Senin, 20 Juni 2016

Gift.

Tips Mengetahui Bakat AndaStandard25 Jul 20140 CommentsRina UlwiaPada artikel yang berjudulCara Ampuh Memotivasi Diri: Temukan dan Miliki Tujuan Hidup Anda!, penulis menjelaskan bahwa salah satu cara memotivasi diri sendiri yaitu dengan mengetahui bakat Anda. Dalam artikel itu, dijelaskan bahwa dengan mengetahui bakat, Anda mampu mengikuti bakat itu. Anda dapat hidup di dalam bakat itu.Hidup di dalam bakat berarti mendedikasikan hidup Anda untuk mengembangkan bakat itu. Tujuannya yaitu memperoleh pencapaian setinggi-tingginya.Sebagai contoh, Anda memiliki bakatmenari. Anda hidup di dalam bakat menari manakala Anda menggeluti dunia tari. Anda mendedikasikan hidup untuk dunia tari sedemikian sehingga meraih pencapaian yang setinggi-tingginya.Dengan berkecimpung di dalam ranah yang menjadi bakat Anda, Anda pun terus termotivasi. Mengapa? Karena Anda senantiasa menemui banyak kemudahan. Melakukan apa yang menjadi bakat Anda jauh lebih mudah ketimbang melakukan apa yang tidak menjadi bakat Anda.Secara psikologis, Anda lebih termotivasi karenasemakin mudah suatu pekerjaan bagi Anda, maka Anda pun semakin termotivasi untuk mengerjakannya. Sebaliknya,semakin sulit sebuah pekerjaan bagi Anda, maka motivasi untuk mengerjakannya pun semakin rendah.Nah, pada akhirnya, jika setiap hari Anda termotivasi untuk bergelut di dalam dunia yang Anda tekuni, Anda niscaya lebih bahagia.Demikian kiranya gambaran bagaimana bakat dapat memotivasi diri Anda.Apakah Bakat Itu Ada?Tetapi, sebelum membahas terlalu jauh mengenai bakat, penulis ingin bertanya kepada Anda: Apa, sih, sebenarnya bakat itu? Apakah bakat benar-benar ada? Atau, apakah bakatitu sebenarnya tidak ada? Yang ada yaitu latihan yang keras sedemikian sehingga menjadi ahli?Well,dalam penelitian ilmiah mengenai bakat, para pakar menyimpulkan bahwa bakat berbedadengan latihan secara rutin.Komposisi yang membentuk bakat adalah faktor gen dan faktor lingkungan.Ini bukan berarti bahwa orang yang berbakat bermain piano memiliki genpiano; Orang yang berbakat menggambar memiliki gen menggambar. Bukan, sama sekali bukan seperti itu.Peran gen dalam membentuk bakat dapat dijelaskan sebagai berikut:Gen menentukan bentuk fisik dan kecerdasan(intelligence)manusia. Bentuk fisik dan kecerdasan manusia inilah yang menentukan bakat seseorang. Ada orang yang memiliki bentuk fisik sedemikian sehingga tangannya sangat leluasa memencettuts, yang oleh karenanya, ia berbekat dalam memainkan piano. Ada orang yang memiliki bentuk fisik tertentu sedemikian sehingga napasnya panjang dan kuat sehingga berbakat menyanyi. Ada pula orang yang memiliki struktur otak dan fisik tertentu sedemikian sehingga memiliki kecerdasan ruang (spatial/visual intelligence). Nah, kecerdasan ruang ini membuatnya berbakat menggambar.Kendati pun bakat dibentuk oleh gen,faktor lingkungan tetap memiliki peran yang signifikan. Jika kita memiliki kecerdasan ruang, misalnya, tetapi lingkungan tidak pernah mengondisikan kita untuk menyukai seni rupa, maka bakat itu pun akan terpendam. Kita tidak dapat, secara tiba-tiba, menjadi seorang peelukis jika tidak mengasah bakat itu.Pentingnya faktor lingkungan dalam membentuk bakat yaitu lingkungan memperkenalkan berbagaiskillpada Anda, di mana Anda dapat memilih tertarik atau tidak pada skillitu. Ada di antara kita yang menyukaiskillA, dan kebetulan memang berbakat dalamskillitu. Ada pula orang yang menyukaiskillyang sebenarnya ia tidak memiliki bakat dalamskillitu.Selain memperkenalkan berbagaiskill, lingkungan juga berperan dalam menyediakan sarana bagi kita untuk mengasah bakat.Jika lingkungan tidak mendukung, maka bakat kita pun tetap terpendam.Nah, seperti itulah kira-kira bagaimana lingkungan berperan di dalam membentuk bakat.Lingkungan yang tidak mendukung membuat bakat Anda tetap terpendam sebagai kemampuan yang masih mentah.Sekarang, pertanyaannya, bagaimana cara untuk menggali dan mengetahui bakat terpendam Anda?Nah, untuk mengetahuinya, yuk, simak tips-tips berikut ini.1. Test IQDalam test IQ, setidaknya ada 4 kemampuan/ kecerdasan yang diujikan, yakni kecerdasan ruang (spatial intelligence), kecerdasan matematika (mathematical intelligence), kecerdasan bahasa (language intelligence), dan kemampuan ingatan(memory ability).Kecerdasan ruang memungkinkan seseorang memiliki bakat yang terkait dengan manipulasi ruang, seperti bakat dalam bidang arsitektur, desain grafis, desain interior, melukis, membuat patung, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan ruang 3 mau pun 2dimensi.Sementara itu, kecerdasan matematika memungkinkan seseorang berbakat dalam bidang analisis danproblem solving.Kecerdasan yang ketiga, yakni kecerdasan bahasa memungkinan seseorang memiliki bakat dalam tulis-menulis, bercerita, atau pun mengarang. Kecerdasan bahasa memungkinkan seseorang mampu mengolah kata-kata sedemikian rupademi kepentingannya.Kecerdasan yang terakhir yang diujikan dalam test IQ, yakni daya ingat. Daya ingat yang tinggi memungkinkan seseorang memiliki bakat dalam bidang yang banyak mengandalkan ingatan.Nah, jika Anda bingung mengetahui bakat Anda, tidak ada salahnya untukmengikuti test IQ. Periksalah nilai Anda dalam test tersebut, dalam kecerdasan apa Anda memperoleh nilai paling tinggi, apakah kecerdasan ruang, matematika, bahasa, atau daya ingat?Setelah mengetahui skor Anda yang paling tinggi, berkonsultasilah dengan orang yang ahli dalam bidang kecerdasan. Tanyakan mereka, kira-kira bakat apa yang ada di dalam diri Anda berdasarkan skor yang Anda peroleh.Jika Anda terlalu sibuk hingga tidak ada waktu untuk berkonsultasi, carilah di internet informasi mengenai bakat berdasarkan kecerdasan.2. Perhatikan saat Anda Melakukan KegiatanCara yang kedua yaitu perhatikan saat Anda melakukan kegiatan. Perhatikan apakah Anda melakukannya dengan mudah atau Anda melakukannya dengan susah payah.Apabila Anda melakukannya dengan mudah, maka bisa jadi kegiatan itu adalah bakat Anda. Sebaliknya, apabila Anda kesulitan melakukannya, maka mungkin Anda tidak berbakat dalam kegiatan itu.3. Bertanya kepada temanCara yang ketiga yaitu bertanya kepada teman Anda, tugas apa yang menurut mereka Anda sangat ahli dalam mengerjakannya. Kemungkinan besar, bakat Anda adalah berkecimpung dalam tugas itu.4. Nilai di sekolahCara berikutnya, periksa kembali nilaidan prestasi Anda sewaktu duduk di bangku sekolah. Matapelajaran apa saja yang nilainya tinggi? Jika nilai olahraga Anda tinggi, maka mungkin Anda berbakat dalam bidang olahraga. Jika nilai matematika Anda tinggi, maka mungkin Anda berbakat dalam bidang logika.5. Mencoba Hal BaruCara terakhir, cobalah melakukan kegiatan baru, yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Dengan mencoba hal baru, Anda mengenalkan diri Anda sendiri padaskill-skillyang belum Anda kenal sebelumnya. Anda mengenalkan diri Anda pada instrumen-instrumen yang belum pernah Anda sentuh sebelumnya. Siapa tahu, setelah mencoba, Anda cocok denganskill-skillitu. Kecocokan Anda denganskill-skillbaru itu mengindikasikan bahwa Anda berbakat dalamskillitu.Demikian bebrapa tips mengetahui bakat terpendam Anda. Semoga tips-tips di atas membantu Anda menemukan bakat terpendam Anda.Saat Anda mengetahui bakat terpendam Anda, Anda pun dapat memutuskan untuk menggeluti bidang di mana Anda berbakat dalam bidang itu. Setuju, kan?

