She doesn't try to understand people .
Rabu, 12 September 2018
Rabu, 05 September 2018
Semangat kerja .
Mengeluhkan kendala kecil untuk kendala yg lebih besar rasanya bunuh diri
Naon deui ?
Tidak seburuk yg km pikirkan .
Ada beban tersendiri, tapi justru paling ringan jika di banding yang lain .
Cape
Dualitas, sementara, bosan, amal, ibadah . Nafkah . Penghapus dosa .
Menghabiskan waktu .
Sementara dan kaya akan nikmat .
Eweuh kegiatan leuwih lieur .
Cape adalah hal yang wajar .
Karena Aktifitas hidup menggunakan fisik.
Memandang buruk apa yang kamu jalani . / alami .
Taat
Demi kepentingan pribadi ( karena allah)
Dan perbandingan duniawi (akherat)
Tong dilayanan .
Tahu nilainya istirahat .
Da teu unggal poe .
Sementara .
Tetap kontek .
Derajat di surga .
Bayangkan kamu menganggur ,
Alhamdulillah kamu punya alasan untuk bangun pagi dan melakukan sesuatu .
Sekali waktu, tubuh kita perlu istirahat agar senantiasa sehat. Bila malam telah tiba, rebahkanlah badan yang letih hingga segar kembali. Begitu pula di siang hari, adakalanya kita perlu waktu sejenak untuk qailullah (tidur siang sebentar). Jika kita dapat tidur dengan baik, tiga puluh menit telah dapat memulihkan kembali stamina yang lesu dan tubuh yang tak bertenaga. Akan tetapi, jika tidur kita tidak berkualitas, mendengkur tiga jam pun rasanya masih sulit mengajak mata kita untuk tak terpejam. Gairah tak ada, semangat pun enggan bersahabat dengan kita.
Sebagaimana tubuh kita yang sesekali perlu istirahat, sekali waktu hati kita juga perlu penyegaran agar tak mengalami kejenuhan. Saya teringat dengan perkataan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyaLlahu ‘anhu:
رَوِّحُوا الْقُلُوْبَ سَاعَةً, فَإِنَّهَا إِذَا أُكْرِهَتْ عَمِيَتْ
“Hiburlah hati barang sesaat. Sebab, jika ia dipaksa terus-menerus terhadap sesuatu, ia akan menjadi buta.”
Hiburlah hati jika sedang mengalami kejenuhan yang menyebabkan pikiran buntu. Membiarkan hati sibuk dengan urusan tanpa pernah kita beri penyegaran, justru dapat menjadi buta. Begitu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memperingatkan. Jika hati telah buta, ia sulit mengenali kebaikan dan kebenaran meskipun nalarnya dapat menunjukkan. Lebih-lebih jika hati telah mati, semakin banyak pengetahuan kita tentang agama tidak membuat kita semakin meyakininya, tetapi justru menjadikan kita semakin ingin berontak. Hati kita tidak dapat tenteram. Selalu ada kegelisahan yang mengganggu kita.
Sekalipun demikian, tak setiap yang menyenangkan dapat menghibur hati. Juga, tidak setiap yang menghibur dapat menyegarkan jiwa sehingga semangat kita terbangkitkan, hati kita menjadi bersih, dan pikiran kita mencapai ketazaman yang sempurna. Salah menghibur diri, justru akan membuat hati kita kian kusut dan pikiran kita makin tumpul. Sama seperti tidur, kalau tak berkualitas, akan membuat kita enggan beranjak dari kasur. Begitu pun hiburan, ada yang membuat hati kita berpenyakit karena sangat bergantung kepadanya. Video game merupakan salah satu bentuk hiburan yang tak sungguh-sungguh menghibur. Ia mengikat kita dengan menciptakan ketergantungan memalui bangkitnya rasa penasaran. Berpisah sejenak saja membuat kita gelisah. Akibatnya, kita tidak dapat menyegarkan kembali jiwa yang letih. Sebaliknya, merusak dan mematikan. Wallahu a’lam bish-shawwab.
