Kamis, 06 Agustus 2020

usaha, cari cara Yang lain.

Find another way. 

Nggeus atuh pan usaha,  da batur ge bisa usaha. 

Sementara
Coba coba
Catat harga bahan .

Produk yang beragam
Tempat usaha yang memadai
Konsumen yang lebih luas
Leuwih teu puguh lamun isuk eweuh nu meli .

Nu pentingmah masih bisa. 
Tong mikiran t payu jeung tong make logika .
Segi rasa dan proses
Ngkemah urg daek t daek bkal berkorban

Rabu, 05 Agustus 2020

underpressure seekining peaceful .

Tong ngabebanan pikiran sorangan, tingali kaayaan .

Stress, anxiety and guilt .

Time keep ticking. 
Already old. 
Have no plan. 

Yahdi qablahu .

Sehat
Ibad

Bersyukur
Beriman (tujuan hidup dan maknanya)

Rasa bersalah dari menganggur
Hiji hiji, kamari masalah gawe d bakery loba teuing gawe
Rasa bersalah dari belum menikah
Tujuan
Hiji hiji
Naon urg jeung hayang kaluar gawe lamun ujung2na neang deui gawe
Banyak faktor yang menyebabkan orang ingin pekerjaan yang lain .
Cari kerja sesuai kemampuan .

Lakukan yang kamu mampu .
Ada batas kemampuan .

Berhenti memprediksi masa depan .

Dari awal ge tidak pernah berharap untuk di perpanjang.

Urang layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik .

Aya hayang, aya embung .

Sabtu, 11 Juli 2020

amal

Do something good
Hal baik akan mendatangkan hal baik pula

Tong di anggap
Sabisa-bisa
Sesuai
Baik

unperfection

Senior, nanggeuy hayang ka puji .

5. Jika semuanya gagal, abaikan
Jika semua usaha untuk berdamai dengannya sudah kamu lakukan tapi tidak ada hasilnya, maka hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah mengabaikannya. Fokuslah pada dirimu dan lakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Jika semua usaha untuk berdamai dengannya sudah Anda lakukan tapi tidak ada hasilnya, maka hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah mengabaikannya. Fokuslah pada diri Anda dan lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Memang di dunia ini terkadang ada orang yang sebaiknya Anda hindari. Pekerjaan di kantor tentu sudah cukup memusingkan, kenapa menambah beban pikiran dengan memikirkan orang yang tidak mau berdamai dan berkompromi dengan Anda?

Cara Mengatasi Masalah dengan Teman Kerja #8: Belajarlah dari Masalah yang Kalian Hadapi Saat Ini
Mungkin, permasalahanmu dengan teman kerja tak berujung damai. Malahan, berujung pada perselisihan yang membuat kalian berseberangan satu sama lain. Bila ini akhir dari permasalahan kalian dan sangat susah diatasi, maka kamu jangan lantas miris hati atau baper. Toh, tak semua manusia bisa hidup secara berdampingan dan saling sepakat satu sama lain.

Memilih cara “melawan” yang tepat

Pertimbangkan bobot setiap masalah yang Anda miliki dengan rekan kerja sebelum memilih cara “melawan” yang tepat. Anda tidak harus menghadapi semua orang yang bermasalah dengan terang-terangan. Hal ini akan membuat kegaduhan yang tidak perlu di kantor. Jadi, lain kali Anda marah dengan rekan kerja yang melakukan kesalahan kecil, beristirahat dan berjalanlah untuk menenangkan diri. Pada akhirnya, simpan energi Anda untuk masalah nyata.

4. Konflik dengan Rekan Kerja



Konflik dengan rekan kerja selalu ada  di setiap perusahaan karena setiap karyawan berbeda karakter. Sebagai contoh, Anda sudah mencoba sebaik mungkin untuk berlaku baik, namun hanya dengan satu rekan kerja ini, setiap perdebatan akan berakhir rumit dan menghambat sebuah proyek terlaksana tepat waktu.

Mengingat Anda bertemu dengan rekan kerja ini sepertiga hari setiap hari kerja, sebetulnya Anda juga menginginkan relasi yang harmonis.

Solusi:

Hilangkan ego Anda. Anda tidak harus menyukai rekan kerja tersebut, tidak harus memenangkan setiap perdebatan, namun Anda harus selalu dapat bekerja sama denngannya. Ingatlah bahwa kalian ada di bawah satu perusahaan yang sama.