Tips Mengetahui Minat Terpendam AndaStandard25 Jul 20140 CommentsRina UlwiaPada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan bahwa salah satu cara untuk memotivasi diri sendiri yaitu dengan mengikuti minat. Dalamartikel itu, penulis menjelaskan bahwa dengan mengikuti minat kita, mengikuti kata hati kita, maka kita pun akan memiliki motivasi dalam hidup dan dalam bekerja.Misalnya, Anda bekerja sebagai seorang wartawan. Kebetulan, bidang jurnalistik memang menjadi bidang yang Anda minati. Maka, secara tidak Anda sadari, Anda akan terus termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda sebagai seorang wartawan, tanpa banyak mengeluh.Kita semua tahu bahwa tugas seorang wartawan sangat berat. Dibutuhkan mental baja untuk menjadi seorang wartawan. Mengapa? Karena tugas-tugasnya menunut dirinya untuk mau dan mampu berkubang di dalam sebuah konflik. Selain itu, seorang wartawan harus dapat menghadapi narasumber yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Seringkali, narasumber menolak diwawancara dan mengancam wartawan dengan berbagai ancaman lantaran tidak mau diwawancara. Belum lagideadlineyang terus mengejar.Nah, tugas wartawan, yang sangat berat dan penuh tekanan itu tentu hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki minat yang tinggi di dalam bidang itu. Tanpa adanya minat yang tinggi di dalam bidang jurnalistik, kemungkinan besar seorang wartawan akan tumbang di tengah jalan. Ia tidak akan termotivasi setiapharinya untuk menyelesaikan tugasnya sebagai seorang wartawan.Nah, kira-kira seperti gambaran di ataslah pentingnya minat dalam memotivasi diri Anda dalam pekerjaan dan kehidupan secara umum.Yang menjadi masalah yaitu, seringkali kita tidak mengetahui minat kita yang sebenarnya. Kita bekerja di bidang pekerjaan yang memiliki prospek yang bagus, di mana di dalam bidang itu, tersedia banyak sekali lowongan kerja, dan prospek masa depan yang cukup menjanjikan. Hanya itu (prospek) faktor yang menjadi pertimbangan kita saat memilih pekerjaan. Sementara itu, faktor minat tidak terlalu dipertimbangkan atau bahkan memang terabaikan.Hal itu pun dapat dirunut akarnya, yakni ketika kita memasuki pendidikan perguruan tinggi, orang-orang menyarankan kepada kita untuk memilih jurusan yang dapat mengantarkan kita pada pekerjaan yang mapan. Jurusan ekonomi-akuntansi, jurusan teknik informatika, komunikasi, dan desain grafis adalah beberapa jurusan yang banyak disarankan.Sebaliknya, hanya sedikit orang yangmenyarankan kita untuk mengikuti keinginan kita, yakni memilih jurusanyang sesuai dengan minat kita.Hal di atas pun masih dapat dirunut lagi ke akarnya yang paling awal, yakni ketika kita masih kanak-kanak, orangtua kita memiliki harapan dan keinginan tentang diri kita di masa depan. Mereka menginginkan kita menjadi seorang guru, dokter, atau pilot, misalnya, tanpa memerhatikan keinginan dan minat kita sendiri.Mereka mengajarkan kepada kita untuk menyukai apa yang mereka sukai, bahkan hingga lupa untuk memberi kesempatan kepada kita untuk menyukai hal-hal lain, selain apa yang mereka tawarkan kepada kita. Hasilnya, keinginan, mimpi, dan minat kita pun adalah apa yang sebenarnya bukan minat, mimpi, dankeinginan kita, melainkan mimpi, keinginan, dan minat orangtua kita.Itulah yang membuat kita kehilanganmakna danmotivasimanakala kita sudah dewasa dan menjalankan kehidupan di mana kita berhasil mencapai mimpi-mimpi itu.Tiba-tiba, kita tersadar bahwa menjadi apa yang dulu sangat kita dan orangtua kita dambakan bukanlah apa yang menjadi minat danimpiankita. Tiba-tiba, kita tersadar bahwa kita menjalani kehidupan dan bekerja di dalam bidang yang tidak kita minati.Nah, karena hal itulah, kita bingung dan mencari-cari apa sebenarnya yang menjadi minat kita.Dalam artikel ini, penulis akan mengajak Anda untuk mengetahui beberapa tips untuk mengetahui minat terpendam Anda.Semoga, tips-tips ini dapat membantu Anda menemukan minat sejati Anda. saat Anda menemukan minat sejati dalam kehidupan Anda, maka Anda pun dapat mengikuti minat itu. artinya, Anda dapat memilih pekerjaan dan kehidupan yang sesuai dengan minat dan impian Anda.Sekarang, langsung saja kita simak tips pertama, yaitu perhatikan prestasi teman yang membuat Anda iri.1. Perhatikan prestasi teman yang membuat Anda iriJangan remehkan perasaan iri dan kecemburuan Anda terhadap prestasi teman. Ini bukan berarti Anda mengumbar rasa iri dan cemburu itu membabi buta hingga timbul kedengkian dan niat jahat di hati Anda untuk merusak prestasinya. Sekali lagi, bukan itu maksudnya.Keirian dan kecemburuan Anda terhadap prestasi teman dalam suatu bidang tertentu menunjukkan bahwa Anda menaruh minat dalam bidang itu. Secara tidak Anda sadari, Anda ingin meraih prestasi dalam bidangitu sama seperti teman Anda.Bagi penulis sendiri, penulis sangat iri dan cemburu terhadap mereka yang mampu menggambar berbagai bentuk dan rupa. Ini dikarenakan, sejak kecil, selain bidang tulis-menulis, penulis memiliki minat dalam bidang seni rupa.Berbeda halnya saat penulis mengetahui seorang teman yang meraih prestasi dalam bidang yang penulis tidak minati, seperti bidang olahraga atau bidang musik. Maka, prestasi itu tidak membuat penulis iridan cemburu.2. Perhatikan saat Anda mengerjakan suatu tugasTips yang kedua yaitu perhatikan saat Anda mengerjakan suatu tugas.Jika Anda betah berlama-lama mengerjakan tugas itu, maka bisa dipastikan, Anda memiliki minat di dalam bidang itu, dengan catatan, rasa betah ini bukan dikarenakan keterpaksaan atau tekanan.Sebagai contoh, saat ini Anda bekerja sebagai seorang wartawan. Anda harus menyelesaikan tugas Anda.Deadlinesudah menunggu. Oleh karena itulah, Anda betah berlama-lama bertugas di lapangan. Alasannya, Anda sedang dikejar-kejardeadline. Mau tidak mau, Anda harus betah menjalankan tugas Anda, meskipun rasanya bagaikan di neraka.Nah, perasaan betah yang seperti contoh di atas tidak mengindikasikanbahwa Anda memiliki minat yang tinggi di dalam bidang jurnalistik. Jika Anda memiliki minat yang tinggi di dalam bidang jurnalistik, tentu rasanya tidak akan bagaikan neraka saat menjalankan tugas di lapangan.Anda akan betah dan senang menjalankan tugas Anda sebagai wartawan.3. Ingat kembali kegemaran Anda di waktu kecilCara yang ketiga, ingat kembali kegemaran Anda di waktu kecil. Ingat kembali matapelajaran apa yang dulu, menurut Anda, paaaling penting.Dulu, waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, pelajaran yang paaaaling penting menurut penulis adalah pelajaran kesenian, tepatnya menggambar. Nilai menggambar adalah nilai terpenting. Jika ada teman yang nilai menggambarnya lebih tinggi, maka penulis pun sangatiri. Selain itu, demi menggambar, apapun penulis lakukan, seperti mencoret-coret tembok, meja, sampul buku, dan sebagainya.Nah, bagaimana dengan Anda? apa kegemaran masa kecil Anda? Jangan-jangan, kegemaran itu merupakan minat terpendam Anda.4. Ingat kembali kegiatan yang dilarang orangtua, tetapiAnda bersikeras melakukannyaCara terakhir yaitu ingat kembali kegiatan yang dilarang orangtua, tetapi Anda bersikeras melakukannya. Tentu saja, maksudnya yaitu kegiatan-kegiatan yang tidak dilarang oleh norma-norma yang berlaku, lho, ya.Jika di waktu kecil dulu, Anda menyukai suatu kegiatan yang menurut orangtua Anda kegiatan itu tidak baik, dan oleh karenanya mereka melarang Anda untuk mengikutinya, maka bisa jadi, kegiatan itu merupakan salah satu minat terpendam Anda.Terlebih jika Anda bersikeras melakukan kegiatan itu hingga dibela-belain sembunyi-sembunyi dari orangtua saat melakukannya.Sebagai contoh, waktu kecil, Anda menyukai kegiatan bela diri. Di sekolah, diadakan ekstrakulikuler itu.Anda pun tidak mau ketinggalan mengikuti kegiatan itu. Tetapi, orangtua Anda melarang lantaran khawatir dengan kondisi tubuh Anda.Terlebih, mereka khawatir Anda menjadi suka berkelahi, misalnya.Nah, karena Anda menyukai kegiatanitu, Anda pun berusaha sedemikian sehingga Anda tetap dapat mengikuti kegiatan itu, apa pun yang terjadi. Berbagai usaha Anda lakukanuntuk dapat mengikuti kegiatan itu, dari membujuk orangtua hingga sembunyi-sembunyi mengikuti kegiatan itu.Jika Anda menyukai suatu kegiatan hingga “lebay” seperti itu, bahkan hingga tidak mengindahkan nasihat dan larangan orangtua, maka kemungkinan besar kegiatan itu merupakan salah satu minat terpendam Anda.Renungkan kembali mengenai kegiatan “terlarang” itu saat ini. Apakah Anda menyesal tidak dapat melakukannya lagi sekarang ataukahtidak. Jika Anda menyesal karena tidak dapat melakukannya lagi sekarang dengan berbagai alasan, maka penyesalan itu merupakan indikasi kedua bahwa kegiatan itu merupakan minat terpendam Anda.Tips Mengikuti Kata Hati dan MinatSetelah mengetahui cara-cara untuk mengetahui minat terpendam Anda, sekarang, mari bahas cara aman mengikuti kata hati dan minat Anda.Jika sekarang Anda sudah memiliki pekerjaan yang mapan, maka pikirkan matang-matang apakah Anda perlu berhenti dari pekerjaan itu dan mengejar minat Anda. Akan lebih aman jika Anda tidak perlu berhenti dari pekerjaan itu. Anda masih dapat mengejar minat Anda sekali pun Anda masih bertahan di pekerjaan lama Anda.Cukup jadikan pekerjaan yang Anda minati sebagai pekerjaan sampinganyang menghasilkan pemasukan bagiAnda.Pertanyaan yang mungkin muncul yaitu, apakah langkah di atas akan berpengaruh bagi motivasi hidup Anda. Jawaban yang dapat penulis sampaikan adalah ya, langkah di atasakan berpengaruh bagi motivasi hidup Anda. Alasannya, saat Anda mengetahui minat Anda, maka Anda akan mengejar kembali minat itu. Minat itu akan menjadi tujuan hidup Anda. Dan, saat minat itu sudah menjaditujuan hidup, maka hidup Anda pun akan penuh dengan motivasi karena Anda memiliki tujuan yang jelas.Saat Anda memiliki pekerjaan (sampingan) yang Anda minati, itu artinya Anda hidup di dalam impian Anda. Hal ini akan turut menjadikan Anda bahagia. Dan, saat hidup Andabahagia,maka tugas-tugas di kantor lama Anda, di mana Anda tidak menaruh minat terhadapnya, tidak terlalu berpengaruh bagi diri Anda. Tekanan dan tantangan di tempat kerja bukan lagi hal yang membuat Anda stres dan depresi.Sekarang, apa minat terpendam Anda? Sudah siapkah Anda menemukannya kembali dan hidup di dalamnya?Dapatkan leeeeebih banyak informasi bermanfaat mengenai caramenemukan minat dan bakat terpendam, serta cara terbaik hidup di dalam minat dan bakat Anda sedemikian sehingga Anda mencapai kesuksesan hidup yang sempurna

Kehilangan tujuan.

Agar Tidak Gagal Lagi Dalam Meraih Tujuan HidupTetaplah Membuat Tujuan Meski Anda Gagal TerusJika Anda sebelumnya pernahmembuat tujuan namun gagallagi dan lagi saat meraih tujuan hidup Anda, jangan sampai berhenti. Tetaplah memiliki tujuan, saat Anda menghapus tujuan dalam hidup Anda, artinya Anda sudah menyerah. Untuk itu tetaplah memiliki sebuah tujuan.Kalau pun selama ini gagal terus, artinya ada yang salah. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan perbaikan, bukan menghentikan memilikitujuan hidup. Tanpa tujuan hidup, hidup Anda akan hampa tanpa makna. Menyedihkan, meski banyak orang yang “menghias” keputusan menyerahnya dengan kalimat-kalimat indah:mengalir seperti air, yang terbaik saja, mensyukuri yang ada.Tetap memiliki tujuan itu bagus dan sangat penting agar hidup Anda memiliki arah yang jelas, berprestasi, dan bermakna.Selengkapnya tentang pentingnya memiliki tujuan bisa dibaca pada artikel berikut ini:Mengapa Harus Membuat Tujuan PribadiSudahkan Tujuan Anda SMART?Salah satu penyebab sering gagalnya mencapai tujuan karena ketidak jelasan tujuan tersebut. Bagaimana Anda bisa membidik target, jika target tersebut tidak terlihat jelas?Banyak orang yang menginginkan sesuatu namun tidak memiliki kejelasan alias mengambang.Akibatnya rencananya mengambang dan akhirnya tindakannya juga mengambang.Bagaimana caranya agar kita memiliki tujuan yang jelas? Ada metode atau kriteria dalam membuat tujuan agar Anda bisa membuat tujuan yang lebih jelas sehingga memperbesar kemungkinannya untuk tercapai. Metode itu disebut metode SMART.Silahkan baca ArtikelMembuat Tujuan dengan Metode SMARTCara Meraih Tujuan Hidup Anti GagalMulailah Meraih Tujuan Hidup AndaSetelah Anda memiliki tujuan yang SMART, maka langkah selanjutnya adalah Anda memulai mencapai tujuan tersebut SEKARANG JUGA. Maaf dengan tulisan besar, bukan berteriak tetapi agar mendapat perhatian. Banyak orang yang sudah memiliki tujuan, namun dia menunda-nunda untuk mencapainya.Jika Anda menunda-nunda, maka Anda akan kehilangan momentum dalam meraih tujuan hidup Anda. Saat momentum hilang, motivasi pun akan menurun dan ini menjadi penyebab gagalnya kebanyakan orang dalam meraih tujuan hidup yang sudah ditetapkannya.Ya, sering kali mereka bingung, bagaimana cara memulainya? Jika Anda masih bingung bagaimana cara memulai meraih tujuan hidup Anda silahkan baca artikel ini:Cara Memulai Menggapai TujuandanAmbillah Langkah Pertama.Cara Mencapai Tujuan HidupLalu bagaimana setelah kita memulai? Ya teruskan melangkah. Teruslah melangkah, maka Anda akan mencapai tujuan tersebut selama tujuan itu sudah jelas.Cara mencapai tujuan itu adalah Anda membuat rencana, kemudian terus melangkah sesuai dengan rencana tersebut dengan satusyarat: jangan berhenti.Selama tujuan sudah jelas dan Anda terus melangkah menuju tujuan tersebut, makalambat laun Anda akan mencapainya. Itulah kekuatantujuan yang jelas ditambahkan mental tidak kenal menyerah, maka Anda akan meraih tujuan tersebut. In syaa Allah.Jadi kuncinya jangan berhenti. Saya sudah menulis tip-tip bagaimana agar Anda tidak berhenti dalam mencapai tujuan dan cara meraih tujuan selengkapnya pada artikel-artikel berikut ini:*.Cara Mencapai Tujuan*.Jembatan Menuju Impian*.Memperkuat Keyakinan Anda Untuk Meraih Tujuan*.Menjaga Fokus Saat Meraih TujuanTapi Tujuan Saya BeratTingkatkan Kualitas Diri AndaBagus itu! Saya selalu menyarankan membuat tujuan yang berat, artinya cukup menantang. Mengapa?Sebab dari tujuan yang berat atau menantang, potensi Anda akan tergali. Anda akan benar-benar mengerahkan segenap kemampuan untuk meraih tujuan tersebut.Pertanyaannya, bagaimana jika kita sudah mengerahkan segenap kemampuan, namuntujuan tidak tercapai? Disinilah manfaatnya. Jika Anda sudah mengerahkan segenap kemampuan, namunbelum juga tercapai, maka artinya Anda harus meningkatkan kemampuan Anda. Bukan menyerah dan beralasan “saya sudah berusaha”.Inilah peluang Anda meningkatkan kualitas diri. Orang yang gagal lagi dan gagal lagi karena dia tidak mau meningkatkan kualitas dirinya. Sama dengan dia bermimpi mengambil air satu ember tapi dia hanya membuat sebuah gelas, tidak akan pernah tercapai. Anda harus meningkatkan kapasitas diri Anda sesuai dengan tujuan Anda.Kadang, ada orang yang malah menurunkan tujuannya. Sungguh disayangkan karena dia akan menghambat pertumbuhannya sendiri. Daripada menurunkan tujuan menjadi lebih ringan, akan lebih baik meningkatkan kualitas atau kapasitas diri untuk meraih tujuan yang berat itu.Nich, saya sudah menulis artikelCara Mencapai Tujuan Yang Menantang.Anda Bersedia Membayar HarganyaUntuk mendapatkan apa pun, akan ada harganya. Ingin kerupuk saja harus ada harga yang dibayar, apalagi mencapai tujuan yang besar. Harga yang harus dibayar itu tidak selamanya dengan uang, meski pun uang akan sangat membantu, namun yang terpenting adalah kemauan kerja keras Anda.Jika tujuan hidup Anda begitu besar, maka harga yang harusAnda bayar pun akan besar. Ini sangat logis bukan? Anehnya banyak orang yang tidak mau membayar harganya. Dia hanya berusaha sekedarnya, kemudian gagal, dan akhirany mengeluh. Anda tidak bisa mengeluhkan para penjual, karena Anda tidak akan pernah mendapatkan produk yang Anda inginkan. Yang bisa Anda lakukan adalah bagaimana agar Anda bisa membayar produk yang Anda inginkan.Saat Anda bermimpi meraih sesuatu namun tidak bersediamembayar harganya, artinya Anda mimpi disiang bolong. Silahkan baca artikel ini untuk lebih lengkapnya:Bayaran untuk SuksesBiarkan Allah MembantuKita akan selalu membutuhkan pertolongan Allah. Namun sayangnya banyak yang tidak membiarkan Allah membantu mereka dengan kesombongan dengan kelupaan mereka kepada Rabb-nya. Ada beberapa artikel agar Allah membantu kita:*.Biarkan Allah Membantu*.Kiat Sukses: Semua Menjadi Kecil*.Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah*.Kekuatan Itu Dari Allah*.Melepaskan Kesombongan Untuk Sukses*.Mintalah Pertolongan AllahPenutupWah, banyak sekali artikel yang harus dibaca? Jika Andamengeluh karena banyak artikel yang harus dibaca, Anda tidak layak untuk meraihsukses yang lebih besar lagi. Membaca artikel-artikel diatashanya “uang muka”, ada harga yang lebih besar lagi yang harus Anda bayar untuk meraih tujuan hidup Anda.