Jika istirahat adalah obat agar badan tetap sehat dan hiburan adalah selingan agar jiwa kita menemukan kesegaran, maka canda yang menggoda adalah Sunah Nabi Saw untuk meromantiskan pernikahan. Jalinan perasaan yang mulai longgar dapat dieratkan kembali dengan canda-canda mesra yang menghangatkan jiwa. Begitu pentingnya bercanda dalam menjaga kemesraan cinta antara suami dan istri, sampai-sampai Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ اللَّهِ، فَهُوَ لَهُوٌ وَلَعِبٌ، إِلا أَرْبَعَ: مُلاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ، وَتَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ، وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ، وَتَعْلِيمُ الرَّجُلِ السَّبَّاحَةَ
“Segala sesuatu selain dzikirullah itu permainan dan kesia-siaan, kecuali terhadap empat hal, yaitu seorang suami yang mencandai istrinya; seorang yang melatih kudanya; seorang yang berjalan menuju dua sasaran (dalam permainan panah, termasuk dalam berlomba); dan seseorang yang berlatih renang.” (H.r. An-Nasa`i)
Setiap yang sia-sia akan menuju kebinasaan dan kehampaan. Ia kosong dari pahala dan jauh dari kemuliaan. Lebih-lebih jika bersama perkara yang sia-sia itu ada keburukan yang tak terampunkan, maka sesudah tawa akan menetes air mata duka. Akan tetapi, dalam candaan bersama istri, bersama kehangatan jiwa yang menyertai kemesraan, ada pahala dan ridha Allah yang dapat diharapkan. Menghidupkan canda saat di rumah akan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam.
“Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).
Sekarang, marilah kita simak kisahnya. Ali menuturkan bahwa Fatimah pernah mengeluh kepadanya. Ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rasulullah mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi ummul mukminin Aisyah dan menyampaikan hajatnya.
Ketika Rasulullah berada di rumah Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah lantas mendatangi kami (Ali dan Fatimah) saat kami telah berbaring di tempat tidur. Mulanya, kami hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun beliau menyuruh kami tetap berada di tempat.
“Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).
Semenjak mendengar petuah Rasulullah tadi, Ali tak pernah lalai meninggalkan wirid tadi. Ia selalu membacanya, bahkan di malam perang Shiffin; sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhari.
Tahukah Anda, apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh Fatimah? Beliau mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang demikian berat.
Subhanallah, ternyata puteri tercinta Rasulullah demikian berat ujiannya. Pun begitu, beliau tak segera memenuhi keinginan puterinya tadi. Namun beliau mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya dari seorang pembantu. Sesuatu yang menjadikannya semakin dekat dan bertawakkal kepada Allah. Itulah wirid pelepas lelah.
Mengapa wirid tadi lebih baik dari pembantu? Menurut al-Hafizh Badruddien al-‘Aini, alasannya ialah karena wirid berkaitan dengan akhirat, sedangkan pembantu berkaitan dengan dunia. Dan tentunya, akhirat lebih kekal dan lebih afdhal dari dunia. Atau, boleh jadi maksudnya ialah bahwa dengan merutinkan bacaan wirid tadi, keduanya akan mendapat kekuatan lebih besar untuk melakukan berbagai pekerjaan; melebihi kekuatan seorang pembantu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga berpendapat senada. Menurut beliau, siapa yang rajin membaca wirid tadi di waktu malam, niscaya tidak akan kelelahan. Alasannya karena Fatimah mengeluh kecapaian kepada Rasulullah, lalu Rasulullah mengarahkannya agar membaca wirid tadi. Akan tetapi, menurut al-Hafizh Ibnu Hajar, penafsirannya tidak harus seperti itu. Hadis ini tidak berarti bahwa rasa lelah pasti hilang bila seseorang rutin membacanya. Namun boleh jadi maksudnya ialah bila seseorang rutin mengamalkannya, maka ia tidak akan terkena madharat walaupun banyak bekerja. Pekerjaan itu juga takkan terasa berat walaupun ia merasa lelah karenanya.
