Minggu, 20 Maret 2016

Jual mahal.

Pria Jual Mahal? Kenapa Tidak!Masih pakai cara basi dalam PDKT, Guys? Menghubungi dia terus-menerus, memberikan perhatian dia setiap saat, rela mengantar dan menjemput tanpa imbalan apa pun, mau membelikan barang yang dia inginkan? Jika iya, berarti cara basi itu wajib kamu ubah. Pasalnyanih,saat ini kebanyakan wanita lebih menyukai pria yang jual mahal. Eits, siapa bilang kalauhanya wanita saja yang bisa untuk jual mahal? Justru, kamu juga harus jual mahal, Guys, untuk bisa dapatkan si dia.Maksud jual mahal di sini adalah bukan kamu sok-sok menolak ajakan dia, sok-sok balas lama BBM, atau tak ekspresif saat diajak ngobrol.Sebuah penelitian yang diadakan di Amerika Serikat, pria yang terlalu peka dan perhatian justru dianggap kurang jantan dan sangat tidak menarik. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnalThePersonality and SocialPsychology Bulleting  yang berisi tentang hubungan antara respons dan rasa tanggap pria terhadap pasangan wanitanya. Hasilnya adalah pria yang memberikan perhatian secara berlebihan justru menurunkan hasrat seksual perempuan. Kepala Penelitian, Gurit Birnbaum, PhD., mengatakan bahwa perempuan dan pria memiliki persepsi yang berbeda mengenai respons yang justru menjadi kunci utama dalam hubungan di tahap awal.“Sebagian besar perempuan menggangap negatif pria yang terlalu perhatian dan responsif. Mereka merasa tidak nyaman pada pria yang baru dikenal tetapi bersikap seolah-olahbegitu peduli dan terlihat terlalu ingin terus berdekatan,” ujar Birnbaum.Nah, paham kan Guys? Makanya kenapa wanita bisa tertarik dengan pria yang jual mahal.Yang tak menelepon saat BBM belum dibalas, yang nggak kirim PING!! berkali-kali, yang tidak memaksa untuk bertemu. Justru saat kencan pertama saja kamu rela lakukanapa pun untuk di dia, hal ini justru dianggap palsu oleh wanita. Tak ada ketertaikan jika kamu melakukan itu. Sebaliknya, saat wanita menunjukkan hal serupa, pria justru tersanjung dan bisa meningkatkan gairah seksual mereka. Maka jangan heran, saat wanita membalas BBM cepat kamu anggap dia suka. Saat wanita mau diajak kencan, kamu langsung mengklaim kalau wanita pasti jadi milikimu.Content continue below...Jangan heran ya dengan sikap wanita yang berbeda-beda. Peneliti pun menyimpulkan bahwa cara berpikir pria saat mendekati wanita cenderung lebih ringan dan praktis, sedangkan wanita dianggap lebih rumit. Makanya, sebaiknya kamu nggak perlu memberikan apapun untuk dia, rela berkorban dan sengsara hanya untuk bisa jadian sama wanita. Karena pemikiran berbeda dan rumit itu yang justru membuat kamu dijauhi oleh dia. Nggak masalah sih mengiyakan apa yang diinginkan gebetan, asalkan…baca artikelnya di sini, ya.

Dilarang Mengiyakan Permintaan Gebetan, Kecuali…Ada kalanya ketika sedang PDKT, gebetan meminta Anda untuk melakukan sesuatu demi kepentingannya. Misalnya, mengantarnya ke salon, menemaninya berbelanja, menjemputnya dari tempat kerja, membantunya mengerjakan tugas kuliah, dan sebagainya. Karena Anda seorang yang baik hati, mungkin Anda akan langsung mengiyakan permintaannya itu. Sayangnya, ini justrumembuat posisi Anda setara dengan pria lossy yang mau melakukanapa saja demi mendapatkan cinta gebetan. Apalagi jika Anda sedang mengerjakan sesuatu dan rela berhenti dari kesibukan Anda demi mengiyakan permintaan gebetan tersebut!Mengapa demikian? Apanya yang salah?Salahnya adalah Anda rela memberikanwaktu, tenaga, pikiran, (dan mungkin juga uang) Anda yang berharga. Anda bukanlah seorang pesuruh yang mengiyakan permintaan majikan. Lebih parah lagi apabila Anda melakukannya supaya Anda dinilai sebagai pria yang gentleman dan bisa diandalkan oleh gebetan Anda. Dengan kata lain Anda sedang NGAREP!Sadari bahwa Anda adalah seorang pria elegant dan berkualitas dengan waktu, tenaga, dan pikiran yang terlalu berharga untuk diberikan dengan cuma-cuma, sekalipun itu untuk gebetan Anda.Lalu apakah Anda harus menolak permintaan gebetan?Content continue below...Tentu saja tidak. Yang perlu Anda lakukan adalah meminta imbalan untuk setiap permintaannya yang Anda kabulkan. Apabila pesuruh saja berhak mendapat imbalan dari majikan, maka Anda berhak mendapatkan lebih dari apa yang didapatkan seorang pesuruh. Boleh saja Anda menemani gebetan Anda berbelanja atau melakukan antar-jemput ketika dia memintanya. Tetapi dia juga harus mau melakukan sesuatu untuk Anda. Mintalah dia untuk memasak makan siang Anda atau menemani Anda membeli pakaian (terutama karena wanita lebih jago soal fashion), atau menunggui Anda saat bermain futsal.Bagaimana jika dia menolak melakukanpermintaan Anda?Maka Anda juga tidak perlu memenuhi permintaannya, sekalipun Anda sedang punya banyak waktu! Seorang wanita yanglovabledan berkualitas pasti paham bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan pria yang berkualitas secara gratisan.Dan tidak ada pria berkualitas yang gratisan! Anda termasuk pria yang berkualitas kan? Karena jika Anda mengiyakan permintaan gebetan tanpa meminta imbalan, Anda memposisikan diri Anda sebagai pria yang bisa dimanfaatkan, yang statusnya bahkan lebih rendah dari pesuruh.Salam Glossy :)

Tujuan

Kehidupan > esensi > (niat.makna) > keimanan < ibadah > (semua subtitusi) . Kesenangan = nikmati.
Jalani.
Jenuh tidak tahu tujuan, hidup.
Tujuan hidup = ibadah.

Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Sementara itu Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052 meriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri –radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam duduk di mimbar sedangkan kami duduk di sekelilin beliau. Beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.”

Pada ayat dan hadits tersebut di atas, kehidupan dunia diibaratkan sebagai bunga. Pertanyaaannya, apakah hubungan antara dunia dan bunga sehingga bunga dijadikan sebagai sample kehidupan dunia? Jawabannya dapat kita telaah sebagai berikut.

Ketika suatu tanaman yang hendak mengeluarkan buahnya, biasanya diawali dengan kemunculan bunga. Kadang kala bunga itu terlihat indah dan di saat lain terlihat begitu sangat menawan. Bahkan terkadang tidak sedikit orang yang memandangnya berhasrat untuk memetiknya dan dibawanya pergi. Namun tahukah kita sekiranya bunga tadi benar-benar dipetik sebelum berubah menjadi buah? Ternyata tidak akan berapa lama kemudian akan segera layu dan pada akhirnya akan dicampakan oleh sang pemetiknya. Memang jika masih berada di tangkai, terlihat begitu mempesona, namun jika diambil saat itu juga maka yang terjadi adalah malah justru menjadi layu, tak tahan lama. Berbeda ceritanya jika kita biarkan bunga itu terus berada di tangkainya sedikit agak lebih lama, tentu bunga tersebut akan berubah menjadi buah yang tidak saja indah dan menyejukkan pandangan jika dilihat, akan tetapi juga dapat dikonsumsi.

Dan gambaran dunia pun dapat dipastikan sebagaimana kisah bunga di atas. Kehidupan dunia itu terlihat begitu indah menawan di mata siapa saja yang melihat dan memandangnya. Tahta, jabatan, wanita, keturunan, harta, benda, dan seterusnya. Keseluruhannya itu nampak begitu menggoda dan membuai normalnya jiwa manusia tergoda dan berhasrat untuk menggapai dan menikmatinya. Akan tetapi sungguh, segala yang terlihat indah di mata itu sejatinya akan jauh lebih indah jika ditunggu sebentar saja nanti ketika datang kampung kekelan di akhirat. Adapun orang-orang yang terlena dan tergoda sehingga tak dapat menahan kecuali memetik dan menikmatinya, sungguh cepat ataupun lambat segala sesuatu yang dinikmatinya itu akan layu dan nampak suram dan bencana yang sangat mencekam. Demikianlah Allah menguji hamba-hamba-Nya agar dapat terlihat mana di antara mereka yang benar-benar jujur dan taat mematuhi segala titah-Nya, dan mana di antara mereka yang terburu-buru menikmati keindahan sebelum datang waktunya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah mengatakan, bahwa dunia itu laksana surga bagi orang kafir, dan penjara bagi orang mukmin (HR Muslim). Kenapa? Karena di dunia itu dipenuhi aturan-aturan yang sama sekali tak boleh diterjang. Ada halal-haram, ada perintah-larangan, ada ini dan itu. Kerap kali untuk menjalankan suatu perintah, harus meninggalkan beberapa perkara yang nampak indah dan di saat tertentu harus menelan rasa pahit. Seluruh perintah ini hanya akan dilaksanakn oleh orang-orang mukmin karena meraka bersabar dan yakin bahwa kehidupan sebenarnya yang terdapat berbagai kenikmatan hanya akan ada di akhirat, di dunia bukanlah tempat berfoya-foya dan leyeh-leyeh. Dalam sebuah kaedah agung disebutkan,

من تركَ شيئًا للهِ ، عوَّضهُ اللهُ خيرًا منه

“Orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untuknya”

Sedangkan orang kafir terburu-buru dan tidak sabar menikmati kemewahan dunia yang tak ubahnya fatamorgana. Di dunia mereka berfoya-foya dengan disertai ejekan dan cemoohan pada orang-orang yang mau bersabar, kelak orang-orang kafir itu akan merasakan akibatnya. Ketika mereka sudah merasakan indahnya dunia, kelak di negeri kekal tak akan lagi merasakan indahnya surga. Nerakalah tempat teduh mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ * وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ * وَإِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انقَلَبُوا فَكِهِينَ * وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ * وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ * فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ * عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ * هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-Muthaffifin: 29-36).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا* وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS Al-Isra’: 18-19).

Dalam sebuah kaidah fikih disebutkan sebagai berikut,

مَنِ اسْتَعْجَلَ الشَّيْءَ قَبْلَ أَوَانِهِ عُوْقِبَ بِحِرْمَانِهِ

“Orang yang terburu-buru melakukan sesuatu sebelum saatnya, akan diharamkan melakukannya (setelah datang waktunya).”

Contoh kongkrit selain orang kafir yang tak sabar menikmati dunia ialah seperti apa yang dikatakan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, “Janganlah kalian memakai sutera, karena barang siapa yang memakainya di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat.” (HR Al-Bukhari-Muslim).

Walaupun ada dua kemingkinan maksud di atas, yaitu orang yang memakai sutera di dunia kelak di akhirat tidak akan masuk surge dan kemungkinan lain orang yang terlanjur memakai sutera di dunia kelak jika masuk surga tidak lagi mengenakannya.

Begitu pula dengan khamar dan banyak lagi contohnya.

Kaedah tersebut di atas bermakna luas dan umum. Seperti yang kita contohkan di atas, bahwa orang kafir telah mengambil keputusan menikmati keindahan hidup di dunia, padahal dunia bukanlah tempat berfoya-foya. Oleh sebab itu kelak di akhirat yang merupakan tempat kekal abadi yang sebenarnya tempat yang dijanjikan adanya nikmat agung, kelak mereka tak lagi dapat menikmatinya. Padahal jika mereka mau sedikit bersabar dengan meninggalkan hal-hal yang Allah murkai, mereka akan merasakan kenikmatan yang amat lebih indah dan nikmat.