Tetaplah bersikap baik walau Anda merasa itu tidak akan mencairkan suasana. Tanyakan pada diri Anda, apakah ada sesuatu mengenai rekan kerja tersebut yang anda kagumi dan dapat Anda puji? Adakah suatu masalah yang barangkali dapat dibantu dengan nasihat rekan kerja tersebut?

Namun jika memang tidak ada, mungkin memang perilaku rekan kerja tersebut menyebalkan, dan tidak ada yang dapat mengubahnya kecuali dirinya sendiri. Pikirkan saja cara agar Anda tidak terganggu dengan rekan kerja menyebalkan tersebut dan lebih fokus pada pengembangan diri sendiri.

Jangan Memicu Suatu Masalah
 
Setiap konflik yang terjadi bisa saja bukan berasal dari kamu, berhentilah menampilkan gerak yang mengintimidasi karyawan lain agar tidak adanya permasalahan antar karyawan. Jangan salahkan diri kamu sepenuhnya pada setiap permasalahan dan memilih untuk berhenti bekerja, selesaikanlah tanpa masalah tanpa melibatkan emosi dan jangan terlalu membela diri kamu.

Merdeka.com - Di manapun Anda berada dalam hidup, pasti akan menjumpai orang-orang pembuat masalah. Mungkin rekan satu tim yang sering mengambil pujian dari pekerjaan yang Anda kerjakan atau teman kantor yang suka bergosip.

Inilah orang-orang yang menyulitkan Anda karena merampas kekuatan mental Anda. Jika Anda tidak hati-hati, mereka juga dapat merusak seluruh pandangan Anda tentang pekerjaan Anda.

Dilansir dari CNBC Make It, berikut ini adalah beberapa taktik kuat yang digunakan untuk menghadapi rekan kerja yang sulit:

Fokus Mengendalikan Diri
Ilustrasi rekan kerja tersenyum. ©Shutterstock.com/ StockLite
Mungkin Anda berharap bahwa pemimpin tim Anda tiba-tiba menjadi lebih mendukung atau bahwa rekan kerja Anda akan berhenti mengoceh dalam rapat, tetapi Anda tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan orang lain. Dan angan-angan hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda.

Jadi, sementara Anda tidak bisa mengendalikan orang lain, Anda bisa mengendalikan bagaimana Anda merespons mereka. Apakah Anda memutuskan bahwa pendekatan terbaik Anda adalah angkat bicara atau lebih baik Anda tetap diam, gunakan energi Anda untuk mengambil tindakan positif.

Menolak Keinginan Mengeluh
aksi anti mengeluh. merdeka.com/arie basuki
Kita semua memiliki cara kita sendiri melepaskan rasa frustrasi, tetapi melampiaskannya hanya membuat Anda fokus pada masalah dan mencegah Anda menciptakan solusi.

Berhati-hatilah untuk mengeluh kepada atasan Anda. Menggerutu tidak hanya menyiratkan bahwa Anda tidak memiliki kekuatan atas situasi Anda, tetapi juga menunjukkan Anda tidak memiliki kekuatan atas sikap Anda. Jadi, alih-alih mengeluh tentang situasi Anda yang tidak adil, tawarkan solusi untuk masalah tersebut.

Terima Tanggung Jawab Atas Apa yang Anda Rasakan
Ilustrasi bekerja keras. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Pressmaster
Mengatakan bahwa rekan kerja Anda membuat Anda merasa buruk tentang diri sendiri atau mengklaim bahwa bos Anda membuat Anda marah berarti orang lain memiliki kekuasaan atas perasaan Anda.

Tidak peduli seberapa sulit rekan kerja Anda, jangan biarkan perilaku mereka mendikte emosi Anda. Terimalah bahwa terserah Anda untuk mengelola emosi Anda, terlepas dari bagaimana orang lain berperilaku.

Tidak Membuang Waktu untuk Pemikiran yang Tidak Produktif
Ilustrasi bekerja keras. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Stokkete
Pernahkah Anda pulang dari kerja dan menghabiskan sepanjang malam untuk mengulangi percakapan yang Anda lakukan dengan rekan kerja Anda? Atau menghabiskan setengah hari Minggu karena khawatir harus menghadapinya lagi pada hari Senin? Jika demikian, Anda mengizinkan rekan kerja yang sulit untuk menyerbu waktu pribadi Anda.

Jika Anda mendapati diri Anda melakukan hal ini, segera lakukan tindakan. Misalnya bersihkan rumah, hubungi teman untuk membicarakan sesuatu yang berbeda atau berjalan-jalan. Lakukan hal lain yang akan mengubah saluran di otak Anda.