Mengapa Harus Membuat Tujuan Pribadi?Setelah memiliki sebuah visi, selanjutnya ialah kita perlumembuat tujuan pribadi. Tujuan boleh dikatakan visi dengan tenggat waktu. Anda tidak bertindak lebih efektif jika Anda tidak punya rencanadan rencana tidak akan bisa disusun jika belum ada tujuan. Rencana adalah tidakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan dan kapat melakukannya. Bagaimana bisa ada sebuah rencana tanpa tujuan? Rencana ibarat sebuah jembatan, menjembatani antara kondisi saat ini dengankondisi yang kita inginkan. Jika tujuan belum ada bagaimana rencana bisa dibangun?Alasan Membuat Tujuan PribadiBerikut adalah beberapa manfaat kita dapatkan:*.Kita lebih mengendalikan hidup kita. Kita tidak akan bisa mengarahkan mobil kita jika kita tidak mau akan kemana. Saat kita tidak bisa mengendalikan hidup kita, maka kita akan terombang-ambing entah kemana. Beruntung jika kita sampai ke arah yang baik atau bagus. Bagaimana jika tidak. Tanpa tujuan pribadi, Anda sebenarnya mempertaruhkan hidup Anda.*.Integritas, tindakan akan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Saat Anda sudah memiliki tujuan, maka semua tindakan, pikiran, dan ucapakan Anda akan mengarah ke satu titik. Jika sudah mengarah ke satu titik maka akan terjadi kesesuaian antara tindakan dan perkataan Anda.*.Fokus pada hal-hal yang penting. Setelah Anda mengetahui ke mana tujuan Anda, Anda akan mengetahui tindakan mena yang penting mana yang tidak. Tindakan yang penting adalah tindakan yang akan mengarahkan Anda kepada tujuan. Hidup Anda akan lebih efektif dan produktif.*.Anda menjadi orangsukses, terlepas bagaimana artinya menurut orang lain. Jika Anda tidak memiliki tujuan,Anda tidak akan pernah sukses. Karena definisi sukses sebenarnya adalahtercapainya apa yang Anda tuju. Jika Anda tidak memiliki tujuan, bagaimana Anda bisa mencapainya.Jelas sudah bagaimana pentingnyamembuat tujuan pribadi. Sayangnya, hanya sedikit orang yang membuat tujuan. Konon dibawah 3%. Apakah Anda termasuk ke dalam kelompok elit ini? Saya tahu, semua umat Islam pasti memiliki tujuan ingin sukses di akhirat. Tapi bukan berarti mengabaikan keberhasilan di dunia. Keberhasilan di dunia sambil membawa nilai-nilai Islam adalah bentuk dari dakwah. Dan, untuk meraih keberhasilan di dunia ialah diawali denganmembuat tujuanpribadi.

Membuat Tujuan dengan Metode SMARTUrgensi Membuat TujuanAda yang bertanya, apakah untuk meraihsuksesharus membuat tujuan? Saya jawab tidak. Banyak orang yang sukses, dia tidak pernah menuliskan tujuan apalagi memahami metode SMART.Lalu mengapa banyak guru sukses menganjurkan menetapkan tujuan? Karena penetapan tujuan akanmembantu Anda lebih mudah meraih sukses. Bukan sebuah keharusan,tetapi sangat bermanfaat. Apa saja manfaat membuat tujuan?Manfaat membuat tujuan : KejelasanManfaat pertama dari penetapan tujuan adalah: “kejelasan“. Dengan menetapkan tujuan, apalagi secara tertulis,akan memberikan kejelasan kepada kita, arah mana yang akan ditempuh. Selain kejelasan masih ada satu lagi manfaat dari tujuan yang tidak kalah pentingnya.Untuk apa kejelasan? Jika tujuan sudah jelas, semuanyapun akan ikut jelas.Kita akan lebih mudah menyusun rencana. Jika rencana sudah jelas, maka kita pun akan jelasdalam mengambil tindakan. sukses akan segera diraih. Apakah semua tujuan akan memberikan kejelasan?Cara Membuat Tujuan dengan Metode SMARTTidak, banyak orang yang membuat tujuan, tetapi tidak memberikan kejelasan. Artinya cara penetapan tujuannya kurang tepat. Sebuah metode yang terkenaldalam membuat tujuan ialah metode SMART. Apa itu?SpecificHarus jelas, Anda mau apa. Mau kaya? Kaya seperti apa? Mau bahagia? Seperti apa sih bahagia itu?MeasurableTerukur. Mau kaya juga ada ukurannya. Deposito, penghasilan, dan sebagainya. Kalau bahagia, apa ukurannya?ActionableBuatlah tujuan yang memerlukan tindakan Anda untuk mencapainya. Bukan mengandalkan kondisi atau tindakan orang lain.RealisticArtinya, secara akal bisa dicapai oleh manusia. Bukan berarti milih yang mudah menurut Anda. Jika orang lainbisa, Anda juga bisa.Time-basedAda kerangka waktu. Kapan Anda akan memiliki tujuan tersebut. Tanpa kerangka waktu, hanyalah sebuah impian.Manfaat Membuat Tujuan: MembangkitkanInspirasiManfaat keduadari tujuan ialahmembangkitkan inspirasi dari dalam diri.

Sekedar menjalani.
Perbaharui.

Apa yang harus saya perbuat pada kehidupan ini? Respon apa yang harus saya berikan? Tindakan apa yang harus saya ambil?

Kepercayaan terhadapa cinta dan kuliah.
Kuliah tentunya menghasilkan, namun tidak akan membuat saya berkembang dilihat dari situasi dan kondisi saya, kuliah mempersulit dan menambah beban serta keterbatasan waktu

Minggu, 19 Juni 2016

Ikhlas. Berjuang.

Kiat Menjalani Kehidupan

Redaksi – Senin, 14 Jumadil Awwal 1434 H / 25 Maret 2013 08:59 WIB

Oleh: Syaripudin Zuhri

Dalam kehidupan yang selalu saja ada yang tak berkenan di hati atau tak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka perlu kiat-kita khusus agar hidup dan kehidupan ini tetap dapt dijalani dengan ebaik-sebaiknya, sebagaimana adanya. Dan memang kehidupan ini seringkalu bukan apa yang kita maua yang terjadi, yang terjadi bahkan seringkali tak terduga, tak disangka-sangka, tak dapat diprediksi dengan otak manusia yang lemah.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan, dan biasa, setiap pendapat yang dikemukan manusia itu relative adanya, tidak ada kebenaran mutlaq, kecuali ayat-ayat yang terdapat dalam firmat allah SWT di dalam Al Qur’an dan di dalam sabda rosulNya yang mulia, nabi Muhammad SAW. Namun sebagai manusia tak ada larangan untuk membuat kiat-kita tertentu untuk menjalani hidup ini, diantara sebagai berikut:

Pertama, kekuasaan Allah SWT ada di mana-mana dan jangkauan kekauasaanNya sampai kemana-mana, tak ada sesuatupun yang dapat membatasi kekuasaanNya. Ini adalah kekutana yang luar biasa yang bila dpegang oleh keyakinan yang tinggi, karena bagi yang memegang prinsif ini, tak ada lagi rasa takut padaNya. Karena kemanapun dia melangkah, ada pertolongan Allah SWT di manapun dia berada.

Pertolongan Allah SWT, datang tiba-tiba kepada orang-orang yang bertaqwa padaNya, tanpa dimintapun terkadang pertolongan itu dating begitu saja, apa lagi kalau pertolongan itu diminta dalam doa, dan tak ada doa yang tak terjawab olehNya, hanya soal waktu, dan itu hak Allah SWT yang tak bias diganggugat.

Jadi dengan  memegang keyakinan bahwa kekuasaan allah SWT ada di mana-mana, maka kemanapun kita pergi, Dia akan melindungi kita. PerlindunganNya seringkali bahkan tanpa diminta, tahu-tahu ada dan tentu saja melalui makhlukNya. Pertolongan dari orang lain pada hakekatnya adalah pertolongan yang dikirimkanNya pada manusia, karena tanpa izinNya, orang tak bias memberikan pertolongan pada sesamanya, karena Dialah yang menggerakkan itu semua.

Kedua, orang yang selalu kuatir berarti kurang percaya kepada Allah SWT yang Maha Mampu mengatasi semua urusan. Dengan prinsif yang kedua ini akan terlihat, siapa manusia yang sungguh yakin padaNya, karena bila teksepnuhnya keyakinan itu ada pada diri seseorang, maka yang akan timbul adalah keraguan demi karaguan, yang timbul adalah yindak tanduk yang selalu rahu untuk berbuat sesuatu, kayakinannya tak penuh pada Dia yang Maha Mampu mengatasi semua persoalan di alam semesta ini.

Orang kuatir adalah orang yang tak yakin pada setiap langkah perbuatannya, di dalam tingkah laku dan perbuatannya ada selau kata-kata” apa iya-apa iya?” Jadi selalu ragu-ragu dalam bertindak, selalu tidak yakin akan apa yang diperbuatnya, akhirnya semua pekerjaannya menjadi tak selalu berhasil, karena penuh keraguan ada di dalamnya. Padahal kalau punya keykinan yang tinggi padaNya, tak ada sesuatupun yang lepas dari pengamatanNya, semua makhluk diurusnya, dari yang paling kecil sampai yang [aling besar, dari alam microcosmos sampai alam yang macrocosmos.
Ketiga,  Allah SWT tidak akan mengecewakan hambaNya yang beriman. Dengan prinsif ini orang beriman tidak akan pernah takut pada siapapun dan tak pernah takut nasibnya terlunta-lunta, karena dia yakin betul bahwa Allah SWT tak pernah menganiaya hamba-hambaNya, hanya hamba itu sendiri yang menganiaya diri mereka sendiri.

Dengan keyakinan pula seorang yang beriman tidak pernah merasa dikecewakan Allah SWT, karena apapun yang diberikan Allah padanya adalah baik, baik dalam pandangan Allah tentunya. Mengapa? Karena seringkali manusia tertipu dengan pandangannya sendiri, mislanya, sesuatu dianggap baik olehnya, tak tahunya buruk diujungnya. Atau ada sesuatu yang dianggap buruk pada awalnya, justru pada akhirnya baik dan sangat menguntungkan.

Biasanya kalau menghadapi suatu musibah, cobaan, ujian atau apapun namanya manusia seringkali berprasangka buruk kepada Allah SWT, seakan Allah tidak adil kepadanya, karena musibah atau ujian tersebut. Namun dalam kenyataannya seringkali terjadi banyak musibah yang membawa hikmah, banyak ujian justru membawa berkah, banyak cobaan justru membawa keuntungan.

Keempat, terimalah hidup ini sebagaimana adanya, bukan bagaimana maunya kamu. Ini juga yang membuat manusia menjadi banyak bersukur kepadaNya. Karena manusia yang punya prinsif semacam ini tidak mudah diombang-ambingkan kehidupan, tidak mudah goyah diterjang badai kehidupan, tak mudah menyerah dihempaskan oleh berbagai tamparan yang menghantam dirinya.

Karena orang yang punya prinsif semacam ini enjoy saja dalam mejalani kehidupannya, dia menyadari betul bahwa dalam hidup ini sudah ada Yang Maha Pengatur, Dialah Allah SWT, sehingga tak ada sedikitpun kuatir apabila suatu waktu terjadi hal yang bukan maunya, tapi terjadi. Nah dengan menerima hidup  sebagaimana adanya, tak membuatnya seperti dikejar-kejar hantu disiang bolong, semuanya serba ketakutan. Sesuatu yang belum terjadi sudah ditakutkan sedemikian rupa, sehingga hidupnya tak merasa bahagia, karena yang dipikirkan bagaimana kehidupan setahun, dua tahun, lima tahun sepuluh tahun mendatang begitu seterusnya.