Oleh sebab itu jangan kita merasa heran dengan keadaan orang-orang kafir di dunia. Allah Ta’ala pernah mengatakan,

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ * مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS Alu ‘Imran: 196-197).

Dunia memang laksana fatamorgana. Sepertinya megah, namun pada hakekatnya lemah. Menurut bahasa Arab, dunia berarti hina dan dekat. Hina karena harganya yang tak ada apa-apa dibanding akhirat. Dekat karena kedekatannya dengan kampung akhirat.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-‘Ankabut: 64).

Dia juga berfirman dalam surat Al-Hadid ayat ke-20,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Maka manakah yang akan Anda pilih di antara keduanya? Akhirat yang telah disiapkan azab dan siksa yang pedih bagi orang-orang yang lebih mementingkan dunia daripada akhirat, ataukah ampunan dan keridhaan dari Allah ‘Azza wa Jalla bagi orang-orang yang lebih mementingkan akhirat daripada dunia?

Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Al-Mustaurid bin Syaddad –radhiyallahu ‘anhu-, bahwasannya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh, tempat cambuk kalian di surga lebih baik daripada dunia seisinya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Al-Mustaurid bin Syaddad pula, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Dunia dibandingkan akhirat hanya seperti salah seorang di antara kalian yang memasukkan jari tangannya ke dalam lautan. Perhatikanlah apa yang dibawa oleh jari itu?!”

Pada suatu kesempatan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berjalan di kerumunan pasar melewati bangkai anak kambing yang telinganya kecil. Lantas beliau Shallallahu’alaihi Wasallam mengangkatnya dengan memegang telinganya seraya bersabda, “Siapa di antara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?”

Para shahabat menjawab, “Kami tidak ingin membelinya seharga apapun. Apa yang bisa kamu perbuat dengannya?”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan, “Apakah kalian ingin memilikinya?”

Para hadirin menjawab, “Demi Allah, sekiranya masih hidup pun cacat, bangkai itu bertelinga kecil, lalu bagaimana lagi ketika ia sudah menjadi bangkai?”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Demi Allah, dunia itu lebih hina di sisi Allah daripada bangkai itu di pandangan kalian.” (HR Muslim, dari Jabir –radhiyallahu ‘anhu-)

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يُؤْتَى بِأَنْعَم أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً ، ثُمَّ يُقَالُ : يَا ابْنَ آدَمَ؛ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ يَا رَبِّ.

وَ يُؤْتَى بِأَشَدِّ النَاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطٌّ، وَ لَا رَأَيْتُ شِدَّةٌ قَطٌّ.

“Pada hari kiamat akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai manusia, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku.’

Dan dihadirkan orang yang paling sengsara di dunia dari kalangan penduduk surga lalu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Ditanyakan padanya, ‘Wahai manusia, pernahkah kamu melihat satu penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesulitan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak pernah merasakan penderitaan sama sekali dan aku tak pernah melihat adanya kesulitan sedikitpun.’”

Demikianlah. Seorang muslim seharusnya benar-benar menyadari betapa dunia hanya negeri yang penuh dengan fatamorgana. Dunia bukanlah tempat bersenang-senang dan beristirahat. Dunia merupakan kampung mencari bekal. Sebaliknya, akhiratlah tempat memetik buah amal. Jika perbuatan yang diusahakan di dunia baik, tentu balasan di akhirat pun akan baik, dan demikian sebaliknya.

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim melaporkan dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, bahwasannya Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah mengatakan,

اَللهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشَ الْآخِرَةِ

“Ya Allah, tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat.”

Kemudian mari kita melihat kehidupan para suri tauladan kita yang benar-benar menyadari betapa dunia tak ada harganya sama sekali jika tidak dimanfaatkan sebagai kampung mencari bekal akhirat. Mereka menanggap bahwa harta bukanlah segalanya sehingga mereka tidak begitu berhasrat mengumpulkannya dan bahkan jika sudah di tangan, mereka begitu antusias untuk segera mengalihkantangan.

Ini dia Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah menyatakan, “Seandainya saya memiliki emas sebesar gunung Uhud tentu aku bergembira manakala tidak sampai tiga hari pada emas itu aku tidak memilikinya sedikit pun kecuali beberapa dinar yang aku simpan untuk keperluan hutang.” (HR Al-Bukhari-Muslim).

Sehingga ‘Amr bin Al-Harits menceritakan, “Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam wafat, beliau sama sekali tidak meninggalkan dinar, dirham, budak laki-laki, budak wanita, atau apapun kecuali keledai yang beliau kendarai dahulu, senjatanya, serta tanah yang sudah beliau wakafkah untuk ibnu sabil.” (HR Al-Bukhari)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri ketika hidupnya tidak pernah menolak orang yang menengadahkan tangan padanya. Sehingga saat tidak ada lagi tersisa harta di tangannya, beliau menyampaikan uzur.

Adalah dua puteri Abu Bakar Ash-Shiddiq –radhiyallahu ‘anhu– yang masing-masing bernama Asma’ dan ‘Aisyah memiliki kebiasaan bersedekah yang luar biasa. Bedanya jika Asma’ tidak pernah sabar melihat harta yang ada di tangannya, sementara ‘Aisyah biasa mengumpulkan hartanya terlebih dahulu hingga banyak baru kemudian beliau sedekahkan.

Maka celakalahh bagi mereka yang masih mengagungkan dunia. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah menegaskan, “Celakalah hamba dinar dan hamba dinar, (celakalah) hamba qathifah (pakaian yang dihiasai renda-renda yang bergelantung-pent) dan khamishah (selimut persegi empat-pent).” (HR Al-Bukhari).

Dan perlu diketahui bahwa harta kesenangan di dunia hanya ada 3, yaitu apa yang dimakan kemudian lenyap, apa yang dipakai hingga rusak, atau apa yang disedekahkan sehingga kekal lestari. Demikian yang Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam terangkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Shahabat ‘Abdullah bin Asy-Syikhkhir –radhiyallahu ‘anhu– dan direkam oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Sungguh indah sya’ir yang dibawakan Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam muqaddimah Riyadh Ash-Shalihin min Kalam Sayyid Al-Mursalin,

إِنَّ لِلهِ عِبَادًا فُطَنَا *** طَلَّقُوْا الدُّنْيَا وَ خَافُوْا الْفِتَنَا

نَظَرُوْا فِيْهَا فَلَمَّا عَلِمُوْا *** أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا

جَعَلُوْهَا لُجَّةً وَ اتَّخَذُوْا *** صَالِحَ الْأَعْمَالِ فِيْهَا سُفَنَا

Sesungguhnya Allah memiliki beberapa hamba yang cerdik,

mereka menceraikan dunia karena khawatir bencana

Mereka merenungkan isi dunia, ketika mereka mengetahui bahwa dunia bukanlah tanah air orang yang hidup

Mereka pun menjadikannya laksana samudera dan menjadikan amal shalih sebagai bahteranya

Al-Hafizh An-Nawawi –rahmatullah ‘alaih– mengatakan, “Jika keberadaan dunia adalah seperti yang telah saya kemukakan tadi, dan status kita serta tujuan kita diciptakan adalah seperti yang telah saya sampaikan (untuk mengabdi pada Rabbul ‘alamin), maka sudah semestinya bagi setiap mukallaf membawa dirinya ke jalan orang-orang pilihan dan menepaki jalan orang-orang yang memiliki akal, nalar, dan pikiran.”

Setelah kita mengetahui penjelasan ringkas di atas, sadarlah kita bagaimana seorang mukmin hanya akan bersenang-sedang dan menikmati jerih payahnya di dunia yang penuh dengan duri-duri dan jalan-jalan terjal. Apatah lagi tidak sedikit orang yang mencemooh dan menghina mereka yang terkadang berpenghidupan serba kekurangan, menurut mata telanjang. Padahal sungguhnya kebahagiaan dan kekayaan dalam artian cukup itu hanya ada dalam hati, bukan harta, tahta, wanita, dan keturunan. Sebab betapa kita sering mendengar tidak sedikit orang yang memiliki kekayaan hebat; istana megah, kendaraan mewah, penampilan wah, namun kehidupannya berakhir dengan bunuh diri. Jika memang itu kebahagiaan, lantas mengapa mereka bunuh diri?!

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَ جَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan untuk terus istiqamah menjalankan segala bentuk titah-Nya dan menjauhi sejauh-jauhnya apa yang menjadi larangannya. Wallahua’lam. []

 

Gunung Sempu Yogyakarta, 20 Syawwal 1435 H

Penulis: Firman Hidayat bin Marwadi

Artikel Muslim.Or.Id

Beberapa hari terakhir kamu kehilangan kesadaranmu akan tujuan sebenarnya dari hidup, bahwa tujuan yang sebenarnya adalah ibadah, mengabdi kepada allah, akherat.

Dunia dengan segala halnya yang bersifat sementara tidak bisa kamu jadikan sebuah tujuan, hidup yang sifatnya sementara ini tidak bisa kamu jadikan sebagai tujuan, kalaupun kamu cari atau kamu jadikan sebuah tujuan, karena sifatnya yang sementara hanya akan membuatmu kelelahan sendiri, tiada akhir. Kalau tidak hilang paling berubah, berubah menjadi sesuatu yang entah apa jadinya. Hidup berputar disitu-situ saja dan akan begitu seterusnya , satu hal yang bisa kamu lakukan supaya tidak dipermainkan dunia adalah...

1. Mulailah memikirkan sesuatu yang bersifat fun (menghibur). Mungkin salah satu teman anda pernah melakukan lelucon atau hiburan pada anda. Atau pun mengingat hal terkonyol yang pernah anda lakukan. Ingat jangan pernah memikirkan masalalu yang menurut anda menyedihkan!!. Jangan mau dipermainkan ataupun diperalat oleh dunia yang menipu, yang memberikan sesuatu yang sifatnya sementara dan di bayang-bayangi oleh rasa kesedihan.

Karena pada dasarnya, hidup adalah kesenangan.

Tidak perlu
Hidup tidak bisa di prediksi
Cinta adalah niat dan kesadaran.

Nya nggeus atuh ari geus nyahomah kari jalani, gampang. Tenang.

Bertahan hidup sendiri adalah sudah merupakan tujuan, hal yang ada di dalam kehidupan itu sendiri merupakan subtitusi-subtitusi dari tujuan hidup itu sendiri. Hal-hal tersebut akan datang ataupun terpenuhi seiring berjalannya waktu (semua ada waktunya), sesuai tuntutan, kebutuhan dan keperluan dan tentunya kemampuan.

Terlepas dari itu, tujuan hidup itu sendiri tentunya adalah akherat nanti.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul junjungan; Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Bagaimanakah orang mukmin memandang dunia?

Orang mukmin adalah sebaik-baik makhluk dalam memanfaatkan dunia. Baginya, dunia bukanlah tempat untuk mencari kepuasan lahiriah semata, karena ada hal yang lebih penting dari sekadar kesenangan duniawi. Menurutnya, kebahagiaan tidak terletak pada materi, namun lebih pada ketentraman hati. Yaitu hati yang disirami oleh cahaya keimanan, hati yang tersentuh oleh panggilan ilahi. Itulah sumber kebahagiaan. Oleh karena itu, ia tidak memandang dunia sebagai tujuan utama hidupnya.

Dunia adalah tempat baginya untuk menyusun dan merencanakan hari esoknya yang lebih cerah. Ketika manusia tertunduk lesu menyesali apa yang telah mereka lakukan dengan muka pucat kebingungan mencari-cari suaka dan pertolongan, ia dengan ‘gagah’ menegakkan wajahnya karena mendapatkan apa yang dulu dijanjikan.