Hadis ini juga bisa berarti bahwa orang yang membaca wirid tadi, kelak akan bangun pagi dalam keadaan segar-bugar dan penuh semangat. Tentunya, ini lebih baik daripada menyewa pembantu yang meringankan pekerjaan, namun tidak menjadikan badan segar-bugar. Lagi pula, bila seseorang mampu melakukan pekerjaannya secara mandiri, tentu lebih baik daripada menyuruh orang lain, walaupun yang disuruh pasti menurut. Alasannya karena merasa butuh kepada orang lain adalah sikap yang merendahkan harga diri. Masih ingatkah kita dengan sejumlah orang Anshar yang berbaiat kepada Rasulullah untuk tidak meminta apa-apa kepada manusia? Nah, demikian pula dalam kasus ini.
Oleh karenanya, marilah kita teladani sunah Nabi yang satu ini. Mari kita amalkan setiap hari, niscaya akan banyak faidah yang kita dapatkan. Cukup satu menit yang kita butuhkan setiap malam dan rasakan pengaruhnya!
MENGELUH, hampir menjadi fenomena di negeri mayoritas Muslim ini. Ironisnya mengeluh itu menimpa hampir semua tingkatan usia; mulai remaja sampai dewasa juga pria dan wanita. Akibatnya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh mereka yang suka mengeluh, kecuali hal-hal yang akan semakin membuat jiwa dan akalnya terus melemah. Sehari-hari waktu yang dilalui hanya diisi curhat dari satu orang ke orang lain dengan memaparkan beragam masalah yang sedang membelitnya.
Padahal waktu dan kesempatan datang setiap hari. Bahkan sekiranya mereka mau membaca firman Allah (Al-Qur’an) tentu mereka akan dapati jawaban atas setiap masalah yang dihadapinya. Ketika didorong untuk membaca Al-Qur’an jawabnya tidak mengerti bahasa Arab. Loh bukannya kini sudah sangat banyak Al-Qur’an terjemah. Mengapa tidak dibaca juga?
Sementara Allah dengan tegas berfirman;
بِهِ مِنَ الأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ فَلاَ تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـكِنَّ
“Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur’an itu. Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (QS. Huud [11]: 17).
Dalam ayat lain Allah SWT juga tegaskan bahwa Al-Qur’an itu kitab suci yang tidak ada keragu-raguan di dalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]: 2).
Jadi sebenarnya sederhana sekali, masalah apapun yang kita hadapi solusinya ada di dalam Al-Qur’an. Ibarat manusia ini robot maka Al-Qur’an ini adalah petunjuk manual bagaimana mengoperasikan robot itu. Bagaimana tanda-tanda robot yang kekurangan baterai (iman) misalnya. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengisi dayanya kembali. Bagaimana jika ada robot yang mati (semangatnya). Apa yang harus dilakukan. Jawaban semua itu ada di dalam buku manual tadi (Al-Qur’an).
Mari perhatikan pernyataan Nabi Ibrahim di depan orang-orang kafir ketika menjelaskan siapa Allah SWT. ketika itu Nabi Ibrahim sedang memberi peringatan kepada penyembah berhala bahwa apa yang mereka anggap tuhan itu adalah keliru (sesat). Lalu Nabi Ibrahim menjelaskan perihal Allah SWT yang sebenar-benarnya Tuhan yang harus disembah.
Ibrahim berkata;“(Yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku. Dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku. Dan Yang akan mematikan aku. Kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (QS. As Syu’ara [26] : 78 – 82).