Apa yang terjadi? Ibarat kata pepatah” mengharapkan hujan di dari langit, air di tempayan dibuang” maka yang timbul adalah rasa kurang-kurang dan kurang, tidak menerima apa yang ada. Yang ada,  tidak disukuri, yang tak ada, di harap-harap.

Kelima, terimalah orang lain itu sebagaimana adanya orang itu, bukan bagaimana maunya kamu.Ini biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dimana orang begitu banyak menuntut agar orang lain ikut atau mengerti akan dirinya, sementara dirinya tak peduli atau tak mau mengerti apa yang dimaui orang lain. Jadi orang lain selalu saja ada dipihak yang disalahkan, karena kebenaran hanya miliknya sendiri.

Dengan prinsif kelima ini sebenarnya hidup bersama dengan orang lain, siapapun dia, ya istri, anak, teman, sahabat, atasan, bawahan dan lain sebagainya menjadi suatu yang menyenangkan, kalau pakai bahasa gaul” sesatu banget”, ya asik gitu. Dalam bergaul menjadi tak terbebani apa-apa, karena semua manusia itu sama, tak ada bedanya, baik karena pangkat, jabatan, harta , kedudukan dan lain sebagainya, yang membedakan manusia hanya taqwanya.

Saya sengaja tak membawa ayat-ayat, silahkan saja cari di Al Qur’an yang berhubungan dengan ketaqwaan tersebut. Yang jelas bila manusia pandai menerima manusia sebagaimana adanya orang itu, pergaulan akan terasa nyaman, bersahabat, menyenangkan dan tak ada intrik-intrik yang membuat pergaulan menjadi gersang.

Keenam, caci maki dan hinaan orang lain adalah obat untuk mengoreksi diri. Memang banyak orang yang tak tahan akan hinaan orang, apa lagi kalau hinaan tersebut berupa sumpah serapah, caci maki di hadapan orang banyak atau di hadapan umum, apa lagi pada suatu acara yang dihadiri begitu banyak orang, tiba-tiba datang hinaan tersebut, rasa malunya bukan main! Yang menghina mungkin bisa saja sambil tertawa-tertawa kesenangan karena yang dihina kebetulan memang bawahannya yang levelnya jauh di bawah!

Sebenarnya bila ada hinaan semacam itu, bisa disukuri dengan membaca “Alhamdulillah”, gimana sih dihina orang kok Alhamduillah? Loh bukankahketika dihina orang secara langsung terjadi transfer pahala dari yang menghina ke yang dhina dan sebaliknya dosa yang dihina ditransfer ke orang yang menghina, asik bukan? Dapat pahala gratis.

Jikapun benar apa yang dihina itu, ya tetap Alhamdulillah, berarti dapat masukan dan dijadikan alat untuk meperbaiki diri. Biasanya kalau orang sering dihina dan dengan sabar menghadapinya, jiwanya semakin kokoh, jiwanya semakin tegar dan tak mudah “tersinggung” jadi ketika mendapat hinaan yang bertubi-tubi sekalipun dan datang dari berbagai penjuru, dia tetap tenang, karena sudah kebal! Kalau pakai gaya sekarang EGP aja, emanya gue pikirin!

Ketujuh, kesulitan bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dengan lapang dada dan tetap mohon petunjukNya. Ini kehidupan bung! Tak ada kehidupan yang seperti jalan tol lurus saja, mulus-mulus saja, namun jangan lupa jalan tol pun bisa mecet, bahkan bisa macet total! Begitupun kehidupan, di sana sini ada saja kesulitannnya, dan itu bukan hanya dialami oleh seorang dua orang, semua orang mengalminya, jadi dalam kesulitan itu Anda tidak sendirian, lihat saja orang-orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Jadi kesulitan hidup itu bukan hanya milik orang seorang, tapi hampir semua orang mengalaminya, sekali lagi dalam kesulitan hidup itu anda tidak sendirian, ribuan bahkan jutaan orang banyak terhimpit dalam kesulitan hidup dan kesulitan itu bukan dihindari, tapi dihadapi. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan? Bukan firmanNya berbunyi: “Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, sungguh setelah kesulitan ada kemudahan”  ( Al Insyiroh: 5-6)

Dengan keyakinan pada firman Tuhan ini, Anda akan tegar menghadapi segala macam kesulitan hidup, karena hidup di dunia ini bukan surga, coba baca lagi tentang artikel saya:  “Dunia bukanlah surga dan juga bukan neraka” Dengan keyakinan bahwa kesulitan akan berlalu, maka tak ada istilah menyerah pada kesulitan apapun namanya, di manapun adanya. “Badai pasti berlalu atau semua ini akan berlalu” Lalu mengapa pusing menghadapi kehidupan?

1. Jangan menunda kewajiban.

2. jangan sia siakan orang tua yang masih hidup.

3. Minta taubat setelah berbuat dosa.

4. Jangan menunda taubat.

5. Jangan sia-siakan kebersamaan bersama guru.

6. Jangan bikin kesan tidak enak terhadap orang lain.

8. Jauhi maksiat.

9. Selalu berprasangka baik jika ingin khusnul khatimah.

10. Jangan menunda kebaikan.

11. Jangan sia-siakan waktu dan jangan banyak berbuat yg sia sia.

ikhlas karena allah atas seijin allah.

Semua Terjadi Atas Kehendak TuhanSegala sesuatu yang terjadi di dunia ini atas kehendak Tuhan, percaya dan berusaha menjalani hidup dengan sangat baik untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan.Rabu, 28 Mei 2014 10:10Foto: copyright shutterstock.com0SubmitSuka0Share0TweetSendShareManusia seringkali mengeluh dan juga meratapi apa yang terjadi dalam hidup mereka. Sedikit permasalahan baik itu kecil maupun besar akan dikeluhkan seakan-akan mereka lah orang yang paling malang di dunia ini. Semua keluhan dan juga ratapan tersebut sebenarnya tidak ada gunanya dan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan adalah bangkit dan memperbaiki kehidupan agar jadi lebih baik dari sebelumnya.Dalam kehidupan ini kunci untuk berbahagia sebenarnya sangat sederhana. Sabar, ikhlas dan juga bersyukur atas apapun yang telah Tuhanberikan kepada kita. Jika Anda sudah mengamalkan 3 kunci berikut maka tidakakan ada masalah yang akan terasa berat atau menyulitkan kehidupan Anda.Ada beberapa kata yang harus diingat dalam kehidupan ini. Segala sesuatu yang terjadi sebenarnya telah diatur oleh Tuhan. Daun pun gugur ke bumi ini atas seijin Tuhan. Apalagi keinginan manusia seperti kita. Kenyataan yang dihadapi setiap manusia, perjumpaan kita dengan orang-orang tertentu, perasaan yang naikdan juga turun serta tak menentu, semangat yang kadang membara dan meredup, semuanya telah diatur oleh Tuhan. Tuhan Maha Baik dan memiliki maksud tertentu di balik semua kejadian yang menimpa manusia.No coincidence happens in this world. Everything for sure happens for a reason. Tuhan memiliki maksud dan jugatujuan yang sangat baik di balik semua kejadian yang menimpa manusia. Tidak ada kebetulan dalam hidup ini, semua yang terjadi pasti ada sebabnya dan berakibat bagi kehidupan manusia. Yang harus dilakukan adalah menerima semuadan menjalani hidup dengan penuh kebaikan.

dakwatuna.com–Amal yang kita lakukan akan diterima Allah jika memenuhi dua rukun. Pertama, amal ituharus didasari oleh keikhlasan dan niat yang murni: hanya mengharap keridhaan Allah swt. Kedua, amal perbuatan yang kita lakukan itu harus sesuai dengan sunnah Nabi saw.Syarat pertama menyangkut masalah batin. Niatikhlasartinya saat melakukan amal perbuatan, batin kita harus benar-benar bersih. Rasulullah saw. bersabda, “Innamal a’maalu bin-niyyaat, sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan yang kita lakukanoleh Allah swt. sangat bergantung padaniat kita.Sedangkan syarat yang kedua, harus sesuai dengan syariat Islam. Syarat ini menyangkut segi lahiriah. Nabi saw. berkata, “Man ‘amala ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun, barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami diperintahkan, maka perbuatan itu ditolak.” (Muslim).Tentang dua syarat tersebut, Allah swt. menerangkannya di sejumlah ayat dalam Alquran. Di antaranya dua ayat ini. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh….” (Luqman: 22). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan….” (An-Nisa: 125)Yang dimaksud dengan “menyerahkan diri kepada Allah” di dua ayat di atas adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata. Sedangkan yang yang dimaksud dengan “mengerjakan kebaikan” di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Menurutnya, maksud “yang lebih baik amalnya” adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?” Fudhail menjawab, “Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar, tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidakdilandasi keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud ‘ikhlas’ adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud ‘benar’ adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.” Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110, “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”Jadi, niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu jugadengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.Delapan Tanda KeikhlasanAda delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk mengecek apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. Kedelapan tanda itu adalah:1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akanpopularitasImam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan.Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas,jabatan, dan riya.Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadiorang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular.Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dansikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.2. Ikhlah ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekuranganOrang yang ikhlas selalu merasa dirinyamemiliki banyak kekurangan. Ia  merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firmanAllah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah merekaitu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yangberlomba.” (Ahmad).3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikanOrang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahuiorang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajuritRasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththabmemberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusiaTidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yangmendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh situkang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harusmenyembah Fir’aun.6. Ikhlas ada saat Andacintadan marahkarena AllahAdalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak,ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (At-Taubah: 58)7. Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalanKeikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji.Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihanYang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidakkita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpabeban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.Redaktur:Ardne