Ketika manusia satu persatu dihinakan di hadapan seluruh makhluk sebagai akibat atas apa yang telah diperbuat, ia dengan tenangnya menghadapi semua itu tanpa rintangan. Ya, itulah hari perhitungan atau dalam istilah syar’i “Yaumul Hisab“. Hari ditimbangnya amalan manusia. Dan hal itu semua tidak akan terjadi, kecuali karena ia menjadikan dunia bukan sebagai tujuan utamanya. Berikut ini pandangan orang mukmin terhadap dunia:

Penjara dunia

Di matanya, dunia tak lebih dari sebuah penjara karena ia tidak bisa bebas sepuas-puasnya. Ia tidak bisa mengumbar nafsu semaunya. Ada aturan yang membatasinya. Jika ia melewati batas itu, ia akan terjungkal sedalam-dalamnya ke lembah kenistaan yang berujung penyesalan. Namun, sebaliknya, bagi orang kafir dunia ini adalah kesenangannya. Dunia ini adalah ‘surga’nya. Ia bebas melakukan apa saja semaunya; tak ada yang melarang. Begitulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan, dalam sabdanya;

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim).

Selain itu pun, orang mukmin masih dituntut menjalankan ketaatan-ketaatan  yang memberatkan, yang tidak boleh disia-siakan. Sebagaimana ia juga terlarang melakukan perkara-perkara yang diharamkan. Berikut Rasulullah menegaskan.

إنّ اللَّهَ حدَّ حُدُوداً فلا تَعْتَدُوْهَا وفَرَضَ فَرَائِضَ فلا تُضَيِّعُوْهَا وحَرَّمَ أشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا وتَرَكَ أشْيَاءَ مِنْ غَيْرِ نِسْيَانٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَلكِنْ رَحْمَةً مِنْهُ لَكُمْ فَاقْبِلُوْهَا وَلتَبْحَثُوْافِيْهَا

“Sesungguhnya Allah telah menentukan batasan-batasan, janganlah kalian melampauinya. Juga menetapkan perkara-perkara wajib, janganlah kalian menyia-nyiakannya. Selain itu, juga mengharamkan beberapa hal, jangan pula kalian melanggarnya. Dan mendiamkan beberapa macam perkara, bukan karena lupa, tapi sebagai bentuk kasih sayang kepada kalian, maka terimalah dan janganlah kalian mencari-carinya” (HR. Hakim).

Dunia ibarat lautan dalam

Siapa pun tahu seperti apa laut. Hamparan air yang membentang nan luas, dari ujung pantai ke pantai lainnya, tempat di mana sungai-sungai ‘memuntahkan’ airnya. Pada galibnya, garis-garis pantai adalah titik dangkal di mana manusia bisa menikmati air laut, dengan cara menceburkan diri. Atau tempat di mana perahu-perahu nelayan berlabuh. Sesuatu yang sudah maklum, jika dasar laut itu semakin ke tengah semakin dalam. Sehingga para perenang itu, jika semakin ke tengah berenang, semakin tinggi pula risiko tenggelamnya. Dan jika sudah tenggelam, semakin susah pula selamatnya.

Begitu juga dunia. Ketika masih di pinggiran, ia belum kelihatan menarik di mata. Semakin ke dalam manusia mencari, semakin tampak pula keindahannya. Hingga apabila sudah sampai titik puncaknya, manusia pun dibuat terlena olehnya. Kini, ia bukan hanya  menarik di mata, tetapi juga memikat jiwa. Oleh karena itu, orang mukmin akan ekstra hati-hati ketika menceburkan diri ke dunia, jangan sampai terseret ombak yang akan menjerumuskannya. Sebab jika sudah terjerumus, sangat susah untuk melepaskan diri darinya.

Petiklah nasihat Hasan al-Bashri (wafat 728) berikut, seperti yang diungkap Ibnu Abi Dunya dalam kitabnya Dzamm ad-Dunyâ di halaman 21, “Berhati-hatilah kalian dari menyibukkan diri dengan perkara dunia, karena ia dipenuhi kesibukan. Sesiapa yang berani membuka salah satu pintu kesibukan itu, niscaya akan terbuka untuknya sepuluh pintu kesibukan lainnya, tidak seberapa lama kemudian.”

Oleh sebab itu, kendaraan orang mukmin ketika mengarungi samudera dunia adalah perahu takwa, berdayung iman dan berlayar tawakal. Itulah kunci keselamatan. Sungguh, betapa sedikit yang selamat!

Catatan nabi Ibrahim untuk dunia

Disebutkan dalam lembaran Suhuf nabi Ibrahim kata-kata berikut, “Wahai dunia betapa hinanya dirimu di mata orang baik, meskipun engkau hiasi dirimu sedemikian rupa. Percuma saja, karena Aku telah menyusupkan di hatinya rasa benci dan sikap penolakan terhadapmu. Aku tidak menciptakan sesuatu yang lebih hina di mata-Ku melebihi dirimu. Apa yang ada padamu hanyalah sesuatu yang tidak bernilai, bahkan dirimu pun akan mengalami kefanaan. Sebab telah Aku putuskan, ketika menciptakanmu, engkau tidak abadi dan tidak ada satu pun yang bisa membuatmu abadi, meskipun para pecintamu pelit terhadapmu. Sungguh, beruntunglah orang yang baik itu. Ia senantiasa mengingat-Ku dengan penuh kerelaan, kejujuran, dan istiqamah. Sungguh, beruntunglah ia. Tak ada balasan di sisi-Ku melainkan cahaya yang akan menuntunnya ketika dibangkitkan dari kuburan. Sementara para malaikat akan mengelilinginya hingga Aku penuhi apa yang ia harapkan dari rahmat-Ku.” Begitulah sang Pencipta mensifati bumi, seperti yang ditulis oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzamm ad-Dunyânya.

Bagai makan buah simalakama

Begitulah ungkapan yang tepat menurut orang mukmin. Makan ini salah, makan itu juga salah. Pilih yang ini, yang satunya tidak bisa diraih. Satu dikejar, satunya lagi lepas dari genggaman. Mau, tidak mau, harus ada yang dikorbankan. Begitulah orang mukmin membandingkan dunia dan akhirat. Jika dunia yang dipilih maka akhirat akan terlantarkan. Adapun jika akhirat yang dikejar, dunia tidak maksimal didapatkan. Ingin dapat dua-duanya, sepertinya hampir mustahil. Harus satu yang didahulukan. Ya, dan pilihannya ada pada akhirat. Dengan pertimbangan, jika dunia yang didahulukan, kemungkinan mendapatkan akhirat nol persen. Namun, jika akhirat yang didahulukan, dunia masih bisa didapatkan, meskipun cuma satu persen. Itu lebih baik. Baca dan cermati firman Allah ‘‘Azza wa Jalla berikut (yang artinya), “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. al-Qashash [28]: 77).

Apa pesan yang terkandung dari ayat tersebut? Menurut para ahli tafsir, Ibnu Jarir dalam Jami’ al-Bayannya misalnya, hendaknya harta yang Allah berikan itu digunakan untuk kebaikan akhirat, dengan cara mendistribusikannya pada ketaatan dengan tetap memerhatikan bagian kita di dunia, alias tidak melupakannnya. Ambil dan gunakanlah untuk sesuatu yang akan menyelamatkan kita besok dari azab Allah.

Atau, seperti kata as-Sa’di dalam kitab Taisirnya, harta yang diperoleh itu adalah sarana menuju akhirat, maka seyogyanya digunakan untuk mengejar apa yang ada di sisi Allah. Hendaknya disedekahkan dan tidak digunakan untuk pemenuhan syahwat semata. Tidak mengapa jika ingin bersenang-senang dengan dunia, hanya saja jangan sampai membahayakan agama dan akhiratnya. Nah, begitulah seharusnya. Hidup di dunia cuma sekali, itu pun tidak abadi.

Lalu seperti apakah nasib seseorang kelak jika ia mendahulukan dunia? Mendahulukan akhirat, bukan berarti tidak boleh bersenang-senang menikmati dunia. Itu boleh-boleh saja, asalkan jangan sampai terlena dan lupa pada tujuan yang sesungguhnya. Bahkan, seandainya kenikmatan itu digunakan sebagai sarana menuju tujuan yang asasi, yaitu akhirat, itu adalah sesuatu yang sangat bagus. Bukankah demikian?

Di samping itu, hal ini juga akan mengurangi ketergantungan hati pada dunia. Sebab hati tersibukkan oleh perkara akhirat, meskipun secara lahiriah sedang menikmati dunia. Sebaliknya, jika hati disibukkan dengan perkara dunia, ketergantungannya pun pasti ada padanya, meskipun secara lahiriah sedang melakukan amalan akhirat.

“Jika dunia dan akhirat berkumpul dalam satu hati,” begitulah Sayyar Abu Hakam memaparkan yang kemudian dinukil Ibnu Abi Dunya dalam kitabnya Dzamm ad-Dunyâ, “Maka salah satunya akan saling mengalahkan yang lainnya. Siapa pun yang kalah ia akan ikut dan tunduk kepada pemenangnya,”

Inilah waktunya

Mungkin pernah terpikirkan atau bahkan terbayangkan di benak kita, seseorang yang melakukan perjalanan jauh dan kehabisan bekal, lalu di tengah perjalanan singgah dan istirahat sebentar untuk membeli perbekalannya. Apa yang akan diperbuatnya? Tentunya, ia akan memanfaatkan waktu singgahnya yang sebentar itu dengan sebaik-baiknya, dan hanya membeli barang pokok yang dibutuhkannya saja, tanpa menoleh sedikit pun ke barang lainnya, meskipun itu menarik. Sedikit saja ia tertarik kepada barang itu, lalu mulai melihat dan memerhatikannya satu persatu, itu akan menghambat dan memperlambat perjalanannya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan ia akan mengurungkan niat untuk meneruskan perjalanan, karena terlanjur tertarik oleh ‘mainan’ baru itu. Begitu pula dunia ini sejatinya, tidak jauh beda dengan permisalan di atas. Dunia adalah tempat bercocok tanam, dan akhirat adalah tempat panennya. Di sinilah kita berusaha dengan amalan kita, dan di sana nanti kita memetik hasilnya. Sekaranglah saatnya untuk beramal; sebelum datang waktu menyesal. Sebab di sana nanti tidak ada lagi amalan, yang ada hanyalah imbalan, balasan, dan ganjaran. Sekaranglah saatnya, dan inilah waktunya.

Sekecil apa pun amalannya, kita pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Jika amalan itu baik maka akan dilipatgandakan ganjarannya. Jika jelek, maka semisal pula balasannya. Semua akan dipertanyakan dan dimintai pertanggungjawabannya. Tidak ada yang terlewatkan.

Oleh karena itu, gunakanlah waktu ini sebaik-baiknya. Jangan biarkan kesempatan berlalu begitu saja. Manfaatkanlah sebelum jalan buntu menghadang, yaitu kata “terlambat”. Camkanlah nasihat dari orang yang paling mulia berikut:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. (1) Mudamu sebelum tuamu; (2) sehatmu sebelum sakitmu; (3) kayamu sebelum miskinmu; (4) waktu senggangmu sebelum waktu sibukmu; dan (5) hidupmu sebelum matimu” (HR. Hakim. Hadis ini sahih berdasarkan persyaratan Bukhari dan Muslim).

Ya, itulah kesempatan satu-satunya. Jika ia dilewatkan begitu saja, ia tidak akan terulang lagi. Kesempatan itu tidak datang dua kali. Perbanyaklah amalan yang berkualitas, dan jangan terlena oleh gemerlapnya dunia. Beramallah dan jangan berpanjang angan-angan. Berusahalah dan jangan memperturutkan hawa nafsu; karena itu menyesatkanmu.

Simaklah petuah yang disebutkan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Imânnya pada jilid VII halaman 329 berikut ini. Ali bin Abu Thalib menuturkan, “Hai manusia, yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah panjangnya angan-angan dan hawa nafsu yang dituruti. Adapun angan-angan yang panjang akan membuatmu lupa akhirat. Sedangkan menuruti hawa nafsu akan membuatmu tersesat dari jalan kebenaran. Ketahuilah, dunia ini pergi membelakangimu, di saat akhirat datang menghadangmu. Setiap masing-masing mempunyai anak, oleh karena itu jadilah anak akhirat, bukan anak dunia. Camkanlah, karena hari ini adalah harinya amalan, bukan perhitungan. Sedangkan besok adalah harinya perhitungan, bukan amalan”.

