda buat, bagaimana meminimalisir atau menghindari kegagalan tersebut?5. Anda Ngerjainnya SendirianFitrahnya, manusia itu baru bisa berkembang dan bertumbuh, kalau Anda bersama-sama dengan manusia lainnya. Banyak hal yang tak bisa Anda lakukan sendiri, mulai dari hal kecil seperti menggaruk punggung, sampai hal besar seperti membuateventyang kompleks.Cobalah untuk bekerjasama dengan orang lain. Anda tawarkan hal bermanfaat apa yang bisa Anda tawarkan ke mereka. Kemudian coba minta hal bermanfaat apa yang bisa mereka berikan ke Anda.Yah, pokoknya, jangan takut deh. Apalagi kalau sama-sama diikat denganaqidah yang sama, selama tidak ada halangan syar’i, maka Anda pasti akan dibantu, tanpa meminta imbalan apapun.6. Anda Terlalu PerfeksionisYang namanya kesempurnaan itu nggak ada. Itu cuman alesan bagi orang-orang yang nggak mau memulai, maupun yang nggak mau melanjutkan. Buat saja perhitungan sebatas apa yang bisa Anda indra, dan ada faktanya,serta ada potensi logisnya. Jangan seperti orang filsafat yang kadang tidak ada faktanya, tidak bisa diindra, dan akhirnya potensinya ngaco. Belum lagi jadi kesimpulan, masih di hipotesis, malah udah buat kesimpulan aja. Makanya mereka tidak pernah sukses.Kondisi yang tepat hanya bisa didapat sekiranya Anda buat persiapan, melakukannya, serta meminta bantuan Allah agar pekerjaan Anda sukses. Karena dari mulai jalan situ, Anda bisa banyak belajar apa yang harus diperbaiki lagi. Pun, dengan meminta bantuan Allah Yang Maha Mengendalikan, insya Allah apa hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, bisa diatur Allah, supaya jadi mendukung pekerjaan Anda.7. Anda Males BangetCoba Anda inget-inget, hal apa yang terjadi, karena hal itu lalu dalam beberapa saat kemudian Anda jadi semangat? Kemudian, inget-inget pula, hal apa yang terjadi, karena hal itu lalu dalam beberapa saat kemudian, Anda jadi males? Nah, hal-hal tersebut adalahtombolnya! Misal:*.Gara-gara baca buku Anu, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, baca buku itu!*.Gara-gara melihat foto keluarga, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, lihat foto itu!*.Gara-gara melihat video orang-orang di Suriah, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, lihat video itu!*.Gara-gara Andastalkingakun mantan pacar, Anda jadi galau kemarin. Maka, supaya jangan galau lagi, jangan sekali-kali melihat akun mantan pacar Anda!*.Gara-gara bergaul sama si Anu, Anda jadi futur kemarin. Maka, supaya jangan futur lagi, jangan sekali-kali berdekatan dengannya!*.Dan seterusnya.Yah, yang namanya kejadian, pasti ada sebabnya.Rajin atau males, itu pun pasti ada sebabnya. Anda hanya tinggal temukan tombol semangat dan tombol galaunya apa, kemudian tekan tombol semangat itu, dan jauhi tombol galau tersebut.Isn’t it easy?8. Anda Kurang KreatifKatakanlah Anda udah hampir nggak pernah males-malesan lagi. Anda udah jadi orang yang rajin banget. Tapi kalau usaha Anda biasa-biasa aja, nggak ada evaluasi, nggak pakai strategi, yah kadang jadinya Anda nggak bisa berhasil-berhasil juga. Gagal mulu. Sedangkan pesaing Anda, musuh Anda,mereka lebih kreatif daripada Anda.Anda masihthink inside the box. Sedangkan orang udahthink out of the box.Malah ada yang udahthink withoutthe box, nggak pakaibox, nggak pakai perbandingan lagi! Hehehe! Misal, tatkala Anda memberi namabrandberupa nama benda dan nama sifat, kemudian disingkat menjadi huruf-huruf, sedangkan orang lain memberi nama brand dengan kalimat kerja. Atau malah ada yang dengan konjungsi. Contoh:*.Peter Says Denim*.Kamila Makan Bakso*.Buka Langsung Laris*.Roti Kemudian…*.Laundy Disini… (Bro, Antum Laundry dimana? Di Laundry Disini.. Dimana? Ya Laundry Disini!!) Hehehe!9. Anda Melakukannya Tidak dengan Senang HatiBedanya Anda bekerja dengan senang hati atau dengan suram hati, kalau dengan senang hati, biasanya Anda bisa melihat banyak jalan. Kalau dengan suram hati, nggak. Karena kalau Anda udah suram, pikirannya udah kemana-mana. Nggakfokus ke tugas, bisa jadi fokus ke kerjaan lain. Jadinyamales kerja.Nikmatilah pekerjaan Anda, karena kalau perasaan Anda tengah bahagia karena sangat menanti-nanti keberhasilan Anda, Anda bakal otomatis hobi mikir sebab-akibat keberhasilan tujuan Anda. Bisa jadi, darisitu Anda dapat inspirasi, strategi hebatyang bakal Anda lakukan nantinya.10. Anda Nggak Belajar dari KesalahanSepanjang perjalanan Anda, Anda bakalketemu banyak kesalahan. Jangan langsungdown. Justru bersyukurlah Anda jadi tahu cara apa yang nggak berhasil, jadinya besok-besok Anda nggak pakai cara itu lagi. Dan memang itulah cara yang dilakukan orang-orang sukses, makanya mereka pensiun dari kegagalan.11. Anda Nggak PedeKalau Anda bilang nggak bisa, maka otak Anda akan menerimanya, “Oke, nggak bisa..”