Ayat tadi menggambarkan secara gamblang bagaimana Allah benar-benar mengerti segala kebutuhan, keresahan, kerisauan, kegalauan, dan seluruh suasana hati setiap manusia. Hanya saja Allah akan mendatangi jiwa-jiwa yang diliputi keimanan kuat dan mengabaikan jiwa manusia yang kerdil lagi tidak pernah memohon kepada-Nya.
Kepada mereka yang imannya kuat Allah berikan satu jaminan agar tidak takut dan bersedih hati.
وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran [3]: 139).
Jadi mari kita kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Sungguh Allah menjawab setiap masalah kita.
Ketika kita mengeluh, maka akan selalu ada jawaban dari Allah SWT untuk kita. Misalnya, “Rasanya aku tidak mampu menghadapi masalah seperti ini, berat terasa oleh ku. Sungguh aku tak sanggup lagi.” Sungguh Allah menjawab;
“Jika Allah menghendaki sesuatu, Allah cukup berkata jadi maka jadilah” (QS. 36 : 82).
Ketika kita mengeluh, “Aku terlalu lelah” Allah menjawab, “Aku ciptakan tidurmu untuk istirahatmu.” (QS. 78 : 9).
Ketika kita mengeluh, “Aku tak sanggup lagi, aku tak mampu lagi, semua sudah tidak mungkin kuhadapi” Allah menjawab, “Allah tidak membebankan sesuatu kepada hamba-Nya, melainkan sesuai kemampuannya” (QS. Al Baqarah [2] : 286).
Ketika kita mengeluh, “Berbagai upaya sudah saya lakukan tapi hasilnya nihil. Saya benar-benar stress dibuatnya” Allah menjawab;
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Hanya dengan mengingat Aku maka hati menjadi tenang.” (QS. 13 : 28).
Bahkan ketika kita mengeluh, “Aku sudah tidak ada gunanya lagi, untuk apa aku hidup” sungguh Allah telah menjawab;
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarah, niscaya ia akan melihat balasannya.” (QS. 99 : 7).
Jika demikian untuk apa kita mengeluh, bukankah Allah telah menjawab semua bakal keluhan umat manusia. Maka dari itu biasakanlah diri untuk benar-benar mempelajari Al-Qur’an dengan baik. Sungguh Al-Qur’an itu menjawab setiap masalah. Maka ambillah obat atau madu darinya.
Sebenarnya mengeluh atau tidak itu adalah pilihan hati. Hati yang senantiasa dihiasi dengan bacaan Al-Qur’an insya Allah terhindar dari sikap kerdil, lemah, lesu, letih, lunglai, dan tak berdaya. Sementara hati yang sepi dari bacaan Al-Qur’an akan sangat mudah terganggu oleh dinamika kehidupan sehingga sulit menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur.
Terhadap orang yang pandai bersyukur Allah berjanji akan menambah terus-menerus kenikmatan yang diberi dan bagi yang kufur (tidak mau bersyukur) Allah sediakan siksa yang pedih.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.ar Ra’d [14] : 7).
Jadi selagi masih ada kesempatan mari berusaha untuk memahami ayat-ayat Allah dengan sebaik-baiknya. Sungguh apabila hati kita telah diterangi oleh Al-Qur’an akan muncul semangat, gairah, optimisme, dan keyakinan kuat bahwa Allah selalu menyertai kita dan karena itu akan muncul usaha maksimal dari dalam diri kita.
Apabila itu benar-benar dapat kita raih sungguh kebahagiaan, kemenangan dan kesuksesan sejati telah berada di tangan kita. Sebab Allah telah berjanji akan memberi jalan-jalan kepada hamba-hamba-Nya yang bermujahadah (bersungguh-sungguh tidak mengeluh) dan senantiasa berbuat kebaikan.
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 29 : 69).