***

Bersambung ke: Agar Dunia Tak Memenjara (4): Petuah Orang-Orang Bijak

Penulis: Abu Hasan Abdillah, BA., MA.

Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 19 Maret 2016

Break - up.

Untukmu, yang Sedang Berusaha Mengikhlaskan HatiDec 7th 2014, 13:33, by Nabila InayaPerkara cinta ibarat dua sisi mata uang. Karena dia, kamu bisa jadi yang paling berbahagia, pun merasa paling menderita di dunia.Cinta pada pasangan yang tepatmenjadikan hidupmu lengkap, sedangkan pilihan yang salah membuatmu hilang arah. Namun, bukankah urusan cinta selalu jadi misteri atau teka-teki?Mana pasangan yang tepat dan mana pilihan yang salah bisa terjawab setelah kita tuntas menjalani?Kamu beruntung jika saat ini punya pasangan yang melengkapi – seseorang yang membuatmu berhenti mencari. Tapi, apa yang terjadi jika cintamu tak lagi ada di sisi? Hubungan kalian ternyata harus berakhir dan dia yang kamu cintai akhirnya memilih pergi?Di artikel kali iniHipwee ingin sejenak mengajakmu menikmati sendiri. Merenungipelajaran cinta yang sebenarnya paling berharga. Ketika benar-benar mencintai selalu sepaket dengan keikhlasan untuk tidak bersama lagi…Pasti Tak Ringan Rasanya. Harus Mengikhlaskan Hubungan yang Kau Kira Bisa Berakhir Dengan Bahagiameski awalnya potential, hubunganmu harus gagal viamartinskikulis.comCinta tak pernah datang dengan kepastian. Setiap hubungan punpasti punya dua kemungkinan; antara berhasil atau justru nihil.Meski kamu merasa telah menemukan dia yang dirasa terbaik, tak ada jaminan hubungan kalian bisa berjalan mulus tanpa hambatan. Dulu kamu dan dia pernah jadi 2manusia paling jumawa. Merasa bisa menghadapi segala tantangan di depan mata berdua. Cinta di dada begitu menggelegak rasanya. Sampai-sampai kau yakin apapun yang menghadang pasti bisa digempur dengan sekali tendang.Kenyataan, kecocokan ternyata bukan segalanya. Sekalipun merasa sudah sama-sama cocok, bukan tak mungkin kalian jadi sering cekcok. Rasa yakin pun perlahan luntur. Ikatan di antara kalian yangsemula kuat pun bisa jadi semakin kendur.Kalian Pernah Bersama Menyusun Masa Depan. Namun Kini, Kamu dan Dia Harus Bersiap Untuk Saling Meninggalkansaat hubunganmu ternyata tak punya masadepan viawww.edmundphoto.comSebelumnya tak pernah terbayangkan kamu dan dia jutru duduk berhadapan untuk bertukar tangisan. Perjalanan cinta yang selama ini diperjuangkan gagal dipertahankan. Kamu menyerah. Cinta memang tak bisa diukur dengan angka atau diibaratkan hitungan Matematika. Cinta juga bukan ilmu pasti yang hasil akhirnya bisa diprediksi dengan presisi. Pada akhirnya, semua hanya perkara menjalani.Kamu terisak, dia bicara terbata-bata sampai seperti tersedak. Perasaan yang terpendam sekian lama seakan mau meledak. Di otakmu terbayang betapa kalian sudah terlalu biasa bersama. Hapal kebiasaan masing-masing tanpa perlu harus saling menduga.Kehilangan dia seperti kehilangan orbit hidup utama yang bisa membuatmu bahagia.Tapi apa artinya berdua jika tak membuat masing-masing lengkap sebagai manusia?Saat akhirnya sadar dan harus memilih, perkara prinsip jelas tak layak dipertaruhkan. Putus dan mengakhiri hubungan bisa jadi satu-satunya pilihan.Kamu Layak Kelimpungan. Remuk Setelah Cinta yang Dalam MemangMembuat Duniamu Serasa Berhenti Berjalanmencintai begitu dalam = gagal yang menyakitkan viabasistka.deviantart.comApapun alasannya, putus cinta jelas bukan akhir yang bahagia. Pengalaman gagal dalam hubungan juga tak bisa dibangga-banggakan. Bahkan, ketika kamu sudah mencintai pasanganmu dalam-dalam, hatimu akan terasa berlipat-lipat sakitnya. Apakah sakit hati setelah putus cinta itu salah? Tidak. Sakitmu itu wajar atau bahkan sangat lumrah.Tapi, keputusan untuk pacaran atau punya ikatan dengan seseorang selayaknya dipikirkan masak-masak. Sebelum memulaihubungan baru, perkara kemungkinan gagal sepatutnya sudah baik-baik dicamkan. Ibarat maju ke medan perang, kamu siap dengan rompi anti peluru dan senjata cadangan. Jika hubungan yang kamu jalani harus diakhiri, kamu tak akan seberapa hancur lantaran sudah menata hati.Sempat Kau Kira Hidup Tak Bisa Bergulir Normal. Tapi Anehnya, Hari Terus Berjalan dan Kesempatan Terus Berdatangankamu berhak atas kesempatan kedua viabasistka.deviantart.comTak apa jika momen putus cinta sejenak membuatmu hilang arah. Lepas dari tangannya yang selalu bisa digenggam atau bahunya yang biasa dijadikan sandaran, kamu bingung bagaimana harus melanjutkan perjalanan. Namun, jika kesedihanmu berlarut-larut dan setelahnya hidupmu carut-marut, tentu sikapmu cenderung tak dewasa.Kata “putus” bisa jadi akhir dari hubunganmu, tapi tak lantas meredupkan duniamu. Siapapun yang pernah mengalami putus cinta layak percaya pada kesempatan kedua atau cinta yang selanjutnya. Jika hidup sepatutnya dilakoni dengan bahagia, maka bersiaplah menunggu datangnya cinta yang baru.Kamu Sadar. Satu-satunya Cara Bertahan Adalah Dengan Berhenti Mengutuki Keadaanberhenti mengutuk diri dan kembali berjuang viabasistka.deviantart.comBangkit dan menyembuhkan sakit hatimu sendiri jelas tak mudah. Ibarat sudah berdarah-darah, kamu hanya berharap seorang penolong datang dan memapahmu ke rumah. Sayangnya, tak seorang pun yang layak mengobati lukamu,kecuali dirimu sendiri. Saat berhasil berdamai dengan sakit hatimu, kamu sah terlahir jadi pribadi yang baru.Ya, segala manis pahit kisahmu tak layak diungkit-ungkit. Kamu tak boleh lagi menyalahkan diri sendiri, mengutuki keadaan atau bahkan dia yang mungkin masih kamu cintai. Perihal siapa yang salah atau apa yang jadi penyebab kandasnya hubungan kalian tak perlu lagi dipersoalkan. Percayalah bahwa segala yang kamu lalui memang sudah digariskan.Cerita sedih maupun bahagia yang kamu lakoni memang sudah dituliskan. Demi bisamelanjutkan hidup, kamu hanya harus menerimanya dengan lapang.Nasib Bisa Diusahakan Tapi TakdirTak Bisa Bitawar. Kamu pun Memilih Untuk Bersabarkamu hanya harus bersabar viasiilin.deviantart.com“Menikah itu soal nasib, sedangkan mencintai itu perkara takdir,”– Sujiwo TejoApakah kamu setuju dengan kutipan di atas? Ya, banyak yang percaya bahwa nasib dan takdir memang tak bisa disamakan. Nasib kaitannya dengan seberapa gigih kita berusaha, sedangkan takdir adalah ketentuan pasti yang tak bisa ditawar-tawar. Jika ingin bernasib baik perkara cinta, maka berusahalah menemukan pasangan yang sepadan. Langkah paling pertama yang bisa dilakukan adalah memacak diri sendiri sebaik-baiknya. Setelah berhasil memantaskan dirimu, maka nasib akan mengantarkanmu pada pasangan yang memang menggenapkan.Sementara, takdir punya ketentuan yang berbeda. Perkara siapa yang akan menemanimu hingga akhir hayat sudah dicatatkan. Soal siapa yang kamu cintai dalam-dalam pun sudah dituliskan. Maka, ketika pasangan yang kamu rasa tepat justru berkhianat, bisa jadi memang bukan dia yang ditakdirkan mendampingimu.Proses Merelakan Memang Seprti Neraka. Tapi Yakinlah, Kamu Pasti Jadi Manusia yang Lebih Kuat Setelahnyamerelakan jadi ujian terberat viagalleryhip.comWajar jika kamu hancur saat perasaanmu yang tulus justru dikhianati. Lumrah jika cinta yang begitu besar tak dibalas dengan sepadan lalu membuatmu sakit hati. Tapi, apakah bersikeras memelihara hubungan tanpa masa depan itu lebih baik? Mungkinkah mempertahankan dia yang taklayak adalah pilihan yang tepat? Jelas tidak!Putus dan merelakan pasangan bisa jadi keputusan terbaik saat hubungan yang kalian jalani tak sehat. Daripada saling menyakiti, lebih baik berpisah demi kebaikan kamu dan pasanganmu, ‘kan? Meskipun momen ini demikian menguras emosi, percayalah setiap kesulitan pasti bisa dilewati. Dan saat berhasil merelakan dia yang masih sangat dicintai, kamu akan tampil sebagai pribadi yang jauh lebih hebat.Ikhlaskan Dia yang Memang Tak Tertakdirkan. Kelak, Akan Ada Cinta Lain yang Lebih Menentramkanmerelakan = berbahagia viafashionplaceface.comBisa hidup bahagia adalah keinginan hampir semua orang. Salah satu yang menjamin kebahagiaanmu adalah ketika kamu punya sikap ‘mau menerima’. Tak perlu berkeras hati atau membebani diri sendiri dengan enggan menerima kenyataan. Bukankah hidup selayaknya dijalani dengan bahagia dan sederhana?Dia yang tak tertakdirkan untukmu memang layak direlakan. Saat kalian tak diijinkan untuk bersama, maka masing-masing pasti akan bertemu pasangan yangbisa mendamaikan. Jangan berusaha melawan karena kamu dan dia sama-sama berhak bahagia. Berbahagia dengan menerima cinta lain yang lebih menentramkan.Nah, gimana? Masih enggan merelakan dia yang terlanjur kamu cintai dalam-dalam? Masih ingin berusaha demi pasangan yangtak tertakdirkan? Ada saat dimana kamu harus berserah, meski bukan menyerah. Menerima kenyataan dengan rendah hati dan pasrah demi bersiap untuk perjuangan selanjutnya. Selamat berjuang menggapai cintamu!

Apapun alasannya, putus cinta hanya berarti satu hal: hubungan yang tidak bisa dilanjutkan lagi. Mungkin karena ketidakcocokan, mungkin karena faktor orang ketiga, mungkin karena keluarga, dsb, tapi yang jelas, putus cinta berarti ada yang tidak beres dalam hubungan Anda. Seringkali putus cinta adalah jalan terbaik untuk mencegah Anda danpasangan saling menyakiti terus-menerus. Sebuah jalan keluar dari hubungan yang sudah rusak. Akui hal ini dan ikhlaskan. Terima kenyataan bahwa kisah Anda dengannya sudah berakhir. Semakin cepat Anda bisa mengikhlaskan hal tersebut, semakin cepat Anda bisa mulai menata hidup Anda kembali.