If you are born poor it’s not your mistake, But if youdie poor it’s your mistake.– Bill GatesSatu hal yang pasti saat kamu dilahirkan di muka bumi ini adalah bahwa kamu punya kesempatan. Kesempatan untuk menjadi suksesatau nggak sukses sama sekali. Kesempatan untuk menjadi manusia atau cuma menjadi mahluk yang numpang hidup di dunia. Begitu pun dengan kesempatan menjadi mapan secara finansial, sebenarnya kita semua bisa. Menjadi kaya raya terdengar semacam kisah dongengbagi sebagian orang padahal kita semua punya peluang yang sama untuk menjadi kaya, dengan kerja keras tentunya. Dari kerja keras tersebut akan terlihat sebesar apa potensi yang kamu miliki untuk menjadi kaya.Potensi tersebut bisa diukur dengan kesamaan antara kamu dan orang yang sudah terbukti kayaraya dalam menjalani menjalani hidup, cara berpikir dan kebiasaan dalam mencari uang sehari-hari. Berikut ini beberapa sifat orang sukses yang bisa kamu jadikan kebiasaan mulai dari hari ini.1. Selama ini kamu terbiasa membuat anggaran lalu dengan disiplin menjalankannyaBudgeting and tracking viainanutshell.caKarena86% para jutawan di dunia gak dilahirkan dengan sebongkah berliandi tangannya, mereka, sama seperti kamu, harus memulainya dari bawah juga. Mereka gak terlahir kaya, namun mereka membuat dirinya sendiri menjadi kaya. Dengan apa? Selain dengan menghasilkan uang, mereka juga patuh terhadap anggaran yang udah mereka siapkan sendiri. Mungkinbudgetingterdengar seperti kegiatan yang membosankan namun paraself-made millionaireini gak pernahsegan untuk menghitung pemasukannya dan menganggarkan berapa banyak uang yang akan dikeluarkan nantinya.Sejak duduk di bangku kuliah kamu udah bisa mencontek kebiasaan membuat anggaran ini, meski kamumasih mengandalkan kiriman dari orang tua. Anggarkan sekian rupiahuntuk makan, bbm, dan kebutuhan harian lain. Lalu selalutrackingpengeluranmu, gak perlu jadi jago matematika kok buat buattrackingkeuangan, aplikasi seperti Mint, CashTrails dan sebagainya akan membantu kamu untuk melihat kemana aja uangmu dihabiskan. Lihat apakah ada sisa atau malah kekurangan? Dengan begitu kamu bisa tahu pos mana yang bisa dikurangi anggarannya.2. Kamu menabung bukan karena ada sisa uang tapi karena merasa menabung adalah kewajibanNabung adalah kewajiban viablog.credit.com“Rajinlah menanbung” mungkin adalah nasihat lama yang paling sering didengar dari kecil hingga sekarang. Sama seperti anjuran untuk “minum 8 gelas air putih sehari”, kamu tahu itu bagus untuk dirimu tapi masih saja sulit untuk dilakukan. Tapi bagi calon orang kaya, menabung bukanlah perkara sulit untuk dilakukan. Karena sama seperti orang-orang yang sudah sukses kamu memandang tabungan sebagai sebuah keharusan, bukan sebagai kegiatan yang baru dlakukan bila ada uang sisa bulan ini.I Don't Mind Being On My OwnTiap kali menerima pemasukan, ambil setidaknya 10% untuk disimpan sebagai tabungan. Lakukan rutinitas ini di hari yang sama saat kamu menerima gaji, penghasilan maupun kiriman orangtua. Bila kamu sudah terbiasa, dan memahami bahwa menabung adalah kewajiban maka kamu punya potensi untuk menjadi kaya.3.Selama ini kamu telah menjalani gaya hidup sepertiorang kaya sesungguhnya yakni, gaya hidup kerja kerasGaya hidup kerja keras viawww.visitdenmark.co.ukKamu tahu kalau kamu adalah seorang calon jutawan ketika kamumemiliki gaya hidup seperti jutawan. Seperti apa gaya hidup jutawan? Rumah mewah,super car, dan pesta tiap malam? Nggak sama sekali!Kebanyakan orang kaya yang berjuang dari nol aliasself-made millionairejustru hidup dengan cara yang sama seperti saat mereka belum punya kekayaan seperti sekarang. Warren Buffet, salah satu investor paling sukses dimuka bumi, masih tinggal di rumah sederhana yang ia beli di tahun 1958 jauh sebelum dia kaya raya seperti sekarang. Mark Zuckerberg masih aja tuh kemana-mana naikcity carbuka Ferrari apalagi Lamborghini. Berfoya-foya dan gaya hidup konsumtif yang selalu kamu lihat di media sebenarnya merupakan kebiasaan kamu kelas menengah ngehek.Intinya, kekayaan seharusnya bukandilihat sebagai gaya hidup untuk berfoya-foya. Kekayaan seharusnya dilihatsebagai gaya hidup untuk bekerja lebih kerasdibandingkan orang lain, ketekunan, kematangan rencana dan disiplin yang tinggi.Jika sedari usia muda kamu sudah terbiasa hidupon budget, gak neko-neko, kerja keras dan gak pernah membesarkan pasak daripada tiangnya maka kamu udahberada di jalur yang benar untuk jadi kaya.4. Membuat rencana dan mengejar target merupakan kegiatan yang kamu nikmatiMenikmati kerja keras viawww.brw.com.auAlih-alih keletihan, bosan dan menyerah ketika berusaha mencapai target, kamu menikmati tiap tetes peluh yang keluar akibat kerja kerasmu. Ada kepuasan yang besar dalam jatuh-bangun yang kamu lalui dalam mengejar kesuksesan. Kamu gak pernah mengeluh, menutup mulut rapat-rapat dan membiarkan otak dan tanganmu bekerja.Demi Foto yang Lebih 'Hidup' dan Bercerita! 7 Cara Agar Jepretanmu Lebih Pro, Biar Kayak AhlinyaKamu juga merupakan seorang perencana ulung, membuat target yang dianggap orang lain sebagai rencana gila. Gak jarang kamu dijuluki sebagai ‘Tukang Mimpi di Siang Bolong’ namun kalau bisa memilih kamu lebih senang menyebut dirimu sebagai ‘PengejarTarget Level Akut’. Hei, kesuksesangak datang dengan sendirinya, uang 100 juta segepok gak pernah turun dari langit. Tanpa ada perncanaan dan target untuk mencapainya, kamu gak akan pernah bisa pergi ke sana.5. Kamu tetap tenang dan nyaman di tengah keadaan yang serba sulitUnggul dalam keadaan sulit viawww.skipprichard.comPanik dan bertindak gegabah gak pernah melintas dalam pikiranmu bahkan ketika keadaan serba sulit. Kamu tetap optimistis, di tengah keadaan ekonomi yang sulit. Misalnya ketika kamu menghabiskan uang kirimanmu sebagaimodal usaha kecil-kecilan, kamu menemukan cara untuk hidup dengan selembar uangRp.50ribu dalam seminggu. Kamu menolak untuk menerima nasib, kamu malah berkata,“Aku menciptakan nasibku!”pada diri sendiri.Orang sukses bisa menjadi kaya karena terbiasa mengambil resiko dan hidup dengan kegigihan. Di awal usahanya, mereka hidup di bawah bayang-bayang ketidakjelasan, namun di ketikdakjelasan itu mereka menemukan kenyamanan. Ambil contoh J.K. Rowling, seorangsingle momyang hidup mengandalkan bantuan dari pemerintah, akan tetapi dalam keadaan sulit seperti itu dia tetap bisa fokus untuk menulis novel danmenciptakan dunia sihir yang dicintai jutaan orang di seluruh dunia.6. Kamu gak pernah mau untuk berhutang, kecuali jikahutang tersebut bisa menghasilkan uangNyicil truk buat jual makanan viawww.theherald.com.auJadikan slogan “Gak pernah berhutang, kecuali menguntungkan” sebagai peraturan tak tertulismu dalam berbisnis. Jangan pernah berhutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif, seperti berhutang untuk biaya liburan, berhutang supaya TV di rumah selebar layar bioskop atau berhutang supaya punya baju kaya orang kaya. Dengan banyaknya pilihan untuk membayar sesuatu yang sebenarnya gak sanggup kamu bayar, kamu harus teliti sebelum menentukan untuk berhutang atau tidak.Berhutanglah jika menurutmu itu akan memberi keuntungan dalam jangka panjang, berhutanglah jika bisa meningkatkan produktivitasmu. Hutang seperti apa yang menguntungkan? Menyicil mobil truk untuk menjalankan jasa pindahan rumah, misalnya. Meminjam uang sebagai modal usaha juga termasuk utang yang menguntungkan.10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Kecerdasanmu Meningkat, Tanpa Perlu Usaha BeratBerpikirlah seperti orang kaya, yangbaru berhutang jika hutang tersebut menjamin datangnya uangyang lebih banyak lagi. Orang kaya gak segan-segan berhutang untuk meningkatkancash flow-nya sekaligus meningkatkan posisi tawarnya dalam dunia usaha. Jangan seperti orang kebanyakan yang berhutang demi membeli barang yang membuat orang kaya makin kaya.7. Kamu punya percaya diri tinggi untuk bergaul dengan siapa saja demi menciptakan jejaring yang luasGak canggung dengan orang kaya viawww.wngfilms.co.ukBila kamu ingin menjadi orang yangsukses kamu harus mengelilimgi dirimu dengan orang sukses, sejalan seperti ucapan orang bijak, “Kalau kamu berteman dengan penjual minyak wangi, kamu akan kecipratan wanginya”. Bergaul dengan mereka yang udah sukses selain membuat kamu jadi terpacu akan membuka kesempatan untuk belajar, bahkan kamu bisa memilih sendiri orang kaya mana yang akankamu jadi panutan dan mentor. Dengan bergaul dengan mereka kamu bisa belajar dari mana mereka menghasilkan begitu banyak dari sesuatu yang sedikit, apa yang mereka kerjakan di kala senggang, buka apa yang mereka baca hingga hal apa yang selalu memacu semangatnya bekerja.Tanpa sadar bergaul dengan orang yang sudah terbukti sukses, akan memberi kamu banyak ilmu. Serta jangan lupa, tanpa usaha yang banyak kamu juga telah membangun jaringan yang kuat di kalangan orang sukses. Jadi ketika tiba waktu untuk meminta bantuan pinjaman modal, memasarkan produk dan promosi kamu sudah tahu harus menemui siapa.8. Kamu tahu akan jadi orang kaya ketika kamu menyadari bahwa uang bukanlah tujuan utamaUang gak bikin kamu kaya viawww.huffingtonpost.comOrang-orang sukses bisa menjadi kaya bukan karena mereka menginginkan harta dan benda, namun mereka mengejar sebuah kepuasan dan hasrat yang gak berwujud benda. Kepuasan tersebut gak bisa disepadankan dengan nilai. Jika kepuasan tersebut sudah terpenuhi, maka uang akan datang dengan sendirinya. Ini bukan soal punya rumah yang gede, mobil tercepat di dunia atau liburan paling mewah yang bisa dibayangkan.Menjadi kaya adalah soal memiliki kuasa dan kebebasan untuk mengambil keputusan apapun yang diinginkan. Serta merdeka darijeratan finansial. Menjadi kaya jugaperkara berbagi dengan mereka yang tidak seberuntung dirimu. Saat kamu sudah bisa memandangdunia bukan cuma dari permasalahan uang semata, ini tandanya kamu sudah di jalur yang tepat untuk meraih mimpi sebagai orang kaya selanjutnya.Berapa pun jumlahnya, bukanlah uang yang membuatmu kaya namun totalitas dalam mencintai pekerjaan (atau apapun yang kamu lakukan untuk hidup) yang pada akhirnya akan membuatmu menjadi kaya.

"Tidak ada pohon mahal ketika masih berdiri tegak dihutan, tidak ada air mahal ketika masih berada disumber pegunungan dan tidak ada ikan mahal kalau masih berenang di lautan" Aris Ahmad JayaSetujukah anda, kalau ada sebuah benda khas, tidak ada dua yang menyamainya, kalaupun ada hanya mirip saja. Benda itu tentu unik, cantik, dan antik. Niainya pun sangat tinggi kalau diikutkan dalam pameran benda-benda antik. Semua orang pasti sepakat denganpernyataan di atas. Dan tahukah anda, sesuatu yang paling unik di dunia ini? Dia adalah anda sendiri.Anda memiliki sidik jari yang khas dan tidak terimitasi, anda memiliki banyak hal antik yang akan anda dapati pada orang lain. Tapi mengapa keunikan dan kekhasan yang kita miliki terkadang tidak mampu kita jual dalam harga uang yang layak?1. Jadikan Dirimu Lebih Bernilaiarchangel-ancient-trees-redwoods viahttp://amazingcatty.blogspotPohon yang masih tegak kokoh di antara pohon-pohon lain di hutan tentulah bernilai lebih rendah dibandingkan nilai pohon yang sudah keluar dari hutan. Nilai pohon yang sudah keluar dari hutan tentulah lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah dibelah menjadi kayu batangan. Nilai kayu batangan pun tentu akan lebih rendah dibandingkan dengan sebuah kursi yang dibentuk dari kayu batangan tersebut.Dan nilai kursi tersebut tentu akan lebih rendah dibandingakan kursi yang telah diukir sedemikian rupa dengan menghilangkan bagian-bagian kayu yang tidak diperlukan. Dan kursi ukir yang masih berada dipabriknya tentu lebih rendah nilanya bila dibandingkan ketika kursi tersebut dibawa ke etalase toko yang mewah.2. Saatnya Berani Mencobao-HAPPY-facebook viahttp://amazingcattyaddress.blogspotJadi kunci utama nilai diri untuk meningkatkan seberapa besar harga diri kita adalah dengan melakukan :1. Keluar dari zona kenyamanan dengan berani melakukan sesuatu yang baru.2. Keberanian untuk membentuk diri dengan menghilangkan bagian yang tidak berguna berupa sifat-sifat negatif yang selama ini menempel pada diri kita.3. Keberanian untuk menempatkan diri pada tempat yang layak dengankesiapan menerima tantangan dan hambatan dari pihak lain sehingga harga kita akan dinilai.3. Tekadkan Kemauanmutimthumb.php viahttp://amazingcattyaddress.blogspotApalah artinya emas 24 karat yang masih dalam bentuk batangan. Gadis mana yang mau memakai emas batangan dilehernya? Apalah artinya air jernih yang masih di mata air pegunungan. Manusia mana yang mau membelinya sebelum air tadi dibawa dari mata airnya kemudian dikemas dalam bentuk air mineral? Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal. Apalah artinya bisa membaca namun tidak mau membaca, bisa memasak namun tidak mau masak. Kunci utama nilai diri untuk meningkatkanharga diri adalah kemauan untuk mencoba sehingga bisa setelah mengalami berbagai kegegalan danhambatan dari luar maupun dari dirisendiri.Untukmu yang Selalu Kusebut Dalam Doa di Sepertiga Malam4. Maju Tanpa Menyingkarkan Orang lainsenja viahttp://amazingcatty.blogspotSeorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagung yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangganya di sekitar perkebunan."Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankahmereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan."Tidak tahukan anda?," jawab sang petani itu."Bagi angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkan dari satu ladang ke ladang lainnya. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."Begitupula dengan hidup kita, mereka ingin yang meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka meginginkan hidup denganbaik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Sesungguhnya, nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan kehidupan yang disentuhnya.5. Kenali Diri Anda Sendiri900px-Respect-Yourself-Step-1-Version-3 viahttp://id.wikihow.comSemakin mampu anda memahami diri sendiri, semakin mampu anda melihat dan menghargai betapa uniknya diri anda, dan anda juga akan makin menghormati diri sendiri. Temukan prinsip-prinsip hidup, kepribadian, dan bakat anda. Proses penemuan jati diri ini akan butuh waktu, tetapi anda akan segera melihat bahwa ini sangatlahbermanfaat.Buat daftar mengenai hal-hal, orang-orang, perasaan dan kegiatan yang penting bagi anda. Hal ini akan membantu anda mengidentifikasi apa yang benar-benar anda sukai dan butuhkan di dalam hidup Anda. Cobalah kegiatan yang berbeda. Ini akan memberikan anda kesempatan untuk melihat apa yang Anda sukai dan apa yang tidak Anda sukai.Biar Bahasa Inggrismu Naik Kasta, Coba Gunakan 6 Kosakata Ini Saat Berbicara!Misalnya, cobalah menulis jurnal. Bayangkanlah anda sedang melakukan percakapan dengan diri sendiri yang berumur 99 tahun dan anda meminta saran tentang apa yang harus anda fokuskan di dalamhidup anda. Anda juga dapat memulainya dengan menulis, “hal apa yang harus saya hindari untuk ditulis?” Cara ini akan memulai percakapan jujur dengan diri anda.Habiskan waktu dengan diri anda sendiri dengan berpura-pura bahwaanda berkencan dengan diri sendiri.Cobalah restoran baru seperti yang ingin anda lakukan. Hal ini dapat memberi anda kesempatan untuk berhubungan dengan perasaan dan pendapat anda sendiri.##motivasi##sukses#kehidupan