Jika sedemikian rupa Allah telah memberi jawaban atas keluhan setiap hamba-Nya, masihkah kita akan menjadi manusia kerdil? Sungguh keluhan itu adalah sesuatu yang mesti kita enyahkan dalam akal dan jiwa kita. Allah dan Rasul-Nya hanya berpesan satu hal, berjihadlah, bersungguh-sungguhlah, kelak engkau pasti akan menang. Jadi mari kita ucapkan,
“Selamat tinggal keluhan, selamat datang harapan”!. */Imam Nawawi
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Dilepaskan .
Inget ipan, gajina umr .
Sementara
Memikirkan terburuk tidak lebih baik
Nuturkeun .
Sebenarnya ipan sudah bisa melihat rasa lelah dalam bekerja dengan lebih positif, hanya saja perselisihan sesama rekan kerja itu seharusnya tidak ada . Jadinya susah kekerjaannya juga .
Umur pan,
Rek kamana deui ? Rek nu kmh deui ?
Cicing di imah cape gawe ge cape .
Aya kegiatan.
Berguna ada kegiatan (tolak ukur kebahagiaan) menikmati hiburan hikmah .
Sebenar
Sabtu, 01 September 2018
Lotte mart .
Angger pan tetep kudu di usahakeun, da moal ujug ujug otomatis duitteh. Jadi aya .
Salahteu urg ngarep2 ereun gawe didieu ? Bukankah akan lebih tenang lamun misalkeun urg masih tetep gawe didieu ?
Urang geus teu bisa gawe didieu .
Soon or later .
Sementara tapi terasa .
Selesaikan .
Libur 2 poe, tah lamun maneh eweuh gaweteh kieu rasana (kesel), there is no better job, you make it better.
Memberikan yang terbaikpun rasanya percuma .
Berlebihan, personalisasi, blame your self, sabuktina .
Emotion punishment.
Bakery, berlebihan .
Nu pentingmah gawe .
Da urang rek naon gawe pa rea rea omongmah,, kacape-cape . Urangteh gaweteh rek neang duit,, lain rek pasea .
Achieving ge lamun tanpa hambatan .
Overachieving .
Ego .
ka·pa·si·tas n 1 ruang yang tersedia; daya tampung; 2 daya serap (panas, listrik, dan sebagainya); 3 keluaran maksimum; kemampuan berproduksi; 4 El kemampuan kapasitor untuk menghimpun muatan listrik (diukur dalam satuan farad);
Kaya akan nikmat
Amanah
Ibadah
Hikmah
Semampunya .
Sementara
Tempat fitness
Irfan da teu sakumaha .
Memang lelah, tapi da tidak berat .
Keselamatan
Untung deket k imah
Bayangkeun ku maneh cicing di imah eweuh kegiatan .
Jangan memikirkan apa yang akan terjadi setelah kita melakukan sesuatu halnyg tdk kita ketahui, karena pasti jawabanya salah .
Tidak bisa di paksakan
Menerima bahwa anda tidak tahu
Belajar
Waktunya kerja ya kerja
Untuk bekerjamah maneh sanggup, tapi untuk membuatmah maneh tidak bisa
(Proses) Hadapi segala hal belajar tidak putus asa solusi dan bisa , Emang g bisa y prosesnya di bikin nyaman ? Sabar .
Berlebihan overthinkin terburuk mengeluh
Kudu bisa kudu bisa kudu bisa kudu bisa
Terus maneh rek gawe nu kmh emang ?
Nahanya eweuh gawean nu ngeunah .
Dualitas, That is how life is working, Terima itu mksd ipan yah jd g perlu d pandang buruk, it is fine being tired 🤣
So, jangan pernah meremehkan orang lain bahkan merasa lebih baik dari orang lain. Nobody perfect. Kelebihan dan kelemahan ada untuk saling menutupi.
Latar belakamg
Kudu daek
I need that job .
Tdk seberapa
Happiness is just state of mind
Nahanya eweuh gawean nu ngeunah .
Eweuh gawe nu ngeunah sedangkeun urg kudu di gawe.