Ketahui 6 Fase Putus CintaIngat nggak saat kamu PDKT dan akhirnya jadian sama pacar? Ada fase di mana kamu kenalan sama dia, ngobrol setiap hari dichat roomatau telepon, kencan hingga beberapa kali, hingga akhirnya pacaran. Dan kamu ingat kan  3tahapan hubunganyang kalian alami? Kalau kamu bisa melewati3 tahap tersebut, hubungan kamu dan dia bisa berjalan aman, tapi untuk yang tidak, mungkin kata putus tak lagi bisa dihindari.Sama seperti sebuah hubungan, saat kamu mengalami putus cinta, pun ada fasenya. Fase putus cinta dirasa menjadi salah satu moment dalam hidup seseorang yang sangat wajar. Dilansir dari laman Sheknows, berikut 7 fase putus cinta yang mungkin akan kamu alami.Fase Satu:ShockHal ini dirasa wajar jika kamu mengalami kaget, bingung, atau takut kesepiaan dalam beberapa menit, hari, atau minggu. Namun, kamu juga bisa saja merasakan hingga berbulan-bulan atau waktu yang lebih lama, jika kamu menerima sebuah perpisahan yang tak terduga. Secara fisik, kamu mungkin saja bisa merasakan sulit bernapas dankurang tidur. Jangan panik karena kamu bisa meminimalisir keadaan seperti itu dengan “pengobatan” yang kamu buat sendiri. Jalan-jalan di taman atau kompleks rumah bisa jadi meditasikamu.Fase Dua: Menyangkal“Nggak. Ini nggak mungkin terjadi sama gue. Kenapa dia putusin gue, padahal gue selalu ikutin mau dia, gue selalu nurut sama dia. Bahkan gue rasa kita baik-baik aja salama ini.”Kamu mungkin masih kaget saat tiba-tiba dia ngemutusin kamu dan mencoba menyangkal hal ini. Kamu menolak keadaan dan masih berharap bisa kembali sama dia. Pada fase ini, biasanya mereka yang baru putus masih suka saling menelepon, mengirim pesan teks, atau mungkin sajastalking Facebookmantan pacarnya. Dengan menyangkal keadaan, sebenarnya sedang membuatkamu terluka lebih dalam. Cobalah untuk menerima bahwa hubungan kamu dan dia sudah berakhir. Tak perlu berusaha tenang dan tegar, padahal hatimu tak seperti itu. Cobalah untuk lampiaskan yang kamu rasakan kepadasahabat atau keluargamu.Fase Tiga: MenyendiriSaat kamu ngerasa bisa menerima semua keadaan, sekaligus sudah menerimasupportdari keluarga, akan ada saatnya kamu membutuhkan waktu untuk sendiri. Menikmati es krim sambil nonton film atau malah melakukan hal sendirian tanpa diganggu mungkin saja kamu alami. Pada fase putus cinta inilah membuat kamu jadi lebih malas keluar untuk bertemu dengan teman-teman, bahkan cenderung menghindari mereka.Sebenarnya tak masalah dengan hal ini karena biar bagaimanapun kamu tetap butuh waktu untuk sendiri—mulai dari menenangkan diri kamu sendiri atau mungkin berpikir kesalahan apa yang dilakukan agar tak terulang di masa depan.Tapi, sebaiknya jangan mengisolasi dirimu sendiri dari lingkungan sekitar dan meratapi diri sendiri.  Cobalah untuk keluar, bertemu dengan teman atau orang baru di lingkungan kamu.Content continue below...Fase Empat: MarahKamu mungkin memang sudah tak lagi sendiri, termasuk mulai menerima bahwa kamu dan dia telah berpisah. Namun, dalam beberapa kesempatan (saat bertemu dengan teman misalnya) kamu akan menemukan suatu hal yang mengingatkan kamu dan pacar. Misalnya, kamu tiba-tiba ingat dia, saat teman pesan makanan kesukaan mantan pacarmu dan di sinilah kamu mulai ingat dan kesal sama mantan pacarmu. Parahnya lagi, saking marahnya kamu tega untuk ngejelekin dia ke orang lain. Sayangnya,melakukan hal itu hanya akan merusak citra kamu bahkan tak membuat dia menyesal ngemutusin kamu. Kalaupunkamu masih marah, cobalah untukluapkan hal tersebut di dalam sebuah tulisan.Fase Lima: Berharap KembaliSaking masih memendam amarah dan belum bisa move on kamu masih saja keingetan sama dia. Ingat bagaimana proses PDKT dulu, ingat saat nonton konser bareng, ingat saat kamu nengokin dia yang sedang sakit. Kamu selalu ingat hal baik-baik tentang hubungan kamu. Hingga kamu berpikir untuk memperbaiki hubungan yang sudah rusak. Banyak cara yang kamu lakukan, salah satunya adalah tampil semenarik mungkin untuk mencari perhatian dia. Hal ini jelas salah karena dia hanya masa lalu kamu.Fase Enam: DepresiDi fase putus cinta yang ke-6 ini kamu merasakan kehilangan dia dan merasa depresi ringan. Di titik ini, kamu mulai mengingat kehidupan kamu sebelum bersama dia. Kamu akan merasakan sulit tidur, putus asa, dan tak berdaya. Sebaiknya tetap bertemu dengan orang-orang yang dapat me-supportkamu dan jangan mencoba mendekati hal yang dapat merugikan kamu, misalnya makan berlebihan atau minum alkohol.Fase Tujuh: MenerimaSetelah semua fase kamu alami, kamu mulai mengerti kenapa kamu putus sama dia. Di fase inilahkamu mulai berjanji menjadi orang yang lebih baik dan menganggap putus cinta kemarin sebuah pengalaman. Setelah sadar bahwa dunia belum berakhir dan kamu masih bisa bertahan, kini saatnya untukmenghadiahi dirimu sendiri. Coba ingat tempat wisata yang ingin kamu kunjungi atau makanan yang selama inikamu idam-idamkan tapi belum juga terlaksana.Ternyata saat putus cinta, wajar jika kamu ngerasa depresi dan sedih. Namun, ingatlah bahwa di fase akhir kamu bisa menemukan kebahagiaan. Nah, kalau kamu sedang berada di fase mana?

Dia bukan orang yang baik.

It should be ended, ngulinkeun, eweuh sangkut pautna jeung pantes teu pantes.

saya rasa hanya sebuah bentuk kesia-siaan jika kamu merasa seperti itu.

Jangan termakan ilusi yang anda buat sendiri.

Dia bukan kebahagiaan.
Teu bogoheun ka maneh. Nggeus.

Pacaran / bobogohan dengan orang yang mempermainkan. Ngebosenin.

Why i am keep worried ? Tidak apa-apa.
Why i'm keep thinking about her ? Hal yang sudah terjadi.
Ingatlah bahwa hubungan ini sudah tidak ada lagi. Bahkan tidak pernah ada dan sebenarnya tidak ada sama sekali. Dan bukan.

1. Dijadikan pengalamanPutus cinta adalah pengalaman yang sangat berharga. Itu akan memberikan pelajaran kepada anak Anda bagaimana cara memperlakukan dan diperlakukan oleh orang lain.Advertisement2. Bagian dari pendewasaan diriOrang yang mengalami putus cinta harus bersyukur pernah mengalaminya, karena itu adalah bagian dari proses pendewasaan diri.Anak-anak harus bisa berpikir positif bahwa memang belum saatnya bagi dirinya untuk menjalin hubungan ke arah yang lebih serius.3. Belajar mengenal karakter orangSetiap orang memiliki karakter dan pembawaan yang berbeda-beda. Bagimereka yang mengalami putus cinta, itu jangan dijadikan sebagai suatu kegagalan tetapi sebagai kesempatanuntuk belajar mengenal serta memahami karakter-karakter orang, hingga akhirnya suatu hari nanti bisa menemukan karakter seseorang yangdirasa paling cocok untuk dirinya.
kamu mendapat pengalaman baru akibat perubahan itu, yaitu pematangan emosi yangternyata bisa menguatkan watak.

butuh waktu untuk menata hati dan pikiranmu lagi kan?

Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau itu hanya akan menghancurkan perasaannya.Jangan pernah menatap matanya jika semuayg kamu lakukan hanya bohong.Hal yg paling kejam adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kamu tidak mencintainya.Suatu hari, seseorang yg sedang putus cinta menangis di taman. Saat itu datang seorang ahli filsafat bertanya padanya, “Kenapa kamumenangis?”Org itu menjawab, “Aku sangat sedih, kenapadia meninggalkan ku?”Lalu ahli filsafat itu tertawa sambil berkata,“Kamu bodoh sekali.”“Kamu ini bagaimana? Jangan menghinaku. Aku sudah sangat sedih karena putuas cinta.Tak apalah kalau kamu tak membujukku. Tapi kamu malah menertawaiku” jawab org itu“Bodoh, kamu tak perlu sedih. Sebab yg seharusnya sedih adalah dia,” kata ahli filsafat.“Kenapa dia yg bersedih, kan dia yg memutuskan ku?,” Kata orang itu“Karena kamu hanya kehilangan orang yg TAK mencintaimu, tapi dia kehilangan orang yg SANGAT mencintainya” Jawab ahli filsafatJangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.Jangan pula tertarik kepada kekayaannya,sebab kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyum yg dapat membuat hari-hari yg gelapmenjadi cerah.

Melihat ke belakang hanya memberimu penyesalan, namun melihat ke depan memberimu kesempatan baru.Dalam cinta, jika kamu tak lagi merasa ada usaha darinya tuk bertahan, disaat kamu tahubahwa kamu telah melakukan segalanya, lepaskanlah.Jika seseorang tak menghargaimu, maka mereka tak pantas untuk bersamamu. Jangan biarkan mereka mebuatmu merasa tak berharga.Cinta itu tak akan pernah mati. Tapi cinta bisaberpindah ke lain hati, kepada yang lebih menghargai.Jangan terus melihat masa lalu, meski ada momen indah disana. Sesuatu yang lebih indah telah menantimu saat ini.Salah satu alasan seseorang sulit temukan bahagia adalah karena mereka selalu melihatmasa lalu lebih baik daripada saat ini.Dia yang mampu membuatmu merasa palingbahagia, adalah dia yang mampu memberi rasa paling sakit di hatimu.Cobalah untuk tersenyum disaat sakit. Cobalah untuk bersabar disaat luka. Karena hanya senyum dan sabar yang dapat menguatkan hati.Jangan biarkan kekecewaan menghancurkanharapan. Sesungguhnya, Tuhan menyukai hambanya yang berdoa dalam harapan, meski pernah dikecewakan.Jangan terus tangisi dia yg telah pergi. Kadang butuh patah hati tuk kamu menyadariketika dia yg tepat datang dan menyatukannya kembali.CINTA memang mampu membuat seseorang menunggu begitu lama, tapi kadang kamu harus mencintai dirimu juga, dengan menyadari kapan tuk pergi.Tak perlu menjadi seorang yang sempurna demi dia yang kamu cinta. Lebih baik menunggu seseorang yang mencintai ketidak-sempurnaanmu.