Mempraktikkan Keterampilan Koping yang Sehat
Ilustrasi rekan kerja. ©2012 Merdeka.com
Bahkan ketika Anda membangun batasan sehat dengan rekan kerja yang sulit, mereka masih bisa menguras kekuatan mental Anda. Latih keterampilan koping yang sehat yang akan membantu Anda tetap kuat.

Bereksperimenlah dengan berbagai keterampilan koping, seperti rasa terima kasih dan meditasi, untuk menemukan apa yang paling cocok untuk Anda. Jaga kesehatan Anda juga. Tidak mungkin untuk tetap kuat secara mental ketika Anda menyalahgunakan tubuh Anda dengan alkohol, kurang tidur atau junk food.

Rabu, 08 Juli 2020

sikap tidak menerima kenyataan

Nggeus moal mikiran

Maksakeun
Teu ka awakan
Kawalahan
Di tambah konflik personil

Pasrah
Syukur
Hikmah
Jgn sensi
Positif thinking

Produktif
Rasa bersalah
Hard to yourself
Overthinking
Anxiety

Solusi dan
Semampunya .

Fokus pikiran. 
Bersyukur, artinya dualitas, meskipun ada hal yg tidak sesuai keinginan, bukan berarti tidak ada hal atau menghalangi kita untuk bersyukur terhadap hal-hal baik yang kita dapatkan dan masih kita miliki. 

Mengandalkan diri sendiri,
Failed hope dan bersyukur .
Tawakal yaitu iman kepada takdir,
Sabar menerima sebagai pembersih dosa/peninggian derajat. 

Yang kamu inginkan ketenangan batin bukan kepuasan hasrat. 

People pleasure .
People thought .

Kamis, 02 Juli 2020

self - help . iman and mentality .

Iman kpd tkdir
Rejeki sdh ada yg mngtur
Allah pny rencana

Nikmati yang ada

Iman kepada takdir
Kebaikan
Sementara

Syukur
Sabar
Ibad

Masih bnyk hal yg kita miliki disamping apa yang belum kita miliki

Tawakal
Come and go
Nikmati yang ada

Moal ka udag ku akal
Self help
Hidup sementara
Hikmah kemudahan
There always a plan
Be absolutely sure allah bringing ease
Tawakal
Eweuh pilihan
Kita tidak di ciptakan untuj melewati (life with ease)kemudahan (insya allah kita bisa melewati kesulitan), tetapi allah memberikan petunjuk (al-quran) bagaimana mendapatkan (when life gets hard) ketenangan ( jiwa, pikiran dan hati) .
Bersyukur . (Gratitude shape life).
Facing calamity with iman .
How we lose our faith .
Power of iman . Allah, judgementday and amal.
Patience and reward .
Big picture, happiness as akherat . Sementara dan akan mendapatkan .

There are metaphor .

Hikmah kemudahan
Milik allah
Come and go

No reason .
Tawakul
Ibad
Berbaik sangka
Nouman future
Nouman his plan

Yang terbaik
Bersyukur
Sehat
Kaya akan nikmat
Sementara

Failed hope
Ngeunaheun jigana

Productive, happiness (heaven and allah) .

Mengingat mati, kaya akan nikmat, beban maneh di ringankan .

Sabtu, 20 Juni 2020

perang batin .

Optimis itu bukan pasti,  tapi berharap. 

Kaya akan nikmat (sehat)  dan waktu luang (masih bisa beribadah). 

Optimis, berdoa selamat dunia dan akherat karena allah maha kuasa. 

Kesulitan = sementara. 
Kesedihan = bisa lebih buruk (ada yang lebih parah). 
Sabar 'sementara' sebagian dari iman. 

It could be 'worst'. 

Hope "believer", alhamdulillah. 

Harus sering meng'ingat'. 
(Sementara)

Memiliki kebutuhan pribadi. 

Urang kudu kumaha?  Ibad. 

Apa yang telah urang lalui bukan berarti urang tidak berusaha menjadi yang terbaik. 

Kalau memang keadaan yang memberatkan, lalu batas kemampuan urang harus diapakan? 

Berarti cara urang menyikapi keadaan, bukan keadaan yang terasa memberatkan.

Pemikiran urang.

Job seeker hese,  dagang hese  apakah karena keadaan atau pemikiran urang ?
Tersiksa. 
Searching from work to bussines. 