Nya bae we ,
Bae ah tina t kapakena ge, ripuh soalna .
Sebab sebabnya, bukan menyebabkannya.
Keburukan, kebaikan .
Jangan jadikan beban,
Kerja itu fitness .
Libur itu santai
Kudu bertahan
Teu sakumaha pan gawean teh, teu sakumaha .
Betah teu ? Heunteu .
Terus pekerjaan seperti apalagi yang kamu bayangkan? di indomaret leuwih/ripuh, di pabrik komo leuwih/ripuh .
Nya nggeus we meakeun kontrak hungkul 2 tahun,
Urang mampu tapi t betah .
Kerjaan rotimah waktu jenuh cape apalgi d tambah kuantiti bnyk dan pekerjaan bnyk, jd tidak sepenuhnya dalam artian lelah yg sebenarnya .
Berguna
The more u tired the more u usefull .
Jd persepse posistif dr kelelahan pembuktian bahwa kita berguna, aktualisasi.
Agar tidak lelah? Goal, istirahat, diam .
Bersyukur (d bere cape jenuh, cape, kesel)
Mulai menyita waktu
Untung isuk urg libur
Bersyukur .
Sesuatu yang tidak perlu di pandang buruk karena merupakan sebuah siklus dan proses, hukum alam dan sunatullah .
Nya okelah maneh sieun nganggur ku sabab maneh baheula nganggur, tapikan maneh ayeuna digawe .
Naha bet kudu mempermasalahkeun nganggur lamun sakirana ayeuna (keur) digawe .
Sieun t betah? Jadi betah keneh nganggurnya .
Ongkoh hayang aya kegiatan.
Tong ngomong loba gawena, tapi emang sakitu gawena.
Yakinkan dirimu bahwa kamu mampu .
Kamu tidak seburuk yang kamu pikrkan .
Jangan membanding, tidak adil .
Mending urg kudu bisa drpd kudu kluar .
Solusi penyangkalan pemakluman .
Karena di tempat kerja itu pasti ada hal buruknya, tapi kalau keluarpun tidak akan membuat urg merasa lebih baik .
Keurmah urg sieun kaluar gawe .
Urg embung gawe jadi beban .
Ripuh ? Hyng nu leuwih ripuh ? Sales mobil ? Metro tsm ? Spb advan ?
Senin, 27 Agustus 2018
Pasangan .
Manusia tidak bisado harapkan, kalaupun terjadi atas izin allah .
Menjamin masa depan, aman .
Mungkin aku memang butuh waktu untuk sendiri .
Problem comes from anywhere .
Mengendalikan sesuatu di luar kuasa/kendali urang .
Bagaimana urang bisa meyakini ia kebahagiaan urang jika saja ia bisa mengecewakanku kapan saja .
Urg yg selalu merasa bersalah dan dia yang tidak
Dia yang tak pernah berpikir, urang yang mudah memaknai .
Salah paham .
Tidak bermaksud .
Salah memaafkan, manusia biasa.
Berharap kepada allah.
This is the rrason why you need to find a girl, because you are need a company .
5 Cara Menerima Pasangan Anda Apa Adanya
Oleh Liputan6 pada 17 Mar 2017, 07:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta Semua orang membutuhkan pasangan karena tidak dapat hidup seorang diri. Sayangnya, sudah menjadi sifat dasar manusia yaitu tidak pernah merasa puas.
Apalagi setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan masing-masing. Hal itu yang membuat Anda bisa merasakan bosan dan jenuh dengan pasangan.
Namun, bukankah kita juga mempunya kelemahan dan kekurangan? Lantas ingin menuntut pasangan menjadi sempurna. Sambil terus introspeksi diri, berikut beberapa cara untuk menerima pasangan Anda apa adanya seperti dikutip dari laman magforwomen.com, Rabu (15/4/2017);
1. Buang harapan yang tidak realistis
Mungkin Anda berharap pasangan menjadi seorang presiden, sedangkan ia ingin menjadi seorang pengusaha di bidang kuliner. Ini merupakan salah satu contoh harapan yang tidak realistis. Anda dapat membuangnya agar dapat belajar semakin menerima dan mencintai pasangan Anda apa adanya.
2. Garis bawahi hal-hal positif yang dimilikinya
Jangan ingat-ingat kekurangan atau kelemahan pasangan, sebaliknya, Anda harus rajin mengingat hal-hal positif yang dimiliki pasangan agar semakin jatuh cinta kepadanya.
3. Terima kenyataan Anda tidak dapat mengubahnya
Ada sebuah kenyataan jika Anda tidak dapat mengubah orang lain selain Tuhan dan orang itu sendiri. Anda tidak dapat menuntut pasangan untuk berubah.
Jika Anda ngotot untuk mengubahnya, diperlukan kesabaran dalam segala hal, apalagi itu menjadi karakter dan kebiasaannya. Pastikan setiap kali membicarakan hal tersebut dengan lembut dan menyampaikan dari hati ke hati.
4. Jangan lukai dia
Ketika tidak melukainya, maka sebenarnya Anda sedang memupuk rasa cinta pada dirinya sendiri. Berika pujian, semangat, dan kasih yang tulus untuk meyakinkan betapa Anda mencintainya.
5. Sadari tidak ada seorang pun yang sempurna
Tidak ada seornag pun di dunia ini yang sempurna, termasuk pasangan Anda. Semua orang memiliki sisi positif dan negatif dalam dirinya. Jika mencari kesempurnaan, maka Anda tidak akan pernah menemukannya selain pada Tuhan. Sadari hal ini, maka Anda akan lebih mudah menerima pasangan apa adanya.
(Odilia Hana Santoso)
Lebih tahu - mengerti .
Sabtu, 14 Juli 2018
Menerima kenyataan .
Lentur dan menyesuaikan diri.
Yakinlah Rencana Allah Itu Lebih Baik – Optimalkan Saja
Rahmat Mr. Power October 11, 2012 25 Comments
Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Keinginan
Kadang, kita mendapatkan kondisi atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Maksud hati ingin mendapatkan A, kita malah mendapatkan B padahal hal ini tidak kita inginkan. Lalu kebanyakan orang mengeluh. Padahal, kita sudah membaca ayat Al Quran yang cukup populer ini.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)
Benar Sich Tapi Sulit…
Namanya juga sesuatu yang kita benci, pasti sulit. Namun akan lebih sulit jika Anda tidak bisa menerimanya. Saat Anda tidak bisa menerima kenyataan itu, hati Anda sakit, perasaan Anda akan sulit, dan itu akan terjadi terus-menerus. Namun, jika Anda mau menerima kesulitan menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas dan shabar, maka kemudahan akan Anda dapatkan setelahnya.
Manfaat Menerima Rencana Allah
Saat Anda mampu menghadapi kenyataan yang pahit dengan shabar dan ikhlas akan ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan:
Pahala atas keshabaran dan keikhlasan tersebut. Betulkan?
Peningkatan kualitas diri karena Anda sudah terlatih menghadapi yang sulit. Anda lebih shabar, lebih tangguh, dan lebih berani menghadapi kenyataan hidup.
Dan kita akan memiliki peluang mendapatkan yang lebih baik dimasa mendatang.
Coba jika tidak menerima, apa yang kita dapatkan? Hanya mata bengkak karena terus menangisinya? Atau mendapat kata-kata penghibur dari teman? Atau hanya dikasihani orang lain? Belum lagi, waktu habis sia-sia, sementara bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kebaikan diwaktu mendatang. Rugi dua kali saat kita tidak bisa menerimanya.
Bagaimana Agar Kita Mampu Menerima Rencana Allah Meski Pahit?
Banyak orang yang hanya berkata sulit. Memang sulit, so what gitu lho? Saat Anda harus pergi ke kantor atau kuliah, naik motor atau kendaraan lainnya, resiko selalu ada di jalan. Tapi tetap saja Anda harus berangkat, meski capek dan meski menghadapi resiko. Sama halnya saat kita menghadapi kondisi yang tidak kita inginkan, memang sulit untuk menerimanya, tetapi tidak ada cara lain jika Anda ingin mendapatkan kebaikannya.
Cara Jangka Panjang: Meningkatkan Keimanan
Jika Anda masih merasa begitu sulit menerima ketentuan Allah, padahal kita sudah mengetahui apa yang dikatakan Allah melalui ayat diatas. Itu tandanya iman kita masih perlu terus ditingkatkan lagi. Semakin tinggi iman kita, insya Allah kita akan semakin kuat menerima kondisi hidup sepahit apa pun.
Jika Anda terus mengatakan sulit-sulit-sulit dan sulit, maka periksalah keimanan Anda. Temui guru-guru mintalah nasihat, baca al Quran, Dzikr, Shalat Malam, Shaum sunah, dan berbagai amalan-amalan lainnya. Sebab, setiap amalan akan memberikan tambahan kekuatan iman kepada kita. Juga, bergaulah dengan orang-orang shaleh, yang selalu memberi contoh dan nasihat kebaikan.
Bukan hanya bersikap cengeng, mengatakan sulit terus, curhat kesana kemari tetapi melupakan curhat kepada Allah, dan berharap belas kasihan dari manusia, tetapi tidak berharap dari Allah. Periksalah sikap kita selama ini.
Alihkan Fokus Anda
Seringkali, kita akan merasa sakit terus saat kita terus memikirkannya. Masalahnya, yang kita fikirkan adalah rasa sakit dan hal yang tidak kita senangi. Maka rasa sakit akan semakin kuat. Alihkan fokus Anda, daripada memikirkan rasa sakit dan hal-hal yang tidak menyenangkan, kenapa tidak fokus pada:
Kebaikan yang telah Allah siapkan dari kondisi ini. Yakinlah ada kebaikan, meski Anda belum mengetahui.
Bagaimana cara mendapatkan kebaikan itu?
Upaya apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah (jika ada).
Ambillah Hikmah
Setiap kejadian itu ada hikmah, pahit atau manis, hikmahnya selalu baik.
Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR. Tirmidzi)
Salah satu kebaikan yang bisa kita dapatkan dari setiap peristiwa atau kondisi, meski pun sangat menyakitkan adalah hikmah yang terkandung di dalamnya.
Hikmah itu selalu ada, kadang perlu waktu untuk menemukan hikmah itu. Pernahkan ada orang yang berkata,
“Untung saja saat itu saya tidak pergi.”
“Untung saja saya di PHK dan sekarang jadi pengusaha sukses.”
Di PHK memang pahit, kita kehilangan sumber penghasilan yang mungkin satu-satunya. Dan kita mengalami hari-hari yang sulit setelah itu. Namun saat menghadapinya dengan keshabaran dan keikhlasan, kondisi seperti ini bisa menjadikan orang tersebut menjadi pengusaha yang handal.
Selalu ada hikmahnya, yakini itu!
Optimalkan Saja Kondisi Yang Ada
Jika kita sudah yakin, bahwa apa yang sedang kita alami adalah media pendidikan bagi kita agar lebih baik, maka kita bisa mengoptimalkan media ini agar memberikan pelajaran yang berharga bagi diri kita. Kita bisa belajar dari kegagalan, kita bisa memacu pikiran kita untuk mendapatkan ide brilian supaya bisa keluar dari kondisi sulit, dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi cobaan.
Jika kita melewatkan masa pendidikan tersebut hanya dengan mengeluh, menangis, dan meratapi kondisi, maka kita akan menyia-nyiakan waktu kita dengan hal yang tidak berguna.