Semua setuju jika putus cinta adalah hal yang menyakitkan. Orang yang berhubungan manis dan baik pada saat awal berhubungan, tiba-tiba harus berhenti. Setiap orang yang berpacaran hampir pernah mengalaminya.Tetapi bukan itu yang paling sulit, yang sulit adalah ketika mencoba bangkit untuk mencari pasangan baru. Bangkit untuk berusaha menghapus patah hati.Memang, hal ini dibutuhkan wakti yang tidak lama, tetapi ya seperti inilah prosesnya. Orang yanggagal move onbiasanya salah dalammenyikapi putus cinta.So, tipsnya, jangan biarkan diri kamu terjebak dalam hal yang tidak menyehatkan ini. Ingatlah bahwa hubungan ini sudah tidak ada lagi.Berikut lima tips yang akan membantu kamu move on setelah putus cinta.Berusaha Menerima KeadaanHal pertama yang sulit dilakukan dan harus kamu lakukan adalah bangkit. Bangkit untuk menerima keadaan kalau memang hubungan yang kamu jalin ini sudah berakhir.Spele memang, tetapi hal ini sangat perih dan sulit. Kamu mungkin berpikir bagaimana untuk membuat si dia kembali, atau mencari-cari alasan untuk bisa kembali. Stop, hal ini justru akan membuat kamu lebih sakit. Hal itulah yang biasanya disebut tidak bisa menerima keadaan.tips move onMenangislah yang KerasKamu mungkin tersenyum di luar, tetapi didalam hati kamu sedang menangis. Terkadang kita memang perlu menangis untuk bisa mencairkan perasaan kita, untuk bisa mencurahkan kesedihan, untuk bisa membuang sakit hati.Menangislah, menangis tidak selalu berarti negatif. Cari tempat yang nyaman buat kamu menangis, tempat yang nyaman bukan berarti tempat fisik saja, bisa jadi itu adalah teman kamu, atau ibu kamu.Jika kamu terus menahan tangis itu, kamu bukannya merasa lebih baik, tetapi kamu menyimpan bom waktu yang kapan saja bisa meledak.Lakukan Banyak Kegiatan PositifPerasaan kamu sudah terasa ringan dengan sudah mampu menerima keadaan dan menangis. Sekarang saatnya melakukan banyak kegiatan positif.Kamu bisa melakukan berbagai hobi kamu, atau jalan-jalan dengan teman kamu. Kamu bahkan bisa menjadi pengasuh anak-anak!Intinya, carilah kegiatan-kegiatan yang bisa membuat kamu senang, yang akan membuat kamu berharga untuk dicintai orang sekitar kamu.Dengan kegiatan-kegiatan positif ini, kamu tidak akan lagi punya waktu untuk memikirkan hal-hal negatif masa lalu.Hilangkan Pikiran NegatifOke, kamu mungkin masih memendam benci kepada sang mantan, terlebih jika kalian putus dengan hal yang menyakitkan. Pikiran negatif terhadap dia mungkin terus terbayang di kepala kamu.Seringkali sisi negatif itu bisa membuat kamu meracuni diri kamu sendiri. Kamu bisa menganggap bahwa semua lawan jenis kamu sama. Mereka bisa menyakiri kamu seperti yang dilakukan sang mantan.Hilangkan perasaan itu, daripada memikirkan hal negatif, lebih baik ubah menjadi hal positif. Seperti contohnya, kamu putus dengan sang mantan karena memang kamu tidak pantas, karena kamu lebih pantas untuk mendapatkan yang lebih segalanya dari sang mantan. Lebih baik, lebih pengertian, lebih pintar, dll.Tetapi ingat, bukan berarti kamu tidakhati-hati.Berpikirlah MajuPutus cinta bukan akhir dari hidup kamu, bukan akhir dari dunia. Hubungan yang berakhir adalah proses pendewasaan seseorang untuk menjadi manusia.Hal ini akan membuat kamu lebih bijaksana dan lebih dewasa. Pengalaman pahit seperti ini akan membuat kamu lebih tegar, bijaksanadalam menilai seseorang, dan membuat kamu lebih dewasa secara mental.Yang harus kamu pegang adalah keyakinan bahwa masih ada orang di luar sana yang sedang menanti kamu, orang yang lebih baik segalanya dari sang mantan.

Fokuslah pada hal-hal baik yang terjadi padamu saat ini.

Bagjakeun hirup simkuring ya allah.

Terima we da t nanaon.

That is the point of 'never mind'.

Bersyukurlah Anda tidak dengan dirinya, karena Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk bersama dengan orang yang lebih baik dengan mantan Anda. Rata-rata orang yang pernah saya temui, ketika dia putus, dan dia berubah menjadi lebih baik, dia akan mendapatkanpasanganyang jauh lebih baik dari mantannya.

Bari jeung geus sidik katingali gorengna.

Hal yang sudah terjadi
Hidup tetap berlanjut
Cinta yang baru .

Manehteh ngagantungkeun kabahagiaan ka batur , barijeung manehna teh teu mere kebahagiaan sama sekali .
Aneh. Heran.

“Kita tidak pernah tahu seperti apa rasanya tinggal di surga atau neraka.Kita hanya bisa mengandaikannyadengan hal-hal yang dekat dengan kita, seperti hubungan cinta. Menjalani hubungan yang bahagia itu mungkin bisa diibaratkan dengan surga, sedangkan putus ibarat mengetuk pintu neraka.Dia yang dulu pernah datang menawarkan cinta, entah saat ini di hati siapa. Hidupmu menjadi abu-abu, tak berwarna layaknya dulu. Hatimu gelap. Tak hanya karena ditinggalkan penghuninya yanglama, namun juga karena si penghuni pergi sambil membawa cahaya.”Putus cinta memang bukan perkara sederhana. Seberapapun kita tak menghendakinya, kita akan dipaksa bersikap lapang dada. Namun, tidakkah butuh kekuatan demi bisa merelakan mantan dan melanjutkan hidup sendirian? Saat masih sulit berdamai dengan diri sendiri,bukankah mustahil untuk menemukan pengganti?Dalam artikel kali ini,Hipweeingin sejenak mengajakmu meredam gejolak hati. Menikmati saat-saat sendiri dan merelakan dia yang tak lagi ada di sisi. Meyakinkanmu untuk segeramemantapkan hati; melupakan dia yang memilihpergi, dan bersiap memacak diri untuk menyambut cinta yang baru lagi.Putus Cinta Adalah Bencanayang Tak Kamu Harapkan Datangnya. Namun Seperti Korban Bencana yang Lainnya, Kamu Akan Kuat Ketika Bisa Menerima.ketika putus cinta, tak ada pilihan selain mau menerimaviawww.sincerelykinsey.comSiapa sangka, hubungan yang tampaknya baik-baik saja ternyata menyimpan bara. Dia sebenarnya tak suka meladeni sifatmu yang ia nilai manja. Dia diam-diam lelah akan sikapmu yang ia anggap tak dewasa. Kamu pun nyatanyatak benar-benar mau menerima pasanganmu apa adanya. Kamu tak nyaman dengan sifatnya yang emosional, tutur katanya yang kasar, atau sikapnya yang enggan memberi perhatian. Meski merasa tak puas pada pasangan, toh kalian tak berusaha saling mengingatkan.Sekalipun sudah bersama dalam jangka waktu yang lama, hubungan kalian sebenarnya tak sehat dan tak bahagia. Sadar tak sadar, kalian mempertahankan hubungan hanya karena status. Tak ada niat dan keinginan untukmemperbaiki keadaan. Akhirnya, saat tak lagi sanggup memendam semuanya, kalian baru tersadar bahwa hubungan yang terlanjur cedera tak akan bisa kembali membaik seperti semula. Tak ada pilihan selain melapangkan hati agar siap menerimanya.Hatimu Pasti Terasa Nyeri. Tapi, Mengikhlaskan Dia Pergi Adalah Caramu Mengobati Diri Sendiriikhlas, caramu mengobati sakit hati viawww.loverofsadness.netApapun alasannya, lumrah jika momen putus cinta terasa begitu perih adanya. Cinta memang bisa membuatmu bahagia, tapi dia pula yang sanggup membikin hatimu terluka. Kalian yang biasanya selalu berdampingan, kini harus saling menjauh dan meninggalkan. Tak lagi bisa bergandengan tangan, berbagi pelukan, atau mencurahkan kasih sayang dan perhatian. Segala harapan yang pernah kalian tumpuk berdua pun kini harus rela dikubur dan dilupakan begitu saja.Namun, meski putus cinta demikian membuatmu kelimpungan, bukankah tak ada yang bisa kamu lakukanselain mengikhlaskan? Toh memaksakan hubungan yang sudah terlanjur gagal justru akan terasa semakin menyakitkan. Dan bagaimana pun, perkara perasaan adalah ihwal yang tak bisa dipaksakan. Saat kalian sama-sama mantap untuk berpisah atau dirinya yang memilih pergi jauh melangkah, damaikan hatimu dengan memilih pasrah dan berserah.Kamu Pun Layak Meyakini. Tak Ada yang Harus Disesali, Kamu Pun Tak Butuh Dikasihanitak ada yang harus disesali viahindisadshayari2014.blogspot.comSetelah putus cinta, ada kalanya kamu merasa hidupmu tak benar-benar berharga. Kamu akan sering-sering mengingat cerita-cerita di masa lalu sambil sibuk menyalahkan dirimu. Berusaha berpikir dan menganalisa apa yang sudah terjadi lalu sibuk berandai-andai sendiri.“Ah, seandainya dulu aku tak punyasifat manja atau sedikit saja bisa bersikap dewasa, mungkin sekarangdia masih ada di sini…”Hey, bukankah segala yang sudah terjadi selayakanya tak perlu disesali? Apakah sesal yang kamu rasakan bisa dengan ampuh mengubah keadaan? Tentunya tidak. Di saat ini, kita cukup percaya pada perasaan dan hati, lalu biarkan semuanya berjalan secara alami. Di saat-saat terendah dalam hidupmu, kamu pun tak boleh mengasihani diri sendiri. Momen ditinggalkan tak seharusnya membuatmu berkecil hati atau merasa taklayak dihargai. Toh, kandasnya hubungan bukanlah semata-mata lantaran kealpaanmu. Kesepakatan untuk putus bisa jadi akumulasi dari berbagai hal yang tak memuaskan dalam hubungan.Tak Ada Gunanya MengutukiKeadaan. Maafkan Segala Hal yang Tak Berjalan Sesuai Harapantak ada gunanya mengutuki keadaan viaimgarcade.comMemang, kita tak punya kuasa untuk mengendalikan semuanya. Gagalnya hubungan dengan pasanganbisa jadi sudah kehendak semesta. Selain hanya bisa berusaha menerima, kita tak lagi perlu mempertanyakan segala sesuatunya. Bagi kitayang hanya manusia biasa, harapan yang tak sejalan dengan kenyataan tentu sudah lumrah adanya.Sikap tak mau menerima kenyataan dan justru mengutuki keadaan adalah kesia-siaan. Keras kepala berusaha memperbaiki hubungan atau memaksakan mantan kekasih kembali dalam pelukan justru akan membuatmu kelelahan. Demi hidup yang lebih mendamaikan, ringankan langkahmu dengan mulai memaafkan. Maafkan dirimusendiri, maafkan dia yang tak lagi ada di sisi, dan maafkan keadaan yang membuatmu merasakan pahitnya sakit hati.Jangan Merasa Sudah Membuang Waktu dengan Sia-Sia. Kamu Hanya Harus Kembali Menggeluti Apa yang Kamu Sukakembali geluti kesukaanmu viagirlswithcameras.tumblr.com“Tak ada gunanya aku pernah berusaha, jika akhirnya hubungan yang dijalani harus kandas juga…”Saat kamu sudah bisa benar-benar ikhlas menerima kenyataan, kamu tak akan menganggap masalalumu sebagai kesia-siaan. Bagaimana pun cinta yang pernah singgah dihatimu akan selalu layak untuk diperjuangkan. Bukankah diayang dulu mendampingimu memang pernah jadi satu-satunya kebanggaan? Tidakkah dia yang membuat hidupmu terasa jauh lebih membahagiakan?Namun, jika dahulu dan sekarang keadaannya sudahberubah 360 derajat, bukan berarti kamu boleh menghujat. Terimalah kegagalan di masa lalu sebagai caramu menghargaiperjalanan hidup dan cintamu. Ketika cinta selalu datang sepaket dengan kemungkinan gagal, hubungan dan momen putuscinta hanyalah perkara bagaimana kita menjalaninya.Sebelum putus cinta membuat hidupmu demikianberantakan, bukankah kamu pernah menjalani hidup yangmembahagiakan? Tidakkah kamu pernah jadi sebaik-baiknya manusia yang menikmati hidupnya? Temukan kesenanganmu, geluti hobimu, dan akrabi kembali renjanmu. Hidup taklayak diakhiri setelah kandasnya hubungan. Kamuharus selalu punya cara untuk merayakan kehidupan.Kenangan Tak Harus Dibuang Atau Disimpan Rapat. Ada Kalanya Dia Memang Layak Diingat.kenangan layak diingat sebagai penyemangat viawww.popularphotographybiz.comBerapa banyak kecupan yang dia daratkan di keningmu? Berapa banyak pelukan yang dia bagikan denganmu? Berapa banyak waktu yang sudah kalian tandaskan bersama sejak dulu? Sebagai pasangan, kalian punya sekian kenangan yang pastinya tak mudah dilupakan. Momen-momen kebersamaan yang tak akan lekang dari ingatan.Putus bukan berarti “haram” mengingat tentang dia. Bukan berarti pula kamu boleh memanjakan dirimu dalam lamunan tentangnya. Hubungan yang gagal sebaiknya dimaknai sebagaipengalaman. Kamu layak mengingat kenangan baik dan buruk tentang hubungankalian dengan seimbang. Dengan begitu, kamu tak akan bersikap impulsif mintabalikan lantaran teringat kenangan-kenangan bahagia. Kadang, ingatan tentang momen perselisihanatau pertengkaran lah yang bisa jadi pelajaran berharga.Biarkan Dirimu yang Asli Bersinar dan Bahagia. Percayalah, Ada Cinta yang Lebih Baik yang Menunggumu di Luar Sanamasih banyak cinta di luar sana viavidellscience3.blogspot.comCinta itu misteri. Perkara mencintai dan dicintai adalah teka-teki yang baru akan terjawab setelah kita tuntas menjalani. Siapakah pasangan yang hanya mendampingi untuk sementara? Siapa pula yang sudah tertakdirkan dan akanmendampingimu sampai tua? Apakah kisah dengan mantanmu memang benar-benar berakhir, atau kelak kalian akan bertemu dan bersatu lagi? Entahlah. Kamu jelas tak kuasa melihat nasib dan takdirmu di masa depan.Tapi, percayalah bahwa kegagalan tak boleh membuatmu patah arang. Yakinlah masih banyak cinta-cinta lain yang akan segera datang. Saat ini kamu hanya perlu menikmatihidupmu sendiri. Berbahagialah dengan cara-caramu sendiri meski tanpa seorang pasangan yang mendampingi. Bukankah untuk bisa kembali mencintai kamu harus tuntas berdamai dengan diri sendiri? Bersenang-senanglah dan biarkan cahaya dalam dirimu yang semula redup kini bersinar kembali.Jika Kelak Kamu Kembali Jatuh Hati, Jangan Pernah Merasa Memiliki Agar Dirimu Tak Perlu KehilanganSekali Lagijangan merasa memiliki agar tak kehilangan viafavim.com“Jika tak ingin kehilangan, maka jangan pernah merasa memiliki dengan berlebihan.”Kadang, perasaan yang begitu kuat dan cinta yang demikian hebat membuatmuterlalu melekat. Yup, kamu merasa memiliki dia yang memang sangat kamu cintai. Lantaran takut kehilangan, kamu ingin mengikatnya kuat-kuat dan mendekatkan dirimu demikian lekat. Kamu lupa bahwa cinta yang sebenar-benarnya seharusnya membebaskan. Cinta tak boleh memaksakan atau membuatnya tertekan. Hal inilah yang seringkali tanpa disadari jadi penyebab kandasnya hubungan.Maka, jika kelak pintu hatimukembali terbuka, ingatkan dirimu untuk tidak mencintai dengan buta. Jangan pula memaknai cinta sebagai hal yang niscaya. Cinta yang kamu rasakan selayaknya dibarengi dengan logika agar segala sikap atau keputusan yang kamu ambil kelak tak membuatmu kecewa – untuk kedua kalinya.Tak seorang pun berhak berkata bahwa putus cinta itu perkara sederhana. Sedih, kecewa, atau bahkan marah lantaran merasa diabaikan itu sangat wajar. Tapi, sampai kapan kita bertahan dalam kondisi yangmenyedihkan? Tidakkah lebih baik menata kembali hidupmu dengan bertegar hati dan merelakannya pergi?“Untukmu yang saat ini sedang berjuang, semoga selalu punya kekuatan dan mendapatkan kebahagiaan…”

Hari demi hari kulalui tanpamu. Berat, namun aku harus terbiasa karena hanyaini satu-satunya pilihan yangkupunya.Bohong jika ini tak terasa sulit untuk kulalui, tapi tak ada pilihan untuk tak menyanggupi. Aku patah hati, mungkin bukan lagi patah, melainkan remuk.Tapi satu hal yangkuyakini, saat Tuhan menciptakan patah hati, IA juga pasti menciptakanpenawar dari semua sakit itu.1. Aku jatuh cinta padamu, dan percaya begitu saja untuk menitipkan hati ini padamu.mungkin dulu aku yang terlalu bodoh viahttp://google.comSekarang, saat pada kenyataannya kisah kita berakhir, satu-satunya pilihan yang kupunya adalahmemungut kepingan hatiku. Tak ada pilihan lain.Aku terluka, tapi aku tak punya pilihan lain selain tegar. Tak apa menangis selama kaki ini masih kuat melangkah.2. Aku yang saat ini masih patah hati dan masih mencoba memperbaiki perasaanku. Tapi jangan dulu berbangga diriAku belajar untuk memperbaiki perasaanku viahttp://google.comKamu lupa? Di luar sana masih ada ribuan insan yanglebih baik dan bisa membuatku jatuh cinta. Dan bukankah obat manjur untukmengobati semua itu adalahjatuh cinta lagi?Mereka yang jatuhdan terluka karenacinta, pasti bisa sembuh juga oleh cinta. Cinta yang melumpuhkan, tapi akhirnya cintajuga yang akan menjadi penawar dan obat bagi lukayang ada.3. Aku berjanji pada diriku sendiri. Untuk tidak terlalu lama berkubang dalam dukapatah hati. Terlalu banyak kesempatan baik yang akan terbuang percuma nantinya.terlalu lama berkubang dalam kesedihan, membuang kesempatanyang ada viahttp://google.comAku boleh menangis sejadi-jadinya hari ini. Aku boleh terpuruk dan meratapi kegagalan kisahku. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri, untuk tidak lupa bangkit dari kubangan duka.Bukankah disetiapakhir dari cerita, pasti akan ada permulaan yang baru? Semangat donk! Semangat untuk menyambut kisah baru yang lebih baik.4. Sambil menikmati sisa rasa perihnya luka yang ada,aku akan belajar memperbaiki rasa dan ruanghati ini. Ya, supaya aku siap untuk jatuh cinta lagi.di kisah yang baru nanti, kuharap bayangmu sudah tak ada viahttp://google.comAku bertanggung jawab atasdiriku sendiri, lengkap dengan perasaan yang saat ini kupunya.Sekarang, aku sedang menata kembali hatiku. Menyiapkan ruang terindah dihati ini agar dapat terisi kembali. Akan ada hari di depan sana, dimana aku sudah siap untuk jatuh cinta kembali. Dengan perasaan yang lebih baik, dan dengan hati yang bersih tanpa ada bekas luka dari si masa lalu.5. Terima kasih atas pelajaran yang sudah kamu kasih ya. Perlahan tapi pasti,aku pasti siap dan layak menyambut ia masa depanku yang baru.aku siap, mungkin terlalu siap viahttp://google.comTerima kasih ya, untuk semua pelajaran yang kamu beri. Hatiku menjadi lebih kuat sekarang setelah Tuhanmenempatkanmu dalam segelintir cerita hidupku.Terima kasih ya, darimu aku belajar bertanggung jawab hingga ke hal terkecil dalam hidupku, termasuk perasaanku. Aku belajar menata kembali hatiku yang sempat porak-poranda karenamu. Aku yang belajar ceria kembali setelah melalui badai.Satu hal yang selalu kuamini, hidup ini tak mungkin selalu"diguyur hujan deras". Kalaupun sekarang masih kelam dan badai, diujung sana pastiada pelangi.Aku layak bahagia. Aku masih ingin mengecap kebahagiaan. Sudah kuikhlaskan kisah kita sebagai sebuah pembelajaran yang manis.Halo masa depan, aku sudah siap untuk memulai hidup yang baru... :)

By : hipwee.

3 Cara Menghadapi Putus CintaPutus cinta memang menyakitkan. Ditinggalkan orang yang sangat dicintaiadalah sebuah pengalaman tragis yang berdampak pada psikis seseorang dan menghancurkan kemampuannya untuk meraih kebahagiaan. Banyak orang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih dari kesedihannya sampai bertahun-tahun. Karena itu, mengatasi putus cinta dengan baik adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan seseorang.Berikut adalah 3 cara efektif untuk mengatasi patah hati akibat putus cinta:Hadapi Putus Cinta Dengan IkhlasBanyak orang melakukan hal bodoh ketika mengalami putus cinta dan semakin merusak diri lebih dari yang seharusnya. Marah-marah, memaki, mengancam, menangis memohon, menyakiti diri sendiri agar dikasihani, mengancam bunuh diri, dan melakukansegala macam untuk menambalrasa sakit di hati. JANGAN SAMPAI Anda melakukan hal-hal tersebut, karena bukan sajaAnda akan semakin sakit, tapi juga Anda akan semakin merusak hubungan Anda dengan mantan kekasih Anda. Emosi Anda yang berlebihan justru akan membuatnya semakin yakin, bahwa memutuskan hubungan dengan Anda adalah keputusan yang tepat. Dia akan jadi sebal melihat reaksi kekanakan Anda, semakin benci dan Anda dijamin akan menyesal nantinya.Apapun alasannya, putus cinta hanya berarti satu hal: hubungan yang tidak bisa dilanjutkan lagi. Mungkin karena ketidakcocokan, mungkin karena faktor orang ketiga, mungkin karena keluarga, dsb, tapi yang jelas, putus cinta berarti ada yang tidak beres dalam hubungan Anda. Seringkali putus cinta adalah jalan terbaik untuk mencegah Anda danpasangan saling menyakiti terus-menerus. Sebuah jalan keluar dari hubungan yang sudah rusak. Akui hal ini dan ikhlaskan. Terima kenyataan bahwa kisah Anda dengannya sudah berakhir. Semakin cepat Anda bisa mengikhlaskan hal tersebut, semakin cepat Anda bisa mulai menata hidup Anda kembali.Stop Segala KontakAnda sedang luka karena terbakar api, sungguh sebuah perbuatan yang bodoh bila Anda masih terus bermain api. Mantan kekasih Anda adalah sumber sakit hati yang Anda rasakan, jadi stop berhubungan dulu dengannya!Jangan bertemu dulu dengannya, jangan menelpon, chatting, SMS, termasuk di social media seperti Twitterdan Facebook, unfollow dan unfriend bila perlu. Saya tidak bisa menekankan lagi betapa pentingnya hal ini dilakukan,bila Anda menginginkan untuk sembuh dan memulihkan hati Anda.Anda membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sendiri dan berpikir dengan jernih, tentunya itu semua tidak bisa dilakukan bila setiap kali melihat mantan Anda di recent updates BBM malah membuat Anda jadi galau seketika. Anda butuh waktu untuk berpikir dan mengevaluasi diri. Jadi hindari dulu segala kontak dengan mantan, termasuk segala bentuk memorabilia, seperti foto, hadiah pemberian, dsb. Simpan dulu, tidak perlu Anda lihat-lihat lagi. Anda sedang sakit sekarang, jangansakiti diriAnda lagi melebihi yang seharusnya.Content continue below...Go Out and Have FunBerikan batas waktu untuk Anda bersedih, mengurung diri dan menangishingga habis air mata Anda, misalnya seminggu atau dua minggu. Tapi setelah itu, segera hapus air mata Anda,keluar dari kamar, paksakan diri untuk mulai bersenang-senang kembali. Karena semakin Anda berlama-lama terpuruk dalam kesedihan, maka tubuh dan mental Anda akan jadi terbiasa berada dalam kondisi menyedihkan, dan ini sama sekali bukan hal yang bagus. Hubungi sahabat-sahabat Anda dan pergilah bersenang-senang, makanmakanan favorit Anda, tekuni hobi Andakembali, dan mulailah pergi kencan dengan gebetan-gebetan baru. Ingat, tujuan Anda bukan untuk mencari pelarian atau pacar baru, tapi untuk bersenang-senang. Agar menyadari bahwa Anda masih memiliki kemampuan untuk bahagia kembali.Bukan saatnya lagi untuk marah-marah,bersedih, dan meraung mengemis, sekarang adalah saatnya Anda fokus pada diri sendiri untuk menyembuhkan hati Anda. Tugas Anda adalah membahagiakan diri Anda sendiri tanpamantan kekasih Anda. Lakukan segala macam hal yang bisa membuat Anda tertawa lepas dan merasa bahgia. Kesalahan terbesar Anda selama ini adalah menjadikan mantan kekasih Anda sebagai sumber kebahgiaan Andasatu-satunya, itu sebabnya ketika dia pergi Anda merasa seperti dunia Anda runtuh dan kehilangan makna. Sekarang saatnya Anda meraih kebahagiaan Anda kembali dengan tangan Anda sendiri.Saya sangat mengerti bahwa melakukan ketiga cara di atas tidaklah mudah, bahkan bisa dibilang SANGAT SULIT, terutama bila Anda putus cinta setelah menjalin hubungan yang cukup lama. Tapi berdiam diri dan tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut hanya akan membuat Anda semakin menderita. Paksa diri Anda untuk melakukan ketiga hal di atas, perlahan namun pasti, saya jamin Anda akan melihat hasilnya. Banyak orang bilang bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, itu adalah pernyataan yang kurang tepat. Dalam setiapsesi konsultasi, saya selalu mengatakan pada klien saya:Bukan waktu yang menyembuhkan, tapi apa yang Anda lakukan di waktu tersebut lah yang akanmenyembuhkan Anda.Selamat meraih kebahagiaan Anda kembali.