. Kalau Anda bilang harus bisa, maka otak Anda bekerja untuk Anda, “Oke, cari caranya..” kemudian otak Anda mencari-carimaklumat tsabiqah(informasi terdahulu yang udah tersimpan di otak), lalu mengaitkannya dengan fakta yang terjadi, dan jadilah Anda berfikir, akhirnya menemukan apa solusinya.Makanya, sungguh, Allah sudah demikian adil, menurunkan hidayah kepada kita, berupa akal, supaya kita bisa memilih. Paling persoalan berikutnya, hanya soal memilih, kemudian pede akan pilihan yang tepat..…maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikandan ketakwaan…(QS. As-Syam ayat: 8)12. Anda Nggak KonsistenBisa juga artinya kurang istiqomah. Nah, konsistensi inilah bahan yang wajib ada, supaya Anda bisa berhasil. Ibarat orang lomba manjat, satu per satu jatuh. Sedangkan beberapa yang lainnya, tetep memanjat. Namun bahkan akhirnya tinggal satu orang yang berhasil memanjat. Karena: dia konsisten. Isqitomah dia!Caranya, pertama, jangan banyak alesan. Alesan yang nggak masuk akal itulah yang kerap menumbangkan Anda. Sebab cuman 1, alesan bisa 1000. Cari sebab, jangan alesan! Sebab,dari sebab itulah, yang bakal jadi bahan bakar konsistensi Anda.Kedua, pastinya yang cukup krusial, Anda butuh pembiasaan. Misal, saya kenal dengan orang yang rajin tahajjud.Dia ini, mau dia begadang sampai jam berapapun, tiba dia berada pada suatu jam tertentu, terbangun dia. Nggak ada pengaruh kurang tidur atau nggak. Karena emang udah diprogram begitu, yah jadinya begitu.Saran saya, untuk meraih konsistesi ini, silahkan tonton video ini. Dijamin, kalau Anda udah selesai tonton, Anda praktekin, insya Allah Anda berhasil konsisten!13. Anda Berhenti BertumbuhBanyak orang memiliki defenisi sukses yang berbeda-beda. Ada yang kalau banyak duit, ada yang kalau dapat jodoh, ada yang kalau IPK tinggi, ada yang kalau jadi orang bermanfaat, dan lain-lain. Kalau saya pribadi, sukses itu artinya hari ini jadi lebih baik dari kemarin. Cukup itu.Soalnya dalam rangka Anda memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda, pasti banyak tantangan yang terus-terusan bakal menghadang Anda. Dan sejatinyaitu semua bisa teratasi, sekiranya Anda terus tumbuh, hingga Anda jadi melihat,tantangan itu kecil, gampanglah diurusin.Kalau nggak ada aspek yang lebih baik dari kemarin, wajar Anda kewalahan ngadepin beraneka macam tantangan. Akhirnya gagal lagi, gagal lagi, nggak sukses-sukses juga.Untuk menunjukkan keseriusan, sekarang, bukaMicrsofot Excel(atau ambil kertas, kemudian buat garis-garis seperti diMs Excel). Anda buat tabel. Dibagian kolom, tulis tanggal. Di bagan baris, tulis nilai aspek yang ingin Anda kembangkan. Misal:*.Di tanggal 1 Anda tahajjudnya 2 raka’at. Maka, di kolom berikutnya Anda harus tahajjud 4 raka’at.*.Di tanggal 1 Anda berhasil memenuhi 2 janji teman Anda, dan gagal memenuhi janji 1 teman Anda. Maka, di kolom berikutnya, Anda harus bisa meningkatkan keberhasil, maupun mengurangi kegagalannya.*.Di tanggal 1 Anda udah hafal 53% dari 564 ayat di Juz 30. Maka, di kolom berikutnya Anda harus meningkatkan persentase hafalan tersebut.*.Dan lain-lain.Nah, dengan begitu, kan jelas, ketahuanAnda tumbuh atau nggak.Right?Ayo!Tahu nggak Anda? Saya, kerap agak malu untuk membaca tulisan ini. Soalnya, sedih saya membacanya. Pingin nagis malah.. Karena sakit hati ngelihatnya, kayaknya saya ingin mengkhianati diri saya sendiri.. Saya menentukan sautu cita-cita, tapi saya nggak serius melakukannya..Makanya, sejatinya, saya nulis ini bukanbuat menghibur Anda loh.. Serius ini, saya nggak mau banyak orang yang juga akan merasakan kepedihan, karena stres tak  kunjung berhasil mengerjakan apa-apa yang sudah ditargetkan…So,ayo! Sudah tahu kan Anda apa-apa aja sebab yang membuat Anda gagal? Tinggal dibalik saja, dan sukseslah Anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar