Kamis, 23 April 2020

Sabtu, 11 April 2020

wish .

I have no idea, jalani we .

Kebutuhan bukan keinginan, maslahat, puncak hikmah, takut pada allah, bahagia dekat dengan allah, sabar yakin sama allah . Bukan ingin memastikan tidak beriman, tetapi sejauh mana kita menginginkan pahala di dunia yang sementara ini .

Bosan, dan rasa ingin di temani(peduli) dan di beri .

Kamis, 09 April 2020

the end .

Sementara .

Syukur, maha mengetahui, sementara, lebih baik.

Tidak semua hal di asosiasikan dengan uang .

Allah know better, make standard of happiness and calm and be patient because it's gonna happend .

And there is no happiness struggle and effort .

[2/5 11.48] Irfan Irfana: That what make people strong is his will and desire
[2/5 11.49] Irfan Irfana: For something greatness

Kemauan .

Fokus pada apa yang kamu miliki .

Husnuzhon, apa yang kita butuhkan adalah bimbingannya .

Apakah dengan menyadari bahwa sesuatu di luar kendali bisa mengatasi rasa ketidak puasan ?

Penuhi pikiranmu dengan hal hal baik yang kamu dapatkan .

Beribadah karena melakukan banyak dosa. 

Maha mengetahui, ladang pahala, t d bawa ka akherat .

Sementara (materi) dalam artian kalau kita capaipun tidak kita bawa ke akherat .

Gambaran besar dan sementara .
Jalani dan lewati.  There is no the other way .
Fadhillah .

Rutinitas, kesempatan, tanggung jawab .

Terlalu memikirkan dunia, tidak sempurna, sementara .

The answer for all this thing happend is you are getting old and die. That is what is all about . Temporary .

human, movement .

And don't forget, god that make you feel  .

Earn and need .
Achieve . (Mencapai). 

Reach something to pleased. 
Movement. 
Proses oriented and goal oriented .

Senin, 30 Maret 2020

struggling .(amal)

Akherat kekal,  dunia sementara. 
Keep moving,  tujuan asli akherat. 
Ngaji al-quran selesai. Gratitude. 

Happiness is achievement. 
Untuk diri sendiri. 
Allah Yang memudahkan. 
Bukan lebih santai tetapi tanggung jawabnya lebih berat. 
Berbaik sangka
Sementara

Ada yang lebih susah .

Waktu terbuang sia-sia .

Failed hope
Come and go

Ibadah
Amal
rahmat
Sementara

Nikmati yang ada .
Israaf .

Daripada berfokus pada beratnya ujian yang di berikan, mending berusaha caranya bagaimana mendapatkan kemudahan.

Come and go .
Gold
Faith and
Justice .

Kamu sikapi dengan persiapan dan meminta bimbingan.

Waktu terus berjalan meskipun kita tidak melakukan apa-apa .waktu tidak bisa di rubah dengan perputarannya atau sistemnya menjadi berhenti semisal segala sesuatu keadaan yang lainnya yang dapat berubah , bersifat kekal dan sementara . Kekal bagaimana cara kerjanya dan sementara ketentuannya, kita selalu menginginkan segala perubahan dari kemungkinan yang terjadi dalam hidup kita yang mungkin saja bisa terwujud meskipun waktu tidak bergantung pada keadaan tersebut, waktu terus berjalan apapun yang terjadi dengan keadaan kita, bahkan dalam keadaan dimana tidak ada hal apapun yang kita hadapi, padahal masalah yang sesunghuhnya adalah bagaimana menggunakan dan memanfaatkan waktu kita yang hanya hanya bersifat sementara (ini) .

Tidak memenuhi (faktor eksternal) dan diluar kemampuan (faktor internal) .

Atep Afia Hidayat
TERVERIFIKASI
Pemerhati sumberdaya manusia dan lingkungan

FOLLOW
Beban dalam Kehidupan
    
21 Juni 2011   02:51 | Diperbarui: 26 Juni 2015   04:19
Oleh : Atep Afia Hidayat - Setiap individu manusia dianugrahi beban tertentu dalam kehidupannya. Terdapat bermacam-macam tanggapan atau respon terhadap beban yang disandangnya. Antara in lain ada yang menerima dengan jiwa lapang, ada yang "menambah berat" beban dan ada juga yang menganggap "enteng". Umpamanya, seseorang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), maka tanggapannya terhadap beban tersebut, ada ayang menerima dengan logis, banyak pula yang mengalami stress. Beban tak lain merupakan masalah, problem atau kasus yang menuntut pertanggungjawaban. Respon seseorang terhadap beban yang disandangnya, tergantung pada situasi dan kondisi kejiwaannya. Banyak orang yang "melarikan diri" dari beban, tak lain disebabkan oleh ketidaksiapan faktor kejiwaan tersebut. Beban itu harus dipikul, asalkan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas "memikul". Jika di luar batas kemampuan, maka kita tinggal berserah diri padaNya. Setiap individu manusia memiliki kapasitas dan kemampuan tertentu dalam menyandang beban. Seseorang bisa bertahan hidup dalam suhu yang ekstrim, misalnya di daerah kutub atau puncak gunung, tetapi orang lainnya tidak mampu. Sebuah tantangan dari alam bisa menjadi beban bagi seseorang, tetapi tidak demikian bagi yang lainnya. Setiap individu manusia memiliki ciri umum, yakni berupa tumbuh dan bekembang. Dengan demikian terdapat cara tertentu untuk meningkatkan kapasitas, sehingga kekuatan untuk memikul beban bertambah. Dalam hal apapun setiap orang bisa tumbuh dan berkembang, asalkan terdapat upaya kearah itu. Bukankah semacam rintangan dan tantangan untuk meraih sukses tak lain merupakan beban, dimana kesanggupan kita diuji. Sudah terang, jika tanpa persiapan yang matang, seseorang tak akan mampu menyelesaikan suatu ujian tersebut. Kesanggupannya relatif kurang jika dibandingkan dengan mereka yang telah melakukan persiapan. Tetapi, bagaimanapun juga terdapat suatu beban yang diluar kesanggupan kita untuk memikulnya, dan kita berhak meminta dispensasi dari  Allah S.W.T. Beban mental, pikiran dan fisik, mana yang paling berat ? Seorang lifter mampu mengangkat sekitar 200 kg, untuk itu sang filter memerlukan persiapan berupa latihan yang teratur dan penyehatan tubuh. Seorang lifter adalah penyandang beban fisik, begitu pula seorang kuli pelabuhan, tukang becak, atau pekerja kasar lainnya. Selain itu, tentu saja diantara mereka juga banyak yang menyandang beben mental dan pikiran, terutama menyangkut kehidupan yang dirasakannya. Seorang yang memiliki reputasi internasional, baik dari kalangan politisi, professional, olah ragawan, penyanyi atau pemain film menyandang beban fisik, pikiran sekaligus mental dalam kesehariannya. Bagaimanapun reputasi itu perlu dipertahankan. Terdapat unsur relatifitas dalam konsep beban. Maksudnya, beban sangat dipengaruhi oleh waktu, situasi dan kondisi. Si A akan memandang sesuatu sebagai "beban" jika kemampuannya berada dibawah kemampuan untuk mengatasi beban yang sesungguhnya. Tetapi, beban tersebut akan dipandang "bukan beban" jika si A telah melipatgandakan tingkat kemampuannya. Setiap individu semestinya mendayagunakan waktunya meningkatkan kemampuannya dalam segala hal. Seorang pemain sepak bola seperti Lional Messi senantiasa melakukan latihan yang intensif untuk meningkatkan kualitas permainannya, sehingga kontribusi bagi tim yang diusungnya bisa lebih maksimal. Setiap individu dianugrahi beban, yang sebenarnya disesuaikan dengan taraf kemampuannya. Di antara beban dan kemampuan itu selalu berkoreksi, jika kemampuan seseorang meningkat maka bebannya pun meningkat pula, juga sebaliknya. Beban studi di Universitas jauh lebih berat daripada beban disekolah lanjutan, tetapi beban itu seolah-olah sama, karena adanya peningkatan kemampuan pada peserta didik. Demikian pula, beban kerja seorang manajer jauh lebih berat dengan seorang supervisor. Juga dalam aspek kehidupan yang lebih luas dan kompleks, penganugrahan beban itu disesuaikan dengan taraf kemampuannya. Nah, mau sampai dimana posisi kita, sangat tergantung pada kemampuan untuk mengatasi beban-beban kehidupan. Beban-beban itu selalu menimpa setiap orang, tetapi tentu saja terdapat cara-cara untuk menjinakkannya. Paling tidak, kita semakin dituntut untuk meningkatkan porsi latihan dan kedisiplinan. Hari ini, esok atau lusa, kita akan didatangi beban-beban kehidupan. Lantas, sudah siapkan kita menyambutnya ? 

1. You blame yourself for things out of your control.

It's good to take responsibility for the mistakes you make, but when you too hard on yourself it's easy to forget that you're human too . When something doesn't go the way you planned or expect it to you begin to beat yourself up over it even though you tried your best, instead of blaming yourself accept what you cannot change and focus on the things you can to make the situation better .

Hidup jangan jadikan beban, nikmati, lihat hasil yang akan di dapat, sisi positif .

Senin, 23 Maret 2020

hate job

Self reward : productive .
2 Shares

Benner-1.png

 

TIDAK SUKA PEKERJAAN


Urang harus menyiapkan tenaga untuk pekerjaan hari esok .

Black and white thinking .

Overthinking, tend to repeatedly relive the moment .

Saya tau apa rasanya jika kita merasa tidak nyaman dengan pekerjaan. Saya juga tau bagaimana rasanya kita sangat menginginkan datangnya akhir pekan.  Anda yang mengalami hal serupa juga pasti berharap agar hari Senin tidak pernah ada.

Dan saya pun tau, betapa tersiksanya Anda setiap hari melawan keinginan yang begitu kuat untuk keluar dari pekerjaan namun masih takut untuk melakukannya.

Kebahagiaan adalah saat kita bisa melakukan segala sesuatu yang kita sukai dan tehindar dari segala seustau yang tak kita sukai.  Hm… jika kita tanyakan tentang apa yang menjadi prioritas semua orang, pasti mereka akan menjawab kebahagiaan dan ketenangan batin bukan? Kebahagiaan akan menjadi daftar pertama yang dicari semua orang.  akan tetapi, perhatikanlah perbuatan mereka. Kadang kala tanpa disadari mereka justru melakukan hal yang mengancam kebahagiaannya. Salah satunya adalah bertahan pada pekerjaan yang sudah jelas-jelas tidak mereka sukai.

Mengapa seseorang bisa membenci pekerjaannya?  Jawabannya bisa 2. Mereka tidak menyukai jenis pekerjaannya atau mereka tidak menyukai lingkungan kerjanya. Sebagai contoh, bisa jadi Anda sangat nyaman dengan lingkungan perkantoran dan suasana di ruang kerja dengan teman-teman yang begitu akrab dan kompak, akan tetapi, Anda sebenarnya kurang suka dengan jenis pekerjaan sebagai marketing, misalnya.  Atau sebaliknya.  Anda bisa jadi sangat menyukai posisi Anda saat ini sebagai bagian keuangan perusahaan namun suasana kerja yang Anda dapatkan ternyata tak seindah bayangan.

Susah ya kalo sudah seperti ini… ðŸ™‚

Nah, untuk memahami apa yang membuat kita tidak enjoy atau tidak menyukai pekerjaan kita harus melakukan hal yang satu ini.  Cobalah untuk lebih memahami diri Anda kembali. Apa yang sebenarnya Anda inginkan dalam karir? Apa sebetulnya yang menjadi impian Anda ketika dulu masih kuliah? Cara untuk merasa bahagia dan enjoy dalam bekerja adalah dengan memahami kembali nilai dan prioritas kita dalam bekerja.

Baiklah dalam artikel kali ini, kami akan coba membahas hal apa sih yang sebenarnya membuat orang sampai membenci pekerjaannya sendiri?

Pakah betul setiap orang membenci rutinitas? Ternyata tidak juga. Sebagian orang justru merasa enjoy dan senang dengan adanya rutinitas harian dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat membuat mereka lebih teratur dalam bekerja.

Lalu apa dong yang membuat seseorang bisa tidak menyukai pekerjannya? Nah, salah satu poin paling penting yang tidak dimengerti oleh banyak orang tentang memilih pekerjaan adalah bahwa setiap orang akan merasa puas dan senang dengan pekerjannya jika sesuai dengan kepribadiannya.

Contohnya seperti ini, jika Anda orang yang menghargai kebebasan, lalu Anda harus datang bekerja di jam yang sama setiap harinya, menggunakan seragam, dan duduk di balik meja, maka itu adalah cara paling cepat baginya membenci pekerjaannya. Begitu juga sebaliknya. Jika Anda seseorang yang tidak terlalu suka bertemu orang baru dan merasa gugup jika harus berbicara di depan orang banyak, maka pekerjaan sebagai marketing bisa jadi pekerjaan yang tidak akan membuat Anda betah.

Cara tercepat agar Anda merasa bahagia dan selalu menikmati karir Anda adalah bukan dengan membencinya, melainkan tuliskan apa hal penting yang menjadi nilai bagi hidup Anda. kemudian, rencanakan dan carilah pekerjaan yang dapat menunjang Anda untuk mewujudkannya.

Beberapa orang bahkan mengorbankan hal yang disukai dalam hidup tepat ketika ia mendapatkan pekerjaan.  Sebagian orang terpaksa meninggalkan kebiasaannya berolahraga dengan bangun setiap pagi berangkat kerja, sebagian terpaksa menelantarkan hobinya untuk memiliki waktu full bekerja, sebagian orang lagi mau tidak mau harus meninggalkan kehidupan sosialnya demi gaji bulanan.

Jika kita berpikir untuk kebaikan masa depan, tentunya bekerja adalah jalan terbaik dan bijaksana. Tetapi bagi sebagian orang hal ini justru jadi penyebab rasa tertekan dan tidak nyaman dalam bekerja.

Ketika Anda mulai merasa bahwa pekerjaan Anda saat ini menjadi penyebab Anda tidak bisa lagi melakukan hal yang sukai, maka jelas saja Anda merasa tidak suka dengan pekerjaan Anda.

Lalu bagaimana solusinya?

Jika Anda benar-benar memutuskan ingin merasakan kenyamanan dalam bekerja, maka kita harus belajar bagaimana menyeimbangkan antara bekerja dan melakukan hal yang kita sukai.  Bisa jadi dengan menjadikan hobi sebagai pekerjaan Anda.

Pengusaha muda sukses Sandiaga S. Uno memberikan sedikit tips agar kita bisa mencintai pekerjaan dan merasa nikmat dalam menjalaninya. Antara lain mengimbanginya dengan berolahraga dan melakukan kegiatan sosial di luar jam kerja. Tips ampuh ini bisa kita coba ðŸ™‚

Lalu, setelah kita tahu bahwa pekerjaan yang saat ini tekuni merupakan pekerjaan yang tidak kita inginkan, haruskah kita keluar? Perlukah dan seberapa pentingkah meninggalkan pekerjaaan yang tidak membuat kita merasa bahagia?

Jika Anda tanyakan pertanyaan ini kepada orang lain, kebanyakan mereka akan menjawab jangan keluar sebelum Anda mendapatkan pekerjaan baru.  Akan tetapi bagi sebagian orang yang berani ambil resiko, mereka akan menyarankan Anda keluar secepatnya lalu mencari pekerjaan yang memang sesuai dengan nilai hidup Anda.

Namun, mengapa sampai saat ini banyak orang yang tidak juga meninggalkan pekerjaan yang tidak membuatnya nyaman? Alasan banyak orang tidak meninggalkan pekerjaannya adalah karena

1. Mereka menganggap ketidakbahagiaan adalah hal yang biasa.

Salah satu sebab paling menyedihkan mengapa seseorang tetap bertahan dengan pekerjaan yang tidak mendatangkan kebahagiaan adalah karena ketidakbahagiaan sudah menjadi hal yang sangat lumrah bagi mereka. Mereka tetap menjalani kehidupan dengan pekerjaan yang tidak menyenangkan tanpa mengetahui bahwa begitu banyak orang yang bisa bahagia dengan pekerjaannya di luar sana. Dia tidak tahu bahwa di luar sana ada seoraang designer yang begitu mencintai pekerjaannya meskipun jadi designer itu tidak mudah. Ia juga belu terbuka pikirannya bahwa di luar sana ada penulis yang bisa kaya raya dan merasa sangat menikmati profesinya.

Beberapa orang tidak pernah meninggalkan pekerjaannya karena merasa ketidakbahagiaan yang mereka jalani adalah hal lumrah namun tanpa disadari mereka tidak pernah berangkat kerja dengan bergairah.

2. Mereka terlalu takut untuk keluar dari pekerjaan lamanya.

Ada sebuah kisah menarik. Salah seorang pakar dalam psikologi, Mr. Farouk Ridwan yang mendapat pernyataan sinis dari teman-temannya ketika ia memutuskan untuk mendirikan bisnis via internet.  Teman-temannya mengatakan bahwa ia melakukan hal bodoh dengan meninggalkan pekerjaan lamanya untuk merintis website khusus psikologi dan menulis buku-buku tentang psikologi. Akan tetapi, teman-temannya tidak ada yang tahu bahwa ia bisa mengumpulkan uang setara gajinya setahun hanya dalam waktu sebulan.

Dalam buku Goal Free Living karya Stephen Shapiro, dijelaskan bahwa di dunia ini tidak ada yang disebut keputusan yang benar atau keputusan yang salah. Yang ada hanyalah sebuah keputusan. Jika Anda memang merasa kurang cocok dengan pekerjaan Anda saat ini atau tidak mendapatkan kepuasan dalam batin Anda, jangan ragu untuk mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lainnya. Selama ini Anda sering takut meninggalkan pekerjaan lama karena Anda terlalu fokus pada “apa yang akan hilang dalam kehidupan saya” dibandingkan fokus pada “apa yang akan saya dapatkan di pekerjaan baru”.

Jika Anda punya pernah punya pengalaman menarik tentang pindah pekerjaan, atau saat ini Anda sedang merasa butuh kekuatan pindah dari pekerjaan lama, jangan sungkan-sungkan share di bawah ya. Semoga bermanfaat ðŸ˜‰

Rabu, 18 Maret 2020