By:kelas cinta.

Jumat, 18 Maret 2016

Logika

Cari lagi terus sampai ketemu.

Tidak ada apa-apa.

Tidak pernah ada dan memang tidak ada.
Sebenarnya. Dan bukan.

Pacar, jodoh dan soulmate itu absurd dan ilusi, berarti rasa kecewa dan malu itu juga ilusi, yang pikiranmu buat sendiri, it is just your mind.

Hal yang sudah terjadi.
There is no regret, it should be ended.

Sabar
Hope.
Tidak perlu.
Namun, kalau Anda mau berpikir berapa banyak waktu terbuang dan pekerjaan terbelengkalai serta kesempatan lain yang sirnah
Semua ada waktunya,
Jang naon coba.
Bersyukur.

Entahlah, apa yang harus ku perbuat dengan hidup ini.
Hirup urangmah baik-baik saja, nu tidak baikmah si eta.
Beungeutnamah pikaresepeun, jelemana teu pikaresepeun.
Teu bisa, urang hoream, jeung jelemanage teu ngeunaheun di ajak ngobrol.
Wajah cantik dan kerudung tidak berarti apa-apa.

Manehna teu butuh kabogoh, ngajadikeun diri urg ngerasa teu di butuhkan.

Da barinage sabenernamah urang butuh naon ka maneh.

Bahkan maneh tidak memberikan apapun.

Dipermainkan
Hal yang sudah terjadi
Cuma cantik doang
Lakukan apa yang kamu inginkan
enya, emang pernah kajadian.

Tip Mengatasi Perasaan Terpuruk dan Tersisih03 Maret 2012 04:26:55Diperbarui : 25 Juni 2015 08:35:41Dibaca:4,791Komentar:1Nilai:0Jangan ragu untukkonsultasidankonselingpada ahlinya, jika mengalami perasaan terpuruk yang berkepanjangan karena tersisih dari pergaulan dan lingkungan. Apalagi, mengalami perasaan terpuruk akibat penghinaan, dikucilkan atau karena suatu peristiwa tragis. Tentu rasanya sangat menyakitkan. Namun, kalau Anda mau berpikir berapa banyak waktu terbuang dan pekerjaan terbelengkalai serta kesempatan lain yang sirnah hanya karena tak mampu keluar dari tekanan dan perasaan terpuruk.Membiarkan diri digerogoti perasaan terpuruk ibarat menyimpan borok dalam hati dan mempermainkan jiwa dengan menyayat-nyatat luka sedikit demi sedikit menuju penderitaan yang berkepanjangan. Dampak yang terlihat, seperti timbul perasaan tertekan, rasa nyeri dan sesak di dada, perasaan tak bergairah, tak punya nafsu makan, gelisah, tidak dapat tidur, kepala pusing dan sekujur tubuh terasa sakit. Alhasil, timbul dorongan tak rela melepas perasaan terpuruk dari dalam hati dengan munculnya sikap reaktif, mudah tersinggung dan amarah, jika ada orang yang mengingatkannya. Jika ada orang yang mengingatkan, biasanya timbul reaktif negatif, seperti: “Enak aja kau ngomong… Kau gak rasakan… Sakit tau hatiku…!”  atau “ ngomong sih mudah, tapi kau gak merasakan betapa menyakitkan…, tau…!”Kalau Anda mau jujur, terjebak perasaan terpuruk tentu lebih banyak ruginya, bukan?! Coba bayangkan terjebak dalam perasaan terpuruk, apa Anda tidak seperti orang yang sudah jatuh ketimpa tangga pula. Sudah menderita kerugian pertama, harus ditambah lagi ekses negatif sebagai rentetan peristiwa yang menyakitkan itu.Satu hal yang harus Anda sadari, selama Anda masih bisa bernafas, berarti Anda belum tamat atau harapan Anda belum habis karena masih banyakhal yang masih dapat Anda perbuat.Lantas, yang jadi pertanyaan, bagaimana cara untuk dapat keluar dariperasaan terpuruk karena suatu keadaan atau peristiwa itu, bukan??? Jawaban utama yang harus Anda lakukan adalah belajarlah untuk mengutamakan berpikir daripada menuruti perasaan yang membuat Anda hanyut dan tertekan. Coba, berhentilah sejenak untuk merasa dan berusahalah menyesampingkan ekses perasaan Anda. Lalu, tanya pada diri Anda sendiri, apa yang akan anda lakukan agar Anda merasa nyaman danbergairah kembali??? Ingat, ketika Anda sudah mulai mau berpikir berarti Anda sudah melangkah satu tahap untuk menuju perubahan. Pikirkan tindakan apa yang terbaik masih dapat Anda lakukan. Kemudian, Anda harus berani mengambil keputusan untuk segera melakukan “Action” atas keputusan Anda.Jika Anda dapat melakukan Action tersebut, berarti Anda bisa mengatakan selamat tinggal duka dan hidup Anda masih berharga serta masih banyak hal-hal positif dan konstruktif yang dapat Anda lakukan. Waktu Anda sangat berharga dan tak akan Anda biarkan untuk dihancurkan oleh suatu masalah. Dan ingat, masalah datang bukan untuk ditangisi, namun untuk dipecahkan dan dicari jalan keluarnya.Berikut ini hal-hal penting yang harus Anda ingat dan Anda lakukan, yaitu:☻   Cacat atau kekurangan yang Anda miliki itu bukan akhir dari segala-galanya. Masih ada potensi yang tersembunyi dari dalam diri Anda. Kewajiban Anda untuk dapat menggali, mengenali dan memunculkan potensi tersebut, agar hidup Anda lebih bermakna secara pribadi maupun dalam kehidupan pergaulan Anda. Ini bukan omong kosong belaka. Tentunyasetiap orang selalu ingin mendapat tempat yang istimewa atau perlakuan yang istimewa di tengah-tengah lingkungan keluarga maupun pergaulan. Benar-tidak??? Anda selalu ingin dianggap hebat, dianggap penting,dikagumi, disanjung dan sebagainya. Namun realita selalu tidak sama persis dengan harapan. Ada kalanya Anda berada pada tempat yang terpojok atau dilecehkan.Nah, kalau hal ini terjadi pada diri Anda, bagaimana cara Anda mendapat tempat atau perlakuan istimewa tersebut? Untuk mendapat tempat atau perlakuan istimewa tersebut, tiada kata lain Anda harus dapat memunculkan kelebihan yang Anda miliki. Kelebihan tersebut yang mendapat penghargaan orang lain. Kelebihan tersebut bisa bersumber dari bakat, hobi atau wujud buah kreativitas Anda sendiri. Bisa jadi sebuah prestasi di bidang tertentu. Kalau Anda tidak mampu memunculkan prestasi dalam hidup Anda, Anda termasuk orang-orang yangmerugi. Oleh karena itu, Anda harus berjuang mewujudkan potensi yangAnda miliki menjadi sebuah prestasi atau karya yang bermutu tinggi.☻   Rasa rendah diri, apatis dan memandang rendah kemampuan diri sendiri adalah penyakit kronis yang harus segera disingkirkan. Jika tidak segera disingkirkan, penyakit ini akan menghancur-leburkan diri Anda dan membuat Anda terisolasi dan rasa terpenjara jauh dari kehidupan pergaulan Anda.Tentu Anda tidak mau menjadi orang-orang yang merugi terus, bukan? Begitujuga, tidak ingin dikatakan sebagai orang yang tidak PeDe bukan?! Oleh karena itu, Anda harus mawas diri. Jangan biarkan diri Anda hanyut dalam perangkap pembusukan diri atau menangisi diri atas kekurangan Anda itu terus menerus. Orang lain sudah sampai ke bulan, Anda hanya gigit jari, sembari mengiba-iba mencari-cari kambing hitam ketidakmampuan Anda.Nah, untuk mengetahui Anda ini termasuk dihinggapi atau memiliki rasa rendah diri, apatis dan selalu suka memandang rendah kemampuan diri sendiri, di bawah ini akan ditunjukkan gejala-gejalanya, seperti: suka melamun, tidak sungguh-sungguh dalam berusaha, kurang tekun dan kurang ulet, suka mencari kambing hitam, suka menangisi diri sendiri, suka mengasihani diri sendiri, selalu mengharap belas kasihan atau perhatian orang lain, suka mengeluh, suka menutup diri, tidak punya inisiatif, bersikap pasif selalu, tidak dapat bergaul dan tidak punya tujuan hidup atau cita-cita.☻   Tugas utamaAnda adalah kemauan untuk mempelajari letak kekurangan diri sendiri dan berusaha untuk mengatasinya. Tindakan tersebutadalah tindakan yang bijaksana dan bernilai tinggi. Benar, jika Anda punya kekurangan atau mengalami hambatan,kemudian janganlah Anda lari atau menghindarinya. Karena hal tersebut, bisa menjadi boomerang atau merugikan bagi Anda sendiri. Jalan terbaik adalah mempelajari cara-cara yang efektif untuk mengatasi kekurangan atau hambatan tersebut. Anda harus punya rasa percaya diri, bahwa Anda mampu berbuat. Jangan takut gagal. Kegagalan adalah hal biasadan awal dari keberhasilan. Lihatlah Thomas Alva Edison berhasil menemukan bola lampu listrik setelah melalui serangkaian percobaan sebanyak kurang lebih 1000 kali. Begitujuga, Hellen Keller berusah mengatasi keterbatasan-keterbatasannya, sehingga berhasil. Ia orang pertama sebagai tunanetra yang berhasil meraihgelar sarjana dari Harvard University.☻   Mencari nilai plus diri sendiridan mewujudkan menjadi tindakan adalah perbuatan yang dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidur. Nah, ini yang penting. Siapa yang tidak ingin menjadi orang hebat atau orang terkenal dan dikagumi banyak orang?! Anda tentu yakin, siapa pun juga dalam hatinya ingin menjadi orang hebat atau orang yang terkenal yang disanjung dan dikagumi banyak orang. Namun sayang, hanya sedikit orang yang mampu mewujudkannya, yang lain hanya bisa terpukau oleh keberhasilan orang lain. Padahal, setiap orang itu punya potensi. Caranya berusahalah mengenali dan memunculkan bakat kitasecara kreatif-inovatif. Secara lebih jelas nilai plus diri itu dapat dikembangkan berdasarkan bakat, hobi atau kreativitas Anda dengan menjadikannya dalam sebuah realita yang bernilai dan bermanfaat. Oleh:Hendra Surya.