Mengatasi Perang Batin Untuk Menghilangkan Kebiasaan Buruk

 Dimas Pribadi
11 years ago
 

Manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula saya dan anda. Kita semua punya sebuah kebiasaan yang seringkali bertentangan dengan keinginan kita. Banyak jenis kebiasaan-kebiasaan buruk mulai dari kesehatan  hingga masalah psikologis. Saya ingat pada suatu saat saya dihadapkan pada sebuah keputusan ketika saya akan mengulangi lagi kebiasaan buruk saya. Diri saya seakan terbelah menjadi 2 dengan satu pihak menginginkan saya melakukannya sementara diri saya yang lain berteriak supaya jangan melakukannya. Jika dianalogikan, hal ini seperti pertarungan antara ‘setan’ vs ‘malaikat’, yang kebanyakan dimenangkan oleh kubu ‘setan’.

Pertarungan ini sungguh menyiksa dan terjadi setiap kali saya dihadapkan pada keputusan mengulangi kebiasaan buruk atau tidak. Parahnya pertarungan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun seperti pengakuan para perokok yang telat insyaf atau pecandu narkoba yang terlanjur ketagihan.

Dalam ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP), hal ini disebut inner self conflict. Ada sebuah teknik NLP yang dapat digunakan untuk mendamaikan sisi ‘setan’ dan ‘malaikat’ ini dan menghasilkan sebuah aksi yang positif. Teknik ini disebut Part Integration Technique. Yaitu teknik untuk mengurangi kerusakan atau tekanan mental akibat tidak terpenuhinya salah satu keinginan dari 2 keinginan yang saling bertentangan.

Langsung saja saya berikan contoh kasusnya:

Rokok vs Tidak Merokok

Perang batin dalam diri anda akan terjadi seperti ini:
Sisi Malaikat : “Jangan merokok!! Lihat sudah berapa banyak orang meninggal akibat rokok!”
Sisi Setan : “Kalo tidak ada rokok mana enak, mulut rasanya pahit, masalah mati itu kan ditangan Tuhan”
Jika situasi diatas terjadi, cobalah teknik Part Integration Technique seperti dibawah ini

Langkah Pertama

Taruh kedua tangan di depan anda dengan telapak tangan terbuka menghadap keatas. Lihat telapak tangan pertama. Bayangkan sebuah benda yang berkaitan dengan kebiasaan anda sedetail mungkin, mempunyai berat serta bisa berbicara. Benda itu adalah diri anda yang mewakili kebiasaan buruk anda. Lakukan hal yang sama dengan telapak tangan kedua yang mewakili keinginan untuk berhenti dari kebiasaan buruk anda.

Langkah Kedua

Lihat ke telapak tangan pertama dan tanyakan “Kenapa kamu ingin aku merokok?”. Jawabannya kemungkinan akan berupa “Karena tanpa rokok segalanya kurang lengkap, sensasi menghirup rokok membuat kamu senang kan?”. Kemudian tanyakan lagi pertanyaan “Kenapa kamu ingin aku senang?”. Maka jawaban yang mungkin adalah “Karena aku adalah bagian dari kamu, jika kamu senang maka saya juga senang”. Anda bisa terus mengajukan pertanyaan yang anda akan sadari bahwa benda tersebut sebenarnya berniat baik dan hanya ingin anda bahagia.

Langkah Ketiga

Lakukan persis seperti pada langkah kedua untuk keinginan anda untuk berhenti. Tujuan utamanya adalah membuat kedua diri anda untuk sepakat bahwa tujuan mereka sebenarnya sama-sama membuat anda bahagia. Ajukan pertanyaan ke kedua benda tersebut apakah niat mereka yang sebenarnya dan kompromikan cara apa yang secara logika paling baik buat anda. Tanyakan alasan dibalik setiap jawaban mereka.

Langkah Keempat

Beritahu mereka bahwa mereka berdua mempunyai tujuan yang sama dan dengan alasan tersebut tidak perlu ada perang diantara mereka. Jika anda melakukan dengan benar dari langkah pertama, maka anda akan menyadari bahwa kedua tangan anda akan mendekat dan mungkin sampai bersentuhan. Jika sampai bersentuhan, maka satukan kedua telapak tangan anda dengan erat. Hal ini akan menyampaikan pada alam bawah sadar anda bahwa perang batin telah usai dan anda tidak akan menemui kesulitan besar ketika anda dihadapkan situasi yang sama.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!