Tak banyak orang yang bisa berhasil meraih kesuksesan. Jika dibandingkan, jumlah mereka yang gagal pastilah masih lebih banyak daripada yang mencapai keberhasilan. Mental, salah satu modal untuk meraih sukses yang sayangnya tak dimiliki semua orang.Mental yang kuat tak akan muncul dalam diri begitu saja. Layaknya otot, mental harus dilatih setiap harinya agar terbentuk dengan baik – hingga sekuat baja. Dengan bermodal mental yang kuat, kamu mungkin akan mudah melewati berbagai tantangan hidup dan otomatis jadi lebih cepat meraih impianmu.Menyesal setelah melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Tapi, mereka yang punya mental kuat tak akan berlama-lama meratapi kegagalannyaBerhenti menangisi kesalahan diri sendiri viawww.vantagemag.comSetiap manusia pasti pernah berbuat salah. Saat keputusanmu dalam bersikap atau mengatakan sesuatu ternyata keliru, tak perlu terlalu meratapi kesalahan itu. Membenamkan diri dalam rasa bersalah yang terlalu dalam dan panjang justru akan melemahkanmu.Berbeda jika kamu memang punya mental yang sekuat baja. Kamu akan cenderung lebih bisa menerima dan mengakui kesalahanmu tanpa perlu terlalu berlebihan menyalahkan diri sendiri. Alih-alih terpuruk, kamu justru menjadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran. Kamu belajar agar kelak kesalahan yang sama tak akan terulang lagi.Kemauan untuk menerima kesalahan dan segala menerima konsekuensinya sudah jadi sifat dasar bagi orang-orang yang bermental kuat. Mereka pun tergolong berjiwa besar karena setiap kesalahan aka diakuinya dengan gagah berani dan tanpa rasa enggan untuk meminta maaf.Perubahan dalam hidup tak harus ditakutkan. Berani menjawab tantangan akan mengantar mereka satu langkah lebih dekat pada impianPeubahan merupakan sesuatu yang menantang viawww.huffingtonpost.comSeringkali perubahan tak bisa kamuhindarkan untuk terjadi. Perubahan itu pun bisa menjangkau setiap sisi kehidupan; mulai dari soal pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan pribadimu misalnya. Kadang, perubahan-perubahan tersebut dianggap sebagai sesuatuyang mengerikan. Menghadapi hal-hal baru membuat kita pun merasa tak nyaman.Bisakah Kita Sedikit Berdamai?Untukmu yang Kusebut dengan Masa LaluNamun, kamu yang bermental kuat tentu tak akan setuju dengan hal itu. Justru kamu akan menikmati berbagai perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Bukannya merasa kaget dan berkeluh kesah, kamu malah menganggap perubahan-perubahan itu sebagai tantangan yang akan meningkatkan level kemampuanmu dalam menjalani hidup.Bagi mereka yang mentalnya sekuat baja, merutuki keadaan hanya akan menghabiskan energi. Daripada sibuk meratapi, mereka akan berpikir keras demi menemukan solusiTetap tersenyum viaimgkid.comKehilangan benda-benda kesayangan, terjebak kemacetan, kehujanan dalam perjalanan; banyak hal buruk yang seringkali kita keluhkan. Kita sibuk meratapi situasi dan kondisi yang sebenarnya di luar kendali diri kita sendiri. Hal semacam ini tentu tak akan ada gunanya, karena kita akansemakin terpuruk karenanya.Nah, mereka yang punya mental kuat sudah paham dan menyadarinya. Bahwa satu-satunyayang bisa ia lakukan adalah menerima apa yang diluar kendali dirinya. Dan jika bisa, ia pun lebih memilih untuk mencari solusi daripada sekadar merutuki. Yang pasti, mereka akan mengubah pola pikir. lebih memilih melihat masalahdari sisi yang positif daripada mengeluhkan hal-hal negatif.Bermental baja berarti tak punya rasa takut menghadapi kerasnya dunia.Setiap keputusan dan segalakosekuensi akan ia pikirkan dengan sebaik-baiknyaKeputusan tetap harus dibuat viawww.monutopie.comDalam menghadapi suatu permasalahan, terkadang kita diharuskan untuk segera mengambil keputusan. Tak jarang kita pun sibuk memperhitungkan apa saja resiko yang menyertai di belakangnya. Wajar jika muncul rasa ragu atau takut. Tapi, selama keputusan yang kita ambil memangdirasa baik, rasa ragu itu tak seharusnya muncul berlarut-larut.Tak heran jika orang-orang yang bermental kuat bisa lebih cepat sukses. Karena pertimbangan mereka yang matang dan keberanian dalam mengambil keputusan adalah yang menguatkan mereka melangkah ke depan.8 Tips Super Hemat di Bulan Ramadan. Biar Tetap Bisa Ngamplopin Keponakan Pas Lebaran!Sibuk memikirkan masa lalu sama halnya membuang waktu. Orang dengan mentalyang kuat justru fokus pada masa sekarang agar bisa melangkah majuBerjalan menatap masa depan viaconexaoemaustralia.comBanyak diantara kita yang mungkin gagal memanfaatkan kesempatan yang datang dalam kehidupan di masa lalu. Menyesal sambil merutuki masa itu pasti pernah kita lakukan. Tapi, tidakkah kita sadar bahwa yang kita lakukan tak akan pernah mengubah keadaan? Toh kealpaan di masa lalu juga tak bisa kita batalkan.Yup, mereka yang bermental kuat tak suka berlama-lama tenggelam dalam masa lalu. Bagi mereka, hal itu justru akan membuang-buang waktu dan tak ada gunanya. mentalyang sekuat baja menjadikan mereka lebih fokus pada perkara-perkara di masa depan. Orang-orang yang bermental kuat akan sebaik-baiknya memanfaatkan segala tenaga dan pikirannya pada masa sekarang dan yang akan datang.Kesuksesan orang lain tak seharusnya membuat kita merasa iri atau dengki. Mental yang kuat menjadikan kita fokus meraih keberhasilan diri sendiriSelamat, ya! viachrismears93.tumblr.comSalah satu penanda bahwa seseorang punya mental yang kuat adalah ketika dirinya mau mengakuikesuksesan atau keberhasilan orang lain. Dia pun tak enggan untuk mengucapkan kata “selamat”dengan tulus atau ikut berbahagia.Mental yang kuat menjauhkan seseorang dari perasaan iri dan dengki. Selain tak suka membanding-bandingkan, dia pun memilih konsentrasi dan fokus meraih kesuksesannya sendiri.Saat kegagalan mampir dalam hidunya, dia yang bermental baja tak akan menyerah begitu saja. Dia memilih bangkit dan melanjutkan perjuangan yang berikutnyaBekerja lebih keras dari sebelumnya viaplus.google.comSetiap kegagalan adalah sebuah pencerahan. Di titik ini, kita justru belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi. Orang-orang sukses di luar sana pasti sudah khatam dengan perkara menghadapi kegagalan. Berbeda dengan mereka yang akhirnya gagal selamanya, mereka yang bermental kuat selalu belajar dari setiap kegagalan yang terjadi. Mereka menjadikan kegagalan sebagai pengalaman dan guru terbaik yang menuntunnya meraih masa depan yang lebih baik.Surat Rindu untuk SahabatSaat bisa mengambil pelajaran dari sebuah kegagalan, kita akan mendapat suntikan semangat. Segera bangkit dan mulai berjuang kembali dari titik paling awal. Menyadari bahwa setiap kesuksesan tak akan datang dengan cara-cara yang instan. Selayaknya, sukses memang dicapai lewat usaha yang tak putus-putus. Dan orang dengan mental yang kuat selalu punya tenaga dan kekuatan ekstra untuk dapat menjalaninya.Mental yang kuat hampir pasti bisa mengantarkan kita lebih cepat menuju kesuksesan. Jadi sudahkah mentalmu sekuat baja, ataukah sampai saat ini kamu masih sekadar bermental tempe saja?#berjuang#goals#kuat#semangat

10. Jangan berhenti untuk bertanya mengapa. Karena dari situlah semua ilmu bermulaWHY? viawww.lovethispic.comHal lain yang membuat kecerdasanmu sulit berkembang adalah sifatmu untuk menerima begitu saja informasi apapun yang kamu terima. Benar kata pepatah bahwa malu bertanya sesat di jalan. Lebih jauh lagi, malas bertanya membuat kecerdasanmu sulit berkembang. Bagaimana Bapak Fisika kita semua, Isaac Newton, menemukan hukum gravitasi Newton, awalnya hanya karena dia penasaran kenapa buah apel bisa jatuh dari pohon dan mengenai kepalanya. Sikap tidak mudah percaya pada apa yang kamu terima, akan melatih pikiranmu untuk kritis. Dan dari sana, kamu akan tergerak untuk mencari tahu lebih lanjut lagi.
Memang, rasa penyesalan itu wajar. Tapi bukan berarti kamu selama ini hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa untuk memperbaikinya. Daripada memfokuskan diri pada kesalahanmu, bukankah lebih baik kamu mengevaluasi apa saja yang telah kamu lakukan untuk memperbaikinya?Kesalahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jalan hidup manusia. Kesempurnaan yang kamu kejar itu tidak pernah ada. Karena kesalahan membuatmu belajar, Tuhan memberimu waktu agar kamu bisa memperbaikinya dengan segera. Jadi, apakah kamu sudah memperbaikinya?Dirimu di Masa Depan Akan Berterima Kasih, Kalau Kamu Sudah Melakukan 9 Hal Ini dariSekarang2. “Mengapa aku merasa begitu bersalah? Prinsip hidup apa yang telah kulanggar dengan berbuat kesalahan ini?”mulailah berdamai dengan dirimu sendiri viafavim.comTerkadang kesalahan di masa lalu membuatmu merasa putus asa. Kamu merasa tak bisa menjadi pribadi yang selama ini kamu inginkan. Kamu takut untuk mencoba melamar pekerjaan karena sudah berulangkali gagal. Kamu takut jatuh cinta karena selama ini hanya menjadi orang ketiga dalam hubungan.Kamu melakukan kesalahan, kamu sadar. Namun ini bukan alasan untuk terus terpuruk di dalamnya. Ubahlah fokusmu dari“Kenapa aku bisa begitu bodoh melakukan kesalahan itu?”menjadi“Mengapa aku merasa begitu bersalah? Prinsip hidup apa yang telah aku langgar dengan melakukan kesalahan ini?”, kamu Maka kamu akan menjadi lebih tahu, sebenarnya bagaimana sih prinsip hidupmu? Apa yang kamu cari selama ini? Apa yang sudah kaulanggar saban hari? Secara tidak sadar kamu akan diingatkan lagi tentang nilai-nilai hidup yang seharusnya kau pegang. Karena bahagia adalah apa yang kamu lakukan, kamu katakan, dan yang kamu percaya ada dalam satu harmoni yang sama.3. “Apakah itu benar-benar murni kesalahanku? Ataukahkeadaan memang kebetulan tak mendukungku?”Kamu akan melakukan hal terbaik pada waktunya viapoetry.houseKesalahan di masa lalu tak jarang membuatmu merasaaku tak mampu, bodoh,hina.Mungkin kamu tak lagi beraniapplybeasiswa karena pernah gagal hanya karena terlambat memasukkan berkas. Atau mungkin kamu merasa bukan perempuan atau laki-laki yang baik karena tidak berhasil menjaga cintayang kamu idam-idamkan. Tenanglah, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri terlalu keras. Dengan kesalahan yang pernah kamu perbuat, kamu lebih tahu bagian mana yang kurang. Karena terkadang kamu hanya butuh waktu yang tepat untuk melakukan yang terbaik.Hidupmu Nggak Cuma buat Urusan Kantor! Jangan Bangga Waktu Habis Karena Sibuk Kerja4. “Walaupun aku telah merusak satu hariku di masa lalu, bukankah aku masih punya ribuan hari di masa depan?”Tamatkan bacaanmu viawww.thislittlestreet.comSeringkali kita menilai seseorang dari masa lalunya, padahal tidak melulu harus seperti itu. Gak jarangkamu akan merasa dirimu hina karena pernah menjadi murid paling rusak di masa SMA. Atau kamu merasa tidakpantas mengenakan jilbabkarena pernah melakukan kenakalan remaja yang fatal?Bangunlah, tak seharusnya kamu mengutuki diri sendiri karena masa lalu yang suram. Masa lalu hanyalah ibarat selembar kertas dari sebuah buku. Kamu adalah masa lalu, sekarang, dan masa depan. Ketika kamu telah melewati lembaran kertas yang kusam dan menyedihka, maka gak ada salahnya kamu coba buka lembar selanjutnya. Barangkali kamu akan menemukan kejutan-kejutan yang menarik. Setiap orang punya kesempatan berubah kok. Jadi sudah seharusnya kamu menikmatihabis buku hidupmu. Tunggu apa lagi? Bergegaslah!5. “Sudahkah selama ini kuizinkan kesalahan itu membantuku dalam mengembangkan diri?”Apa kau cukup baik dalam dalam segala hal? viakidiaimagess.wordpress.comSeringkali kita merasa jumawa dengan kesempurnaan dan kebaikan yang tanpa cela. Gak jarang mungkin kamu akan merasa paling cerdas kalau gak pernah mendapatkan cercaan menyakitkandari dosen pembimbing (meski ini mustahil). Kesalahan yang pernah kamu lakukan tak selayaknya membuatmu terjebak dalam kondisi stagnan yang melankolis. Justru inilah saatnya kamu bisa berkembang untuk memperbaiki cela yang pernah kamu perbuat. Kamu bisa belajar lebih banyak tentang apa yang belum kamu mampu selama ini. Kamu lebih tahu mana letak kelemahanmu. Karena kamu tidak akan mendapatkan indahnya pelangi tanpa adanya hujan.6. “Apa yang harus kulakukan agar tak terjebak di kesalahan yang sama lagi?”Saatnya melanjutkan perjalanan viachristophersstudio.netTerkadang kesalahan di masa lalu menahan kakimu untuk selalu berada di kenangan masa itu. Seperti mungkin saja kamu masih belum bisamove ondari mantan? Padahal, siapa tahu dimasa depan sudah ada orang baik yang menunggumu datang. Mungkin kamu sekarang gagal, lalu kamu lebih suka mengenang masa jaya ketika kamu tidak ada beban. Jalan ditempat bukanlah pilihan. Gak ada salahnya mulai bergerak maju dan melanjutkan hidupmu. Karena kamu harus mengayuh pedal agar sepedamu tetap berjalan.Ingin Cepat Move On? Cukup Lakukan Satu Hal yang Paing Ampuh Ini7. “Kesalahanku akan terbayar lunas dengan menjadi pribadi yang lebih baik. Apakah aku kini pribadiyang lebih baik?”Tumbuh menjadi leih baik viaego-alterego.comTerkadang kamu merasa bukan siapa-siapa, karena masa lalu yang membayang-bayangi langkahmu. Gak jarang kamu menjadi gampangkhawatir dengan kenangan-kenangan suram yang membuatmumerasa bersalah. Kesalahan yang tak termaafkan juga kadang membuat hidupmu menjadi tidak leluasa. Balaskan dendam kesalahanmu sendiri dengan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Bayarlah kekuranganmu dengan laku yang lebih indah. Di akhir hari, semua ini akan impas.Tidak pernah ada manusia yang terlepas dari kesalahan. Kesalahan kadang datang sepaket dengan kebaikan. Jadi kamu tak perlu lagi mengutuki dirimu sendiri dalam kesalahan masa lalu. Inilah waktunya kamu bangun untuk membayar lunas semua kesalahanmu.Semoga beruntung. Ingat, jangan menyerah!#kesalahan#masalalu#move on

6. Selalu takut mengambil risiko nggak akan membawamu ke mana-mana, padahal dunia ini demikian luasnya. Beranilah mencoba!Berani ambil risiko! viaquotesgram.comApa yang membedakan kenapa satu orang bisa sukses sementara yang lain tidak, bisa dipengaruhi oleh keberanian untuk mengambil risiko. Seseorang yang takut mengambil risiko dan terus bertahan di zona nyaman, selamanya hanya akan berada di posisi yang sama. Tidak naik dan tidak turun. Padahal dunia ini sedemikian luasnya, dan banyak hal menarik yang bisa kamu coba. Kamu takut akan gagal? Tapi bagaimana kamu tahu kamu akan gagal bila kamu terlalu takut bahkan untuk mencoba? Selagi masih muda, akrabilah kegagalan. Karena tanpa kegagalan, kamu tidak akan pernah belajar bukan?

Tong di bawa susah. Hirup terus maju, nu penting ibadah jalan.

Biaya
Mata kuliah
Perbaikan nilai
Jenis ujian
Jam kuliah karyawan/reguler

Tong di bikin susah, please, kuliah heug teu teu nanaon.
Gawe beurang heug pagi teu nanaon.
Balik ka imah heug, sare di kosan teu nanaon.
Poe minggu heug, senen ge teu nanaon.
Aya nu nga bbm heug, nelepon ge teu nanaon.

Sabtu, 18 Juni 2016

Allah tau apa yang terbaik bagimu.

Allah nyaho nu terbaik jang urang.

Pilihan allah itulah yang terbaik.

mam adz-Dzahabi[1] dan Ibnu Katsir[2] menukil dalam biografi shahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa pernah disampaikan kepada beliau tentang ucapan shahabat Abu Dzar, “Kemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan (kondisi) sakit lebih aku sukai daripada (kondisi) sehat”. Maka al-Hasan bin ‘Ali berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah: “Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah Ta’ala) berlakukan (bagi hamba-Nya)”.

Atsar (riwayat) shahabat di atas menggambarkan tingginya pemahaman Islam para shahabat radhiyallahu ‘anhum dan keutamaan mereka dalam semua segi kebaikan dalam agama[3].

Dalam atsar ini shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa kondisi susah (miskin dan sakit) lebih baik bagi seorang hamba daripada kondisi senang (kaya dan sehat), karena biasanya seorang hamba lebih mudah bersabar menghadapi kesusahan daripada bersabar untk tidak melanggar perintah Allah Ta’ala dalam keadaan senang dan lapang, sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga (akibatnya) dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka[4].

Akan tetapi, dalam atsar ini, cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengomentari ucapan Abu Dzar di atas dengan pemahaman agama yang lebih tinggi dan merupakan konsekwensi suatu kedudukan yang sangat agung dalam Islam, yaitu ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb (Pencipta, Pengatur, Pelindung dan Penguasa bagi alam semesta), yang berarti ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan takdir dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya[5].

Sikap ini merupakan ciri utama orang yang akan meraih kemanisan dan kesempurnaan iman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha dengan Allah I sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya”[6].

Beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kisah di atas:

Bersandar dan bersarah diri kepada Allah Ta’ala adalah sebaik-baik usaha untuk mendapatkan kebaikan dan kecukupan dari-Nya[7]. Allah berfirman:
{وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ}
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq: 3).Ridha dengan segala ketentuan dan pilihan Allah Ta’ala bagi hamba-Nya adalah termasuk bersangka baik kepada-Nya dan ini merupakan sebab utama Allah Ta’ala akan selalu melimpahkan kebaikan dan keutmaan bagi hamba-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku”[8].
Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala[9].Takdir yang Allah Ta’ala tetapkan bagi hamba-Nya, baik berupa kemiskinan atau kekayaan, sehat atau sakit, kegagalan dalam usaha atau keberhasilan dan lain sebagainya, wajib diyakini bahwa itu semua adalah yang terbaik bagi hamba tersebut, karena Allah Ta’ala maha mengetahui bahwa di antara hamba-Nya ada yang akan semakin baik agamanya jika dia diberikan kemiskinan, sementara yang lain semakin baik dengan kekayaan, dan demikian seterusnya[10].Imam Ibnu Muflih al-Maqdisi berkata,”Dunia (harta) tidaklah dilarang (dicela) pada zatnya, tapi karena (dikhawatirkan) harta itu menghalangi (manusia) untuk mencapai (ridha) Allah Ta’ala, sebagaimana kemiskinan tidaklah dituntut (dipuji) pada zatnya, tapi karena kemiskinan itu (umumnya) tidak menghalangi dan menyibukkan (manusia) dari (beribadah kepada) Allah. Berapa banyak orang kaya yang kekayaannya tidak menyibukkannya dari (beribadah kepada) Allah Ta’ala, seperti Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, demikian pula (sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) ‘Utsman (bin ‘Affan) dan ‘Abdur Rahman bin ‘Auf . Dan berapa banyak orang miskin yang kemiskinannya (justru) melalaikannya dari beribadah kepada Allah dan memalingkannya dari kecintaan serta kedekatan kepada-Nya…”[11].Orang yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala adalah orang yang mampu memanfaatkan keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan baginya untuk meraih takwa dan kedekatan di sisi-Nya, maka jika diberi kekayaan dia bersyukur dan jika diberi kemiskinan dia bersabar. Allah Ta’ala berfirman,
{إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ }
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (QS al-Hujuraat: 13).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[12].

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 7 Jumadal ula 1432 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Artikel www.muslim.or.id

Sumber: https://muslim.or.id/6253-pilihan-allah-itulah-yang-terbaik.html

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini, Allah berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).

Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Orang-orang seperti ini, hendaknya mengingat sebuah firman Allah:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Ayat ini merupakan kaidah yang agung, kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan. Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an, membuka mata tuk mengamati realita yang ada, niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak. Bukti yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik, di antaranya adalah:

Kisah ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas laut. Lihatlah, kecemasan dan ketakutan yang luar biasa menginggapi saat mengetahui anaknya berada di tangan keluarga raja Fir’aun. Tetapi, tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian hari.Perhatikan pula dengan seksama kisah hidup Nabi Yusuf ‘alaihissalam, maka kamu akan menemukan bahwa kaidah ini cukup menggambarkan drama mengharukan antara Nabi Yusuf dan sang ayah, Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam.Lihatlah kisah bocah laki-laki yang dibunuh oleh Nabi Khidir ‘alaihissalam atas perintah langsung dari Allah. Apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir itu membuat Nabi Musa ‘alahissalambertanya-tanya, maka Nabi Khidir pun memberikan jawaban yang kata-katanya diabadikan di dalam al-Qur’an.

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)

Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).” (QS.Al-Kahfi: 80-81).

Renungkan pula kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang ditinggal wafat oleh suaminya Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, limpahkan pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku dan berikanlah gantinya yang lebih baik.’Kecuali Allah akan member gantinya yang lebih baik.’ Ummu Salamah berkata, Ketika Abu Salamah meninggal dunia aka bertanya,’Siapa di antara seorang mu’min yang lebih baik dari Abu Salamah?! Siapakah penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah?! Kemudian aku mengucapkan doa di atas. Lalu Allah menggantikannya dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda. (HR. Muslim no. 918).

Demikianlah Ummu Salamah menjalankan apa yang diperintahkan untuk dilakukan saat menerima musibah; bersabar, membaca istirja’ (kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan mengucapkan doa di atas, maka Allah menggantinya dengan yang terbaik, yang tidak ia bayangkan sebelumnya.

Inti dari semua ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang penyair,

عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يَسْعَى إِلَى الْخَيْرِ جُهْدَهُ

وَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ تَتِمَّ الْمَقَاصِدُ

Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapatkan kebaikan

Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya

Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik. Allah juga berfirman:

فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19).

Wallahu A’lam.

***

Referensi: Qawa’id Quraniyyah 50 Qa’idatan Quraniyyatan Fin Nafsi wal Hayat. Cetakan ketiga, tahun 1433 H. Dr. Umar bin Abdullah Muqbil. Markaz Tadabbur. Riyadh.

Akhukum Noviyardi Amarullah Tarmizi

STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

28 Jumadal Ula 1437 / 8 Maret 2016

Artikel Muslim.or.id

Sumber: https://muslim.or.id/27649-ketetapan-allah-adalah-yang-terbaik.html

AqidahAl-Quran & HaditsAkhlak IslamiFikihKeluargaParentingKisahKesehatan

 

Iman Kepada Takdir Baik dan Buruk

Allah telah menentukan segala perkara untuk makhluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu (azali) dan ditentukan oleh hikmah-Nya. Tidak ada sesuatupun yang terjadi melainkan atas kehendak-Nya dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya. Maka, semua yang terjadi dalam kehidupan seorang hamba adalah berasal dari ilmu, kekuasaan dan kehendak Allah, namun tidak terlepas dari kehendak dan usaha hamba-Nya.

By Redaksi Muslimah.Or.Id May 31, 2010

 32  4460  37

    

Banyak orang mengenal rukun iman tanpa mengetahui makna dan hikmah yang terkandung dalam keenam rukun iman tersebut. Salah satunya adalah iman kepada takdir. Tidak semua orang yang mengenal iman kepada takdir, mengetahui hikmah dibalik beriman kepada takdir dan bagaimana mengimani takdir. Berikut sedikit ulasan mengenai iman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.

Takdir (qadar) adalah perkara yang telah diketahui dan ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan telah dituliskan oleh al-qalam (pena) dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga akhir zaman. (Terj. Al Wajiiz fii ‘Aqidatis Salafish Shalih Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 95)

Allah telah menentukan segala perkara untuk makhluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu (azali) dan ditentukan oleh hikmah-Nya. Tidak ada sesuatupun yang terjadi melainkan atas kehendak-Nya dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya. Maka, semua yang terjadi dalam kehidupan seorang hamba adalah berasal dari ilmu, kekuasaan dan kehendak Allah, namun tidak terlepas dari kehendak dan usaha hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

إنا كل شىء خلقنه بقدر

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Qs. Al-Qamar: 49)

وخلق كـل شىء فقدره, تقديرا

“Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (Qs. Al-Furqan: 2)

وإن من شىء إلا عنده بمقدار

“Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.”(Qs. Al-Hijr: 21)

Mengimani takdir baik dan takdir buruk, merupakan salah satu rukun iman dan prinsip ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak akan sempurna keimanan seseorang sehingga dia beriman kepada takdir, yaitu dia mengikrarkan dan meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu berlaku atas ketentuan (qadha’) dan takdir (qadar) Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خبره وشره حتى بعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/451) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 6985) dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Syaikh Ahmad Syakir berkata: ‘Sanad hadits ini shahih.’ Lihat juga Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 2439), karya Syaikh Albani rahimahullah)

Jibril ‘alaihis salam pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallammenjawab,

الإيمان أن تؤ من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتؤ من بالقدرخيره وشره

“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir serta qadha’ dan qadar, yang baik maupun yang buruk.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya di kitab al-Iman wal Islam wal Ihsan (VIII/1, IX/5))

Dan Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma juga pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل شيء بقدر حتى العجز والكيسز

“Segala sesuatu telah ditakdirkan, sampai-sampai kelemahan dan kepintaran.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (IV/2045), Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/452), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (I/32), dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/23))

Tingkatan Takdir

Beriman kepada takdir tidak akan sempurna kecuali dengan empat perkara yang disebut tingkatan takdir atau rukun-rukun takdir. Keempat perkara ini adalah pengantar untuk memahami masalah takdir. Barang siapa yang mengaku beriman kepada takdir, maka dia harus merealisasikan semua rukun-rukunnya, karena yang sebagian akan bertalian dengan sebagian yang lain. Barang siapa yang mengakui semuanya, baik dengan lisan, keyakinan dan amal perbuatan, maka keimanannya kepada takdir telah sempurna. Namun, barang siapa yang mengurangi salah satunya atau lebih, maka keimanannya kepada takdir telah rusak.

Tingkatan Pertama: al-‘Ilmu (Ilmu)

Yaitu, beriman bahwa Allah mengetahui dengan ilmu-Nya yang azali mengenai apa-apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan apa yang tidak terjadi, baik secara global maupun terperinci, di seluruh penjuru langit dan bumi serta di antara keduanya. Allah Maha Mengetahui semua yang diperbuat makhluk-Nya sebelum mereka diciptakan, mengetahui rizki, ajal, amal, gerak, dan diam mereka, serta mengetahui siapa di antara mereka yang sengsara dan bahagia.

Allah Ta’ala telah berfirman,

ألم تعلم أن الله يعلم ما فى السـماء والأرض ۗإن ذلك فى كتـب ۚإن ذلك على الله يسر

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Qs. Al-Hajj: 70)

وعنده, مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ۚ ويعلم ما فى البر والبحر ۚوما تسقـط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة فى ظلمت الأرض ولا رطب ولا يا بس إلا فى كتب مبين

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua perkara yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia Maha Mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak juga sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan telah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Al-An’aam: 59)

إن الله بكل شيء عليم

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Qs. At-Taubah: 115)

Tingkatan Kedua: al-Kitaabah (Penulisan)

Yaitu, mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menuliskan apa yang telah diketahui-Nya berupa ketentuan-ketentuan seluruh makhluk hidup di dalam al-Lauhul Mahfuzh. Suatu kitab yang tidak meninggalkan sedikit pun di dalamnya, semua yang terjadi, apa yang akan terjadi, dan segala yang telah terjadi hingga hari Kiamat, ditulis di sisi Allah Ta’ala dalam Ummul Kitab.

Allah Ta’ala berfirman,

و كل شيء أحصينه فى إمام مبـين

“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Yaasiin: 12)

ما أصاب من مصيبة فى الأرض ولا فى أنفسكم إلا فى كـتب من قبل أن نبرأهاۚۚإن ذلك على الله يسر

“Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (Qs. Al-Hadiid: 22)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كتب الله مقادير الخلا ئق قبل أن يخلق السماوات زالأرض بخمسبن ألف سنة

“Allah telah menulis seluruh takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya, kitab al-Qadar (no. 2653), dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, diriwayatkan pula oleh Tirmidzi (no. 2156), Imam Ahmad (II/169), Abu Dawud ath-Thayalisi (no. 557))

Dalam sabdanya yang lain,

إن أول ما حلق الله القلم, قل له: أكتب! قل: رب وماذا أكتب؟ قل: أكتب مقادير كل شيء حتى تقوم الساعة

“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-qalam (pena), lalu Allah berfirman, ‘Tulislah!’ Ia bertanya, ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai terjadinya Kiamat.'”(Shahih, riwayat Abu Dawud (no. 4700), dalam Shahiih Abu Dawud (no. 3933), Tirmidzi (no. 2155, 3319), Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (no. 102), al-Ajurry dalam ­asy-Syari’ah (no.180), Ahmad (V/317), dari Shahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu)

Oleh karena itu, apa yang telah ditakdirkan menimpa manusia tidak akan meleset darinya, dan apa yang ditakdirkan tidak akan mengenainya, maka tidak akan mengenainya, sekalipun seluruh manusia dan golongan jin mencoba mencelakainya.

Tingkatan Ketiga: al-Iraadah dan Al Masyii-ah (Keinginan dan Kehendak)

Yaitu, bahwa segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi adalah sesuai dengan keinginan dan kehendak (iraadah dan masyii-ah) Allah yang berputar di antara rahmat dan hikmah. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan rahmat-Nya, dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dengan hikmah-Nya. Dia tidak boleh ditanya mengenai apa yang diperbuat-Nya karena kesempurnaan hikmah dan kekuasaan-Nya, tetapi kita, sebagai makhluk-Nya yang akan ditanya tentang apa yang terjadi pada kita, sesuai dengan firman-Nya,

لايسئل عما يفعل وهم يسئلون

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.” (Qs. Al-Anbiyaa’: 23)

Kehendak Allah itu pasti terlaksana, juga kekuasaan-Nya sempurna meliputi segala sesuatu. Apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi, meskipun manusia berupaya untuk menghindarinya, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, maka tidak akan terjadi, meskipun seluruh makhluk berupaya untuk mewujudkannya
.
Allah Ta’ala berfirman,

فمن يردالله أن يهديه يشرح صدره للإسلام ۚومن يرد أن يضله يجعل صدره ضيقاحرجا

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit.” (Qs. Al-An’aam: 125)

وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Dan kamu tidak dapat menhendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.” (Qs. At-Takwir: 29)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إن قلوب بني أدم كلها بين إصبعـين من أصا بع الرحمن, كـقلب وا حد, يصرفه حيث يشاء

“Sesungguhnya hati-hati manusia seluruhnya di antara dua jari dari jari jemari Ar-Rahmaan seperti satu hati; Dia memalingkannya kemana saja yang dikehendaki-Nya.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (no. 2654). Lihat juga Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 1689))

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Para Imam Salaf dari kalangan umat Islam telah ijma’ (sepakat) bahwa wajib beriman kepada qadha’ dan qadar Allah yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, yang sedikit maupun yang banyak. Tidak ada sesuatu pun terjadi kecuali atas kehendak Allah dan tidak terwujud segala kebaikan dan keburukan kecuali atas kehendak-Nya. Dia menciptakan siapa saja dalam keadaan sejahtera (baca: menjadi penghuni surga) dan ini merupakan anugrah yang Allah berikan kepadanya dan menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki dalam keadaan sengsara (baca: menjadi penghuni neraka). Ini merupakan keadilan dari-Nya serta hak absolut-Nya dan ini merupakan ilmu yang disembunyikan-Nya dari seluruh makhluk-Nya.” (al-Iqtishaad fil I’tiqaad, hal. 15)

Tingkatan Keempat: al-Khalq (Penciptaan)

Yaitu, bahwa Allah adalah Pencipta (Khaliq) segala sesuatu yang tidak ada pencipta selain-Nya, dan tidak ada rabb selain-Nya, dan segala sesuatu selain Allah adalah makhluk. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

الله خـلق كل شىء ۖوهو على كل شىء وكيل

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (Qs. Az-Zumar: 62)

Meskipun Allah telah menentukan takdir atas seluruh hamba-Nya, bukan berarti bahwa hamba-Nya dibolehkan untuk meninggalkan usaha. Karena Allah telah memberikan qudrah (kemampuan) dan masyii-ah (keinginan) kepada hamba-hamba-Nya untuk mengusahakan takdirnya. Allah juga memberikan akal kepada manusia, sebagai tanda kesempurnaan manusia dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain, agar manusia dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Allah tidak menghisab hamba-Nya kecuali terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukannya dengan kehendak dan usahanya sendiri. Manusialah yang benar-benar melakukan suatu amal perbuatan, yang baik dan yang buruk tanpa paksaan, sedangkan Allah-lah yang menciptakan perbuatan tersebut. Hal ini berdasarkan firman-Nya,

والله حلقكم وما تعملون

“Padahal Allah-lah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Qs. Ash-Shaaffaat: 96)
Dan Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya,

لا يكلف الله نفسا إلا وسعها

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.” (Qs. Al-Baqarah: 286)

Hikmah Beriman Kepada Takdir

Beriman kepada takdir akan mengantarkan kita kepada sebuah hikmah penciptaan yang mendalam, yaitu bahwasanya segala sesuatu telah ditentukan. Sesuatu tidak akan menimpa kita kecuali telah Allah tentukan kejadiannya, demikian pula sebaliknya. Apabila kita telah faham dengan hikmah penciptaan ini, maka kita akan mengetahui dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu yang datang dalam kehidupan kita tidak lain merupakan ketentuan Allah atas diri kita. Sehingga ketika musibah datang menerpa perjalanan hidup kita, kita akan lebih bijak dalam memandang dan menyikapinya. Demikian pula ketika kita mendapat giliran memperoleh kebahagiaan, kita tidak akan lupa untuk mensyukuri nikmat Allah yang tiada henti.

Manusia memiliki keinginan dan kehendak, tetapi keinginan dan kehendaknya mengikuti keinginan dan kehendak Rabbnya. Golongan Ahlus Sunnah menetapkan dan meyakini bahwa segala yang telah ditentukan, ditetapkan dan diperbuat oleh Allah memiliki hikmah dan segala usaha yang dilakukan manusia akan membawa hasil atas kehendak Allah.

Ingatlah saudariku, tidak setiap hal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka hendaklah kita menyerahkan semuanya dan beriman kepada apa yang telah Allah tentukan. Jangan sampai hati kita menjadi goncang karena sedikit ‘sentilan’, sehingga muncullah bisikan-bisikan dan pikiran-pikiran yang akan mengurangi nikmat iman kita. Dengarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إحرص على ما ينفعك, واستعن بالله ولا تعجز, فإن أصا بك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا لكن كذا وكذا, ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل, فإن (لو) تفتح عمل الشيطان

“Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah dan janganlah sampai kamu lemah (semangat). Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata ‘seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.’Akan tetapi katakanlah ‘Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya (kata) ‘seandainya’ itu akan mengawali perbuatan syaithan.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (no. 2664))

Tidak ada seorang pun yang dapat bertindak untuk merubah apa yang telah Allah tetapkan untuknya. Maka tidak ada seorang pun juga yang dapat mengurangi sesuatu dari ketentuan-Nya, juga tidak bisa menambahnya, untuk selamanya. Ini adalah perkara yang telah ditetapkan-Nya dan telah selesai penentuannya. Pena telah terangkat dan lembaran telah kering.

Berdalih dengan takdir diperbolehkan ketika mendapati musibah dan cobaan, namun jangan sekali-kali berdalih dengan takdir dalam hal perbuatan dosa dan kesalahan. Setiap manusia tidak boleh memasrahkan diri kepada takdir tanpa melakukan usaha apa pun, karena hal ini akan menyelisihi sunnatullah. Oleh karena itu berusahalah semampunya, kemudian bertawakkallah.

Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

وتوكل على الله ۚ إنه هو السميع العليم

“Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Anfaal: 61)

ومن يتو كل على الله فهو حسبه

“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” (Qs. Ath-Thalaq: 3)

Dan jika kita mendapatkan musibah atau cobaan, janganlah berputus asa dari rahmat Allah dan janganlah bersungut-sungut, tetapi bersabarlah. Karena sabar adalah perisai seorang mukmin yang dia bersaudara kandung dengan kemenangan. Ingatlah bahwa musibah atau cobaan yang menimpa kita hanyalah musibah kecil, karena musibah dan cobaan terbesar adalah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana disebutkan dalam sabdanya,

إذا أصاب أحدكم مصيبة فليذكر مصيبة بى, فإنها من أعظم المصائب

“Jika salah seorang diantara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku, sungguh ia merupakan musibah yang paling besar.”
(Shahih li ghairih, riwayat Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqat (II/375), Ad-Darimi (I/40))

Apabila hati kita telah yakin dengan setiap ketentuan Allah, maka segala urusan akan menjadi lebih ringan, dan tidak akan ada kegundahan maupun kegelisahan yang muncul dalam diri kita, sehingga kita akan lebih semangat lagi dalam melakukan segala urusan tanpa merasa khawatir mengenai apa yang akan terjadi kemudian. Karena kita akan menggenggam tawakkal sebagai perbekalan ketika menjalani urusan dan kita akan menghunus kesabaran kala ujian datang menghadang.
Wallahu Ta’ala a’lam wal musta’an.

Penulis: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar

Sumber: https://muslimah.or.id/756-iman-kepada-takdir-baik-dan-takdir-buruk.html